Menerapkan Taktik Positioning agar Dagangan Langsung Laris!

Business tactic

Positioning adalah suatu strategi pemasaran yang bertujuan menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak konsumen agar terbentuk citra merek atau produk yang lebih unggul dibandingkan pesaing lainnya ke dalam pikiran konsumen. 

Citra tersebut dapat dalam berbentuk slogan, pencitraan (image) perusahaan, dan pengenalan (awareness) produk. Istilah positioning pertama kali diperkenalkan oleh Al Ries dan Jack Trout pada tahun 1972.

Sebelum melakukan positioning, kita perlu meneliti atau mengidentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setara dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. 

Nah, jika bisnis kita memiliki banyak pesaing dalam bidang yang sama, berarti kita harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan agar bisa tampil unik.

Apa Manfaat Melakukan Positioning? 

Position

Positioning menjadi penting di era serba cepat seperti sekarang ini. Pasalnya, setiap hari ada produk baru dengan berbagai keunggulan dan cara pemasaran yang berbeda. Hal itu juga dibarengi dengan banyaknya informasi yang berkaitan dengan pilihan produk yang disampaikan melalui media maupun iklan. Kondisi ini menyebabkan semacam perebutan pemikiran dan perhatian konsumen.

Dengan positioning yang ideal, kita bisa memasarkan produk pada pangsa pasar yang tepat. Dengan begitu, peluang kita untuk mendapatkan konsumen atas produk atau jasa pun meningkat.

Berbagai Macam Strategi Positioning

Menurut Al Ries dan Jack Trout, positioning bukanlah apa yang kita lakukan terhadap produk, tetapi apa yang kita lakukan terhadap benak konsumen, yaitu memosisikan produk dalam benak konsumen.

Positioning produk yang baik adalah jika produk tersebut lebih unggul daripada produk lain yang sejenis. Strategi positioning ini bisa kita lakukan berdasarkan berbagai pertimbangan berikut.

1. Atribut produk

Contohnya, saat ini telah banyak produk minuman teh dalam kemasan, namun diposisikan sebagai minuman ringan menyerupai minuman soda. Alhasil, minuman teh dalam kemasan, seperti dalam gelas, botol, atau karton plastik, bukan lagi menjadi minuman ringan yang diminum sambil bersantai di rumah saat sore hari, namun bisa juga diminum ketika kita di perjalanan.

2. Manfaat produk

Produk biasanya akan dikaitkan dengan kegunaan tertentu, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. Contoh, produk obat sakit maag merek A mengeklaim bahwa obatnya dapat meringankan gejala maag lebih cepat sekaligus aman. Sedangkan produk merek B juga mengeklaim hal yang serupa, namun dengan penambahan manfaat tertentu. Padahal terdapat kesamaan kandungan obat yang mereka gunakan.

3. Harga dengan kualitas terbaik

Strategi positioning melalui harga tidak selalu identik dengan harga yang lebih murah saja, tapi juga dengan memberi harga yang pantas sesuai dengan kualitas barang yang dihasilkan. Memosisikan produk dengan harga yang lebih terjangkau daripada produk sejenis milik kompetitor ditambah dengan kualitas yang lebih baik akan membuat positioning produk akan lebih kuat tertancap di benak para konsumen.

4. Menurut pemakai

Strategi ini biasanya membutuhkan pencitraan dari brand ambassador atau model yang ditunjuk untuk mengisi iklan perusahaan. Contohnya, produk minuman berenergi yang memosisikan diri bahwa produknya dikonsumsi oleh atlet dan tokoh terkenal. 

Produk lain yang biasanya menggunakan strategi ini adalah produk kecantikan, obat tradisional, atau makanan. Setiap tokoh masyarakat atau public figure yang dipilih biasanya akan turut membawakan citra tersendiri atas produk yang dipasarkan. Misalnya, model iklan minuman berserat yang diperankan oleh seorang atlet juara Pekan Olahraga Nasional.

5. Menurut pesaing

Strategi ini menggunakan pesaing bisnis untuk memosisikan diri sebagai yang lebih baik. Contohnya, iklan suplemen herba A yang memposisikan dirinya hanya dikonsumsi oleh orang yang pintar. Kemudian, muncul pesaing yang mengeklaim bahwa orang bejo (beruntung) akan mengonsumsi produk herba B. Konsumen tinggal pilih, mau menjadi pintar atau bejo?

6. Kategori produk

Produk diposisikan sebagai leader dalam suatu kategori produk. Biasanya bisnis yang menggunakan strategi ini hanya mengkhususkan pada satu produk walaupun memiliki beberapa varian atau tipe produk lainnya.

Contohnya, sebuah kebun binatang yang mengeklaim sebagai tempat edukasi selain wisata. Kebun binatang tersebut mencoba menjadi pembeda dari tempat wisata serupa dan menerapkan strategi positioning yang akan membuat konsumen akan selalu teringat jika mau belajar sambil berekreasi, maka kebun binatang tersebut adalah tempat rujukan yang tepat. 

Bagaimana Cara Melakukan Positioning dengan Benar?

Membuat konsep positioning produk bukanlah hal yang mudah. Selain wajib kreatif, dibutuhkan analisis yang mendalam juga demi memberi kesan bahwa produk bersangkutan dapat tertanam kuat dalam pikiran konsumen dalam jangka waktu yang lama. Bagaimana caranya? Tiga langkah dasar ini bisa menjadi pedoman kita.

Sumber gambar: Wikipedia

STP Approach merupakan singkatan dari segmentation, targeting dan positioning. Ini merupakan langkah dasar dalam mengambil keputusan bisnis.

  • Segmentation bisa kita lakukan dengan membagi konsumen secara umum, terutama konsumen-konsumen yang dianggap potensial, dalam beberapa subgrup konsumen. Subgrup konsumen ini biasa disebut dengan segmen. Hal ini dilakukan untuk memudahkan kita menentukan subgrup yang potensial dan membutuhkan produk atau jasa kita.  
  • Targeting bisa dilakukan dengan memilih satu atau beberapa segmen yang telah ditentukan sebelumnya yang akan menjadi fokus target produk atau jasa kita.
  • Langkah selanjutnya adalah positioning. Subgrup atau segmen yang paling potensial tadi akan kita coba dekati dengan strategi yang paling tepat. Yakni, sesuai dengan kebutuhan, harapan, dan keinginan konsumen dalam segmen tersebut.

Kita juga harus ingat, konsep positioning utama adalah berorientasi pada kompetitor, khususnya yang merupakan market leader dan target pasar. Maka produk atau jasa harus memiliki atribut dan manfaat yang unggul dibanding kompetitor yang menjadi market leader. Selain itu, atribut dan manfaat tersebut harus mengandung reason to buy yang dipersepsi positif oleh konsumen sehingga produk atau merek dapat diterima dan diingat di dalam pikiran konsumen.

Oleh karena itu, kita sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan bisnis sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pikiran calon konsumennya. Pasalnya, apabila persepsi konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan untuk mengubahnya.Pada intinya, positioning produk penting untuk diterapkan sebagai titik awal dalam menentukan strategi pengembangan merek. Maka ada baiknya untuk menerapkan strategi positioning yang tepat sebelum memulai suatu bisnis.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →