Kisah Ustad Cepot, Mantan Pedagang Asongan yang Jadi Da’i Kondang

Ustadz Cepot (instagram @ustadzcepotmanagement)

Kabar tentang wafatnya Ustad Cepot yang riang dan jenaka meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi kita semua. Sebagai seorang pemuka agama, pria bernama asli Ahmad Ihsan ini memang cukup inspiratif. Bukan hanya karena sifatnya yang positif dan gak pernah mengeluh, namun juga karena kesederhanaan dan idealismenya dalam berdakwah.

Menurut pemberitaan di sejumlah media, ustad kondang ini mangkat karena penyakit radang usus. Kabarnya, dia sempat divonis hanya bisa bertahan hidup dua bulan.

Ustad Cepot sendiri juga pernah dikabarkan wafat pada Maret 2018 lalu, namun kabar itu HOAX. Nyatanya, dia masih sehat wal afiat pada saat itu.

Seperti yang tadi disebutkan di atas, Ahmad Ihsan merupakan sosok yang sederhana. Kamu tentunya bisa melihat bagaimana penampilannya ketika berdakwah.

Ustad ini gak pernah terlihat mengenakan pakaian-pakaian mewah atau sedang turun dari mobil mewah. Tak pernah pula ia pamer rumah mewah. Perjuangannya sebagai seorang pendakwah juga terbilang sangat idealis.

Penasaran dengan kisah perjalanan beliau hingga jadi salah satu da’i kondang? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Menghabiskan uang jajan untuk beli buku

https://www.instagram.com/p/BWeeqbMjxEC/?taken-by=ustadzcepotmanagement

Menurut informasi dari situs ustadzcepot.com, anak dari tujuh bersaudara ini adalah seorang jebolan pesantren. Semasa mudanya, beliau sangat aktif berorganisasi terutama saat duduk di bangku kuliah. Dia pun mendirikan HIMATA (Himpunan Mahasiswa Tangerang) bersama rekannya.

Dan asal kamu tahu, semasa mudanya Ustad Cepot lebih memilih untuk menghabiskan uang jajannya buat beli buku. Kabarnya sih, buku-buku tersebut bahkan dipandang lebih berharga ketimbang kebutuhan pokok hidupnya.

Dari situlah dia berambisi untuk mengejar cita-citanya. Ketika studinya di UIN Bandung selesai, dia pulang ke kampung halamannya di Neroktog, Tangerang.

2. Menolak jadi dosen

https://www.instagram.com/p/BT_cy4ZDHng/?taken-by=ustadzcepotmanagement

Ahmad Ihsan muda sempat ditawari untuk menjadi salah satu staf pengajar di kampusnya setelah lulus. Namun sebagai calon dosen, otomatis dia harus menetap di Kota Kembang.

Hal itulah yang dinilai berat olehnya. Ia pun memilih untuk pulang kampung saja dan mengajar di sana.

Memang sudah jadi cita-cita bahwa dirinya ingin menjadi guru dan membangun umat di tanah kelahirannya. Tapi, sepulangnya ke kampung halaman dia justru harus menghadapi kenyataan pahit.

3. Jadi pedagang asongan ketika di kampung

https://www.instagram.com/p/BTZWFCSj7Qb/?taken-by=ustadzcepotmanagement

Cita-cita menjadi guru di kampung halaman nampaknya harus diurungkan terlebih dahulu. Demi menghidupi keluarga, mau gak mau Ustad Cepot bekerja terlebih dulu pada saat itu.

Profesi yang dia jalani pun cukup mengejutkan, yaitu pedagang rokok asongan.

Tapi gak lama kemudian, dia mendapat tawaran untuk mengajar Al Qur’an di sebuah sekolah. Dari pekerjaannya menjadi guru, dia pun berhasil meniti karier hingga menjadi kepala sekolah hingga akhirnya sering ceramah di beberapa kegiatan majlis ta’lim.

4. Mendirikan pesantren dengan uang seadanya

https://www.instagram.com/p/BTZWWFnDzFp/?taken-by=ustadzcepotmanagement

Lambat laun, berkat ketekunannya dalam menabung, Ustad Cepot berhasil mendirikan pesantren lewat uang pribadinya. Pesantren yang didirikannya pada tahun 2001 itu bernama Pondok Pesantren Ibadurrahman.

Meskipun didirikan dengan modal kecil, nyatanya pesantren ini tetap bisa berkembang berkat pengalaman Ustad Cepot dalam dunia dakwah. Kini, ada ribuan santri yang mondok di sana.

5. Ustad Cepot mulai sering masuk televisi

Di tahun 2006, Ustad Cepot makin tenar. Dia sering memberikan ceramah-ceramah di televisi dan mulai berdakwah keliling Indonesia hingga ke luar negeri.

Walaupun mungkin sebagian dari kamu gak kenal beliau, tapi ustad-ustad beken Tanah Air mengenalnya dengan baik. Ustad Solmed pun menyebut Ustad Cepot sebagai seorang guru.

Itulah perjalanan Ahmad Ihsan alias Ustad Cepot dalam menjalani profesinya sebagai pemuka agama.

Nama Cepot itu sendiri sejatinya berasal dari nama tokoh wayang Sunda, Cepot atau Dawala. Wayang itu dinilai memiliki wajah dan karakter yang mirip dengan Ahmad Ihsan.

Ahmad Ihsan sendiri justru memanfaatkan hal itu sebagai citra dirinya. Idealisme dari Ustad Cepot juga patut diapresiasi. Bayangin aja, dia berani mengambil risiko dengan menolak tawaran mengajar sebagai dosen.

Namun siapa sangka, karena idealisme dan cita-citanya itulah dia berhasil sukses sebagai seorang panutan dan pemuka agama. Selain itu, dia pun tetap menjunjung tinggi kesederhanaan. Selamat jalan Ustad Cepot.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →