Di Balik Sukses SBY dan Jokowi, Ini Kisah Inspiratif Sofjan Wanandi

[TEMPO/Aditia Noviansyah]

Nama Sofjan Wanandi sebagai pengusaha sukses emang masih kurang beken. Namun, citranya dikenal luas lewat kiprahnya di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan perpolitikan di Indonesia.

Kabarnya nih suksesnya SBY dan Jokowi menjadi presiden gak lepas dari dukungan Sofjan Wanandi lho. Klaim itu terkuak dalam buku tentang dirinya yang berjudul Sofjan Wanandi dan Tujuh Presiden, My Love for My Country.

Singkat cerita, dengan pengalaman dan jaringan koneksinya, Sofjan mampu menggalang banyak dukungan supaya pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Ini juga yang dilakukannya saat Jokowi-JK maju ke pertarungan pilpres pada tahun 2014.

Nah, buat kamu yang belum tahu siapa sih Sofjan Wanandi, gak ada salahnya nih kenalan dengan sosok yang satu ini. Berikut ulasannya.

1. Mulai dagang sejak SMP

Sofjan Wanandi. [TEMPO/ Lourentius EP; K12A/487/2003; 20030714].Seperti yang dikutip dari Wikipedia, Sofjan Wanandi lahir di Sawahlunto, Sumatra Barat pada 3 Maret 1941. Ia merupakan adik kandung dari Jusuf Wanandi yang kemudian dikenal sebagai pendiri CSIS.

Usut punya usut ternyata potensi Sofjan menjadi pengusaha udah mulai terlihat sejak SMP. Saat itu ia dipercaya ayahnya buat mengelola toko kelontong dan usaha laundry.

2. Menjadi aktivis dan sempat masuk penjara

Sofjan Wanandi. [TEMPO/ Santirta M.; K21A/011/2004; 20040510]
Lulus dari SMA Kanisius Jakarta tahun 1960, Sofjan Wanandi melanjutkan pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia. Ia juga tercatat pernah kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung. Setelah itu, ia balik lagi kuliah di Universitas Indonesia.

Selain kuliah, Sofjan juga melibatkan dirinya dalam kegiatan aktivisme. Ia bergabung dengan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Malahan ia sempat memimpin organisasi ini.

Ia makin memfokuskan diri menjadi aktivis dengan menjadi ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Jaya. Gara-gara sepak terjangnya yang menggalang aksi turun ke jalan, Sofjan sempat merasakan dinginnya lantai penjara.

3. Menjabat anggota DPR setelah Soeharto jadi presiden

Sofjan Wanandi. [TEMPO/ Melly Anne; Digital Image; 20040617]
Digantikannya Sukarno oleh Soeharto membuka peluang Sofjan Wanandi masuk lebih dalam ke dunia politik. Ia menjadi kader Partai Golkar dan menjadi anggota DPR tahun 1967. Ia pun berhasil menjadi anggota MPR hingga 1987.

Selama menjalani karier sebagai politikus, Sofjan dikenal dekat dengan orang-orang di sekitar Presiden Soeharto, mulai dari Ali Murtopo hingga Soedjono Humardani. Ia juga punya relasi dengan Cosmas Batubara, Nono Anwar Makarim, Fahmi Idris, Abdul Gafur, David Napitupulu, dan Marie Muhammad.

4. Berpolitik sambil berbisnis

 

Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), bersama Ketua Umum Kadin, Mohamad S. Hidayat (kiri), dan Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (KPEN), Sofjan Wanandi, 2 Agustus 2004. [TEMPO/ Santirta M.; Digital Image; 20040802]
Sepertinya sulit bagi Sofjan Wanandi buat gak berbisnis. Pada 1974, ia turut serta dalam mengembangkan Grup Pakarti Yoga dan Tri Usaha Bakti yang merupakan grup usaha Angkatan Darat.

Seperti yang diinformasikan Kontan, grup usaha Angkatan Darat itulah yang menjadi sumber dana dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang didirikan abangnya Sofjan.

Dalam grup usaha tersebut, Sofjan berperan sebagai agen-agen Pertamina dan Timah. Dari sinilah, Sofjan mengumpulkan modal yang kemudian dipakainya buat mendirikan usaha suku cadang otomotif.

5. Mendirikan Gemala Group

Sofjan Wanandi. [TEMPO/Aditia Noviansyah; AN2016011231]
Setelah modal yang dimilikinya dianggap cukup, Sofjan Wanandi mulai mendirikan kerajaan bisnisnya sendiri. Pada 1980, ia membuka usaha komponen otomotif dengan nama PT Anugerah Daya Laksana. Rupanya usahanya ini meraih sukses.

Bersama-sama anggota keluarga Wanandi yang lain, usaha Sofjan dilebur menjadi satu grup usaha bernama PT Sapta Panji Manggala. Nama grup usahanya tersebut kemudian berubah menjadi Gemala Group tahun 1987.

Grup usaha ini pun berkembang hingga menjalin kerja sama dengan Yuasa Corporation of Japan. Sejak itulah produk-produk Gemal Group dipasarkan di negara-negara lain.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

6. Punya kekayaan hingga Rp 8,9 triliun

Sofjan Wanandi. [TEMPO/ Rendra; K14A/337/2003; 20030515].
Kesuksesan Gemala Group yang belakangan menjadi Santini Group membawa Sofjan Wanandi berstatus sebagai salah satu konglomerat Indonesia.

Seperti yang diberitakan Globe Asia 2018, Sofjan berada di urutan ke-73 dalam daftar 150 Orang Terkaya di Indonesia. Ia memiliki kekayaan hingga US$ 610 juta atau Rp 8,9 triliun.

Itu tadi kisah sukses Sofjan Wanandi yang mengawali kariernya dari aktivis jalanan sampai akhirnya menjadi konglomerat di Indonesia. Berkat pertemanannya dengan banyak kalangan, Sofjan bisa sesukses sekarang. Hebat ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →