Memahami Makna dan Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pernah mendengar istilah CSR atau TJSP? Atau bagi yang tinggal di dekat sebuah perusahaan besar, apakah pernah terlibat dalam kegiatan sosial yang diadakan perusahaan tersebut? 

Nah, mungkin sebagian orang menganggap kegiatan semacam itu biasa saja, tapi itulah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) atau sebutan korporasinya adalah company social responsibility (CSR). 

Melalui program ini, perusahaan bisa menjadi lebih eksis dan mendapat reputasi baik di mata masyarakat. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai TJSP. Simak informasinya di bawah ini?

Apa Maksud dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan?

Kepedulian sebuah perusahaan pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya di mana perusahaan itu berada disebut TJSP atau CSR. 

Konsep lingkungan dalam hal ini mencakup ranah yang luas, yakni meliputi konsumen, pemasok, karyawan, komunitas, masyarakat, dan hal terkait lainnya. TJSP ini merupakan bagian dari etika bisnis, loh! Artinya adalah panduan atau tuntunan bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan bisnisnya, apalagi etika bisnis sangat penting untuk menguatkan nilai tinggi perusahaan.

Payung Hukum CSR 

Negara kita sangat berupaya melindungi lingkungan, masyarakat, konsumen bahkan ekosistem dari hadirnya sebuah perusahaan melalui regulasi yang mengikat CSR. Berikut dasar hukum CSR yang wajib kita ketahui:

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UU PM)

Undang-undang ini menjelaskan bahwa setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kelestarian lingkungan hidup, menciptakan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kesehatan pekerja. Selain itu, penanam modal yang mengusahakan sumber daya alam yang tidak terbarukan wajib mengalokasikan dana secara bertahap untuk pemulihan lokasi yang memenuhi standar kelayakan lingkungan hidup yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 74 ayat 1, 2, 3, dan 4 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) yang berbunyi:

  • Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan segala sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan;
  • Tanggung jawab sosial dan lingkungan itu merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaanya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran;
  • Perseroan Terbatas tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana pasal 1 dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan diatur dengan peraturan pemerintah.

3. Catatan regulasi tanggung jawab sosial perusahaan

  • Undang-undang yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pada dasarnya mengarahkan perusahaan agar melaksanakan kegiatan usahanya tidak hanya berorientasi pada tanggung jawab ekonomi saja, melainkan legal, moral, dan etis.
  • Pemaknaan kegiatan CSR seharusnya tidak sekadar sebagai perlakuan tertentu pada karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah, dan masyarakat.
  • CSR sejatinya dimaknai secara luas dimaknai dengan kegiatan perusahaan berjangka panjang yang dapat meningkatkan kualitas hidup lingkungan masyarakat setempat.

Bentuk-Bentuk TJSP atau CSR

Ada 6 bentuk TJSP atau CSR di mana perusahaan bisa menjadikannya untuk mengambil keputusan bagi kepentingan internal.

1. Tanggung jawab sosial kepada konsumen

Perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab sosial kepada konsumen dengan cara menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai lebih dan manfaat yang banyak kepada masyarakat. Walaupun demikian, bentuk tanggung jawab ini tidak hanya seputar peningkatan mutu produk dan jasa saja, tapi juga harus memperhatikan aspek lain.

2. Tanggung jawab sosial kepada karyawan

Karyawan mempunyai hak untuk merasa aman berada di tempat mereka bekerja. Artinya perusahaan harus memberikan pelayanan terbaik kepada karyawannya, memperlakukan dengan adil. Tidak hanya persoalan profit, kesempatan karyawan untuk berkembang juga harus ditingkatkan.

3. Tanggung jawab sosial kepada kreditor

Tanggung jawab ini bisa dilakukan dalam keadaan genting saat perusahaan menghadapi kesulitan keuangan. Perusahaan wajib memberitahu kreditor.

4. Tanggung jawab sosial kepada lingkungan

Tanggung jawab ini merupakan bentuk yang agaknya sensitif bagi perusahaan terutama bagi perusahaan yang memanfaatkan lingkungan dalam operasinya, baik bahan baku maupun pengolahan limbah. Namun, perusahaan bisa memulai langkah ini dengan tidak membuang limbah di pemukiman warga, mencegah polusi, dan membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di tempat yang semestinya. Langkah-langkah tersebut bisa dilakukan dalam rangka menciptakan perusahaan yang ramah lingkungan.

5. Tanggung jawab sosial kepada pemegang saham

Bentuk ini mengacu pada langkah perusahaan untuk memastikan keputusan yang diambil adalah untuk kepentingan pemegang saham.

6. Tanggung jawab sosial kepada komunitas

Membangun sarana dan prasarana untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, atau kebutuhan yang bisa dinikmati khalayak ramai bisa dijadikan salah satu langkah perusahaan dalam mengemban tanggung jawab sosial kepada komunitas.

Manfaat CSR bagi Perusahaan

Selain menebar manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, TJSP juga memberikan manfaat bagi perusahaan yang menjalankan TJSP tersebut, yaitu:

1. Membangun citra positif

Semakin perusahaan gencar menggalakkan TJSP, semakin kuat citra positif perusahan yang terpancar di mata masyarakat. Tentunya TJSP yang dibuat harus berkaitan dan dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan masyarakat. 

Jika TJSP itu memiliki nilai lebih, maka masyarakat akan menilai baik perusahaan penggagas dan tidak menganggap perusahaan itu hanya fokus pada mengejar profit semata. Nilai lebih manfaat ini adalah ketika perusahaan memiliki produk yang dikenal oleh masyarakat luas, citra positif itu pun akan melekat kuat pada perusahaan pembuat.

2. Menjaga eksistensi perusahaan

Setelah citra positif sudah terbangun di mata masyarakat, maka pelanggan pun meningkat. Jadi bisa ditarik kesimpulan, profit meningkat sejalan dengan manfaat TJSP yang dirasakan masyarakat. Jika semua kondisi perusahaan baik, dipastikan semua pihak termasuk masyarakat sebagai sasaran akan menaruh perhatian lebih, begitupun dengan perusahaan, akan terus meningkatkan kiat menjaga komitmen dan menebar manfaat serta kebaikan.

Nah, sudah tahu urgensi dari tanggung jawab sosial bagi perusahaan dan masyarakat, ya? Tentu saja dalam menjalankan amanah itu, perusahaan diharapkan mampu menjaga komitmen bukan hanya untuk meningkatkan profit secara finansial semata, tapi juga manfaat bagi khalayak. 

Baca artikel lain tentang bisnis, karier, keuangan, gaya hidup, dan isu lainnya hanya di Lifepal. Eitsss, ada juga banyak pilihan penyedia layanan asuransi yang bisa kita pilih untuk tingkatkan kesadaran kesehatan dan pendidikan, loh! Mari cek di Lifepal sekarang!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →