Ternyata, 5 Hal Ini yang Bakal Terjadi Kalau Mata Uang Terus Melemah

Nilai mata uang Turki terhadap Dolar anjlok. Kondisi tersebut tentu gak baik buat ekonomi Turki. Kabarnya, Lira yang semula berada di angka 3,78 Lira per satu Dolar Amerika Serikat merosot menjadi 6,67 Lira per Dolar Amerika Serikat.

Begitu juga yang terjadi pada Rupiah. Pada tahun 2013, mata uang ini berada di angka Rp 12 ribuan per satu dolar. Tahun ini, rupiah terus-menerus melemah hingga menyentuh angka Rp 14 ribuan.

Bercermin dari pengalaman, tentunya kita pernah merasakan hancurnya perekonomian gara-gara nilai Rupiah yang merosot. Saat itu banyak perusahaan yang kolaps, PHK besar-besaran, hingga lonjakan inflasi yang gila-gilaan.

Gak cuma itu. Ada sejumlah dampak yang kudu kamu tahu karena melemahnya mata uang. Apa aja dampaknya? Yuk disimak.

1. Barang impor jadi mahal

Mata uang
Barang impor

Dampak ini yang bakal kamu rasakan saat beli barang impor semisal smartphone atau komputer. Mengapa ini bisa terjadi? Hal ini dikarenakan rata-rata barang impor dibeli dengan menggunakan dolar.

Melemahnya mata uang juga bikin harga BBM naik lho. Memang benar sih, harga BBM bisa naik gara-gara harga minyak dunia yang naik.

Tapi, kenaikan harga BBM bukan semata-mata akibat harga minyak dunia yang naik. Kalau Rupiah melemah, tentu aja ongkos impor minyak makin bertambah. Ujung-ujungnya, harga BBM di dalam negeri bertambah kenaikannya.

2. Investor mengalihkan dananya

mata uang
Investor

Ada sejumlah parameter yang dipakai investor sebelum memutuskan berinvestasi. Salah satunya adalah nilai tukar atau kurs.

Melihat nilai tukar mata uang suatu negara melemah, investor jadi ragu buat berinvestasi. Misalnya aja gara-gara nilai Lira turun terus-terusan, sedangkan nilai Dolar terus menguat, investor berpikir lebih baik berinvestasi dalam bentuk dolar, karena dinilai lebih menguntungkan.

3. Suku bunga acuan naik

mata uang
Suku bunga acuan

Bank sentral tentu aja gak tinggal diam melihat mata uangnya terus melemah. Biasanya bank sentral bakal mengambil langkah menaikkan suku bunga acuan.

Dengan langkah ini, harapannya adalah nilai mata uang tetap terjaga agar jangan sampai terperosok terlalu jauh. Langkah ini diambil juga sebagai cara buat menjaga agar inflasi gak meningkat.

Konsekuensi dari naiknya suku bunga acuan ini udah jelas. Beban cicilan kredit jadi bertambah. Selain itu, gak menutup kemungkinan banyak debitur yang berpotensi gagal bayar atau non performing loan (NPL) kalau suku bunga acuan naik lagi dan lagi.

4. Gerus cadangan devisa

mata uang
Devisa

Selain menaikkan suku bunga acuan, bank sentral juga memanfaatkan cadangan devisa yang tersedia. Asal tahu aja nih, cadangan devisa ini adalah aset yang dimiliki bank sentral dalam bentuk mata uang lain.

Biasanya sih uang yang digunakan sebagai cadangan devisa adalah mata uang yang populer. Misalnya aja Dolar, Euro, Poundsterling, dan Yen.

Dengan menukarkan cadangan devisa ke dalam mata uang lokal, bank sentral berharap nilai uang lokal terjaga. Kalau bisa, nilainya menguat. Cuma, kalau hal ini dilakukan dalam waktu yang lama, bisa-bisa cadangan devisa tergerus.

5. Beban utang bertambah

mata uang
Utang bertambah

Gak enaknya dari mata uang yang melemah adalah bertambahnya beban utang yang mesti ditanggung. Ambil contoh aja Indonesia. Utang luar negeri Indonesia rata-rata dalam bentuk Dolar.

Tentunya bisa dibayangkan dong berapa beban utang yang ditanggung gara-gara nilai Rupiah melemah terhadap Dolar. Katakanlah, posisi utang Indonesia US$ 350 miliar. Di tahun 2013, nilai Rupiah berada di posisi Rp 12 ribu. Itu berarti kalau dirupiahkan, utang Indonesia sebesar Rp 4.200 triliun.

Dua tahun kemudian, Rupiah melemah menjadi Rp 14 ribu. Gara-gara pelemahan inilah utang Indonesia menjadi besar, yaitu Rp 4.900 triliun.

Dengan beban utang yang segitu besarnya, udah pasti negara harus berupaya sekuat tenaga buat meningkatkan pemasukan negara. Kalau gak gitu, gak bakal lunas nanti utangnya.

Itu tadi lima dampak yang terjadi kalau mata uang sampai melemah. Mau gak mau nih, beberapa dampak di atas bakal langsung terasa ke kita. Salah satu dampaknya adalah suku bunga acuan yang naik.

Buat kamu yang ambil KPR, pastinya mesti kencangkan ikat pinggang nih. Atau mulai berpikir cari pemasukan tambahan agar angsuran bulanan KPR bisa terus terbayar.

Mudah-mudahan aja pelemahan Rupiah ini gak berlangsung lama dan perkembangan ekonomi bisa lebih maju dari sebelumnya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →