Resesi Ekonomi Bayangi Amerika Serikat, Ini 5 Dampak yang Patut Diwaspadai

resesi ekonomi

Resesi ekonomi diberitakan membayangi Amerika Serikat. Negara yang melancarkan perang dagang terhadap China ini sedang bergelut dengan perlambatan ekonomi yang terjadi.

Indikasi adanya resesi ekonomi di Amerika Serikat ditunjukkan dengan terjadinya inversi kurva pada imbal hasil (yield) dua obligasi negara Amerika Serikat atau US Treasury. Inversi yang dimaksud di sini adalah yield obligasi tenor pendek yang seharusnya rendah lebih tinggi dibanding yield obligasi tenor panjang.

Pertanda ini kemudian direspons para investor dengan berinvestasi di surat utang Pemerintah Amerika Serikat bertenor panjang. Pilihan investasi ini menjadi langkah yang diambil dalam mengamankan kekayaan mereka. Gak sedikit pula para investor yang mengonversi dananya dalam bentuk emas buat melindungi nilainya.

Dengan melihat fenomena tersebut, para analis memprediksi resesi ekonomi bakal melanda Amerika Serikat. Apalagi inversi kurva pada yield obligasi pernah terjadi sebelum krisis ekonomi 2008 terjadi di Amerika Serikat.

Sebagaimana definisinya, resesi ekonomi adalah kelesuan ekonomi yang ditandai dengan menurunnya aktivitas ekonomi secara signifikan yang berlangsung dalam waktu beberapa lama. Tentu aja adanya resesi gak bagus buat sektor bisnis. Berikut ini dampak-dampak yang bakal dirasakan seperti yang dikutip dari Investopedia.

Baca juga: Gara-Gara 4 Resesi Ini, Ekonomi Amerika Serikat Sempat Tersungkur

1. Resesi ekonomi menyebabkan pendapatan dan profit menurun

resesi ekonomi
Pendapatan dan profit bisa menurun. (Shutterstock)

Baik bisnis besar ataupun bisnis kecil, keduanya bakal kena imbas terjadinya resesi ekonomi. Imbas ini tampak pada menurunnya pendapatan (revenue) dan keuntungan (profit) yang diperoleh perusahaan.

Sebagai solusi, perusahaan bakal berhenti buat merekrut karyawan baru. Perusahaan juga mengurangi ongkos produksi dengan mengurangi pembelian peralatan baru, pengembangan produk baru, hingga meminimalkan pengeluaran buat pemasaran.

Adanya pengurangan-pengurangan tersebut nantinya memengaruhi bisnis lainnya yang selama ini bersinggungan.

Baca juga: Rush Money Jadi Cara Selamatkan Uang atau Justru Bikin Negara Krisis? Ini Faktanya

2. Turunnya pendapatan diikuti dengan merosotnya harga saham dan dividen

resesi ekonomi
Harga saham dan dividen bisa merosot. (Shutterstock)

Perusahaan yang berstatus terbuka atau Tbk. wajib melaporkan pendapatan dan laba yang diperolehnya dalam laporan keuangan tiap kuartal. Perubahan yang terjadi di laporan keuangan memberi pengaruh yang gak sedikit terhadap perubahan harga saham.

Harga saham bisa naik kalau pendapatan dan profit perusahaan meningkat. Sementara harganya bakal merosot seandainya pendapatan dan profit perusahaan menurun. 

Merosotnya harga saham tampak jelas saat terjadinya resesi ekonomi. Soalnya para investor gak mau ambil risiko menempatkan dananya dalam waktu yang lama dalam bentuk saham.

3. Pembayaran kredit perusahaan tersendat-sendat

resesi ekonomi
Perusahaan kesulitan bayar utang. (Shutterstock)

Gangguan yang terjadi pada bisnis akibat resesi ekonomi menyebabkan perusahaan kesulitan membayar kredit yang menjadi kewajibannya. Pasalnya, pendapatan yang turun menjadi hambatan perusahaan dalam membayar kredit atau utang.

Dalam situasi tertentu, perusahaan bisa berada dalam situasi gagal bayar atau default karena gak bisa membayar utangnya ke bank ataupun para pemilik obligasi. Singkatnya, perusahaan bisa dikatakan mengalami kebangkrutan.

Reputasi perusahaan pun menjadi jelek karena terlambat atau menunggak membayar kredit atau utang. Buruknya reputasi membuat perusahaan bakal sulit dalam memperoleh dana pinjaman.

4. Resesi ekonomi mengakibatkan terjadinya PHK dan berkurangnya benefit karyawan

resesi ekonomi
Terjadi pengurangan tunjangan hingga PHK. (Shutterstock)

Gaji karyawan termasuk salah satu komponen dari ongkos produksi. Perusahaan yang pendapatan dan profitnya berkurang akibat resesi ekonomi mau gak mau meminimalkan ongkos produksi dengan membatalkan kenaikan upah.

Terkadang dalam suatu situasi, pihak perusahaan dan para karyawan bertemu buat membicarakan penyelamatan perusahaan. Beberapa cara ditempuh, mulai dari pengurangan upah hingga pengurangan tunjangan.

Kemungkinan buruk yang bisa aja terjadi adalah keputusan buat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan, bukan tidak mungkin, terjadi penutupan pabrik yang dimiliki perusahaan tersebut.

5. Berkurangnya kualitas atau kuantitas dari produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan

resesi ekonomi
Kualitas barang dan jasa berkurang. (Shutterstock)

Pemangkasan ongkos produksi atau pengeluaran juga memberi dampak pada kualitas atau mutu dari produk ataupun jasa yang dihasilkan perusahaan. Sebab, kalau kualitas tetap dipertahankan, perusahaan mau gak mau menerima konsekuensi turunnya pendapatan atau profit lebih dalam lagi.

Perusahaan bisa aja memilih mempertahankan kualitas dengan catatan kuantitas produk yang dihasilkan diturunkan. Terus, demi mencegah pendapatan turun lebih jauh, harga jual tetap dipertahankan meskipun kuantitas menurun.

Nah, itu tadi dampak-dampak resesi ekonomi yang bakal dirasakan sektor bisnis. Kondisi ini tentunya gak baik, apalagi dampaknya bersinggungan dengan mata pencaharian banyak orang. Semoga aja resesi yang kemungkinan bisa terjadi dapat dicegah dengan pengambilan kebijakan yang menguntungkan buat semuanya! (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →