Donny Pramono, Pria Dibalik Kesuksesan Sour Sally dan Gulu-Gulu

Kesuksesan Bisnis Sour Sally (Shutterstock)
Sour Sally kini menjadi salah satu usaha makanan dan minuman yang sukses. Namun merintis bisnis makanan dan minuman bukan perkara mudah, salah langkah dan strategi atau terlalu nafsu melihat market bisa membuat masuk kedalam jurang kebangkrutan.
Akan tetapi, jika memiliki strategi yang tepat, memiliki passion yang cocok, dan juga tak pernah berhenti belajar bukan tak mungkin bisnis makanan dan minuman sangat menjanjikan.
Donny Pramono CEO dan Founder Sour Sally Group (SSG) mengatakan, membangun bisnis makanan dan minuman bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Tetapi perlu langkah yang tepat, kerja keras dan kegigihan.

1. Sesuai Passion

Menurut Donny, faktor terpenting dalam bisnis makanan dan minuman harus sesuai passion diri, mengenali pangsa pasar dengan cermat, dan juga perhitungan yang matang.
“Tips bisnis itu sebenarnya simple, pasti yang pertama untuk memulai bisnis itu adalah passion terhadap bisnis tersebut. Kemudian kalau kita ngomong masalah market dan kita harus mengerti, dan dari sisi potensial market-nya, apakah bisnis ini punya margin yang bagus,” ujar Donny kepada Lifepal.co.id.
Donny menegaskan, pengetahuan yang mendalam terhadap padat sangat penting dilakukan agar strategi bisnis yang dijalankan tidak salah sasaran.

2. Kreativitas Produk

Kemudian, faktor kedua adalah dari sisi kreativitas produk yang dihasilkan. Dalam berbisnis tentu menjadi pionir akan sangat baik. Tetapi menjadi yang berbeda dengan yang lainnya juga bisa menjadi pilihan.
“Dari sisi kreativitas, kalau produk tersebut juga punya kekuatan atau punya solusi buat sebuah masalah. Contohnya adalah sour sally es krim yoghurt yang ada bakteri baiknya, bagus untuk kesehatan pencernaan,” kata Donny.

3. Cepat Hadapi Tren dan Unik

Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi saat ini membuat setiap orang dapat dengan mudah mencari. Membuat, dan menyebarluaskan informasi, dan itu membuat tren makanan minuman cepat bergerak dan selalu menghadirkan produk atau varian baru.
“Membangun brand itu simple ‘always think different not only better’. Karena menurut saya zaman sekarang ini segala sesuatunya lebih baik saja tidak cukup di zaman serba informasi digital,” ujarnya.
Alumni Penn State University dan University La Verne, Sour Sally merupakan pelopor bisnis froyo. Terbukti sukses membangun bisnisnya melalui strategi branding menggunakan karakterisasi Sally dan kemitraan bisnis atau franchise.
Tak ayal, kini 200 gerai bisnis miliknya tersebar di seluruh Indonesia sebagai hasil dari strategi franchise-nya. Bahkan Sour Sally Group saat ini telah merambah bisnis bubble tea yakni Gulu-Gulu, dan kopi kekinian Kedai Kafi Fi:ka.
“Is always important to be different, keunikan karena sesuatu yang berbeda kalau dieksekusi dengan baik itu hasilnya akan menjadi baik,”  kata Donny.

4. Fokus Traget Market

Kemudian, dal berbisnis juga perlu fokus terhadap target market yang akan dicapai, sebab jika tidak akan menjadikan strategi bisnis berjalan sia-sia dan tidak menghasilkan.
“You have to look the market, masuk kepada market industri yang potensial gede. Market gede karena sama aja effortnya masuk kepada potensial besar dan kecil marketnya, ujung-ujungnya sama mendingan masuk yang potensial besar sekalian,” tegas Donny.

5. Mental Kuat

Donny mengatakan, tak melulu soal strategi bisnis. Dalam menjalankan usaha juga diperlukan mental yang kuat dan tahan banting menghadapi fluktuasi perkembangan bisnis tersebut.
Donny bercerita bagaimana dirinya berhasil mengeluarkan Sour Sally dari ancaman kebangkrutan menjadi tumbuh kembali bahkan lebih besar lagi.
“You have to passion, you live by your business, jadi namanya juga kalau ada passion apapun itu bisa happy  tetapi semuanya tidak melulu soal uang ‘you do something that you like,” kata Donny.
Tak hanya itu, memiliki tekad dan kepercayaan terhadap juga penting. Donny mengatakan ketika bisnisnya mengalami penurunan pada 2012 silam dirinya tak pantang menyerah, dan tidak mendengarkan masukkan atau saran yang tidak membangun.
“Ketika mulai jatuh pada tahun 2012 dan banyak yang bicara udahlah bisnis makanan itu kan tren-tren nggak ada yang bisa bertahan lama. Itu sesuatu yang kalau saat itu saya lakukan bisa saja langsung colaps. Tetapi saya tidak seperti itu, saya baca buku, saya ikut seminar, saya belajar dari banyak orang, lebih mengerti kepada market,” papar Donny.
Menurutnya, salah satu kunci suksesnya adalah jangan pernah puas dan berhenti belajar, sebab setiap hari akan ada hal baru yang perlu dipelajari.
“Jangan pernah berhenti belajar dan belajar terus, dan sekarang sour sally total employee udah lebih dari 500 orang dan di kantor lebih dari 150 orang. Kita punya struktur organisasi dan kita juga keep trial and error.
Mana yang lebih efisien, mana yang lebih baik. Setiap kali ada masalah kita tidak hanya cari solusinya, tapi kita pikirikan kedepan ini bisa jadi masalah kembali nggak, dan jangan sampai terulang kembali,” pungkas Donny.
Editor: Ayyi Achmad Hidayah
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →