Jarang Muncul di TV, Ini Proyek Inspiratif Tasya Kamila di Sumba

Tasya Kamila (IG tasyakamila)

“Libur tlah tiba.. Libur tlah tiba!” Masih ingat lagu itu? Bisa jadi lagu yang dinyanyikan Tasya Kamila itu sempat jadi playlist favoritmu zaman masih bocah dulu.

Tasya saat ini udah 25 tahun. Meski aura ABG-nya masih kelihatan, dia ternyata udah menikah lho, beberapa waktu lalu.

Belakangan ini, Tasya gak lagi eksis di dunia tarik suara maupun televisi. Namun, mantan penyanyi cilik ini muncul di salah satu diskusi dalam gelaran Weatlh Wisdom 2018 yang diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton, 5 September 2018 lalu.

Dalam diskusi tersebut, Tasya bercerita tentang proyeknya di Sumba. Walah, kok jauh banget ya? Tapi yang jelas, ini bukan proyek pembangunan hotel atau yang lain ya. Berkat proyek ini, bisa jadi Tasya bisa jadi role model bagimu sekarang.

Penasaran dengan proyek Tasya Kamila yang satu ini? Yuk simak ulasannya.

Proyek kemanusiaan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tasya Kamila (@tasyakamila) on

Di sana, Tasya Kamila mencoba membangun sebuah Desa Mandiri Energi. Kabarnya, tim yang dipimpin oleh Tasya gak cuma orang Indonesia lho, tapi juga ada orang-orang dari negara lain juga yang punya visi yang sama.

Tasya yang dulu berhasil melanjutkan studi ke Columbia University Amerika Serikat ternyata jadi makin cerdas. Dia juga tetap berkomitmen dengan cita-citanya biar berguna buat sesama.

Kenapa di Sumba?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tasya Kamila (@tasyakamila) on

Ada alasan mengapa Sumba yang dipilih. Bagi Tasya, wilayah di Timur Indonesia, khususnya Sumba, emang jauh dari kesejahteraan.

Bayangin aja, ketika dia datang ke sana, nyaris gak ada yang mengenal Tasya itu siapa. Bahkan, Tasya sempat diakui sebagai Presiden RI oleh anak-anak Sumba. Entah bercanda atau benar-benar gak paham gak tahu juga ya.

Di sana, Tasya mendirikan sebuah pembangkit listrik tenaga bio diesel. Keren kan?

Semoga aja di masa depan yayasan yang digawangi oleh Tasya bisa dapat kucuran dana lagi guna menyukseskan misi-misi kemanusiaannya.

Digagas bersama teman-temannya di Columbia University

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tasya Kamila (@tasyakamila) on

Proyek mulia ini digagas oleh Tasya Kamila bersama teman-teman satu almamater. Jelas banget bahwa ini bukanlah proyek pencitraan.

Kalau pengin pencitraan, Tasya mah udah ngetop dari kamu masih balita bukan? Kecuali Tasya emang lagi pengin nyaleg.

Intinya, proyek ini menjadi bentuk kontribusi nyata para alumni kampus yang juga pernah jadi tempat belajar Barack Obama itu.

Untung banget Tasya bisa berstudi di sana. Tasya yang sejak SMP udah peduli lingkungan hidup jadi bisa merealisasikan ide-idenya jadi kenyataan.

Itulah cerita tentang aktivitas Tasya Kamila saat ini yang inspiratif.

Gimana guys, apakah kamu jadi ngefans lagi nih setelah melihat sepak terjang beliau di dunia lingkungan hidup?

Sejatinya, kalau ada 1.000 orang seperti Tasya di Indonesia, mungkin bakalan ada proyek-proyek kemanusiaan di sini. Dan pastinya, banyak banget orang yang jadi terbantu karena uluran tangan mereka.

Pendiri Green Movement  Indonesia Foundation ini juga ternyata pernah tampil di forum PBB, lebih tepatnya di ECOSOC yang menangani masalah ekonomi dan sosial. Forum ini jadi ajang diskusi antara perwakilan negara.

Bangga deh lihat Tasya Kamila bisa mewakili Indonesia di sana. Walau belum jadi diplomat di Kementerian Luar Negeri dia seenggaknya udah bisa mewakili Indonesia sebagai LSM.