Reksadana Indeks: Pengertian, Keuntungan, dan Contohnya di Indonesia

reksadana indeks

Apabila ingin mempersiapkan dana lebih untuk masa depan yang lebih baik, kamu bisa berinvestasi. Produk investasi yang tersedia saat ini juga beragam, seperti emas, reksadana, saham, dan lainnya. Bicara lebih khusus soal reksadana, ada empat jenis reksadana, termasuk reksadana indeks.

Di samping itu, ada pula reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana jenis Exchange Traded Fund (ETF). Jadi, kamu sebenarnya memiliki punya banyak pilihan dalam berinvestasi reksadana.

Lantas, jika ingin berinvestasi reksadana indeks, apa pengertian dari investasi ini sendiri? Apa saja keuntungannya? Adakah yang terbaik setiap tahunnya?

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai instrumen investasi yang satu ini, kamu wajib membaca tulisan ini sampai selesai!

Mengenal reksadana indeks

Jika ingin berinvestasi reksadana indeks, kamu sebaiknya memahami definisinya terlebih dahulu. Reksadana indeks adalah reksadana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham.

Reksadana jenis ini mirip seperti reksadana terbuka, yang dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu di bursa. Reksadana ini juga ditujukan bagi investor yang menginginkan transparansi atas investasinya.

Terkait manfaat, risiko, kewajiban, serta cara membelinya relatif sama dengan produk atau jenis reksadana lainnya.

Meski sekilas tampak mirip, reksadana indeks memiliki cara kerja yang berbeda dengan reksadana konvensional yang fokus pada saham dan obligasi. Jika reksadana konvensional berupaya mengalahkan kinerja tolok ukurnya, reksadana ini justru memiliki target menyamai tolok ukurnya.

Reksadana indeks dikelola secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya. Selain itu, reksadana ini sendiri diberitakan makin diminati para investor.

Diberitakan Kontan pada Februari 2021, sepanjang 2018 hingga 2020, dana Kelola reksadana indeks berhasil tumbuh sebesar 135 persen. Tak ingin kehilangan momentum, para manajer investasi menerbitkan reksadana ini untuk memenuhi permintaan investor yang kian bertambah.

Keuntungan Reksadana Indeks

Seperti yang sudah disampaikan di awal, ada beragam jenis reksadana di Indonesia, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana jenis Exchange Traded Fund (ETF). Reksadana indeks dan reksadana EFT bisa dibilang belum terlalu populer. Keduanya juga memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi jika disandingkan dengan reksadana lainnya.

Meski demikian, reksadana indeks sendiri memiliki beberapa keunggulan. Nah, berikut ini beberapa keuntungan yang bisa didapat.

  • Risikonya tidak terlalu agresif

Reksadana jenis ini dinilai memiliki profil risiko tidak terlalu agresif atau relatif kecil, karena risiko pasar relatif kecil. Dengan kata lain, kinerjanya sejalan dengan kinerja indeksnya, sehingga lebih terukur.

  • Memiliki portofolio yang transparan

Reksadana ini juga dianggap sebagai reksadana yang memiliki portfolio transparan. Artinya, investor bisa mengetahui isi portofolionya. Dengan begitu, investor sebenarnya tidak perlu khawatir akan adanya saham yang tidak terlalu likuid.

  • Biaya murah, karena dikelola secara pasif

Keuntungan lain dari reksadana indeks adalah manajemen biaya yang murah, karena dikelola secara pasif. Seperti yang sudah disampaikan di awal,  reksadana ini dikelola secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya.

Hal ini berdampak pada efisiensi biaya, karena manajer investasi tidak memerlukan tenaga analis yang banyak. Biaya transaksinya juga lebih kecil, karena manajer investasi tidak melakukan trading jual beli secara aktif. Tak heran, biaya reksadana jenis ini pada umumnya lebih kecil dari reksadana konvensional.

Contoh Reksadana Indeks

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah kamu sudah benar-benar mengerti tentang reksadana ini? Untuk memperdalam pemahaman mengenai investasi ini, kamu sebaiknya mengetahui contohnya.

Pada dasarnya, ada banyak pilihan reksadana indeks di Indonesia. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kamu perlu memahami bahwa produk yang memiliki kinerja baik adalah yang memiliki selisih sangat kecil antara return dengan indeks yang dijadikan acuan.

Adapun beberapa contohnya di Indonesia:

  • Premier IDX30

Premier IDX30 adalah salah satu reksadana indeks yang ada di Indonesia. Manajer Investasi untuk reksadana ini adalah PT. Indo Premier Investment Management. Produk investasi ini sendiri diluncurkan pada 1 November 2016.

  • Panin IDX30

Manajer Investasi untuk ini adalah PT. Panin Asset Management. Produk investasi ini dirilis pada 28 Desember 2017. Merujuk pada situs resmi Panin Asset management, minimum investasi untuk reksadana ini adalah Rp100 ribu dengan minimum pembelian awal Rp100 ribu.

  • Syailendra Index IDX30

Contoh lainnya di Indonesia adalah Syailendra Index IDX30. Manajer Investasi untuk reksadana ini adalah PT Syailendra Capital.

PT Syailendra Capital sendiri didirikan pada 2006. Perusahaan ini melayani pengelolaan reksa dana konvensional, reksa dana perseroan terbatas (RDPT), dan discretionary fund. Perusahaan ini juga telah memperoleh izin sebagai manajer investasi berdasarkan surat keputusan Bapepam No KEP-02/BL/MI/2006 tanggal 28 November 2006.

  • Simas IDX30

Manajer Investasi untuk reksadana ini adalah PT Sinarmas Asset Management. PT Sinarmas Asset Management merupakan anak perusahaan dari PT Sinarmas Sekuritas.

PT Sinarmas Asset Management berdiri sejak tanggal 9 April 2012 dengan izin Bapepam-LK No. KEP-03/BL/MI/2012. Perusahaan fokus pada pengelolaan aset yang profesional dan pruden. PT Sinarmas Asset Management menyediakan berbagai layanan produk investasi, seperti reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang dan juga produk discretionary fund eksklusif.

  • Avrist Indeks LQ45

Contoh berikutnya yang ada di Indonesia adalah Avrist Indeks LQ45. Manajer Investasi untuk reksadana ini adalah PT Avrist Asset Management (“Avram”).

Perusahaan ini berdiri pada 2011 dan mendapatkan izin kegiatan usaha berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-07/BL/MI/2012 tanggal 18 Juni tahun 2012.

Avram merupakan anak perusahaan dari PT Avrist Assurance (“Avrist”). Avrist Indeks LQ45 sendiri bertujuan untuk berinvestasi pada perusahaan dengan kapitalisasi saham besar, likuiditas tinggi, dan kondisi keuangan yang baik, yang masuk ke dalam Indeks LQ45 serta memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks LQ45.

Jadi, itu tadi informasi detail mengenai definisi reksadana indeks, keuntungan, serta contohnya. Kalau kamu punya pertanyaan terkait produk simpanan dan investasi lainnya sekaligus mendapatkan rekomendasi kepada berbagai produk asuransi yang ada di Indonesia, konsultasikan saja di Tanya Lifepal!

Pertanyaan seputar reksadana indeks