Rupiah Melemah? Ini Triknya Biar Tetap Bisa Liburan ke LN

Rupiah-Melemah

Sepekan terakhir Maret 2018, pergerakan rupiah melemah terus. Bahkan hingga hampir menembus level 14.000 per dolar Amerika.

Gimana jika tren ini terus berlanjut? Nasib yang mau liburan ke luar negeri juga gimana?

Tenang. Meski rupiah melemah, tetap bisa jalan ke luar negeri kok seperti Syahrini. Tapi hati-hati ya kalau pelesir ke luar negeri. Salah-salah bisa bikin kontroversi kayak si doi saat liburan ke monumen Holocaust.

Kembali ke soal tren pelemahan rupiah, tren ini gak cuma dialami mata uang Indonesia kok. Beberapa mata uang negara lain juga melemah terhadap dolar. Di antaranya Brasil dan India. Bahkan nilai tukar rupiah masih dianggap lebih baik ketimbang mata uang negara-negara itu.

Meski Rupiah melemah, gak berarti kita mesti mengurungkan niat bepergian ke luar negeri. Selalu ada jalan jika mau berusaha. Berikut ini di antaranya:

[Baca: Liburan ke Luar Negeri Sebelum 30 Tahun? Lakukan 7 Trik Nabung Ini]

1. Pangkas pos lain

rupiah-melemah
Nonton layar tancap sebagai gantinya, gratis (Merdeka)

Kalau memang berniat traveling ke luar negeri, harus rela memangkas anggaran pos lain. Utamakan yang sejenis atau seputar rekreasi, misalnya anggaran nonton bioskop, makan di resto, atau nonton konser.

Dengan demikian, pos jalan ke luar negeri bisa diamankan. Syukur-syukur bisa ditambah.

Misalnya tiap pekan ada anggaran Rp 100 ribu buat hiburan. Simpan saja dulu demi tujuan jangka panjang.

Toh, masih banyak hiburan yang bisa dinikmati tanpa keluar duit. Nonton TV di rumah, misalnya. Atau silaturahmi ke rumah teman. Siapa tahu disuguhi banyak hidangan, sekalian bisa ngirit biaya makan.

2. Dana darurat

Mungkin banyak yang bingung, kok pakai dana darurat? Gak apa-apa, tapi bukan semuanya. Ini kalau dana darurat udah kekumpul seluruhnya, bukan baru tahap ngumpulin.

Kalau udah kekumpul kan berarti udah banyak. Target terpenuhi. Nah, untuk kebutuhan rekreasi, mungkin bisa ambil 20 persen.

Tapi jangan lupa. Nanti, setelah pulang, baru nambahin lagi hingga memenuhi target. Gak semua orang bisa pakai cara ini.

Diperlukan tanggung jawab dan kedisplinan tinggi supaya dana yang sedianya diperuntukkan bagi kebutuhan darurat gak amblas.

3. Ke negara yang mata uangnya bukan dolar

rupiah-melemah
Bukan di Klaten atau Kupang, ini di Vietnam (Liputan 6)

Rupiah melemah terhadap dolar AS? Kamu bisa akalin dengan nyari negara yang mata uangnya gak terlalu kuat terhadap rupiah, atau bahkan lebih lemah. Negara di ASEAN bisa jadi target utama.

Atau mau ke luar Asia, negara-negara Eropa Timur bisa dituju. Belarusia, misalnya. Sepanjang riwayatnya, mata uang rubel negara ini posisinya selalu di bawah Indonesia.

[Baca: 10 Destinasi Wisata Dunia yang Ramah di Kantong Orang Indonesia]

Artinya, uang yang kita bawa bisa ditukar dengan banyak rubel di negeri itu. Bisa puas-puasin belanja deh. Tapi ingat, ongkos ke Eropa Timur lebih mahal ketimbang ke ASEAN. Hitung juga komponen ini agar gak tekor.

4.Tunda sampai rupiah naik

rupiah-melemah
Syahrini mah gak perlu nunggu Rupiah turun juga bisa liburan ke mana-mana (Liputan 6)

Ini cara terakhir kalau yang sebelum-sebelumnya dirasa gak memungkinan. Gak perlu maksain kalau emang rasanya belum bisa.

Syahrini gak perlu jadi panutan untuk segalanya. Nabung lagi aja, siapa tahu malah bisa jalan lebih jauh dan lebih lama.

Coba sering-sering browsing untuk cari harga paket liburan murah dan promo tiket pesawat. Alternatif lainnya adalah mengunjungi pameran pariwisata jika ada. Dalam acara pameran seperti itu sering ada promo khusus. Mungkin ada yang nyantol dan pas dengan isi dompet.

[Baca: Kantong Pas-pasan Tapi Mau Liburan? Ikuti 10 Trik Liburan Murah Ini]

Berlibur adalah hak semua orang. Namun gak semuanya bisa berlibur ke luar negeri dengan berbagai alasan.

Kamu mesti bersyukur kalau bisa membuat anggaran untuk jalan ke luar negeri seperti Syahrini. Inilah yang penting.

Rencana anggaran sebaiknya dibuat sejak jauh hari agar bisa mempersiapkan segalanya, terutama bujet. Satu hal yang pasti, sebaiknya hindari membiayai liburan dengan berutang. Meskipun nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar.

Selain tengsin, hal itu berbahaya terutama jika tanpa pemikiran yang masak. Setelah liburan bukannya senang, tapi malah stres karena mikirin utang.

 

Tags:

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis