Kiprah Gemilang Rudy Wowor, dari Aktor, Penari, hingga Penulis

Rudy Wowor. (Facebook)

Dunia hiburan berduka. Kali kabar mengejutkan datang dari Rudy Wowor. Aktor kawakan yang bermain film sejak tahun 1970-an ini mengembuskan napas terakhirnya hari ini, 5 Oktober 2018.

Kabar wafatnya Rudy Wowor kemudian ramai diperbincangkan. Terlebih, berita duka ini pertama kali beredar di media sosial.

Seperti yang ramai diberitakan, Michael Wowor yang merupakan anak dari Rudy Wowor menjadi orang pertama yang mem-posting berita duka tersebut lewat akun media sosialnya. Dari postingan itulah, berita wafatnya Rudy Wowor viral di media sosial dan media massa.

Rudy Wowor tutup usia karena kanker prostat yang diidapnya. Menurut penuturan anaknya, status kanker yang diidap Rudy Wowor udah mencapai stadium akhir. Rudy Wowor sendiri sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Melia Cibubur.

Seperti apa perjalanan kariernya, yuk simak dalam ulasan berikut ini.

Kelahiran Belanda yang tinggal di Indonesia

Bernama asli Rudolf Canesius Soemolang Wowor, aktor yang membintangi banyak film ini lahir di Belanda pada 13 Desember 1943. Walaupun ia lahir di negeri kincir angin sana, Rudy malah memilih buat tinggal di Indonesia.

Menjalani pendidikan di Institut Des Hautes Etudes Cinematographiques di Paris dan lulus tahun 1970, Rudy Wowor melanjutkan pendidikanya lagi di Living Theatre di Amerika Serikat tahun 1971.

Seperti dikutip dari Wikipedia, sebelum menyelesaikan pendidikannya, Rudy pernah bermain seni peran di film Onder de Bomen (1966). Namun, entah karena alasan yang belum diketahui pasti, ia memutuskan buat tinggal di Indonesia tahun 1974.

Di Indonesia berkarier sebagai aktor film-film terpopuler

Di Indonesia sepertinya bukan hal yang sulit baginya buat mendapat peran di film-film. Berbekal ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, tercatat sejumlah film telah dibintangi Rudy Wowor. Apalagi ia juga cukup lancar dalam berbahasa Indonesia.

Penampilan perdananya di film Indonesia dimulai saat ia membintangi film Impian Perawan (1976). Dari situ kemudian ia mendapat tawaran buat bermain film Aladin (1980).

Namanya makin melambung ketika ia menerima peran dalam film Tjoet Nja’ Dhien (1986). Di film ini Rudy Wowor beradu peran dengan bintang-bintang kenamaan, seperti Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Pitrajaya Burnama, Rita Zahara, hingga Roy Karyadi.

Di dunia perfilman Indonesia, Tjoet Nja’ Dhien termasuk salah satu film Indonesia yang sukses besar. Dua penghargaan berhasil diraihnya, yaitu dari Festival Film Indonesia (1988) dan Festival Film Bandung (1989).

Popularitas Rudy Wowor pun terangkat dan beberapa tawaran bermain film mampir terus kepadanya. Mulai dari Soerabaia ’45 (1990), Madame Dasima (2001), D’Girlz Begins (2006), Quickie Express (2007), Ayat-Ayat Cinta (2008), Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), Java Heat (2013), hingga Sweet 20 (2017).

Uniknya, di hampir setiap film yang dimainkannya, Rudy Wowor selalu kebagian peran antagonis. Bukannya tanpa sukses ia bermain peran dengan karakter yang menyebalkan. Di banyak film yang ia mainkan, karakter yang diperankannya kerap menuai pujian.

Apalagi dalam film-film yang bertemakan sejarah. Udah pasti banget wajah Rudy Wowor yang merupakan orang kulit putih cocok banget memerankan karakter orang Belanda yang menjadi kompeni. Peran terakhirnya sebagai kompeni ia lakoni dalam film Merah Putih dan Darah Garuda.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Rudy juga merupakan penari, koreografer, dan penulis

Selama ini orang tahunya Rudy Wowor ini jago banget berakting. Rupanya Rudy gak cuma jago bermain peran lho. Ia juga piawai dalam menari. Bahkan, ia juga merupakan koreografer.

Kalau kamu pernah menyaksikan acara di ANTV yang berjudul Seleb Dance (2007), kamu pasti ingat Rudy Wowor pernah menjadi salah satu jurinya. Dari situ aja udah jelas Rudy ini emang jago dalam seni tari.

Terus, Rudy juga pernah diminta jasanya buat menjadi koreografer acara teater musikal berjudul Miss Kedaluwarsa di Gedung Kesenian Jakarta pada 24-27 Mei 2007.

Kehebatan Rudy Wowor gak cuma sampai di situ. Rudy dikenal sebagai poliglot alias orang yang menguasai banyak bahasa. Tercatat ada tujuh bahasa asing yang dikuasainya. Ia pernah menulis beberapa harian di Spanyol dan Australia.

Itu tadi kisah perjalanan hidup Rudy Wowor. Walau kini udah tiada, nama dan kiprahnya yang brilian bakal terus dikenang. Selamat jalan Rudy Wowor dan terima kasih buat warna yang kau berikan buat dunia hiburan Indonesia! (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →