Syarat Asuransi Kecelakaan Kerja dan Deretan Manfaatnya

syarat asuransi kecelakaan kerja

Selain memiliki asuransi kesehatan, sebagai pekerja yang berkutat dalam bidang dengan risiko tinggi, seperti pekerja manufaktur dan lapangan, sebaiknya kita memproteksi diri dengan asuransi kecelakaan kerja agar saat bekerja kita merasa lebih aman dan nyaman. 

Banyak hal yang harus kita ketahui tentang asuransi ini, termasuk syarat asuransi kecelakaan kerja. Pasalnya masih banyak orang yang berpikir bahwa asuransi kecelakaan bekerjasama dengan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. 

Sebenarnya asuransi kecelakaan kerja adalah sebuah produk asuransi yang ditawarkan untuk menjamin risiko apabila tertanggung mengalami cedera fisik yang disebabkan oleh kecelakaan saat menjalani pekerjaannya yang terjadi secara mendadak.

Manfaat memiliki asuransi kecelakaan kerja

Risiko kecelakaan bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi. Memiliki asuransi kecelakaan kerja akan memberikan rasa aman dari segi finansial bagi kita sebagai tertanggung maupun keluarga kita. Sebab saat mengalami kecelakaan kerja, tidak menutup kemungkinan dibutuhkan biaya yang mahal untuk berobat.

Namun jika kita sudah memiliki asuransi kecelakaan kerja, biaya tersebut akan ditanggung oleh perusahaan asuransi sehingga keuangan keluarga tidak akan terganggu dan kita tidak perlu bingung mencari dana untuk melunasi biaya pengobatan. 

Nyatanya, asuransi kecelakaan kerja akan menanggung seluruh biaya perawatan akibat kecelakaan ringan sampai serius, bahkan memberikan santunan jika tertanggung sampai meninggal dunia.

Selain itu, biasanya jika penghasilan dari tertanggung yang mengalami musibah terhenti, misalnya karena meninggal dunia, pihak asuransi akan memberikan santunan bulanan dalam periode tertentu sesuai dengan yang tertera dalam polis. 

Ada juga skema lain, misalnya dalam bentuk Uang Pertanggungan (UP) dengan jumlah yang besar. Boleh-boleh saja, uang pertanggungan ini nantinya dimanfaatkan sebagai modal usaha bagi keluarga yang ditinggalkan untuk menunjang pemasukan rumah tangga.

1. Untuk mengetahui manfaat secara lengkap, simak informasinya di bawah ini:Pelayanan kesehatan karena kecelakaan kerja (JKK) sampai sembuh tanpa batasan biaya.

2. Pekerja Migran Indonesia terbukti mengalami resiko kecelakaan, tindak kekerasan dan pemerkosaan diberikan perawatan pengobatan sampai sembuh tanpa batasan biaya.

3. Gagal berangkat bukan karena kesalahan Calon Pekerja Migran Indonesia sebesar Rp7,5 juta.

4. Penggantian biaya pengangkutan:

  • Angkutan darat, sungai, atau danau paling banyak Rp.1.000.000.
  • Angkutan laut paling banyak Rp 1.500.000.
  • Angkutan udara paling banyak Rp.2.500.000.
  • Apabila menggunakan lebih dari 1 (satu) jenis transportasi, maka berlaku penggantian biaya sebesar penjumlahan biaya dari masing- masing angkutan yang digunakan dengan maksimal tiap jenis angkutan sebagaimana huruf A, B dan C

5. Santunan cacat:  

  • Jika mengalami cacat total tetap: Rp100 juta.
  • Santunan Berkala cacat total tetap sebesar Rp4,8 juta (dibayar sekaligus).
  • Jika mengalami cacat sebagian anatomis: %tabel kecacatan x Rp142 juta.
  • Santunan cacat sebagian fungsi: %kurang fungsi x %tabel kecacatan x Rp142 Juta.

6. Rehabilitasi berupa alat bantu (Orthese) dan atau alat ganti (Prothese).

7. Penggantian biaya gigi tiruan sebesar Rp3juta.

8. Kerugian atas tindakan pihak lain selama perjalanan pulang ke daerah sebesar Rp10 juta.

9. Beasiswa untuk 2 (dua) anak dibayarkan per tahun: 

  • TK/SD/sederajat Rp1,2 juta.
  • SLTP/sederajat Rp1,8 juta.
  • SLTA/sederajat Rp2,4 juta.
  • Perguruan tinggi/pelatihan Rp3 juta.

10. Pendampingan dan pelatihan vokasional diberikan kepada PMI yang mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja.

11. PMI berhak diberikan perawatan dan pengobatan di fasilitas kesehatan kerjasama akibat kecelakaan kerja dan tidak dipulangkan ke Indonesia oleh pemberi kerja.

12. PMI yang terbukti mengalami resiko tindak kekerasan fisik dan pemerkosaan yang dipulangkan ke Indonesia oleh pemberi kerja berhak diberikan perawatan dan pengobatan di fasilitas kesehatan kerjasama.

13. Bantuan bagi PMI yang mengalami PHK akibat kecelakaan kerja, masa kerja dalam hitungan bulan: 

  • 3 bulan < 6 bulan sebesar Rp2 juta.
  • 6 bulan < 12 bulan sebesar Rp3 juta.
  • 12 bulan < 18 bulan sebesar Rp4 juta.
  • 18 bulan < 3 bulan sebelum perjanjian kerja berakhir sebesar Rp5 juta.

14. Penggantian tiket pesawat udara kelas ekonomi biaya pengangkutan pemulangan PMI yang bermasalah dan mengalami kecelakaan kerja dengan kondisi tidak meninggal dunia maksimal sebesar Rp10 juta.

Santunan meninggal dunia karena kecelakaan kerja sebesar Rp85 juta dan 1 orang anak ahli waris mendapatkan beasiswa pendidikan sampai lulus sarjana atau beasiswa pelatihan kerja. Meninggal dunia akibat terjadinya kekerasan fisik dan pemerkosaan/ pelecehan seksual masuk dalam pertanggungan JKK.

Manfaat lainnya dengan memiliki asuransi kecelakaan kerja adalah kita akan terbiasa untuk mengelola keuangan. Sebab kewajiban membayar premi tiap bulan akan membuat kita harus menyisihkan sebagian dana untuk membayar asuransi. Dengan demikian, kita pun harus mengatur keuangan untuk setiap pos dana dengan baik.

Risiko yang ditanggung asuransi kecelakaan kerja

Pada umumnya ada empat risiko ditanggung asuransi kecelakaan kerja

  • Pertama, cacat badan yang disebabkan dari peristiwa yang terjadi akibat kecelakaan saat melaksanakan pekerjaan. 
  • Kedua, cedera yang membuat kita sebagai pemilik polis mengalami penurunan kemampuan untuk beraktivitas dan memerlukan perawatan medis. 
  • Ketiga, sequela yaitu kondisi di mana pemilik polis kehilangan salah satu anggota tubuhnya atau mengalami gangguan fungsi anggota tubuh secara permanen yang disebabkan cedera setelah kecelakaan. 
  • Keempat, risiko meninggal dunia yang disebabkan karena mengalami kecelakaan kerja.

Risiko terjadinya kecelakaan kerja bisa diminimalkan dengan bekerja sesuai ketentuan dan standarisasi keamanan perusahaan. Namun, memiliki asuransi kecelakaan kerja juga penting untuk memberikan rasa aman bagi kita maupun keluarga.

Contoh kasus asuransi kecelakaan kerja

Untuk mendapatkan penggambaran yang lebih jelas, kita akan menjelaskan ke dalam sebuah contoh kasus manfaat asuransi kecelakaan kerja. Contoh di bawah ini akan menjelaskan bagaimana asuransi kecelakaan kerja dapat digunakan dan bermanfaat bagi pemiliknya. 

Pak Amirudin bekerja sebagai operator mesin di perusahaan manufaktur. Suatu saat, Pak Amirudin mengalami kecelakaan saat mengoperasikan mesin hingga menyebabkan tangan kanannya harus diamputasi. Karena ia terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan, maka seluruh biaya yang diperlukan untuk pengobatan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi lewat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

JKK adalah program pemerintah yang ditujukan sebagai pemberian perlindungan untuk para pekerja. JKK menjamin risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam lingkup pekerjaan dan hubungan kerja. Risiko yang termasuk dalam kategori ini adalah kecelakaan dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja dan sebaliknya. JKK juga berlaku atas penyakit apa pun yang ditimbulkan akibat lingkungan kerja.

Untuk mendapatkan proteksi, Pak Amirudin tidak perlu membayar iuran secara mandiri sebab iuran JKK ditanggung pemberi kerja (perusahaan) yang dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini disebut sebagai BP Jamsostek. 

Iuran yang dibayarkan disesuaikan dengan tingkat risiko lingkungan kerja yang besarannya paling lama dievaluasi dalam dua tahun sekali.

Ketika mengalami kecelakaan kerja, Pak Amirudin harus melalui tiga tahapan syarat untuk mengajukan klaim. Mulai dari pengisian Formulir BPJS Ketenagakerjaan 3 atau laporan tahap 1, Formulir BPJS Ketenagakerjaan 3a atau laporan tahap 2, baru Pak Amirudin bisa melakukan pengajuan permintaan pembayaran dengan melengkapi beberapa berkas.

Berikut penjelasan tiap tahapan selengkapnya.

1. Tahap pertama

Setelah Pak Amirudin mengalami kecelakaan kerja, kabar ini harus segera diterima oleh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bisa langsung melakukan pengisian formulir BPJS 3 yang menjadi laporan tahap pertama dari proses klaim asuransi dan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan.

Ketentuan yang berlaku untuk melakukan laporan kecelakaan kerja tahap satu ini adalah surat dikirimkan paling lambat 2×24 jam setelah kejadian kecelakaan. Atau jika kecelakaan kerja terjadi saat karyawan berada di perjalanan, maka harus terjadi pada rute yang biasa dilalui oleh karyawan tersebut. Selain formulir, syarat pelengkap yang juga harus disertakan adalah bukti kehadiran atau presensi yang mendetail terkait karyawan yang bersangkutan.

2. Tahap kedua

Setelah Pak Amirudin selesai dirawat fasilitas kesehatan yang ditunjuk, perusahaan harus melakukan tahap kedua. Tahap kedua adalah dengan melakukan pengisian formulir BPJS 3a. Formulir tahap kedua ini dikirimkan selambat-lambatnya 2×24 jam setelah karyawan dinyatakan sembuh.

Formulir yang dikirimkan ini kemudian akan menjadi dasar yang digunakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam menghitung dan membayar santunan atau ganti rugi kecelakaan kerja yang dialami Pak Amirudin.

3. Tahap ketiga

Pengiriman formulir pada tahap ketiga berfungsi sebagai pengajuan permintaan pembayaran atas Jaminan Kecelakaan Kerja yang dialami Pak Amirudin. Pengajuan atau pengirimannya harus disertai dengan salinan kartu peserta jaminan atau kartu keanggotaan BPJS, surat keterangan dokter yang merawat karyawan (dalam bentuk 3a dan 3c), kwitansi biaya pengobatan dan kwitansi pengangkutan. Dokumen-dokumen ini biasanya akan diurus oleh rumah sakit.

Itu tadi syarat asuransi kerja yang harus dilalui Pak Amirudin agar mendapatkan haknya sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan. Program JKK ini pada dasarnya merupakan bentuk jaminan agar karyawan dapat bekerja secara optimal dan merasa aman. Sebab dengan program ini, karyawan mendapat kepastian terhadap setiap resiko kerja yang ia jalani.

Syarat Pendaftaran Asuransi Kecelakaan Kerja

Berikut beberapa syarat dokumen yang perlu disiapkan oleh perusahaan dan kamu juga ketika akan mendaftarkan diri dalam program asuransi kecelakaan kerja seperti BPJS Ketenagakerjaan

  • Asli dan salinan SIUP / Surat Izin Usaha Perdagangan.
  • Asli dan salinan NPWP Perusahaan.
  • Asli dan salinan Akta Perdagangan Perusahaan.
  • Salinan KTP / Kartu Tanda Penduduk masing-masing karyawan.
  • Salinan KK / Kartu Keluarga masing-masing karyawan.
  • Pas foto warna Karyawan, ukuran 2 x 3 sebanyak 1 lembar.

Setelah itu, kamu bisa langsung mendaftarkan karyawan sebagai peserta asuransi di situs penyedia asuransi kecelakaan kerja. 

Nah, bagaimana dengan peserta atau pekerja yang statusnya di luar hubungan kerja? Tenang, karena sebagai freelancer atau entrepreneur, mereka juga bisa mendapatkan perlindungan maksimal. 

Berikut beberapa syarat dokumen yang dibutuhkan ketika daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk para pekerja mandiri:

  • Surat izin usaha dari kelurahan setempat.
  • Salinan KTP masing-masing pekerja.
  • Salinan KK / Kartu Keluarga masing-masing pekerja.
  • Pas foto warna masing-masing pekerja ukuran 2×3 sebanyak 1 lembar.

Yuk, cari tahu ulasan selengkapnya tentang layanan dan pertanggungan di dalam BPJS Ketenagakerjaan cuma di Lifepal.