Daerah Kumuh di 4 Kota Ini Bakal Dibangun SMF

Ilustrasi Pembiayaan Rumah SMF (Shutterstock)

Ilustrasi Pembiayaan Rumah SMF (Shutterstock)

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Hal ini melalui berbagai inisiatif produk/program peningkatan kinerja yang telah direalisasikan sampai dengan akhir kuartal III Tahun 2019.

Terkait kegiatan bisnis, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, bahwa melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan, sejak awal berdirinya, SMF telah mengalirkan dana ke Penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sampai dengan 30 September 2019 kumulatif mencapai Rp 55,17 triliun.

“Jumlah tersebut, terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp 10,15 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 45,01 triliun. Dimana dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 828 ribu debitur dari Aceh hingga Papua,” ujar Ananta di Yogyakarta.

Sedangkan untuk transaksi sekuritisasi, Sejak tahun 2009, sampai dengan Oktober 2019 SMF telah memfasilitasi 12 kali transaksi sekuritisasi.

Selain itu, untuk kerjasama pembiayaan, SMF telah menjalin kerjasama dengan Perusahaan Pembiayaan, Bank Umum, Bank Syariah, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Terbitkan Surat Utang

Selain itu pada bulan Agustus 2019 SMF telah menerbitkan Obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V tahap II Tahun 2019, senilai Rp 2,2 triliun. Dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 

Tercatat sejak tahun 2009 hingga Oktober 2019 SMF telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 39 kali dengan total Rp 33,9 triliun.

Dalam memperkuat perannya sebagai SMV dan fiscal tools Pemerintah, SMF juga aktif merealisasikan beberapa program penugasan khusus dari Pemerintah. Diantaranya, Program KPR SMF Paska Bencana, Program Penurunan Beban Fiskal.

Kemudian program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas, dan Program Pengembangan Rumah Di Daerah kumuh.

Program pertama yaitu Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan pada Program KPR FLPP. SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP.

Sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen.

Penyaluran FLPP

Sejak Agustus 2018 hingga saat ini SMF berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 69.616 debitur. Dengan total penyaluran dana sebesar Rp 2,262 triliun melalui 12 bank penyalur KPR FLPP. 

Hal tersebut memberikan dampak positif yaitu semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP. Disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect

Program ke tiga, Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh, SMF telah bersinergi dengan Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR melalui program KOTAKU (kota tanpa kumuh).

Program ini mengatasi daerah kumuh melalui renovasi/pembangunan rumah. Dalam pelaksanaanya perusahaan berkerja sama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. (OK – Tim Kumuh).

Pilot project program ini sudah berjalan sejak Desember 2018 yang direalisasikan melalui perbaikan 14 rumah di Kelurahan Purwokinanti, Daerah Istimewa Yogyakara. 

Pembangunan Daerah Kumuh

Rencannya SMF program ini akan kembali digulirkan kepada 4 kota lainnya, yakni Semarang, Pontianak, Bukittinggi, dan Makassar.

Pembangunan rumah di daerah kumuh tersebut nantinya akan menggunakan dana Bina Lingkungan (BL) melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui ketersediaan hunian yang layak, serta menciptakan lingkungan rumah yang sehat. 

Pada inisiasi keempat yaitu Program KPR Pasca Bencana, perseroan telah merealisasikan penyaluran KPR iB Pasca Bencana di Lombok Nusa Tenggara Barat pada 28 Februari 2019.  

Produk KPR iB SMF Pasca Bencana adalah program kepemilikan rumah dengan tujuan untuk mendukung program pemerintah terkait pemulihan pemukiman yang terdampak akibat bencana.

Melalui fasilitas pembiayaan ini, diharapkan pembangunan kembali atau perbaikan rumah yang rusak di daerah terdampak bencana akan segera terealisasi. Produk ini diluncurkan oleh SMF sukses menyalurkan KPR senilai Rp 55,17 triliun pada akhir Januari 2019 lalu dengan menggandeng Bank NTB Syariah sebagai Bank penyalur KPR. 

Selain membantu pemulihan pemukiman, program KPR iB SMF Pasca Bencana ini juga diharapkan dapat memberikan efek domino pada pemulihan aktifitas ekonomi masyarakat di area terdampak. 

Dengan adanya pembangunan kembali atau renovasi rumah yang rusak, diharapkan akan dapat menyerap tenaga kerja sehingga menjadi sumber penghasilan baru bagi warga. 

Dalam rangka mendukung peningkatan penyaluran KPR Pasca Becana, rencananya di tahun 2020 program ini perusahaan akan melakukan perluasan kriteria dan segmen penyaluran KPR iB Pasca Bencana. 

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis