5 Tradisi Unik Bulan Ramadhan di Dunia, Ada yang Mirip Sama Indonesia

tradisi bulan ramadan

tradisi bulan ramadan

Bulan Ramadan adalah bulan yang paling dinanti-nanti oleh umat Muslim dunia terutama di Indonesia. Karena di bulan ini momen-momen paling berharga dalam kehidupan akan tercipta.

Banyak yang memanfaatkan Ramadan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, atau sekadar berbuka puasa bersama teman yang sudah lama tidak bertemu. Pasalnya di bulan-bulan biasanya kita selalu disibukkan dengan dunia kerja, berangkat pagi pulang malam, dari Senin sampai Jumat, saking sibuknya weekend cuma bisa untuk istirahat.

Itulah tradisi yang sering dilakukan warga Indonesia di Bulan Ramadan, lantas bagaimana dengan tradisi di negara-negara lainnya? Simak yuk dalam ulasan berikut ini seperti dikutip dari Bayut.com.

Baca juga: Siap-siap Jadi Jutawan Mendadak! Ini 4 Ide Bisnis Kuliner yang Pasti Laku Selama Ramadan

1. Lebanon, menyalakan meriam untuk penanda berbuka puasa

tradisi bulan ramadan
Dentuman meriam sebagai tanda waktu berbuka puasa. (Shutterstock)

Tradisi unik Bulan Ramadan di Lebanon sangat ekstrem. Selain mengumandangkan Azan di masjid, para tentara bakal menyalakan meriam sebagai waktu penanda berbuka puasa.

Tradisi ini sudah berlangsung selama 200 tahun lalu saat Timur Tengah diperintah oleh kerajaan Ottoman. Awal mulanya adalah saat itu di Mesir sedang dilakukan pengujian meriam baru. Pengujian dengan menembakkan peluru bertepatan saat matahari terbenam. Dentuman keras pun terdengar sepanjang Kairo, dan warga menangkapnya sebagai penanda berbuka puasa. Hingga akhirnya tradisi ini merembet ke negara lain seperti Turki dan Lebanon.

Baca juga: 20 Menu Buka Puasa dan Sahur yang Menggoyang Lidah di Bulan Ramadan

2. Uni Emirat Arab, anak-anak meminta permen ke tetangga  

tradisi bulan ramadan
Minta permen ke tetangga. (Shutterstock)

Uni Emirat Arab dikenal sebagai negara teluk yang sangat modern. Negara ini memiliki Abu Dhabi dan Dubai, kota dengan pembangunan yang sangat masif, dan masyarakatnya yang sering dianggap individualistik. Tapi pada saat Ramadan anggapan itu akan sirna, karena masyarakat banyak menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama. Salah satu tradisi uniknya adalah Festival Garangao.

Festival khusus anak-anak ini digelar pada pertengahan bulan Ramadan. Anak-anak akan didandani dengan pakaian adat yang berwarna terang dan glamor, untuk kemudian keliling ke rumah-rumah meminta permen dan kue. Tradisi ini tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan sarana sosialisasi di antara warga.

Kalau diperhatikan sih sama seperti tradisi trik or treat saat Halloween datang di budaya barat.  

Baca juga: Makin Memesona di Bulan Ramadan, ini 6 Online Shop Jual Hijab di Bawah Rp 50 Ribu

3. Turki, membangunkan sahur dengan drum

tradisi bulan ramadan
Bermain drum keliling kampung saat sahur. (Shutterstock)

Warga Turki sepertinya gak butuh alarm buat bangun sahur deh. Pasalnya selama Bulan Ramadan akan ada 2.000-an lebih penabuh drum yang keliling ke rumah-rumah warga untuk membangunkan sahur.

Tradisi unik ini telah berlangsung sejak masa pemerintahan Kesultanan Ottoman. Sama seperti zaman dulu, penabuh drum kini juga berdandan layaknya warga Ottoman dengan rompi khas mereka dan peci. Profesi ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Turki, buktinya sekarang penabuh drum telah mendapatkan kartu anggota khusus. Gak jarang, penduduk yang berbaik hati menawari mereka makanan sahur atau sekadar membagikan sedikit sumbangannya untuk mereka.

Gak usah jauh-jauh ke Turki kalau mau merasakan sensasi dibangunkan sahur pakai drum, di Indonesia juga ada tradisi grebek sahur. Bedanya, kalau di Turki pakai drum, di Indonesia pakai alat seadanya seperti ember, panci, dan lain-lain yang penting mengeluarkan bunyi saat dipukul.

4. Mesir, memasang lentera warna-warni di depan rumah

tradisi bulan ramadan
Rumah makin indah dengan fanoos. (Shutterstock)

Semarak bulan Ramadan akan terasa di pemukiman-pemukiman di Mesir. Saat bulan suci ini, para warga beramai-ramai menghias rumah mereka dengan lentera warna-warni yang disebut dengan fanoos. Anak-anak juga berkeliling dari satu rumah ke rumah lain sambil membawa fanoos untuk meminta kue dan permen.

Sejarah penggunaan fanoos ini sudah ada sejak Dinasti Fatimiyah sekitar tahun 900-an sampai 1100-an. Saat itu dinasti ini tengah kedatangan tamu penting tepat di awal Bulan Ramadan, para warga pun diperintahkan untuk menyalakan lilin warna warni di depan rumahnya sebagai penanda jalan bagi para tamu.

5. Irak, memainkan permainan tradisional “menyembunyikan cincin”

tradisi bulan ramadan
Permainan mheibes di Irak. (Youtube/the gamers)

Di Irak, ada sebuah permainan tradisional bernama Mheibes. Mheibes biasa dimainkan pada malam hari setelah berbuka di Bulan Ramadan. Permainan ini dimainkan oleh seorang pria dan terdiri dari dua tim. Masing-masing tim minimal harus beranggotakan 40 dan maksimal 250 orang.

Cara memainkannya simpel, para anggota tim dipersilakan untuk duduk di kursi dalam jumlah yang banyak. Kemudian ada satu orang dari tim tersebut yang mendistribusikan satu cincin untuk disembunyikan. Setelah selesai, tim lawan diharuskan untuk menebak di mana cincin tersebut. Kalau anggotanya sampai 250 pasti bingung deh nebaknya gimana.

Cara nebaknya juga sangat sulit, karena mereka harus menemukan si pemegang cincin hanya dengan melihat gerak tubuh dan ekspresi si pemain lawan.

Setelah permainan usai, kedua tim pun larut dalam kegembiraan dan menari bersama diiringi alunan musik tradisional.

Itu tadi lima tradisi unik bulan Ramadan di beberapa negara. Kalau dibandingkan dengan tradisi unik di Indonesia mungkin gak ada apa-apanya ya, karena gak terhitung jumlah tradisinya. Antara Indonesia bagian barat dengan timur saja mungkin berbeda. Yuk, boleh share tradisi Ramadan khas daerah kamu masing-masing di kolom komentar! (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis