Saat Kepala Keluarga Poligami, Ini Perubahan Finansial yang Terjadi!

Ini lho yang bakal kamu alami jika memutuskan untuk poligami

Baru-baru ini viral sebuah video di media sosial yang menampilkan seorang istri menemani suaminya untuk menikah lagi alias poligami. Gak heran kalau video tersebut kini tengah menjadi perbincangan hangat di mana-mana.

Kalau udah ngomongin tentang poligami, tentunya tak hanya berkutat soal hubungan antara istri pertama dan kedua saja, tapi juga bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga agar dapat hidup nyaman.

Seperti yang diketahui, saat memutuskan untuk berpoligami maka mereka sudah harus siap dengan pengeluaran rumah tangga yang ekstra double. Selain itu, pembagian uang antara istri pertama dan kedua juga harus adil.

Jadi sederhananya akan ada perubahan finansial yang cukup drastis jika kepala keluarga berpoligami. Apa saja sih? Agar lebih mudah dipahami dan perhitungannya lebih tepat, kita buat contohnya ya.

“Seorang pengusaha minuman kekinian bernama Satrio setiap bulan bisa mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp 75 juta. Ia sudah menikah dan memiliki tiga orang anak. Satrio memutuskan untuk menikah lagi. Ia pun berkeinginan untuk membeli rumah yang lebih besar agar semua anggota keluarganya dapat hidup dan tinggal dengan nyaman.”

Berapa pengeluaran per bulannya?

Segini lho besaran pengeluaran yang harus dikeluarkan jika memutuskan ini
Segini lho besaran pengeluaran yang harus dikeluarkan jika memutuskan ini, (Shutterstock).

Nah, berikut adalah gambaran perhitungan uang yang harus dikeluarkan Satrio setiap bulan dengan satu istri dan tiga orang anak.

Pengeluaran untuk istri pertama

No Untuk Keperluan Jumlah Harga Total
1 Istri pertama Uang bulanan (jajan istri, bayar listrik, air, internet, cicilan dan pembantu) Rp 7.000.000
Uang belanja (belanja kebutuhan bulanan seperti makanan dan keperluan rumah tangga lainnya) Rp 5.000.000
Asuransi Rp 1.000.000
Uang untuk orangtua Rp 3.000.000
Uang RT, RW (iuran sampah, keamanan dan lain-lain) Rp 500.000
Uang sekolah (SPP, les, beli buku hingga antar jemput sekolah) Rp 5.000.000
Rekreasi  Rp 500.000
Total Rp 22.000.000
2 Anak 1 dari istri pertama Uang jajan sekolah 22 Rp 50.000 Rp 1.100.000
Uang belanja (beli mainan hingga pakaian) Rp 500.000
Asuransi Rp 1.000.000
Rekreasi  Rp 500.000
Total Rp 3.100.000
3 Anak 2 dari istri pertama Uang jajan sekolah 22 Rp 30.000 Rp 660.000
Uang belanja (beli mainan hingga pakaian) Rp 500.000
Asuransi Rp 1.000.000
Rekreasi  Rp 500.000
Total Rp 2.660.000
Anak 3 dari istri pertama Uang jajan sekolah 22 Rp 10.000 Rp 220.000
Uang belanja (beli mainan hingga pakaian) Rp 500.000
Asuransi Rp 1.000.000
Rekreasi  Rp 500.000
Total Rp 2.220.000
Total Keseluruhan Rp 29.980.000

Jadi pengeluaran yang harus dikeluarkan Satrio setiap bulan untuk istri pertama dengan tiga orang anak yakni sekitar Rp 29.980.000. 

Pengeluaran untuk istri kedua

No Untuk Keperluan Jumlah Harga Total
1 Istri kedua Uang bulanan (uang jajan, cicilan dan pembantu) Rp 5.000.000
Uang belanja (belanja kebutuhan bulanan seperti makanan dan keperluan rumah tangga lainnya) Rp 3.000.000
Asuransi Rp 1.000.000
Uang untuk orangtua Rp 3.000.000
Uang RT, RW (iuran sampah, keamanan dan lain-lain)
Uang sekolah (SPP, les, beli buku hingga antar jemput sekolah) Rp 3.000.000
Rekreasi  Rp 500.000
Total Rp 15.500.000
2 Anak 1 dari istri kedua Uang jajan sekolah 22 Rp 15.000 Rp 330.000
Uang belanja (beli mainan hingga pakaian) Rp 500.000
Asuransi Rp 1.000.000
Rekreasi  Rp 500.000
Total Rp 2.330.000
3 Anak 2 dari istri kedua Uang jajan sekolah 22 Rp 10.000 Rp 220.000
Uang belanja (beli mainan hingga pakaian) Rp 500.000
Asuransi Rp 1.000.000
Rekreasi  Rp 500.000
Total Rp 2.220.000
Total Keseluruhan Rp 20.050.000

Sementara untuk istri kedua dengan dua orang anak, Satrio harus menggelontorkan uang sekitar Rp 20.050.000. Selain karena anaknya hanya dua orang, ada beberapa pos pengeluaran yang sudah include dari istri pertama, seperti uang listrik, air, internet serta iuran keamanan RT dan RW.

Total pengeluaran keseluruhan

Segini total keseluruhan pengeluaran jika melakukan hal ini
Segini total keseluruhan pengeluaran jika memiliki dua istri, (Shutterstock).
No Sumber pengeluaran Total pengeluaran
1 Istri pertama Rp 29.980.000
2 Istri kedua Rp 20.050.000
Total Rp 49.980.000

Maka, untuk keperluan istri pertama dan kedua beserta anak-anaknya, Satrio mengeluarkan uang hingga Rp 49.980.000 setiap bulannya.

Nah, jumlah pengeluaran tersebut belum termasuk pengeluaran individu Satrio, mulai dari bensin, kasih uang ke kedua orang tua hingga jajan yang diestimasikan bisa mencapai Rp 10.000.000 per bulan. Berikut perinciannya:

No Sumber pengeluaran Total pengeluaran
1 Istri pertama dan kedua Rp 49.980.000
2 Suami Rp 10.000.000
Total Rp 59.980.000

Berarti dalam satu bulan, Satrio menghabiskan uang hingga Rp 59.980.000 untuk memenuhi segala macam keperluan.

Berapa uang yang tersisa?

Segini nih sisa uang yang kamu miliki
Segini lho sisa uang yang bakal kamu miliki ketika memutuskan menikah dengan memiliki dua istri, (Shutterstock).

Lalu, berapa sisa uang yang dimiliki Satrio setiap bulan? Apakah masih aman dialokasikan untuk bujet tabungan, investasi dan lainnya?

No Penghasilan Total pengeluaran
1 Rp 70.000.000 Rp 59.980.000
Total Rp 10.020.000

Dengan sisa uang yang dimiliki Satrio sebesar Rp 10.020.000. Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan masa depan, seperti menabung untuk dana darurat, tabungan hingga investasi?

Teori keuangan 50/20/30

Menurut seorang pakar keuangan sekaligus profesor dari Harvard yaitu Elizabeth Warren. Mengelola keuangan yang benar adalah dengan membagi pengeluaran menjadi tiga pos, yakni:

  • 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, seperti, makan, ongkos, asuransi, cicilan atau utang.
  • 20 persen untuk tabungan dan investasi.
  • 30 persen untuk kebutuhan gaya hidup, seperti belanja hingga rekreasi.

Maka, normalnya Satrio harus menyisihkan uang setiap bulan sekitar 20 persen dari Rp 70 juta yaitu Rp 14 juta. Dengan begitu disimpulkan kalau pos pengeluaran untuk tabungan dan investasi tidak terpenuhi. Sisa uang yang dimiliki Satrio juga terbilang terlalu kecil untuk jumlah penghasilan yang cukup besar.

Jika ada kebutuhan mendadak dan butuh uang cepat. Misalnya ada masalah pada bisnis yang ia geluti, tentu cukup sulit untuk Satrio mengelola keuangan jika dirinya memutuskan poligami. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis