Kunci Sukses Berkarier, Kenali Psikologi Kepribadian Kita!

Wanita berkarir

Karier yang pesat adalah dambaan semua orang. Untuk mencapai karier yang sesuai dengan harapan, kerja keras, integritas dalam pekerjaan, jujur dan tidak mudah menyerah, menjadi modal dasar untuk menggapai karier yang cemerlang. 

Tapi, jangan lupakan kekuatan dari kepribadian. Mungkin kita kerap menjumpai di sekitar, seseorang yang dalam prestasi kerjanya biasa-biasa saja. Namun, karena kepribadiannya yang menyenangkan, membuat semua orang merasakan kebahagiaan, apabila berada di dekatnya. 

Tentu, kita akan lebih memilihnya sebagai kawan, bukan? Sebaliknya, apabila ada orang yang prestasi kerjanya terbilang bagus, tapi kepribadiannya sangat buruk. Orang yang berada di dekatnya selalu merasa terintimidasi atau tidak nyaman. Kita tentu tidak ingin berlama-lama di dekatnya. 

Psikologi kepribadian disadari atau tidak oleh orang, turut memengaruhi kinerja kita. Mengapa? Sebab psikologi kepribadian memainkan peranan penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan, dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. 

Menelaah Pemahaman Psikologi Kepribadian

Psikologi kepribadian adalah studi yang mempelajari ide setiap kepribadian, merupakan pola organisasi berbagai tingkah laku yang berbeda, yang dimiliki oleh setiap individu. Oleh karena itu, psikologi kepribadian sering juga disebut sebagai ilmu yang mempelajari kepribadian setiap individu. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kata kepribadian digunakan untuk menggambarkan seseorang dalam hal: 

  1. Identitas diri atau jati diri seseorang.
  2. Kesan umum orang terhadap diri kita dan orang lain.
  3. Fungsi-fungsi kepribadian yang sehat atau bermasalah.

Apabila diaplikasikan dalam dunia kerja, psikologi kepribadian memiliki peranan awal dalam rekrutmen pegawai. Hal ini sangat menentukan hasil akhir dari unit HRD, dalam memutuskan pegawai tersebut diterima dalam perusahaan atau tidak. 

Setelahnya akan berguna untuk menjadi salah satu pertimbangan, dalam menempatkan posisi atau jabatan seseorang. 

Konsep yang Membentuk Kepribadian Seseorang

Dalam kehidupan, kepribadian kita tentu muncul karena serangkaian pengalaman. Kepribadiaan tidak muncul secara spontan, melainkan melalui sejumlah proses. 

Pada proses yang berlangsung, tidak semuanya terlihat indah. Terkadang juga terselip duka juga rasa kecewa, namun itulah yang membuat pribadi seseorang itu semakin kokoh dan kuat. Berikut ini faktor-faktor yang membentuk kepribadian seseorang. 

1. Pengalaman awal 

Muncul saat pertama kali lahir ke dunia. Hal ini terjadi pada anak yang baru dilahirkan dan mengalami masa situasi seperti: pemisahan dari ibu saat pertama kali lahir. Pengalaman awal, sangat sulit dihapus dari ingatan.

2. Pengaruh budaya 

Muncul dalam proses menerima budaya. Pada fase ini anak mengalami tekanan, untuk mengembangkan pola kepribadian yang sesuai dengan standar dalam sebuah budaya.

3. Daya tarik

Orang yang dinilai oleh lingkungannya menarik, biasanya memiliki lebih banyak karakteristik kepribadian yang diinginkan. Ini akan memperkuat sikap sosial di masa mendatang. 

4. Intelegensi

Kepintaran seseorang akan memengaruhi kondisi sikap sosialnya dalam bermasyarakat.

5. Emosi

Orang yang mudah meledak emosinya mendapatkan penilaian sebagai orang yang tidak matang. 

6. Keberhasilan dan kegagalan

Keduanya amat memengaruhi konsep diri. Kegagalan biasanya dapat merusak konsep diri, dan keberhasilan justru akan menunjang konsep diri itu.

7. Penerimaan sosial

Seseorang yang diterima di dalam kelompok sosialnya, dapat mengembangkan rasa percaya diri.

8. Pengaruh keluarga

Keluarga sangat memengaruhi kepribadian seseorang. Melalui keluarga, dasar-dasar sendi kehidupan ditanam. 

Tipe-Tipe Kepribadiaan Seseorang

Kepribadian adalah ciri-ciri, karakteristik, dan gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan. Mulai dari keluarga pada masa kecil hingga bawaan seseorang sejak lahir. 

Pada umumnya, terdapat lima penggolongan kepribadian yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, kenali kelebihan dan kekurangan pribadi kita, berdasarkan tipe kepribadian di bawah ini:

1. Tipe sanguinis

Seseorang yang termasuk tipe ini berciri-ciri memiliki banyak kekuatan, bersemangat, memiliki gairah hidup, dapat membuat lingkungannya gembira dan senang. 

Akan tetapi tipe ini mempunyai kelemahan, antara lain cenderung implusif, bertindak sesuai emosinya atau keinginannya. Tipe sanguinis ini sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungannya.

2. Tipe flegmatis

Seseorang yang memiliki tipe ini memiliki ciri-ciri cenderung tenang, gejolak emosinya tidak tampak, misalnya dalam kondisi sedih atau senang. Sehingga turun naik emosinya tidak terlihat secara jelas. 

Orang bertipe ini cenderung dapat menguasai dirinya dengan cukup baik dan lebih introspektif, memikirkan ke dalam, dan mampu melihat, menetap dan memikirkan masalah yang terjadi di sekitarnya. Mereka seorang pengamat yang kuat, penonton yang tajam, dan pengekritik yang berbobot. 

3. Tipe melankolik

Seseorang yang termasuk tipe ini, memiliki ciri terobsesi dengan karyanya yang paling bagus atau paling sempurna. Mengerti estetika, keindahan hidup, perasaanya sangat kuat, dan sangat sensitif. 

Orang memiliki tipe ini, memiliki kelemahan sangat mudah dikuasai oleh perasaan dan cenderung perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari dengan perasaan yang murung. 

Oleh karena itu, orang yang bertipe ini tidak mudah untuk terangkat senang atau tertawa terbahak-bahak. Pembentukan kepribadian melalui peningkatan pertimbangan moral, kiranya dapat membantu kelompok ini dalam mengatasi perasaan yang kuat dan sensitivitas yang mereka miliki itu.

4.  Tipe kolerik

Seseorang yang memiliki tipe ini, memiliki ciri cenderung berorientasi pada pekerjaan dan tugas. Ia, memiliki disiplin kerja  yang sangat tinggi, mampu melaksanakan tugas, dan bertanggung jawab atas tugas yang diembannya. 

Orang yang bertipe ini memiliki kelemahan, yaitu kurang mampu merasakan perasaan orang lain, kurang mampu mengembangkan rasa kasihan pada orang yang sedang menderita.

5.  Tipe asertif

Seseorang yang termasuk tipe ini memiliki ciri mampu menyatakan pendapat, ide dan gagasan secara tegas, kritis, tetapi perasaannya halus. Sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain. 

Mereka kerap berjuang mempertahankan hak sendiri, tetapi tidak sampai mengabaikan atau mengancam hak orang lain. Mereka dengan tipe asertif ini mengekspresikan perasaan dan kepercayaan sendiri dengan cara yang terbuka, langsung jujur, dan tepat. 

Tips Menjadi Pribadi yang Menyenangkan di Kantor

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam diri kita, harapannya kita dapat bersosialisasi dengan baik dan mampu menjadi pribadi yang dapat dicontoh banyak orang. 

Setiap kepribadian seseorang itu unik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Namun agar kekurangan kita tidak menghambat karier dalam bekerja, berikut sejumlah tips yang dapat membantu kita menjadi pribadi yang menyenangkan:  

  • Respons lawan bicara
    Dengan merespons lawan bicara yang sedang mengajak kita berdiskusi, tentu akan timbul rasa penghargaan dari lawan bicara kita. Hindari jawaban ketus dan cuek. Sebaliknya tunjukkan ketertarikan dan kepedulian kita terhadap lawan bicara. Jadilah pendengar yang baik. Ini tidak hanya berlaku saat berbicara dengan atasan, tapi juga rekan kerja atau bawahan.
  • Selalu berpikir positif
    Berpikiran positif selain bermanfaat untuk diri sendiri, juga dapat membantu orang lain untuk hidup lebih baik.  
  • Berteman dengan semua orang, tidak pilih-pilih
    Ini dapat membantu wawasan kita lebih luas dan memahami banyak karakter baik yang bisa kita contoh. 
  • Dapat dipercaya

Mendapatkan kepercayaan dari orang lain harus dianggap sebagai sebuah kehormatan. Ini artinya, kita mendapat tempat yang spesial dibandingkan dengan orang lain. Maka, kita harus menjaga kepercayaan tersebut.  

  • Jangan takut bersikap berbeda 

Menjadi diri sendiri akan membantu kita jujur dalam menentukan sikap. Ini bisa menjadi modal awal untuk dikenal sebagai orang yang berani dalam menunjukkan sikap yang berbeda. Meski begitu tetap utamakan sopan santun dan menghargai pendapat orang lain yang berbeda. 

Sekian informasi soal psikologi kepribadian yang dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik, ya, terutama saat kita bersosialisasi di kantor maupun lingkungan. Semoga bisa mencerahkan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Jangan ragu untuk mengunjungi Lifepal untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat lainnya terkait motivasi kerja, manajemen struktur perusahaan, dan berbagai produk asuransi terbaik di Indonesia.

Yuk, kunjungi Lifepal sekarang!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →