4 Resesi Ekonomi Amerika Serikat Sebelum Pandemi Corona

resesi ekonomi

Amerika Serikat tahun lalu dikabarkan terancam mengalami resesi ekonomi. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Namun, resesi ekonomi kian nyata sejak pandemi Corona melanda hampir semua negara.

Virus Covid-19 yang begitu masif dan cepat penularannya telah merenggut (per tulisan ini diterbitkan) kurang lebih 337.572 nyawa di dunia.

Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, mengambil opsi pembatasan fisik antarmanusia hingga lockdown. Akibatnya, kegiatan ekonomi pun terganggu karena minimnya aktivitas antarmanusia yang berefek negatif ke aktivitas perdagangan.

Imbasnya, angka pengangguran di Amerika Serikat melonjak karena banyak pelaku usaha merumahkan karyawannya. BBC Indonesia pada Mei 2020 memberitakan jumlah penganguran di Amerika Serikat mencapai 33,3 juta jiwa.

Pada 2019, National Association of Business Economics menyebutkan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat bakal berlangsung selama dua tahun. Perlambatan tersebut dimulai dari 2019 dengan pertumbuhan ekonomi 2,4 persen. Kemudian, menurun pada 2020 menjadi 2 persen.

Dengan adanya pandemi Corona ini, belum diketahui pasti berapa besar pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Namun, kalau resesi ekonomi terus berlangsung bisa mengakibatkan krisis ekonomi, bahkan depresi ekonomi.

Sebelumnya, gejala resesi ekonomi di Amerika Serikat juga diperkuat dengan adanya inversi yield obligasi. Seperti yang diberitakan CNBC, yield obligasi tenor tiga bulan di Amerika Serikat lebih tinggi ketimbang yield obligasi tenor 10 tahun.

Tentu aja kalau sampai Amerika Serikat mengalami resesi ekonomi, dampak buruknya bisa terasa ke mana-mana, termasuk Indonesia.

Bisa-bisa IHSG terkoreksi lagi lebih dalam dari Maret 2020, ujung-ujungnya membuat ekonomi Indonesia terkena dampak negatifnya.

Bicara soal resesi ekonomi, Amerika Serikat ternyata gak cuma sekali mengalaminya. Udah beberapa kali Amerika Serikat diterpa badai resesi. Dalam catatan yang dihimpun Investopedia, ada 33 resesi yang pernah terjadi di Amerika Serikat sejak 1854.

Kali ini, Lifepal mau bahas resesi ekonomi di Amerika Serikat yang terjadi sejak 1980-an. Seperti apa ulasannya? Yuk, simak di sini:

1. Resesi ekonomi Juli 1981 – November 1982

Resesi ekonomi adalah periode merosotnya perekonomian yang diikuti penurunan indeks saham, peningkatan pengangguran, dan turunnya pembelian rumah. Resesi menjadi hal yang normal terjadi walaupun bukan hal yang menyenangkan.

Situasi yang gak menyenangkan inilah yang pernah dialami Amerika Serikat dari Juli 1981 – November 1982. Dampaknya gak cuma terasa di Amerika, tapi beberapa negara maju lainnya turut merasakannya.

Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve System mengambil tindakan buat mengendalikan inflasi dengan menerapkan sejumlah kebijakan moneter. Saat itu, inflasi di Amerika Serikat tembus 13 persen.

Apa yang terjadi di Amerika Serikat saat itu gak lepas dari dampak krisis energi tahun 1979. Ditambah lagi angka pengangguran naik menjadi 10,8 persen dan PDB turun menjadi 2,7 persen.

2. Resesi ekonomi Juli 1990 – Maret 1991

Banyak faktor yang menjadi penyebab resesi ekonomi pada periode ini. Kondisi ini bermula dari kebijakan Presiden Ronald Reagan atau Reaganomics yang memotong pajak orang-orang kaya. Dampaknya, defisit terjadi dan memicu Crash Market Stock 1987.

Melihat situasi tersebut, Fed mau gak mau mengeluarkan sejumlah kebijakan moneter buat menekan laju inflasi dan menstabilkan harga. Pada akhirnya, resesi gak bisa dicegah dan terjadi mulai dari Juli 1990 – Maret 1991.

Selain itu, resesi yang terjadi pada periode tersebut juga gak lepas dari invasi Irak ke Kuwait tahun 1990 yang bikin harga minyak melonjak. Sektor bisnis pun terdampak karena hal tersebut.

3. Resesi ekonomi Maret 2001 – November 2001

Tingginya minat para investor pada perusahaan dotcom yang menggejala di tahun 2000 malah berujung kerugian.

Yang menjadi penyebab, harga saham perusahaan-perusahaan dotcom anjlok. Akibatnya, perusahaan-perusahaan tersebut gak bisa bayar utangnya ke bank.

Apalagi, pada saat itu Fed terus menaikkan suku bunga. Perusahan-perusahaan dotcom tersebut kewalahan membayar utangnya. Serangan 11 September yang terjadi makin memperburuk keadaan hingga akhirnya menimbulkan resesi ekonomi.

4. Resesi ekonomi Desember 2007 – Juni 2009

Gara-gara Subprime Mortgage, resesi ekonomi terjadi dari Desember 2007 – Juni 2009. Subprime Mortgage adalah kredit perumahan yang diberikan ke orang-orang yang punya peringkat kredit rendah. Malahan orang-orang tersebut gak punya riwayat kredit sama sekali.

Meski minat terhadap kepemilikan rumah melonjak karena hal itu, rupanya di baliknya tersimpan potensi adanya gagal bayar dari para debitur. Maka terjadilah krisis Subprime Mortgage yang melanda Amerika Serikat.

Banyak lembaga keuangan di Amerika Serikat yang terdampak krisis tersebut hingga mengalami kolaps. Sebut aja annie Mae, Freddie Mac, Lehman Brothers, Bear Stearns dan AIG. Begitu juga dengan industri mobil nasional yang ikut ambruk.

Dari pengalaman resesi ekonomi di atas, kita tentunya gak berharap ramalan resesi yang melanda Amerika Serikat terjadi lagi.

Apalagi, resesi yang terjadi 2008 begitu terasa di pasar modal Indonesia. Belum lagi beberapa ekspor kita bergantung pada ekonomi Amerika Serikat.

Mudah-mudahan prediksi adanya resesi gak menjadi kenyataan. Dengan begitu, ekonomi gak terganggu jadinya. (Editor: Chaerunnisa)