Pamer Kekayaan Berujung pada Dampak Keuangan Lho! Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Pamer kekayaan di sosmed hanya membuat pengeluaran bertambah (Shutterstock).

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, penggunaan media sosial sudah semakin meluas. Gak sedikit digunakan sebagai ajang pamer kekayaan oleh sebagian besar orang. Tahu gak sih dampaknya seperti apa? 

Media sosial dianggap sebagai pisau bermata dua. Itu artinya, jika kamu tidak bijak menggunakannya, akan merugikan dirimu sendiri. Apalagi jika melanggar norma dan aturan hukum yang ada, wah kamu bakalan kena UU ITE nantinya. 

Salah satu hal buruk yang tanpa disadari dari pengguna media sosial adalah ketika mereka memposting sesuatu yang ternyata berdampak buruk bagi finansial. Kok bisa? Bisa saja kalau yang dipamerkan adalah kekayaan. 

Media sosial bikin terpana

Admin sosial media (Shutterstock).
Admin sosial media (Shutterstock).

Kecanggihan media sosial saat ini bahkan mampu membuat terpana setiap orang yang melihat. Seolah apa yang ditampilkan adalah nyata dan benar-benar sedang terjadi, padahal aslinya ya belum tentu. 

Memiliki barang mewah, sedang berkunjung ke suatu tempat indah, atau memiliki kehidupan sukses dan nyaris sempurna seringkali membuat banyak orang lupa diri. Kemudian kehidupan indah tersebut dibagikan ke media sosial, lalu apakah salah?

Sebetulnya sih gak apa-apa kalau kamu ingin memposting apapun yang ada di kehidupanmu ke dalam media sosial, tapi apakah niatmu sekedar memposting atau pamer? Pasalnya jika niat di awal adalah untuk pamer, kamu merasa akan terus melakukan hal tersebut di kemudian hari. 

Gunakan kalimat yang bijak, agar tidak terkesan sombong. Buatlah postingan tersebut menjadi sebuah motivasi yang ingin kamu bagikan kepada pengikutmu di luar sana, bukan ajang pamer kekayaan. Berikut adalah beberapa dampak dari penggunaan media sosial pada finansial seseorang:

1. Berprasangka buruk

Dari unggahan seseorang, jika dia tidak pandai mengatur kata dan kalimat sudah pasti yang melihatnya pun akan berprasangka aneh-aneh. Salah satu manfaat dari media sosial adalah berbagi kebaikan, bukan malah sebaliknya. 

Pikirkan setiap detail yang akan kamu bagikan di sosial media. Jangan sampai menimbulkan banyak praduga sehingga berdampak pada penilaian dirimu sendiri. 

2. Pamer kekayaan bikin obsesi

Bukan hanya dapat menimbulkan banyak praduga, ternyata memamerkan kekayaan di medsos berdampak pada pengeluaranmu lho! Kok bisa ya? Jelas bisa aja, karena kamu akan terus mengeluarkan uang demi tampil paripurna di dunia maya. 

Sebuah penelitian mengatakan seseorang yang sering memamerkan kekayaan di dunia maya akan terus melakukan hal itu tanpa ada rasa puas. Bahkan mereka sendiri tidak memedulikan kondisi perekonomiannya sendiri. Mereka hanya mementingkan komentar dan likes yang akan dia dapatkan dari postingan tersebut. 

3. Hidup jadi boros

Demi memberikan postingan yang banyak disukai banyak orang, gak sedikit dari mereka rela mengeluarkan uang lebih banyak. Mengejar barang-barang kekinian biar selalu dianggap trendi dan uptodate. Nyatanya, mereka jadi jauh lebih boros ketimbang sebelumnya. 

Pasalnya, sejak awal mereka sudah membangun image sosialita, sehingga apapun yang diposting harus berbau barang-barang mewah. Lain halnya jika kamu menebarkan kebaikan di setiap postingan kamu, orang yang melihat tentu akan tertular kebaikan ini. 

4. Butuh pengakuan

Menurut survey, mereka yang seringkali memamerkan jet pribadi, liburan mewah, makan di restoran termahal sekalipun, adalah orang-orang yang butuh pengakuan dari publik. Orang ingin menganggap mereka sebagai orang kaya dan sukses. Terutama dilakukan oleh kaum muda yang berhasil dengan pencapaiannya. Namun sebetulnya, hal itu terjadi lantaran ketidakmampuan mereka dalam memahami hubungan sosial dengan cara yang benar. 

Itu tadi beberapa dampak buruk dari penggunaan media sosial yang tidak bijak. Pamer kekayaan hanya akan membuatmu makin miskin. Daripada seperti itu, lebih baik kamu menabung, bermain saham, atau berinvestasi dalam bentuk lainnya. (Editor: Winda Destiana Putri).