Plafon Asuransi, Istilah, Serta Kaitannya dengan Premi dan Polis

plafon asuransi

Plafon asuransi adalah istilah yang akan sering kamu temukan ketika membaca polis asuransi. Mungkin bagi orang yang belum memahami seluk-beluk asuransi, istilah ini menjadi sedikit asing.

Istilah apa itu plafon dalam asuransi memang tidak digunakan dalam semua jenis asuransi. Seringkali istilah ini disebut sebagai limit atau batasan manfaat tahunan dan dikaitkan dengan besaran premi yang dibayarkan.

Bagi kamu yang akan membeli asuransi, memahami istilah-istilah dalam asuransi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan juga mendapatkan manfaat asuransi secara maksimal.

Apa itu plafon dalam asuransi?

Istilah ini adalah poin penting untuk dipahami bagi pemegang polis asuransi. Plafon asuransi adalah output dari premi atau kontribusi yang sudah dibayarkan oleh nasabah.

Secara umum, semakin tinggi premi asuransi yang dibayar, maka semakin besar plafon asuransi yang didapatkan. Inilah mengapa banyak perusahaan asuransi yang menawarkan beberapa jenis plan dalam produknya, di mana tiap plan memiliki harga premi yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, premi asuransi kesehatan yang semakin tinggi akan menanggung biaya yang lebih tinggi dan meng-cover perawatan yang lebih beragam. 

Dengan adanya plafon asuransi, maka perusahaan asuransi akan membatasi seberapa banyak biaya pertanggungan yang akan dibayarkan pada saat pengajuan klaim. 

Ada dua jenis limit atau plafon asuransi tergantung dari produk asuransinya, yaitu:

1. Plafon per-kejadian (outer limit)

Plafon per-kejadian atau pre-occurrence akan menentukan biaya tertinggi yang akan diberikan untuk satu kejadian tertentu dalam sebuah klaim. Biasanya plafon jenis ini akan ditemukan pada produk asuransi jiwa, di mana uang pertanggungan akan dibayarkan sekaligus ketika pemilik polis meninggal dunia.

Jenis plafon asuransi ini juga sering disebut sebagai outer limit. Yang artinya batas plafon sekali kejadian tanpa pembatasan biaya per item. Biasanya batas plafon atara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya berbeda. Misalnya plafon Asuransi Sinar Mas akan berbeda dengan Plafon Asuransi Prudential.

2. Plafon agregat (inner limit)

Plafon ini akan menetapkan biaya atau batas maksimum uang pertanggungan yang akan dibayarkan untuk semua klaim yang diajukan selama periode polis.

Umumnya ada di polis asuransi kesehatan, di mana perusahaan asuransi menetapkan limit atau batasan tertinggi untuk seluruh klaim perawatan kesehatan yang terjadi selama masa pertanggungan asuransi. Jenis plafon asuransi ini biasanya disebut sebagai inner limit.

Tiap perusahaan asuransi menetapkan plafon atau limit dengan jumlah yang berbeda-beda. Misalnya saja antara Plafon Asuransi Allianz dan Plafon Asuransi Prudential limitnya akan berbeda. Oleh karena itu, penting sekali memahami dua jenis limit ini dan memastikan jumlahnya sebelum kamu membeli produk asuransi.

Apa yang dimaksud dengan premi dan polis asuransi?

3P atau premi, polis, dan plafon asuransi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, sebab ketiganya terkait satu sama lain. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Polis

Polis asuransi adalah sebuah kontrak perjanjian kerjasama antara Penanggung dengan Tertanggung, di mana pihak Tertangung akan mendapatkan proteksi secara finansial terhadap risiko-risiko yang bisa terjadi.

Di dalam polis asuransi berisi informasi-informasi terkait produk asuransi yang dibeli oleh Tertanggung, termasuk premi, limit atau plafon, deductible atau biaya risiko sendiri (own risk), manfaat asuransi, risiko yang ditanggung, dan pengecualian.

Memahami isi polis juga sangat penting untuk menghindari adanya kerugian ke depannya yang disebabkan oleh salah paham. Kurangnya pengetahuan akan istilah-istilah asuransi juga bisa menyebabkan hal tersebut terjadi.

Dalam beberapa kasus, polis asuransi juga bisa menjadi landasan hukum bagi Tertanggung untuk mendapatkan hak. Misalnya untuk menuntut Penanggung yang lalai dalam melakukan kewajibannya untuk membayarkan klaim nasabah.

Sebaiknya, jika ada hal yang kurang atau ingin lebih jauh dipahami, tanyakan terlebih dahulu kepada agen atau pihak asuransi terkait.

2. Premi 

Sejumlah uang pertanggungan yang dibayar tertanggung kepada perusahaan asuransi dinamakan premi. Premi berfungsi sebagai imbalan jasa atas pengalihan risiko serta kerugian yang bisa sewaktu-waktu dialami oleh Tertanggung.

Jumlah premi yang dibayarkan biasanya disesuaikan dengan mempertimbangkan beberapa faktor terkait dengan Tertanggung. Seperti yang sudah disebutkan di atas, besaran premi juga akan menentukan besaran plafon asuransi yang akan didapatkan. 

Faktor lainnya yang memengaruhi besaran premi asuransi antara lain:

  • Jenis pertanggungan asuransi yang dipilih.
  • Perkiraan klaim yang akan diajukan.
  • Area tempat tinggal atau tempat kerja tertanggung.
  • Kondisi awal tertanggung atau objek tertanggung.
  • Jumlah persaingan yang dihadapi oleh perusahaan asuransi.

Sebagai contoh, jika kamu ingin membeli asuransi mobil all risk, umumnya rate asuransi mobil all risk akan lebih mahal daripada jenis asuransi mobil TLO. Sebab, asuransi mobil all risk menanggung lebih banyak kerugian dan kerusakan pada mobil.

Mengacu pada faktor-faktor di atas, tidak ada besaran atau rate premi asuransi yang sama dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. 

Untuk asuransi mobil, penghitungan preminya mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menyesuaikan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia yang disusun oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia.

Kamu bisa mencoba cek premi asuransi mobil dengan menggunakan kalkulator premi asuransi mobil dari Lifepal berikut ini:

Setelah melakukan perhitungan atau memilih plan asuransi, baru Tertanggung mendapatkan premi sesuai dengan yang ia butuhkan. 

Istilah penting lainnya yang dalam asuransi

Selain 3P atau premi, polis, dan istilah plafon dalam asuransi ada beberapa istilah lainnya yang wajib kamu tahu. Berikut ini adalah istilah yang akan sering kamu temui ketika membaca polis asuransi.

1. Manfaat Asuransi

Manfaat asuransi juga menjadi istilah yang akan sering kamu temukan ketika membaca polis. Manfaat asuransi disebut sebagai manfaat pertanggungan atas risiko tentu yang ditanggung dalam polis oleh perusahaan asuransi. Misalnya saja untuk asuransi kesehatan memberikan manfaat biaya rawat inap, rawat jalan dan manfaat bedah.

Nantinya ketika tertanggung mengalami sakit dan membutuhkan perawatan medis, pihak asuransi akan memberikan pergantian biaya sesuai dengan ketentuan polis. Sementara dalam asuransi jiwa nasabah akan diberikan uang pertanggungan (UP).

UP tersebut adalah sejumlah dana dengan nominal tertentu yang diberikan oleh perusahaan asuransi untuk tertanggung ketika meninggal dunia. UP bisa dicairkan oleh ahli waris atau penerima manfaat yang ditunjuk oleh pemegang polis.

2. Klaim

Klaim asuransi adalah tuntutan yang diajukan oleh nasabah sebagai pemegang polis kepada perusahaan asuransi selaku penanggung. Klaim akan dilakukan ketika pemegang polis mengalami suatu risiko tertentu yang ditanggung oleh asuransi.

Misalnya saja klaim dilakukan ketika tertanggung mengalami sakit dan membutuhkan perawatan media. Nantinya, pihak asuransi akan memberikan ganti rugi berupa biaya perawatan rumah sakit sesuai dengan ketentuan dalam polis.

3. Nilai Tunai (Cash Value)

Istilah nilai tunai biasanya akan ada ketika kamu memilih asuransi jiwa unit link atau dwiguna. Istilah ini sebenarnya adalah sejumlah uang yang akan diterima oleh tetanggung/nasabah pada priode waktu tertentu. Misalnya saja ketika memiliki produk dwiguna seperti asuransi pendidikan.

Maka biasanya nilai tunai bisa dicairkan oleh pemegang polis saat berusia 3 tahun, 5 tahun, dan sebagainya.

4. Biaya Akusisi

Biaya akusisi adalah istilah dalam polis asuransi yang artinya biaya yang harus dibayarkan oleh pemegang polis untuk mendapatkan layanan sebagai nasabah asuransi. Biaya akuisisi merupakan salah satu biaya asuransi yang disebut juga sebagai biaya untuk penerbiatan polis.

Itu dia penjelasan mengenai plafon asuransi serta kaitannya dengan premi dan polis. Semoga informasinya berguna ya!

Tips dari Lifepal! Selalu pastikan premi dan plafon asuransi yang kamu pilih sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan agar kamu tidak kesulitan untuk membayar premi di kemudian hari.  

Kini banyak tersedia produk asuransi di Indonesia dengan premi termurah yang mampu memberikan manfaat perlindungan yang lengkap. 

Cari tahu asuransi kesehatan yang cocok di Lifepal 

Lifepal merupakan platform asuransi terbesar di Indonesia saat ini yang dapat membantu kamu menemukan beragam produk asuransi terbaik. 

Di Lifepal, kamu dapat membandingkan asuransi kesehatan dari berbagai perusahaan asuransi di Indonesia sehingga kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan yang cocok. 

Asuransi apa yang cocok dengan kamu? Tentu yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu saat ini. 

Selain itu, pilih asuransi kesehatan yang memiliki manfaat pertanggungan dan rekanan rumah sakit yang luas. Yuk cari tahu asuransi kesehatan kamu di Lifepal! 

Pertanyaan seputar plafon asuransi

Kamu perlu memahami bahwa pembayaran premi akan dinvestasikan oleh perusahaan asuransi ke instrumen keuangan. Jadi hasil investasi tersebut nantinya dapat diambil oleh nasabah sebagai pemegang polis dalam bentuk manfaat pertanggungan atas risiko tertentu.

Selain itu ada beberapa polis yang memberikan manfaat santunan tunai dalam jumlah tertentu. Secara umum, semakin tinggi premi yang dibayar, maka semakin besar plafon asuransi yang didapatkan.

Perlindungan finansial dari asuransi penting untuk dimiliki agar kamu tidak terbebani dengan pengeluaran mendadak yang pada akhirnya bisa menguras tabunganmu. Pilihan produk asuransi yang ada di Lifepal bervariasi sesuai kebutuhan keuanganmu, yaitu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi mobil, asuransi motor, asuransi rumah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan referensi produk asuransi terlengkap, cari tahu di Lifepal.
Dapatkan Promo