Ngaji Tengah Malam Sampai Subuh! Ini Kisah Unik Pembaca Yasin di Kuburan

Profesi unik pembaca yasin di kuburan

Seiring perkembangan zaman, semakin bermunculan pula mata pencaharian atau profesi unik yang bisa menambah pundi-pundi rupiah. Salah satu profesi unik itu adalah pembaca yasin di kuburan.

Banyak profesi yang dulunya gak ada tapi di era digital seperti saat ini menjadi incaran orang. Gak tanggung-tanggung, beberapa profesi yang bermunculan pun memberikan gaji yang lumayan banget.

Contohnya, profesi di dunia sosial media yang sebelumnya gak ada, kini menjadi pekerjaan yang banyak dilirik orang.

Meski begitu, masih banyak juga lho jenis pekerjaan yang tetap bertahan dan gak tergerus dimakan zaman.

Bahkan, gak sedikit yang tetap bertahan dengan profesi sama selama berpuluh-puluh tahun. Salah satunya, pembaca yasin kuburan yang bisa dibilang unik dan berbeda dari yang lain.

Meski mengaku bukan jadi sumber mata pencaharian utamanya, profesi yang satu itu sudah dilakukan Rizal atau yang kerap disapa Bang Ijal selama lebih dari 20 tahun.

“Baca Yasin di kuburan udah dari muda. Niatnya hanya membantu, tapi sering dikasih rezeki sama keluarga yang meninggal. Saya terima, Alhamdulillah,” cerita Bang Ijal mengawali pembicaraan dengan MoneySmart.

Awal mula berkecimpung sebagai pembaca Yasin di kuburan

Pembaca yasin
Pembaca yasin

Bang Ijal pertama kali menjadi pembaca Yasin di kuburan sejak berusia 26 tahun. Saat itu, dia mengaku terpaksa menggantikan pekerjaan sang ayah yang memang tengah terbaring sakit.

Merasa takut menjalani pekerjaan tersebut membuat Bang Ijal berani menolak permintaan sang ayah. Apalagi, saat itu, dia harus membacakan Yasin untuk korban meninggal tabrak lari.

“Karena baca ngajinya itu kan mulai dari tengah malam sampai subuh dan yang meninggal juga korban tabrak lari. Jadi, saya takut banget,” ungkapnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Bang Ijal kembali mengenang ucapan almarhum sang ayah yang membuatnya berani.

“Almarhum ayah saya bilang, ngapain kamu takut sama orang yang meninggal, karena kamu juga akan ada di dalam tanah itu suatu hari nanti,” papar Bang Ijal menirukan ucapan sang ayah.

Sejak saat itu, pria berusia 49 tahun tersebut memutuskan memulai menjalani profesi sebagai pembaca Yasin di kuburan. Meski begitu, dia tak bisa menampik sempat merasa ketakutan karena banyak suara-suara aneh yang sangat mengganggu.

Dibayar atau tidak?

Pembaca yasin di kuburan
Pembaca yasin di kuburan

Bang Ijal mengungkapkan, dia tak menjadikan profesi pembaca Yasin di kuburan sebagai sumber penghasilannya.

Pria yang kini menjadi karyawan swasta di salah satu perusahaan telekomunikasi itu mengaku merasa kesulitan jika harus terus-menerus membaca Yasin di kuburan saat hari kerja.

“Karena baca Yasinnya itu kan setiap hari selama tujuh hari. Mulainya dari jam 12 malam sampai masuk adzan Subuh. Kalau kerja, saya jadi suka ngantuk di kantor. Makanya saya sering kasih ke teman saya yang kebetulan udah pensiun. Kalau hari Jumat dan Sabtu, saya yang baca karena besoknya libur. Jadi, bisa istirahat,” ungkap ayah tiga anak itu.

Meski tidak mematok tarif per hari kepada keluarga yang meninggal, mereka rata-rata membayar sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Saya gak pernah tarifin harga. Seikhlasnya dari keluarga yang meninggalnya aja, asal gak memberatkan. Saya bahkan pernah dibayar dengan sembako. Alhamdulillah saya terima aja, namanya dapat rezeki,” kata Bang Ijal.

Sudah terkenal hingga ke beberapa daerah

Profesi unik pembaca yasin di kuburan
Profesi unik pembaca yasin di kuburan

Yang menarik dari profesi unik Bang Ijal, namanya kini sudah terkenal hingga ke beberapa daerah seperti Depok, Bogor dan Bekasi.

“Jadi sebenarnya yang terkenal itu ayah saya. Tapi sejak ayah saya sakit, saya yang menggantikan beliau. Udah diminta tolong buat baca Yasin ke beberapa tempat. Bukan daerah Pasar Minggu aja, tapi juga ke Depok, Bogor dan Bekasi,” akunyal.

Lebih lanjut, Bang Ijal memaparkan, dia melakoni profesi unik tersebut bukan karena materi. Tapi, murni karena ingin membantu. Sehingga, dia tidak pernah mempermasalahkan jika tidak dapat rezeki.

“Saya bahkan pernah beberapa kali membacakan Yasin untuk korban kecelakaan yang tidak diketahui identitasnya. Kasihan gak ada yang bacain Yasin karena gak tahu keluarganya di mana. Jadi, saya aja yang bacain,” ungkap Bang Ijal mengenang momen tersebut.

Masih sering baca Yasin di kuburan?

Profesi unik pembaca yasin di kuburan
Profesi unik pembaca yasin di kuburan

“Saat masih muda, iya, sering banget. Apalagi pas kerjaan belum oke. Tapi kalau sekarang sih udah jarang. Udah tua, jadi gak kuat sama angin malam,” kata Bang Ijal.

Kalau ada permintaan tolong membacakan Yasin, biasanya Bang Ijal akan meminta keluarga korban langsung menghubungi temannya.

Bang Ijal pun kembali menegaskan, apa yang dilakukannya hanya untuk membantu dan tidak menjadikan profesi tersebut sebagai sumber pemasukannya.

Nah, itu dia sedikit kisah Bang Ijal yang berprofesi sebagai pembaca Yasin di kuburan selama lebih dari 20 tahun.

Penghasilannya yang didapat dari profesi satu ini terbilang cukup lumayan. Coba kita hitung ya. Misalnya mendapat Rp 250 perhari, berarti Bang Ijal dalam satu minggu dapat mengantongi uang sekitar Rp 250 ribu x 7 hari, yaitu Rp 1,75 juta.

Namun, bukan uang yang diharapkan Bang Ijal. Tapi pahala dan membantu sesama umat manusia. Mulia sekali bukan hal yang dilakukan Bang Ijal? (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →