Ancaman Resesi Ekonomi, Ini 3 Jurus Jitu Menghadapinya!

Isu resesi ekonomi 2020 diprediksi akan parah di bandingkan krisis moneter tahun 1998 silam. Isu resesi ekonomi mencuat lantaran kondisi perekonomian dunia di segala sektor saat ini mengkhawatirkan. 

Resesi ekonomi secara sederhana diartikan kelesuan ekonomi. Menurut Wikipedia, resesi kondisi di mana produk domestik bruto (GDP) mengalami penurunan atau pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal secara berturut-turut atau lebih dari satu tahun.

Menurut Ekonom Indef Bhima Yudhistira, perang dagang bukan penyebab utama terjadinya resesi, tapi ada faktor lain yang tak kalah berpengaruh seperti Brexit dan kondisi geopolitik Asia yang sedang tidak stabil.

Dengan kondisi itu, tentu berdampak tidak hanya di sektor industri dan ekonomi. Selain penurunan kinerja ekspor-impor, resesi berimbas pada lapangan kerja, investasi hingga peningkatan angka kemiskinan.

Resesi global akan menimbulkan efek pada masing-masing kegiatan ekonomi tersebut. Ketika investasi mengalami penurunan, tingkat produksi atas produk atau komoditas juga akan menurun.

Dampaknya akan terjadi banyak pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi itu akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun yang berimbas pada turunnya keuntungan perusahaan.

Terjadinya kelesuan ekonomi juga seringkali diindikasikan dengan menurunnya harga-harga yang disebut deflasi, atau sebaliknya inflasi di mana harga-harga produk atau komoditas dalam negeri mengalami peningkatan secara tajam.

Karena resesi ekonomi bukan hal sepele, maka segeralah meminimalisir dengan mulai berinvestasi, punya dana darurat dan buat skala prioritas. 

Berikut, langkah-langkahnya seperti dilansir dari Sahabat Pegadaian:

Investasi 

logam mulia, dolar, saham
Investasi (Shutterstock)

Banyak orang tidak menyadari pentingnya berinvestasi. Sementara itu, orang-orang yang sadar pentingnya investasi pasti akan mempertimbangkan baik-baik mana uang yang harus ditabung dan mana yang harus diinvestasikan.

Nah, berikut ini jenis investasi terbaik yang bisa dipilih untuk kamu menghadapi ancaman resesi ekonomi:

Emas

Instrumen investasi pertama yang bisa dipilih ialah logam mulia (emas). Seperti diketahui, emas sejak dulu mudah disimpan dan dijual kembali.

Emas juga selalu menjadi pelindung harta untuk melawan inflasi. Pasalnya, ketika inflasi naik, maka harga emas juga cenderung akan naik. 

Deposito

Deposito merupakan pilihan yang cocok untuk kamu yang suka berinvestasi di produk keuangan yang diterbitkan perbankan. 

Selama dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), aset depositomu akan aman, bahkan jika terjadi resesi global 2020. Batas maksimal deposito setiap orang Rp2 miliar per orang pada tiap bank.

Reksa Dana Non-Saham

Instrumen investasi lain yang cukup efektif melawan inflasi besar-besaran adalah reksa dana non-saham seperti reksa dana pasar uang, reksa reksa dana pendapatan tetap, serta reksa dana proteksi. 

Sebelum menjatuhkan pilihan, pastikan agen penjualnya sudah mendapat izin dari OJK ya!

Dolar US$

Dolar US$ merupakan salah satu instrumen pelawan resesi yang sejak beberapa waktu lalu sudah terbukti keampuhannya. Itu terjadi karena Amerika merupakan negara dengan kondisi ekonomi terbaik di dunia. 

Nilai tukar dolar terhadap rupiah juga terus mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu sekitar 47,4% dalam satu dekade terakhir.

Surat Berharga Negara (SBN)

Nah, buat kamu yang pengin melawan resesi sekaligus membantu negara, bisa berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN). 

Surat utang yang diterbitkan pemerintah ini tergolong instrumen investasi yang aman karena sudah dijamin negara di bawah UU Surat Utang Negara (UU SUN). SBN bisa dibeli mulai Rp1 juta.

Dana Darurat

seseorang mengumpulkan dana darurat
Dana darurat (Shutterstock)

Membekali diri dengan dana darurat akan membantumu menghadapi berbagai risiko, termasuk di-PHK.

Dengan jumlah ideal enam kali gaji bulanan, dana darurat bisa membantumu memenuhi kebutuhan hidup jika mengalami kondisi tak terduga seperti pemutusan kerja.

Buat Skala Prioritas

seseorang berdiri di antara keinginan dan kebutuhan
Buat Skala Prioritas (Shutterstock)

Membuat skala prioritas akan membantumu memilah antara keinginan dan kebutuhan. Sehingga dapat disortir mana yang masuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Dengan begitu, kamu juga bisa memindahkan kebutuhan jangka pendek yang tidak terlalu darurat untuk investasi.

Itulah tiga hal yang bisa kamu lakukan menghadapi isu resesi global 2020 ini agar kondisi finansialmu tetap stabil. Namun, semoga saja isu ini hanya sebatas isu dan kondisi perekonomian kita justru semakin membaik!