Facebook Mulai Ditinggal Karyawan, Digeser Perusahaan Ini Sebagai Tempat Kerja Terbaik

Tempat kerja terbaik bukan lagi di Facebook. (Instagram/@bainandcompany)

Facebook akhirnya gak lagi jadi tempat kerja terbaik. Ya, setidaknya demikian berdasarkan daftar 100 Best Places to Work 2019 yang belum lama ini dirilis sama Glassdoor, website penyedia informasi database perusahaan terkemuka di dunia. Gak tanggung-tanggung, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu merosot ke posisi tujuh, digantikan tempatnya oleh perusahaan jasa konsultasi manajemen, Bain & Company.

Nah lho, perusahaan apa lagi nih Bain & Company? Kenapa pula mereka bisa menjungkalkan Facebook dari puncak daftar tersebut?

Bain & Company ini ternyata bukan perusahaan yang usianya baru dua-tiga tahun lho. Didirikan pada tahun 1973 silam oleh William W. Bain Jr dan Patrick F. Graham, umur perusahaan ini udah nyaris setengah abad.

Sesuai namanya, Bain & Company memberikan jasa konsultasi buat perusahaan-perusahaan, baik swasta, pemerintah, maupun organisasi non-profit. Konsultasi yang diberikan pun beragam, mulai dari nasihat soal investasi, merger, strategi perusahaan, finansial, sampai analisis pasar.

Glassdoor tentunya gak sembarangan membongkar pasang nama-nama perusahaan yang masuk daftar 100 perusahaan terbaik untuk bekerja. Mereka punya kriteria-kriteria tertentu buat memberikan penilaian.

Sebagian besar tentunya dari review alias testimoni dari karyawan-karyawan yang memberikan penilaian kepada perusahaan mereka sendiri di Glassdoor. Dari situ, Glassdoor bisa memeringkat sebuah tempat kerja dari faktor work-life balance, manajemen perusahaan, kompensasi, dan benefit.

Lalu, seberapa menyenangkannya sih tempat kerja di Bain & Company? Yuk simak dalam ulasan berikut seperti dikutip dari Business Insider.

Baca Juga: Mau Raup Untung dari Bikin Video? Simak 4 Tipsnya dari Youtuber Bocah Ini

Gak ada sikut-sikutan

Gak ada sikut-sikutan di tempat kerja ini. (Instagram/@bainandcompany)
Gak ada sikut-sikutan di tempat kerja ini. (Instagram/@bainandcompany)

Menurut pengakuan Danny Hong, karyawan Bain & Company yang diwawancarai Business Insider, di perusahaannya gak ada karyawan yang sikut-sikutan alias saling menjatuhkan. Malahan, ada budaya mengakar di mana tiap karyawan tidak akan membiarkan karyawan lainnya gagal dalam pekerjaan.

Hong mengatakan, Bain jadi tempat kerja yang baik karena tiap karyawan paham bahwa rekan kerja amatlah penting. Kalau misalnya ada teman yang melakukan kesalahan dalam memberikan konsultasi, mereka merasa punya tanggung jawab buat memberikan koreksi.

Pernah suatu kali Hong lupa membawa paspornya saat mau terbang ke London. Tanpa diminta, banyak rekan kantor yang menawarkan bantuan untuk mengantarkan paspor itu ke bandara.

Baca Juga: Ini Gaji Ideal Buat Cicil Jeep Wrangler yang Dibeli Gading Marten

Karyawan bisa fokus pada pekerjaan dengan mudah

Karyawan bisa fokus dengan mudah di tempat kerja ini. (Instagram/@bainandcompany)
Karyawan bisa fokus dengan mudah di tempat kerja ini. (Instagram/@bainandcompany)

Berdasarkan riset yang dilakukan perusahaan Steelcase, separuh karyawan di perusahaannya cenderung terdistraksi oleh berbagai macam gangguan di tempat kerja. Akibatnya, rata-rata 86 menit waktu kerja mereka terbuang sia-sia tiap hari.

Bain menyadari, masalah seperti ini perlu dicarikan solusi. Mereka pun menyediakan banyak ruang-ruang yang dikhususkan buat karyawannya menyendiri dan fokus pada apa yang lagi dikerjakan.

Bukan cuma itu, mereka juga memiliki sofa-sofa dengan sandaran tinggi yang cozy agar karyawan bisa bekerja sembari bersantai.

Baca Juga: Setop Minum Kopi Kekinian, Kamu Bisa Beli Emas. Ini Buktinya!

Gak mengkotak-kotakkan karyawan

Tempat kerja ini gak mengkotak-kotakkan karyawan. (Instagram/@bainandcompany)
Tempat kerja ini gak mengkotak-kotakkan karyawan. (Instagram/@bainandcompany)

Kebanyakan perusahaan membuat penataan kantor dan ruang kerja berdasarkan jabatan karyawannya. Yang manajer dijadiin satu sama manajer, sementara yang staf biasa dikumpulin di kelompok kubikel tertentu.

Nah, beda sama di Bain & Company. Mereka cenderung mencampur karyawan dengan berbagai jabatan di satu kelompok kubikel. Contohnya aja, manajer, partner, dan konsultan bisa bekerja di kubikel yang berdampingan. Cara ini dipakai buat menanamkan bahwa mereka adalah satu tim, di mana pendapat tiap individunya dihargai, tanpa pandang apa jabatannya.

Gak terlalu mementingkan interior

Tempat kerja ini gak terlalu mementingkan interior. (Instagram/@bainandcompany)
Tempat kerja ini gak terlalu mementingkan interior. (Instagram/@bainandcompany)

Kebanyakan perusahaan, apalagi yang startup, cenderung mengutamakan kantor yang meriah, penuh warna dan berseni tinggi. Tapi, kebanyakan melupakan faktor terpenting dari sebuah perusahaan, yakni karyawan.

Tempat kerja ini gak terlalu mementingkan interior. (Instagram/@bainandcompany)
Tempat kerja ini gak terlalu mementingkan interior. (Instagram/@bainandcompany)

Kantor Bain & Company di New York dibangun sedemikian rupa agar karyawannya betah. Gak terlalu mementingkan dekorasi, mereka menyediakan apa yang benar-benar dibutuhkan karyawan. Misalnya aja plaza yang berisi dapur, meja pingpong, dan coffee bar.

Kalaupun ada karya seni yang dipajang, itu justru kombinasi foto-foto putra dan putri karyawan Bain & Company.

Gaji, tunjangan dan cuti yang menarik

Tempat kerja terbaik bukan lagi di Facebook. (Instagram/@bainandcompany)
Tempat kerja terbaik bukan lagi di Facebook. (Instagram/@bainandcompany)

Waktu putranya, Pablo, lahir, Danny Hong mengambil cuti untuk mendampingi istrinya melahirkan. Selama cuti dua bulan, dia sama sekali gak membalas email yang masuk ke inbox-nya. Dia juga gak perlu merasa gak enak karena gak membalasnya.

Bain emang salah satu perusahaan yang memberikan cuti melahirkan buat karyawan laki-lakinya. Gak tanggung-tanggung, cuti yang diberikan itu delapan minggu penuh, digaji pula.

Sementara itu, buat karyawatinya, pada awal tahun 2017, Bain menambah jatah cuti melahirkan yang semula 12 minggu jadi 16 minggu.

Nah, bagaimana dengan gajinya? Untuk seorang konsultan di Bain, bisa membawa pulang US$ 140.000 atau sekitar Rp 2 miliar per tahun, atau Rp 166 juta per bulan. Angka tersebut, menurut Russ Hagey, staf personalia di Bain, cukup kompetitif untuk industri konsultasi manajemen.

Buat mereka yang baru lulus kuliah dan keterima kerja jadi asisten konsultan di Bain, bakal terima gaji US$ 75.000 atau Rp 1,089 miliar. Jadi sebulan kira-kira mereka terima Rp 90,7 jutaan.

Itu belum termasuk bonus, pembagian saham, dan pembagian keuntungan lho yang bisa bernilai sampai US$ 30.000 atau sekitar Rp 435 juta.

Itu tadi beberapa faktor yang bikin Bain & Company berada di urutan pertama daftar 100 tempat kerja terbaik versi Glassdoor. Lalu, kenapa Facebook bisa terjungkal sampai posisi enam?

Dikutip dari CNBC, menurut pakar komunitas Glassdoor, Scott Dobroski, banyak hal yang mungkin jadi penyebabnya. Beberapa karyawan Facebook mengeluhkan soal kultur perusahaan yang terkadang berubah dengan cepat. Lewat Glassdoor, sejumlah karyawan jejaring sosial itu juga meminta penguatan manajemen dan transparansi dari para petinggi.

Bahkan, banyak mantan karyawan Facebook yang mengaku mendapat pertanyaan dari rekan-rekan mereka yang masih berkantor di perusahaan bikinan Mark Zuckerberg itu. Mereka menanyakan soal adakah lowongan pekerjaan di tempat lain yang bisa mereka lamar. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →