Selama Satu Dekade, Ini 8 Teknologi yang Telah Mati dan Tinggal Kenangan

Selama-Satu-Dekade-Ini-8-Teknologi-yang-Telah-Mati-dan-Tinggal-Kenangan

Satu dekade sudah kita sebagai manusia melewati banyak peristiwa baik dari sektor ekonomi maupun kemajuan teknologi. Selama sepuluh tahun terakhir ini, manusia sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi. Lantas teknologi apa saja yang saat ini tinggal kenangan? 

Kamu pembaca Lifepal pasti penikmat perkembangan dan kemajuan teknologi di kehidupan keseharian, betul gak? Teknologi memang gak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. 

Mulai yang mempermudah pekerjaan kantor hingga yang sifatnya sekedar menghibur di waktu luang kita, betul gak? Misalkan kamu penikmat musik, awal mendengarkan lagu lewat MP3 kini sudah tersedia layanan musik streaming seperti Spotify, Joox bahkan yang baru ini YouTube Music. 

Perkembangan teknologi selama sepuluh tahun ini memang banyak meninggalkan kesan bagi penggemarnya. Ada yang tetap berlanjut dan bertahan dengan berinovasi bahkan keberadaannya mesti berakhir alias mati dan hanya tinggal kenangan saja. 

Seperti dikutip dari Hipwee.com, Senin, (6/1/), ini lho deretan teknologi yang akhirnya mesti mengakhiri nasibnya alias mati. Nama-nama perusahaan teknologi kini tinggal hanya kenangan, penasaran apa saja? Yuk baca artikelnya di sini. 

Baca juga: APBN Indonesia Gak Ada Apa-apanya Dibandingkan Nilai Jual Deretan Perusahaan Ini

DVD dan pemutarnya berakhir dalam satu dekade ini

satu dekade
DVD salah satu teknologi yang sempat populer di eranya, kini pun hanya tinggal kenangan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kamu yang merupakan generasi 80-an atau 90-an pasti akrab dong dengan teknologi yang satu ini? Ya DVD merupakan salah satu teknologi yang sangat digemari di eranya. 

DVD atau kepanjangannya Digital Versatile Disc atau Digital Video Disc ini sangat populer di tahun 2000-an. Benda yang berbentuk bulat layaknya piringan hitam, namun ukurannya gak sebesar dengan piringan hitam. 

Nah biasanya kita bisa memiliki DVD ini membeli atau menyewa demi menyaksikan film-film kesukaan. DVD merupakan salah satu benda yang menemani remaja di masanya, tapi sayang usianya pun gak lama dan terpaksa mesti tutup usia. 

Layanan streaming online merupakan rival DVD kala itu. Orang bisa menggunakannya di mana saja, bahkan melalui ponsel pintar pun kita bisa menonton film saat tengah di perjalanan. 

Baca juga: 14 Negara Ini Pelan-Pelan Ganti Tenaga Manusia dengan Robot, Mana Aja?

MP3 Player

satu dekade
Alat mungil yang satu ini kini tinggal kenangan lho!, (Ilustrasi/Shutterstock).

Siapa yang dulu suka sekali dengan benda satu ini? Ya MP3 Player merupakan salah satu teknologi yang sangat digemari di eranya. MP3 Player sangat populer bagi remaja di era-nya. Banyak remaja yang tergila-gila dengan teknologi satu ini. 

Gimana gak, kamu bisa mendengarkan ratusan judul lagu ke mana saja tanpa ribet lho! MP3 Player yang memiliki bentuk pipih dan panjang ini, lengkap dengan headset-nya. Namun sayang seiring perkembangan zaman, MP3 Player mulai ditinggalkan karena saat ini mulai tersedia layanan streaming music seperti Spotify dan Joox. 

Messenger Yahoo!, AOL atau MSN Messenger

satu dekade
Yahoo! Messenger, AOL dan MSN Messenger sempat populer di eranya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kamu salah satu pengguna layanan kirim pesan yang satu ini? Ya Yahoo! Messenger saat itu memang banyak digemari oleh remaja di era-nya. Banyak orang menggunakan layanan kirim pesan ini buat berkomunikasi. 

Yahoo! Messenger, AOL atau MSN Messenger kini sudah mulai ditinggalkan oleh penggunanya. Layanan ini ditinggalkan karena sudah resmi ditutup oleh perusahaan yang membuatnya. 

Baca juga: Ternyata 60 Persen Orang Indonesia Belum Nikmati Internet

Blackberry Messenger atau BBM

satu dekade
Blackberry Messenger atau BBM juga sempat populer di eranya, kini tinggal kenangan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Nah kamu pasti dulu pengguna BBM atau Blackberry Messenger? Ya BBM merupakan salah satu kemajuan teknologi komunikasi yang sangat digemari di masanya. Gimana gak, orang dapat mengobrol langsung melalui perangkat kecil yang bisa dibawa ke mana-mana. 

Segala macam fitur di BBM kala itu memang juara lho di masanya. Mulai dari display picture, hingga fitur PING! tersematkan di BBM. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi chatting BBM mulai ditinggalkan. 

Lantaran hanya bisa diakses melalui satu perangkat saja hal tersebut membuat BBM ditinggalkan oleh penggunanya. Lambatnya inovasi dalam BBM juga membuat perusahaan ini terpaksa tutup. 

Vine

satu dekade
Vine yang sempat populer dalam satu dekade ini terpaksa harus pamit, (Ilustrasi/Shutterstock).

Vine sempat populer di tahun 2000-an kini pun mengalami hal yang sama dengan deretan teknologi di atas. Kalau kamu salah satu penggemar Tik Tok mungkin gak pernah mendengar nama Vine. Padahal nih Vine digadang-gadang bakal naik daun seperti Tik Tok. 

Vine memungkinkan para penggunanya membuat video dengan durasi pendek dan mempopulerkannya di dunia maya. Banyak lho orang yang terkenal lewat Vine berkat video-video pendeknya. 

Windows Phone

satu dekade
Microsoft merilis Windows Phone, namun sayang usianya gak begitu lama dan terpaksa pamit dari pasaran, (Ilustrasi/Shutterstock).

Siapa yang gak mengenal dengan kepopuleran Windows Phone besutan Microsoft ini? Gak mau kalah dengan Apple dan Google, Microsoft merilis teknologi yang diberi nama Windows Phone. 

Ponsel ini dibuat dan dirilis semenarik mungkin dengan varian warna warni. Namun dewi fortuna gak memihak pada Microsoft pada saat itu. Penjualannya terus anjlok gak kuat melawan rivalnya seperti Google Pixel maupun iPhone. 

Akhir Januari 2019, Windows Phone resmi mengundurkan diri dari jagat pasar ponser pintar. 

Google+

satu dekade
Layanan milik Google ini terpaksa harus dihentikan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Nah perusahaan raksasa seperti Google pun juga harus menelan pil pahit dengan menutup produk teknologi yang mereka rilis, Google+. Google+ memang bertujuan buat menyaingi kehadiran media sosial Facebook. Namun sayang cara Google buat menggaet penikmat media sosial gak berhasil nih. 

Di saat Facebook melesat dengan user yang banyak, Google+ justru sepi peminat. Orang lebih banyak menggunakan media sosial Facebook ini buat berinteraksi lantaran fiturnya yang lengkap. Akhir April 2019, Google+ pun resmi dihentikan. 

Path 

satu dekade
Path juga harus pamit dalam satu dekade ini, (Ilustrasi/Shutterstock).

Siapa yang gak pakai Path di era-nya? Path bisa dikatakan salah satu paltform media sosial yang begitu digemari oleh banyak orang. Media sosial berlogo merah itu sempat populer lho di kalangan remaja baik di Indonesia maupun negara lain. 

Path memungkinkan bagi penggunannya buat berbagi foto, lokasi hingga jenis buku yang saat ini tengah dibaca. Gak cuma itu, kamu juga bisa berbagi informasi nih soal film atau musik yang tengah dinikmati. Path memiliki visi misi untuk menyediakan platform yang privat bagi penggunanya. 

Sayang di tahun 2018, Path harus pamit lantaran persaingan media sosial yang makin menggila. 

Nah itu lho deretan teknologi dalam satu dekade yang akhirnya harus pamit lebih dulu. Dari sekian banyak teknologi di atas, mungkin kamu salah satu pengguna setianya, merindukannya? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →