Waspada Corona, Karyawan Kerja dari Rumah! Ini Tipsnya Biar Tetap Produktif

Seorang karyawan perempuan kerja dari rumah

Arahan untuk kerja dari rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) membuat beberapa perusahaan di kawasan Jakarta mulai mengizinkan karyawan mereka bekerja jarak jauh alias work from home (WFH).

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta perusahaan-perusahaan swasta di Jakarta menyiapkan protokol kerja jarak jauh atau kerja dari rumah. Tujuannya untuk mewaspadai penyebaran virus corona jika terus meluas. 

“Bagi dunia usaha, kami meminta untuk menyiapkan protokol kerja jarak jauh,” ungkap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 13 Maret 2020. 

Anies berharap, perusahaan-perusahaan swasta tetap harus menyiapkan protokol kerja jarak jauh tersebut untuk mengantisipasi skenario terburuk dalam menangani penyebaran virus corona tipe 2 yang menyebabkan covid-19 itu.

Senada dengan Anies, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar masyarakat melakukan aktivitas di rumah, termasuk WFH, terkait semakin bertambahnya jumlah pasien positif corona.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tetap produktif agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita setop. Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Minggu 15 Maret 2020.

Sudah mulai hari ini

Dengan ditetapkannya kebijakan pemerintah tersebut, banyak karyawan swasta maupun beberapa aparat sipil negara (ASN) sudah kerja dari rumah per hari ini, Senin (16/3/2020).

Ada yang mengikuti kebijakan pemerintah, yaitu mulai Senin (16/3/2020) hingga Jumat 28 Maret 2020. Tapi, ada juga yang memberlakukan kerja dari rumah selama tiga atau empat hari hingga sepekan ke depan. 

Ada juga yang memberlakukan sistem ini secara bergiliran, di mana pada pekan pertama beberapa divisi kerja dari rumah, sementara divisi lain masuk. Begitu pula dengan sebaliknya.

Meski begitu, ada juga karyawan swasta maupun ASN yang masih bekerja ke kantor dan tidak menjalani WFH alias kerja dengan sistem remote working.

Work from home

Seorang karyawan kerja dari rumah

Dengan kondisi itu, maka WFH kini turut menjadi topik pembahasan beberapa media. Pasalnya, sistem ini tak hanya dijalani para karyawan biasa, pejabat negara pun sudah melakukannya. 

WFH merupakan istilah yang sering digunakan bagi orang yang bekerja jarak jauh yang tidak mengharuskan para karyawan atau pegawai pergi ke kantor, tapi bisa dilakukan dengan bantuan internet. 

Dengan menerapkan sistem ini, para karyawan gak perlu lagi mengejar waktu on time untuk tiba di kantor. 

Mereka bisa mengerjakan tugas kantor di kafe maupun sedang di luar kota, bahkan luar negeri. Para karyawan yang bekerja di startup sudah tak asing lagi dengan sistem bekerja seperti ini. 

Keuntungan dan kerugian

Meski begitu, bekerja dari rumah ada keuntungan dan kerugiannya. Apa saja? Yuk, ketahui di sini!

Keuntungan WFH

Berikut ini beberapa keuntungan yang diperoleh karyawan saat kerja dari rumah:

1. Hidup akan lebih seimbang

Seseorang yang kerja dengan sistem remote working akan menjalani hidup yang lebih seimbang antara urusan pekerjaan, dan kehidupan pribadi.

Karena tersedianya waktu yang lebih banyak untuk keluarga, lingkungan kerja yang membuat lebih dekat dengan keluarga, akan menyenangkan untuk seseorang yang telah berkeluarga.

2. Waktu lebih efisien dan produktif

Karena tidak perlu berangkat ke kantor, maka bekerja di rumah tidak akan membuat karyawan harus menghabiskan waktu di perjalanan pulang pergi kantor, atau karena terjebak macet, dan lebih hemat, biaya transportasi.

Saat remote working, karyawan memiliki jam kerja yang fleksibel. Dalam artian, kamu dapat memilih untuk bekerja di jam produktif sendiri. Setiap orang biasanya mempunyai jam produktif tersendiri, baik pagi, siang, sore atau malam hari.

Saat bekerja dari rumah tidak ada yang mengatur jam kerja Anda, baik jam masuk, jam keluar dan istirahat, kitalah yang mengaturnya.

3. Lebih leluasa dan santai

Saat bekerja di rumah, para pegawai yang melakukannya tidak terikat beragam aturan. Tidak ada yang mengawasi saat bekerja, sehingga bisa lebih bebas, leluasa dan santai saat bekerja.

4. Mengurangi tingkat stres

Bekerja di rumah akan membuat kita lebih tenang dan terhindar dari tekanan stres, karena saat bekerja di rumah kita akan terhindar dari kemarahan bos dan juga ucapan rekan kerja.

Kemarahan bos dan ucapan rekan kerja tidak akan membuat kita stres, kecuali kita yang membuat diri sendiri stres. Saat tekanan dan stres diminimalisasi, kita akan mampu bekerja dengan maksimal dan lebih baik lagi.

5. Multi-tasking

Bekerja di rumah juga memberi keuntungan lain, yaitu dapat melakukan beberapa hal sekaligus. Anda dapat bekerja sambil bermain dengan anak-anak, menelepon dan lainnya.

Berbeda saat di kantor, kamu akan sangat sulit untuk mengerjakan dua hal sekaligus. Kamu harus fokus terhadap aktivitas saat itu, yaitu pekerjaanmu.

6. Waktu lebih banyak untuk keluarga

Seperti dibahas sebelumnya, berbeda saat bekerja di kantor, sebagian hari akan dihabiskan di kantor, bekerja dari rumah akan membuat para pegawai yang melakukannya bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk keluarga. 

Apalagi, untuk karyawan yang baru memiliki anak. WFH tentu akan membuat mereka dapat mengasuh dan memerhatikan anak. Bekerja di rumah akan menambah kedekatan dengan keluarga.

Kerugian WFH

Kalau ada keuntungan, umumnya juga memiliki kerugian. Bekerja dari rumah ternyata memberikan beberapa kerugian bagi karyawan yang melakukannya. Yaitu:

1. Cenderung kurang fokus

Bekerja dengan sistem remote working kadang dapat membuat seseorang jadi seenaknya, terlalu santai, bahkan kurang produktif. Ada banyak distract yang membuat seseorang tidak fokus dan tergoda mengecek handphone, media online dan media sosial. 

Karena itu, diperlukan tanggung jawab yang tinggi, komitmen, dan fokus menyelesaikan pekerjaan dari rumah.

Kamu harus dapat mengatur waktu dengan bijak sehingga pekerjaan cepat selesai dani dapat memanfaatkan waktu dengan efektif dan efisien.

2. Waktu kerja tak pernah usai

Saat bekerja dari rumah dengan waktu yang fleksibel, kamu mungkin akan kesulitan mengatur waktu antara bekerja dan beristirahat.

Lain halnya jika bekerja di kantor dengan jam kerja 8 jam sehari, waktu yang dimiliki saat WFH adalah 24 jam. Dan, kamu sendiri yang harus mengaturnya.

Sehingga, terkadang akan membuat kamu merasa bekerja selama 24 jam. Itu membuat seolah pekerjaan tidak ada habisnya.

3. Sulit menilai performance

Saat bekerja di rumah, kamu akan sulit menilai performance pekerjaanmu, apakah memuaskan atau tidak, sampai kamu mendapat masukan dari klien atau customer.

Sementara itu, saat bekerja di kantor, akan ada performance review, performance appraisal, dan sistem lain untuk mengukur tingkat performance seorang karyawan.

Atasan atau rekan kerja juga biasanya akan menegur, mengingatkan saat kamu mengalami penurunan kinerja.

Strategi jitu

Strategi jitu kerja dari rumah

Nah bagi karyawan masa kini, kerja dengan sistem remote working harus memiliki siasat agar tugas kantor selesai. Apa saja? Yuk, ketahui!

Koordinasi dengan kantor

Agar tidak merasa kesepian dan cenderung kurang termotivasi untuk menyelesaikan tugas, maka hal pertama yang harus dilakukan ialah terus berkoordinasi dengan orang kantor. 

Meski tidak berkoordinasi secara fisik, kamu tetap harus menjaga komunikasi untuk mengetahui pembaruan apapun terkait pekerjaan. Kalau tidak, akan membuat kesalahpahaman yang berujung pada penurunan performa. 

Di zaman serbacanggih seperti saat ini, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghubungi orang lain atau berkoordinasi dengan sesama. 

Mulai dengan memanfaat Skype atau melalui video conference, Whatsapp call, Whatapp atau Telegram grup, dan sebagainya. 

Jadi, berlangganan paket internet memang sangat dibutuhkan bagi karyawan yang bekerja remote. Berlangganan paket internet yang lumayan bagus sangat membantu ketika harus melakukan video call, itu untuk mengantisipasi agar koneksi tidak tersendat saat meeting jarak jauh.  

Persiapkan materi sehari sebelumnya

Agar kamu gak bingung soal tugas apa yang bakal diselesaikan keesokan hari, ada baiknya memersiapkan materi sehari sebelumnya.

Langkah ini dilakukan agar kamu tidak membuang-buang waktu menyelesaikan tugas. Akan lebih baik lagi membuat skala prioritas supaya ritme kerja lebih teratur.

Untuk kamu yang belum terbiasa, mungkin terdengar sedikit sulit. Tapi, nanti setelah sudah menjadi sebuah rutinitas, kebiasaan tersebut bisa menghemat waktu kamu secara keseluruhan.

Komitmen serius bekerja

Jika dibandingkan kerja di kantor, WFH lebih banyak godaan sehingga bisa membuat pelakunya banyak menghabiskan waktu. 

Misalnya, ketika kamu lagi ngerjain tugas tiba-tiba menyisihkan waktu sedikit untuk nonton YouTube. Sekali dua kali sih gak masalah, yang jadi masalah kalau sudah lupa waktu.

Bisa-bisa waktu menonton video lebih lama dari waktu bekerja. Karena itu, dibutuhkan komitmen yang serius untuk melakukannya.

Tips tetap produktif dari mereka yang kerja dari rumah

Tips produktif saat kerja dari rumah

Salah seorang karyawan yang menjalani WFH adalah Andika, seorang pegawai di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. 

Menurutnya, kerja di rumah memang banyak distract sehingga sering membuat ingin leyeh-leyeh. Namun, Andika yang kerap menjalani proyek freelance itu memiliki kiat jitu tetap produktif saat remote working.

Berikut, tips yang dibagikannya untuk produktif meski sedang WFH:

  1. Set up meeting setiap pagi atau buat mindset jika akan ada meeting pagi. Dengan begini, akan membuatmu jadi bangun pagi seperti biasa mau berangkat kerja ke kantor dan menyiapkan semua pekerjaannya.
  2. Membuat to do list agar tetap to keep track pada pekerjaan. Karena itu, kamu harus membuat to do list harian, mau kerjain apa hari itu dan selalu komitmen. Agar lebih terarah, sebaiknya di akhir hari dilakukan meeting lagi untuk memberi tahu progress-nya. 
  3. Karena selalu bikin to do list, maka kamu harus mengalokasikan waktu saat bekerja di rumah. Ini dilakukan agar lebih fokus membuat milestone dengan waktu. Begitu seterusnya sampai nanti the end of the day. Lalu bisa lanjutkan dan dimasukkan ke to do list selanjutnya di hari esok kalau belum selesai
  4. Poin terakhir adalah, anggap lah main sama anak jadi reward jika kita sudah produktif hari itu.

Jadi kita punya rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan kerjaan kita hari itu dan lebih cepat. Dengan begitu, jadi bisa main sama anak.

Itulah definisi WFH, keuntungan kerugian melakukannya, dan strategi serta tips jitu agar tetap produktif. Jadi, jangan biarkan kamu leha-leha tak produktif meski kerja dari rumah ya!