Raih Omzet hingga Rp 1 Miliar, Nih 4 Fakta Puyo Silky Dessert

Adrian Christopher Agus dan Eugenie Patricia Agus (instagram @puyodesserts)

Begitu dengar nama Puyo Silky Dessert, pasti kamu terbayang dengan lembutnya puding yang biasanya dijual dalam mal. Puding yang satu ini emang menjadi salah satu kudapan yang disukai banyak orang. Soalnya teksturnya terasa sangat lembut begitu dikunyah dalam mulut.

Ditambah lagi dengan kepopulerannya di media sosial, bikin banyak orang penasaran dengan Puyo Silky Dessert. Bisa dibilang merek puding yang satu ini sukses mencuri perhatian banyak orang. Soalnya nih gerainya selalu ada aja yang mengunjungi. Bahkan, jarang sepi.

Suksesnya Puyo Silky Dessert menjadi makanan favorit banyak orang gak lepas dari peran pendirinya, yaitu Adrian Christopher Agus dan Eugenie Patricia Agus. Gimana kisahnya dua kakak beradik ini bisa menjalankan usaha puding ini hingga sepopuler sekarang? Yuk disimak.

1. Dapat inspirasi begitu lihat orang tua bikin puding

Bisa dibilang Adrian dan Eugenie gak sengaja menemukan ide usaha puding. Melihat ayahnya bikin puding, di situlah muncul inspirasi buat menjadikannya sebagai ide usaha.

Kakak beradik ini gak langsung memulai usahanya. Mereka menawarkan puding bikinan ayah mereka secara cuma-cuma. Mereka penasaran gimana reaksi orang-orang terhadap puding bertekstur lembut yang dibikin ayah mereka.

Hasilnya memuaskan. Ternyata orang-orang menyukai puding yang mereka tawarkan. Berangkat dari fakta itulah, mereka kemudian memberanikan diri buat menjalankan usaha puding.

2. Mulai jalankan usaha dengan modal Rp 5 juta

Begitu udah yakin kalau puding lembut yang bagi cuma-cuma itu disukai, barulah mereka memulai usaha puding ini. Dengan modal Rp 5 juta, berdirilah Puyo Silky Dessert tahun pada Juli 2013.

Modal sebesar itu mereka dapat dengan meminjam uang orang tua. Mereka memanfaatkan modal sebesar itu buat beli bahan-bahan dan lemari es.

Nah, bahan-bahan yang mereka gunakan pun dijamin sehat dan aman. Kalau puding pada umumnya pakai susu hewani, mereka malah memilih gunakan susu nabati. Bagi mereka, penggunaan susu nabati lebih sehat dan bisa menarik orang-orang yang gak suka susu hewani.

3. Dari Instagram lanjut ke mal

Rupanya di balik warna-warni puding Puyo Silky Dessert yang disajikan, ada maksudnya lho ternyata. Menurut mereka, dengan menyajikan puding warna-warni, orang-orang lebih tertarik buat membelinya.

Ditambah lagi ini jadi strategi pemasaran mereka lewat Instagram. Apalagi mereka memulai penjualan perdana dengan mempromosikannya lewat media sosial tersebut.

Merasa kurang kalau cuma promosi di Instagram, mereka juga mempromosikan lewat bazar di mal-mal. Gak disangka penjualan puding Puyo Silky Dessert mereka laris manis.

Bermula dari bazar di mal itulah, mereka memberanikan diri buat buka outlet Puyo di mal. Kini mereka telah memiliki lebih dari 34 outlet yang tersebar di Jabodetabek.

4. Omzetnya dikabarkan hingga Rp 1 miliar per bulan

Melihat perkembangan Puyo Silky Dessert yang pesat pastilah omzet yang dihasilkan usaha ini terbilang besar. Walau begitu, Adrian dan Eugenie enggan buka-bukaan berapa omzet yang didapat.

Usut punya usut, Kontan, pada 2015 pernah bikin hitung-hitungan berapa omzet yang diraih dari usaha puding ini selama sebulan. Hasilnya ternyata Puyo mampu membukukan omzet hingga Rp 1 miliar per bulan.

Itu tadi fakta-fakta di balik kesuksesan usaha Puyo Silky Dessert. Sekalipun terlihat simpel, usaha puding ini gak main-main lho dalam cetak omzet. Buktinya, usaha ini bisa hasilkan omzet hingga miliaran rupiah. Hebat ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →