Sebelum Memutuskan Beli Rumah Baru atau Bekas, Pertimbangkan Dulu Hal-hal Ini

beli rumah baru atau bekas

Dikira beli rumah itu perkara sim salabim. Tinggal goyang tongkat plus baca mantra, wuzzz langsung ada.

 

Justru yang ada beli rumah itu kayak cari jodoh. Kadang dari desain dan lokasi sudah oke, tapi kejedot sama harganya yang enggak level sama saldo rekening.

 

Di lain pihak, harga oke ditambah desain dan bangunannya mantap punya, pas dicek posisinya ada di bawah permukaan laut alias selalu jadi korban banjir.

 

Sudah kebayang kan kalau beli rumah itu jauh dari simpel. Ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi keputusan beli rumah baru atau bekas. Tiap-tiap orang, jumlah faktornya beda-beda. Ada yang mementingkan faktor harga, ada yang prioritaskan lokasi, atau desainnya.

 

Apapun itu faktor itu, sebenarnya yang utama itu adalah mempertimbangkan faktor mau pilih seken atau baru. Biar enggak terus-terusan jadi pengunjung tetap pameran rumah, ada baiknya ukur untung ruginya antara beli rumah seken sama baru yuk.

 

Beli rumah seken

To the point aja, nilai plus rumah seken kira-kira seperti termaktub di bawah ini.

 

beli rumah baru atau bekas

 

 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

 

1.Dari segi harga, rata-rata lebih miring. Sebenarnya sih untung-untungan. Meksi begitu, dari berbagai kesaksian bilang untuk luas bangunan dan tanah yang hampir sama, rumah seken harganya lebih murah. Enaknya lagi, harga bisa ditawar lagi dengan si pemilik sampai ada kesepakatan. Tanya juga bisa pakai KPR enggak?

  

2.Kemungkinan sudah dilengkapi sertifikat. Jadi enggak perlu susah payah lagi mengurusnya.

 

3.Fasilitas yang tersedia sudah lengkap. Misalnya saja sudah ada listrik, air, telepon, dan lain sebagainya. Jadi bisa langsung ditinggali.

 

4. Lingkungannya sudah terbentuk. Maksudnya sudah ada tetangga sehingga enggak merasa khawatir merasa kesepian.

 

Terus, berikut ini minusnya.

 

1. Kadang desain bangunan tak sesuai selera. Ya wajar karena belum tentu selera pemilik lamanya sesuai dengan diri sendiri.

 

2. Terus mesti mengkalkulasi perbaikan jika ada kerusakan di sana-sini. Ini mesti dicermati dengan seksama karena mempengaruhi anggaran perbaikan. Jangan sampai niat irit beli rumah seken tapi jatuhnya malah lebih malah dari rumah baru.

 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

3. Kualitas bangunan kadang di bawah standar. Misalnya saja di atap, kusen, atau pun lantai.

 

[Baca: Yuk Contek Cara Bank Kalkulasi Nilai Rumah untuk Jaminan]

 

4. Survei dengan seksama untuk mencari informasi seputar riwayat rumah itu. Apakah sering kena banjir, ada cerita-cerita horor terkait itu rumah, apakah banyak preman, dan lain sebagainya.

 

5. Bisa jadi ada kasus rumah itu masuk sengketa dan tak jelas asal usulnya. Misalnya sengketa harta gono-gini, harta warisan, harta sitaan, dan lain sebagainya.

 

6. Cari rumah seken yang dijual enggak gampang. Mesti serius hunting. Bisa intip iklan di koran atau browsing di situs-situs jual beli rumah. Bisa juga minta bantuan jasa agen properti, tapi ini butuh dana ekstra lagi.

 

Lalu kepikiran beli rumah baru setelah pertimbangkan untung ruginya? Lha samimawon. Beli rumah baru juga ada plus minusnya. Apa tuh? Terusin bacanya yak.

 

beli rumah baru atau bekas

 

 

Kelebihan rumah baru

1.Desainnya dong yang up to date. Misalnya sekarang lagi ramai model minimalis dan cluster. Jadinya rumah terasa lebih luas karena enggak pakai pagar.

 

2.Bebas pilih model yang sesuai selera.

 

3.Fasilitas rumah terbilang lengkap. Rata-rata developer sudah menyediakan fasilitas sosial dan umum untuk kenyamanan penghuni.

 

4. Ada iming-iming garansi dari developer. Jadi kalau ada genteng bocor, eternit retak, tembok pecah, tinggal lapor dan klaim. Itu menjadi tanggung jawab developer untuk memperbaikinya.

 

5. Opsi belinya bisa pakai kredit pemilikan rumah (KPR). Bahkan tak jarang ada developer yang memberi keringanan uang muka dicicil.

 

[Baca: Memangnya Bisa Uang Muka Dicicil?]

 

Kelemahan rumah baru

1.Harga relatif mahal. Developer bakal pakai alasan kualitas bangunannya nomor satu, fasilitas lengkap, dan tetek bengek lainnya.

 

2.Tak bisa langsung ditempati. Lha, yang ditawari developer baru maketnya saja alias belum dibangun. Nanti kalau kuota minimal unit rumah berhasil dijual, baru deh beli.

 

3. Kadang ada kebijakan developer melarang penghuni mengubah bentuk rumah. Pendek kata, mesti terima apa yang sudah dibangun. Kalau pun bisa diubah, bakal kena biaya.

 

4.Mesti hati-hati pilih developer karena tak jarang ada developer yang suka ingkar janji. Bilangnya rumah sudah ready 6 bulan lagi, faktanya saat ke lapangan kondisinya masih banyak semak belukar!

 

5. Fasilitas air, telepon, dan listrik kadang belum siap. Maka itu tanyakan kepada developer soal ini biar jelas.

 

6. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan tanah kadang belum dipecah-pecah, khusus untuk model cluster. Penting untuk bikin memo ke developer kapan sertifikat itu diserahkan begitu akad kredit beres atau rumah dilunasi.

 

Kesimpulannya, ya itulah seni membeli rumah. Setuju kan kalau akhirnya beli rumah itu jodoh-jodohan. Butuh waktu dan jalan panjang untuk dapatkan rumah sesuai selera dan tentunya isi kantong. Tinggal bagaimana niat dan usaha saja.

 

Cuma yang penting, punya rumah itu suatu kebanggaan tersendiri. Selain berfungsi sebagai tempat berteduh bagi seluruh keluarga, toh rumah juga masuk dalam golongan investasi yang bakal moncer di masa yang akan datang.

 

[Baca: Lebih Untung Mana Investasi Rumah atau Apartemen Yak?]

 

 

 

Image credit:

  • http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/04/1042212shutterstock-136507553780×390.jpg
  • http://dekorasirumah.org/wp-content/uploads/2014/09/Ini-Foto-Model-Rumah-Sederhana-Terbaru.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →