Pernah Jadi Menteri, Segini Kekayaan Tanri Abeng Saat Jadi Komut Pertamina

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng resmi digantikan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Sosok yang biasa disapa Ahok ini resmi diangkat pada Senin (21/11) dengan menerima surat keputusan pengangkatan di Kementerian BUMN.

Kabar Ahok bakal bekerja di PT Pertamina (persero) telah santer terdengar sebelumnya. Ahok diisukan bakal menempati posisi penting di Pertamina setelah menemui Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (13/11). Saat itu belum diketahui pasti posisi apa yang bakal ditempatinya.

Namun, ada dugaan kuat waktu itu Ahok bakal diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina menggantikan Nicke Widyawati. Rupanya begitu datang kembali ke Kementerian BUMN Senin lalu, Ahok diserahi jabatan Komisaris Utama Pertamina yang ketika itu dijabat Tanri Abeng.

Tanri sendiri diketahui telah menjadi Komisaris Utama Pertamina dalam waktu yang terbilang lama. Sosok yang pernah menjadi menteri ini dipercaya mengawasi Pertamina sejak 6 Mei 2015.

Walaupun cukup lama di Pertamina, ia ternyata telah berpengalaman menjabat posisi-posisi penting dalam perusahaan. Penasaran dengan latar belakang Tanri Abeng? Berikut ini ulasannya.

Menjabat Komisaris Utama Pertamina sejak 2015, Tanri Abeng punya kekayaan Rp 108 miliar

Tanri Abeng
Tanri Abeng menjabat Komisaris Utama Pertamina sejak 2015 (Twitter)

Ia mulai dikenal banyak orang ketika diserahi tanggung jawab Menteri Negara Pendayagunaan BUMN (1998-1999). Sosok yang pernah jadi Anggota MPR (1990-1998) ini mengemban jabatan sebagai menteri di masa Presiden Soeharto dan Presiden Habibie.

Sebelum menjadi menteri, Tanri Abeng lama berkarier di PT Bakrie & Brothers (1992-1998). Selain itu, pria yang lahir di Jakarta pada 7 Maret 1942 ini juga pernah menempati posisi eksekutif di Union Carbide Indonesia dan Singapura serta PT Multi Bintang Indonesia, Tbk. Gak cuma itu, ia juga pernah lho berada dalam Dewan Komisaris Lippo Karawaci.

Tanri Abeng tercatat sebagai lulusan State University of New York at Buffalo, Amerika Serikat (1968) dengan gelar Master of Business Administration. Pendidikannya berlanjut ke Claremont Graduate School dan memperoleh gelar Advanced Management Program (1984). Di Indonesia ia meraih gelar Doktor (2010) dengan menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada.

Lama gak berurusan dengan BUMN begitu selesai menjadi menteri, Tanri Abeng mendapat kepercayaan sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk. (2004-2009). Di dunia pendidikan, Tanri Abeng mendirikan universitas pada 7 Maret 2011 yang diberi nama Tanri Abeng University.

Selama menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Tanri Abeng menjalankan kewajibannya dalam melaporkan harta kekayaannya. Malahan saat menjadi Komisaris di PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk., ia juga melaporkan harta kekayaannya.

Dalam LHKPN 2018, Tanri Abeng yang menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) mencatatkan harta kekayaannya senilai Rp 108.155.586.789. Pengin tahu apa aja aset-aset kekayaan yang dimilikinya? Berikut ini daftarnya.

Daftar aset milik Tanri Abeng yang bernilai lebih dari Rp 108 miliar

Tanri Abeng
Memiliki kekayaan mencapai Rp 108 miliar

Dalam LHKPN 2018, aset yang paling besar kontribusinya terhadap kekayaan Tanri Abeng berupa surat-surat berharga. Aset-aset lainnya dalam wujud tanah dan bangunan, harta bergerak, hingga kas dan setara kas. Berikut ini rinciannya.

1. Punya tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 36.650.222.000

Tanri Abeng mencatatkan tanah dan bangunan yang dimilikinya di tiga lokasi berbeda, yaitu Jakarta, Bogor, dan Tabanan. Total nilai tanah dan bangunannya tersebut mencapai Rp 36.650.222.000.

2. Memiliki harta bergerak, surat berharga, serta kas dan setara kas

Mantan Komisaris Utama Pertamina ini juga mencatatkan harta bergerak senilai Rp 2.200.000.000, surat berharga senilai Rp 67.104.009.118, serta kas dan setara kas senilai Rp 2.201.355.671.

Itu tadi informasi mengenai sosok Tanri Abeng yang jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina dialihkan ke Basuki Tjahaja Purnama. Semoga bermanfaat! (Editor: Winda Destiana Putri).