Genjot Jualan Buah Lokal, Tani Hub Gandeng Go Fruit

Tani Hub Genjot Buah Lokal (Shutterstock)

Perusahaan rintisan atau startup Tani Hub e-commerce hasil pertanian secara resmi bekerja sama dengan Go Fruit dalam rangka perluasan pangsa pasar buah lokal asal Indonesia.

Kerja sama ini diharapkan memberikan akses yang semakin mudah antara petani sebagai produsen hingga konsumen atau masyarakat ataupun pengusaha kuliner. Dengan kerja sama ini, Tani Hub akan menjadi pemasok utama buah kepada Go Fruit.

Dengan beberapa tingkatan kelas kualitas buah. Adapun Go Fruit merupakan pemasar produk buah dengan memiliki tiga konsep yakni outlet lapak, ruko, hingga rumahan.

CEO Tani Hub, Ivan Arie Sustiawan mengharapkan, kerja sama ini dapat memberikan peningkatan bisnis bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah bidang pertanian. Utamanya untuk menjual produk hasil pertanian dengan harga yang wajar.

“Kita perlu berkolaborasi supaya semua bisa bergerak mendukung hasil tani lokal menjadi populer di negeri sendiri. Kami bisa meningkatkan exposure buah-buahan kepada konsumen lokal,” ujar Ivan di Jakarta.

Kualitas Buah Meningkat

Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia mulai menyukai buah lokal. Karena kualitas yang terus meningkat, dengan ini perlu didorong dengan akses pemasaran yang baik dan meningkatkan kesejahteraan petani sebagai produsen utama buah lokal.

Guna mendukung aktivitas kerja sama bisnis tersebut, Ivan menegaskan, pihaknya telah memiliki fasilitas yang baik. Yaitu gudang pusat distribusi di empat kota, yakni Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Dalam pusat distribusi tersebut, Tani Hub melakukan klasifikasi kualitas buah dan sayuran, pengukuran kandungan kadar gula, hingga kontrol kualitas buah dan sayur secara ketat hingga ke tangan konsumen.

Sementara itu, CEO Go Fruit, Martin Widjaja menjelaskan, Go Fruit hadir sejak pertengahan 2019 lalu, dengan mengusung konsep online to offline. Hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan lebih dari 50 macam varian buah, kepada outlet atau toko maupun lapak-lapak yang dibina.

Saat ini, fokus Go Fruit adalah bekerja sama dengan para pemasok buah guna menyediakan produk di outlet-outlet Go Fruit secara efisien. Martin mengatakan, saat ini para petani dalam negeri sudah mampu menanam berbagai jenis varian buah.

Peningkatan Jadi Tantangan

Akan tetapi kapasitas petani dalam menentukan kualitas buah menjadi tantangan tersendiri. Dengan ini pihaknya bekerja sama dengan Tani Hub guna mengatasi persoalan tersebut.

Tak hanya itu, kerja sama ini juga mendorog masyarakat agar lebih banyak mengkonsumsi buah lokal asal Indonesia. Sebab saat ini tingkat konsumsi buah di Indonesia masih belum maksimal, dan terdapat potensi besar dalam pertumbuhan konsumsi buah di Indonesia.

“Faktanya konsumsi buah masyarakat masih rendah. Menurut WHO ideal konsumsi buah 70 kilogram per kapita per tahun. Masyarakat kita masih di bawah 40 kilogram per kapitan per tahun,” ungkapnya.

Kedepan, dengan kerja sama ini, Go Fruit menargetkan akan menambah jumlah outlet penjualan buah dan sayur yang terintegrasi dengan digital payment atau e-wallet dan juga point of sales. Hal ini agar pencatatan keuangan dapat terekam dengan jelas, dan memiliki akurasi data yang tepat.

“Kita dalam 3-5 tahun menargetkan 3.000 lapak yang ter-record secara digital. Kita bukan mengejar volume atau angka berapa, tetapi mementingkan quality,” jelasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →