Simak! 6 Tips Sukses Memulai Bisnis Tempat Fitness dari 2 Wanita Ini

Buat sebagian orang, berbisnis tempat fitness mungkin agak kurang terpikirkan. Pasalnya, memulai bisnis gym ini termasuk salah satu yang cukup asing di Indonesia.

Meski masih cukup asing buat memulai bisnis ini, tempat fitness sekarang udah mulai sangat ramai. Pasalnya, masyakarat Indonesia khususnya yang di perkotaan udah mulai sadar pentingnya gaya hidup sehat.

Nah, ini harusnya bisa kamu lihat sebagai peluang pasar. Meski begitu, buat usaha tempat fitness ini ternyata gak sembarang orang yang bisa.

Karena itu, gak ada salahnya buat kita mendengar tips dari ahlinya. Ssst, ternyata ada salah satunya yang pernah menjadi karyawan biasa buka tempat pusat kebugaran.

Setidaknya ada dua cara buat bangun bisnis tempat fitness. Kali ini, MoneySmart.id berfokus pada pusat kebugaran yang menyediakan kelas.

Jadi, pusat kebugaran tersebut gak sekadar menyediakan alat olahraga, melainkan ada juga kelasnya.

1. Punya passion di olahraga

Jazzercise (MoneySmart/Helda)
Jazzercise (MoneySmart/Helda)

Pebisnis tempat fitness pertama yang MoneySmart kunjungi milik Helen Irawati, pendiri Jazzercise. Ternyata, awal mula Helen mendirikan pusat kebugaran yang berada di Jakarta Selatan tersebut karena memilikin passion di olahraga.

Gak heran sih, Helen dulunya merupakan seorang dancer selama 20 tahun di salah satu dance company di Jakarta. Dari situ, dia akhirnya memilih bisnis pusat kebugaran yang berfokus pada kelas gerakan menari.

“Harus senang olahraga biar bisa tahu trennya apa. Jadi, jangan hanya bisnisnya aja tetapi harus tahu kemauan calon anggota. Harus ada passion,” kata Helen memberikan sedikit wejangan buat yang mau berbisnis pusat kebugaran.

Meski begitu, gak semua pebisnis tempat gym punya latar belakang dekat dengan dunia olahraga.

Tio Rosaline Simanjuntak, misalnya, pendiri Bles Yoga Jakarta itu dulunya bekerja di bidang hukum.

Awalnya, Tio emang mengikuti kelas yoga. Dari situ, dia mulai tertarik banget pada yoga. Malah dia akhirnya mencoba menekuni yoga secara total dengan mengikuti sekolah yoga yang resmi.

2. Paham mengenai regulasi mendirikan tempat fitness

Helen Irawati Jazzercise Jakarta (MoneySmart/Helda)
Helen Irawati Jazzercise Jakarta (MoneySmart/Helda)

Meski suka banget olahraga, itu ternyata belum cukup buat berbisnis pusat kebugaran. Buat yang berbisnis di bidang ini, kamu harus paham regulasinya. Gak sembarang orang bisa membuka studio olahraga, meski dia udah suka banget berolahraga.

“Kita sebagai instruktur harus certified. Kita harus ikuti kursus buat dapat sertifikat tersebut,” papar Helen saat menjelaskan tentang dia beli franchise Jazzercise dari Amerika Serikat.

Senada dengan Helen, Tio mengungkapkan, saat dia mau membuka yoga studio harus terlebih dulu menjadi instruktur yang bersertifikasi. Caranya, mengikuti sekolah yoga di Indonesia Yoga School dan mengambil sertifikasi International Yoga Alliance.

3. Modal bangun tempat fitness cukup besar

Tempat fitness Jazzercise (MoneySmart/Helda)
Tempat fitness Jazzercise (MoneySmart/Helda)

Buat bangun tempat fitness juga butuh modal cukup besar. Salah satu yang paling besar biasanya adalah properti.

Helen yang membawa Jazzercise ke Indonesia cukup merasa lega. Pasalnya, dia emang punya rumah yang cukup luas untuk bisa menampung para member-nya. Jadi, dia gak perlu mengeluarkan dana buat menyewa ataupun membeli properti.

“Dana untuk bangunan aja Rp 250 juta. Bangunan untuk ukuran 75 meter dengan dua kamar mandi dan dua toilet dan ruangan studio. Sekolahnya Rp 21 juta hingga lulus,” kata Tio mengungkapkan angka fantastis.

Buat membawa Jazzercise ke Indonesia, Helen memaparkan, dirinya menjadi mitra franchise Jazzercise dengan dana awal US$ 1250 atau setara Rp 18 juta.

Kemudian, setiap bulan dia juga harus menyetor 20 persen dari modal awal ke pihak brand. Bila pemilik studio ingin menambah instruktur, maka dia harus membayar US$ 1250 lagi.

4. Dekat dengan anggota

Bles Yoga (IG blesyoga)
Bles Yoga (IG blesyoga)

Dengan modal cukup besar untuk membangun bisnis pusat kebugaran ini, tentu dibutuhkan strategi tepat buat mengembangkannya. Kalau gak gitu, pusat kebugaran tersebut bisa sepi pengunjung, bahkan bisa bangkrut.

Nah, baik Helen dan Tio, mereka melakukan pendekatan terhadap para member-nya. Jadi, pemilik bisnis dan seluruh tim harus bisa membaur dengan anggota kelas tersebut.

Ada kedekatan emosional yang membuat anggota betah buat mengikuti kelas, bahkan merekomendasikannya kepada teman-temannya.

Salah satu cara yang dilakukan Helen, menggelar acara tertentu untuk para member-nya. Misalnya, potluck atau bikin party buat anggotanya biar semakin dekat.

5. Inovasi di berbagai bidang

Bles Yoga (IG blesyoga)
Bles Yoga (IG blesyoga)

Setelah tempat fitness tersebut dibangun dan mendapatkan cukup banyak anggota, inovasi harus tetap dilakukan. Dalam hampir setiap sektor bisnis, inovasi emang jadi bagian paling penting.

Helen, misalnya, dia mengungkapkan keinginan buat merenovasi studionya jadi lebih Instagramable.

“Inovasi buat bikin studio jadi lebih cakep dan Instagramable,” ungkapnya.

Baik Helen dan Tio, mereka berdua pun ingin bikin lebih banyak studio. Plus, bikin clothing di bawah brand mereka. Dengan begitu, brand mereka bakal lebih dikenal.

6. Diversifikasi produk dan layanan

Tio Rosaline Bles Yoga (IG blesyoga)
Tio Rosaline Bles Yoga (IG blesyoga)

Nah, ini yang paling penting! Dalam bisnis pusat kebugaran, diversifikasi produk dan layanan tetap harus dilakukan demi menambah pemasukan.

Jazzercise gak cuma mengandalkan kelas-kelas yang disediakan Jazzercise Amerika Serikat. Helen juga menambahkan beberapa kelas di luar latihan yang emang disediakan Jazzercise.

Gak cuma itu aja, Helen dan Tio juga ternyata membuka kesempatan buat kerja sama dengan kantor-kantor.

Jadi, mereka terbuka buat diajak mengajar di kantor-kantor maupun private class. Malah mereka berdua memiliki jadwal cukup padat lho buat mengajar di kantor-kantor tersebut. Mantap deh!

Kini, Jazzercise Indonesia yang baru didirikan di tahun 2016 lalu udah bisa memperoleh omzet hingga puluhan juta.

Sementara Bles Yoga yang berlokasi di Lebak Bulus memiliki omzet mereka bisa mencapai Rp 60 juta per bulan. Kedua pemilik pusat kebugaran tersebut kini benar-benar fulltime mengelola bisnis mereka tersebut.

“Cintai apa yang kamu lakukan, jangan mengejar dulu keuntungan. Ketika kamu mencintai pekerjaan kamu dan gak terlalu mengejar hal komersial dulu, maka market yang mengejar,” tutup Tio buat kamu yang pengin berbisnis tempat fitness dan pusat kebugaran. (Editor: Chaerunnisa)