Prosedur Pengajuan Surat Gugatan Cerai di Pengadilan

Perceraian adalah pemutusan hubungan suami istri yang sebelumnya terikat secara sah di mata hukum dengan bukti kepemilikan akta surat nikah. 

Apabila sebuah pasangan memutuskan untuk berpisah, maka secara hukum mereka bisa melayangkan surat gugatan cerai untuk mendapatkan kepastian hukum tentang status perkawinannya.

Surat gugat cerai adalah surat tuntutan yang dapat dilayangkan oleh salah satu pihak melalui pengadilan agama. Pemerintah telah mengatur mekanisme melayangkan gugatan cerai yang diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan di Indonesia.

Syarat-Syarat Mengajukan Gugatan Cerai

gugat cerai

Ada beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan untuk mengajukan surat gugatan cerai ke pengadilan, di antaranya:

  1. Surat nikah dan fotokopinya.
  2. KTP asli dan fotokopi milik penggugat (suami/istri).
  3. Surat pengantar dari kelurahan.
  4. Kartu Keluarga dan fotokopinya.
  5. Fotokopi akta lahir anak (apabila sudah memiliki anak).
  6. Materai Rp6.000.

Jika gugatan cerai dikabulkan, Anda bisa langsung mengurus pembagian harta gono gini atau harta milik bersama. Dokumen yang disiapkan termasuk sertifikat kepemilikan tanah, rumah, kendaraan, dan dokumen lain yang membuktikan kepemilikan harta secara sah.

Cara Mengajukan Surat Gugatan Cerai

gugatan cerai

Pada prosesnya, pengajuan perceraian akan melalui beberapa tahapan, antara lain:

  1. Pendaftaran gugatan cerai ke pengadilan agama sesuai domisili.
  2. Mengajukan surat gugatan cerai dengan alasan yang memiliki dasar hukum.
  3. Menyediakan biaya gugatan cerai di pengadilan.
  4. Mengikuti seluruh proses persidangan cerai dari mediasi hingga putusan pengadilan.
  5. Menyediakan saksi yang harus dihadirkan dalam persidangan.

Biaya Mengajukan Gugatan Perceraian di Pengadilan

gugatan cerai

Persidangan perceraian akan dikenakan biaya perkara sesuai dengan ketentuan dari pengadilan agama di daerah masing-masing. 

Berikut adalah daftar biaya perkara di Pengadilan Agama Jakarta Selatan tahun 2018 yang bisa dijadikan standar.

1. Biaya Cerai Gugat

  • Pendaftaran Rp30.000.
  • Redaksi (Admin) Rp5.000.
  • 1 x Panggilan Penggugat Rp100.000 (2 kali).
  • 1 x Panggilan Tergugat Rp100.000 (3 kali).
  • 1 x Panggilan Mediasi Rp100.000 (2 kali).
  • Materai Rp6.000.
  • Biaya Proses Rp75.000.

2. Biaya Cerai Talak

  • Pendaftaran Rp30.000.
  • Redaksi (Admin) Rp5.000.
  • 1 x Panggilan Pemohon Rp100.000 (3 kali).
  • 1 x Panggilan Termohon Rp100.000 (4 kali).
  • 1 x Panggilan Mediasi Rp100.000 (2 kali).
  • Materai Rp6.000.
  • Biaya Proses Rp75.000.

Contoh Surat Gugatan Cerai

gugatan cerai

Pengadilan agama di tiap daerah sudah memiliki format surat cerai gugat yang bisa diunduh dari situs resminya masing-masing. Terlepas dari itu, ada beberapa data penggugat maupun tergugat yang wajib diisi secara lengkap. Data-data yang diminta, di antaranya:

  1. Nama lengkap dengan bin/binti.
  2. Umur.
  3. Agama.
  4. Pendidikan terakhir.
  5. Pekerjaan.
  6. Alamat domisili.
  7. Tanggal pernikahan.
  8. KUA tempat pencatatan pernikahan.
  9. Keterangan anak (Jika ada).
  10. Menuliskan dengan jelas perselisihan secara rinci seperti terdapat unsur penelantaran, kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan, pertengkaran, perselingkuhan, dan alasan kuat lainnya.
  11. Menuliskan kapan terakhir pisah ranjang atau pisah rumah.

Format surat gugatan dibedakan sesuai fungsinya

Masing-masing surat gugatan cerai memiliki fungsi dan format yang berbeda-beda. Adapun surat yang disediakan oleh Pengadilan Agama ada lima format, yaitu:

  1. Format cerai talak.
  2. Format cerai gugat.
  3. Format cerai gugat Hak Asuh Anak dalam Perceraian (Hadhanah).
  4. Format cerai gugat Hadhanah dan nafkah anak.
  5. Format cerai talak Hadhanah.

Proses perceraian di pengadilan tidak semudah mengajukan surat permohonan pernikahan di KUA. Apalagi proses persidangan perceraian yang panjang akan menyita waktu Anda. Di samping itu akan ada upaya mediasi oleh pengadilan yang bertujuan menengahi pasangan dengan harapan baik bahwa pengajuan perceraian bisa ditunda atau bahkan dibatalkan.

Perceraian adalah jalan terakhir bagi pasangan suami istri yang sudah tidak sanggup menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Perceraian bukanlah hal yang ilegal atau tabu, namun lebih baik lagi jika masalah yang dihadapi bisa diselesaikan melalui konsultasi pernikahan atau lainnya. 

Namun jika sudah tidak terhindarkan lagi, lebih baik untuk menyelesaikannya secara legal untuk menghindari terjadinya masalah administrasi di mata hukum, misalnya saat ingin menikah lagi, menentukan hak asuh, menunjuk ahli waris, dan membagi-bagi warisan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →