Salted Egg Harga Sejuta di Ebay, Kenapa Indomie Bisa Sukses Berat?

Salah satu berita viral yang cukup hangat beberapa hari ini adalah Indomie Salted Egg yang ternyata dibanderol Rp 1 jutaan. Ya, salah satu varian baru Indomie tersebut dijual di Ebay. Harga tersebut adalah buat sekardus Indomie.

Harga yang fantastis, bukan?

Padahal asal tahu aja, harga resmi Indomie Salted Egg tersebut cuma Rp 4 ribu per bungkus di retail Indomaret atau Alfamart. Dalam sekardus Indomie terdapat 40 bungkus. Jika ditotalkan maka cuma Rp 160 ribu aja.

Di salah situs belanja online Internasional Ebay, satu kardus Indomie Salted Egg tersebut dibanderol dengan harga US$ 75 atau sekitar Rp 1,1 juta. Asal tahu aja lho, ternyata Indomie sendiri cukup laris di beberapa negara Asia Tenggara dan Afrika, lho.

Indomie Salted Egg yang dijual di E-bay.

Kok bisa ya Indomie sefenomenal itu disukai oleh masyarakat, bahkan bukan cuma oleh orang Indonesia aja? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

1. Jadi pionir di pasar

Indomie jadi pionir mi instan di pasaran (Instagram).

Salah satu alasan kenapa Indomie begitu dikenal tentu aja karena merek tersebut emang pionir di pasaran. Indomie bisa dibilang sebagai produk mi instan pertama di Indonesia. Sebab, Indomie udah hadir sejak tahun 1972.

Jadi, bisa dibilang pula produk Indomie udah mendarah daging di masyarakat Indonesia. Bahkan, merek Indomie termasuk majas metonimia alias disebut sebagai produk mi instan. Orang-orang kalau mau sebut “mi instan” biasanya jadi “indomie”.

2. Modal gede buat promosi

Beberapa varian Indomie (Instagram).

Jadi pelopor di pasar belum tentu bikin suatu produk dikenal oleh masyarakat luas. Tentu butuh promosi yang bikin produk tersebut makin dikenal, bukan?

Nah, Indomie yang berada di bawah naungan perusahaan Indofood emang jor-joran saat beriklan. Di masa televisi dulu, kamu pasti sering banget lihat iklan Indomie, bukan? Bahkan, beberapa iklan Indomie dan khususnya jingle merek tersebut begitu melekat dalam ingatan.

Pasti kamu bakal ingat sama bait lirik berikut deh: “Indomie seleraku”.

3. Kepraktisan

Indomie praktis dibuat (Instagram).

Yang pasti bukan mi instan namanya bila cara masaknya gak praktis. Hal inilah yang bikin Indomie disukai oleh masyarakat. Gimana gak, cara masak Indomie emang gampang banget.

Kamu cukup masak dengan air panas dan campurkan deh ke bumbunya. Setelahnya, kamu bisa nikmati! Tentu kepraktisan tersebut cocok buat masyarakat yang serba sibuk atau malas buat repot-repot masak di saat lapar.

4. Harga Indomie cukup murah

Harga Indomie cukup murah di Indonesia (Instagram).

Udah praktis murah pula, tentu jadi paket lengkap akhirnya masyarakat memilih Indomie di saat lapar. Terlepas harga Indomie di luar negeri bisa sampai puluhan ribu gitu per bungkus, di Indonesia harga Indomie sangat terjangkau.

Kamu bisa beli Indomie Kaldu Ayam atau Soto seharga Rp 2.300 aja. Dengan duit segitu udah kenyang, gimana gak bikin masyarakat suka sama Indomie? Sementara uang Rp 2 ribu mau beli makan di warteg aja gak cukup. Cuma dapat sebiji tempe goreng.

5. Kualitas rasa yang begitu menggoda

Rasa Indomie sangat menggoda selera (Instagram).

Yang pasti, kualitas rasa berbagai varian Indomie emang begitu menggoda. Apalagi varian rasa Kaldu Ayam, Kari Ayam, Soto, dan Indomie Goreng. Beberapa varian tersebut adalah rasa favorit masyarakat.

Bau Indomie setelah dimasak sukses bikin satu ruangan langsung tahu kalau ada yang sedang masak mi. Hal inilah yang bikin Indomie sampai sekarang masih terus diingat dan jadi pilihan masyarakat.

Termasuk pula Indomie Salted Egg. Emang sih varian rasa ini cukup kontroversial. Ada yang suka tetapi ada pula yang gak suka. Namun, buktinya varian rasa Salted Egg alias telur asin sampai diekspor dengan harga sampai sejutaan gitu ke luar negeri. Tentu hal tersebut jadi salah satu patokan kalau Indomie dengan rasa apapun punya pasar masing-masing.

6. Inovasi terus-menerus, termasuk Indomie Salted Egg

Indomie Salted Egg (Instagram).

Yang pasti, inovasi secara kontinu yang pihak Indofood lakukan menjadi salah satu tonggak keberlangsungan merek Indomie.

Meski kebanyakan orang udah kadung cinta sama yang original namun Indomie senantiasa mencoba varian baru. Kenapa? Yang pertama biar masyarakat gak bosan. Kemudian, dengan peluncuran varian baru tersebut sebenarnya Indomie sedang lakukan brand awareness. Dengan demikian, merek Indomie bakal terus diperbincangkan oleh masyarakat. Mantap kan strategi perusahaan yang menaungi produk Indomie ini?

Sejarah panjang Indomie

Indomie mulai diperkenalkan di Nigeria sejak tahun 1988 dan mulai diproduksi tahun 1995 melalui Dufil Prima Foods, di mana itu adalah merek yang populer dan memiliki pabrik mie instan terbesar di Afrika. Indomie telah tumbuh menjadi merek mi instan di seluruh dunia.

Indomie tak hanya menjadi sekadar makanan, melainkan juga menjelma ikon budaya populer khususnya di Indonesia. Pada 6 Desember 2018 lalu, Indomie secara resmi berkolaborasi dengan Goods Dept meluncurkan beberapa jenis barang fesyen, di antaranya kemeja, kaos, tas, dan topi. Kesemuanya memiliki corak bernuansa Indomie.

Desainer Jonathan “Jonas” Gustana mengkreasikan sepatu kustomisasi bertema Indomie dari Nike seri Air Jordan 1 Mid. Sepatu ini kemudian menjadi perbincangan yang cukup signifikan di media sosial dan berhasil terjual habis hanya dalam waktu dua hari sejak pertama kali diumumkan pada 16 Juni 2019.

Sebuah akun Twitter bernama Agama Indomie muncul pada tahun 2015 dan aktif mencuit beragam kreasi Indomie dengan gaya bahasa agamawi. Akun ini mendapatkan puluhan ribu pengikut.

Mi instan ini memang gak hanya menembus pasar dunia saja, tetapi menjadi yang paling unggul. Indomie Mi Goreng Original dan Mi Goreng Barbeque Chicken menjadi mi instan terenak di dunia. Indomie, pertama kali diproduksi pada 1972 dengan rasa Kaldu Ayam, saat ini diproduksi oleh Grup Salim melalui PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Gak cuma Indomie aja nih, beberapa merek mi instan lain yang diproduksi ICBP adalah Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura, Pop Bihun, dan Mi Telur Cap 3 Ayam. Sejak tahun 2016 perusahaan yang kini dipimpin oleh Anthoni Salim tersebut memproduksi sebesar 18 miliar bungkus mi instan per tahun, naik dari 17 miliar bungkus pada 2015 dan 16 miliar pada 2014.

Perusahaan didukung oleh keberadaan 17 pabrik dengan 12 lokasi. Lokasi tersebut berada di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Malaysia.

Indomie juga diproduksi beberapa perusahaan di luar ICBP dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tetapi dikuasai Grup Salim dan memproduksi mi instan. Dua di antaranya yang terkenal adalah di Nigeria yaitu De United Foods Industries Ltd (Dufil dan Dufil Prima Food Plc) yang bahkan membuat masyarakat Afrika meyakini Indomie adalah produk dari benua tersebut, serta Pinehill Arabia Food Ltd (PAFL) di Saudi Arabia.

Jadi, sudahkah kamu coba Indomie Salted Egg yang fenomenal itu? Yuk, berbagi di kolom komentar kenapa kamu suka banget sama Indomie dan varian rasa apa yang jadi favorit kamu. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →