Sri Mulyani Disebut Tukang Utang, Apakah Utang Negara Itu Buruk atau Sebaliknya?

Utang Negara

Gara-gara ada utang negara, sebutan “tukang utang” ke Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali mencuat. Sebutan “tukang utang” ini dikemukakan anggota DPR dari PPP Syaifullah Tamliha saat berbicara dalam rapat Komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Senin (11/11).

Syaifullah Tamliha memberi masukan ke Menhan Prabowo bahwa anggaran yang lebih besar bisa diperoleh kalau memintanya ke Presiden Joko Widodo. Terus anggota DPR dari PPP ini juga mengatakan Menteri Keuangan hanyalah “tukang bayar” dan “tukang utang”.

Menariknya nih sebutan “tukang utang” ke Menteri Keuangan Sri Mulyani juga pernah diucapkan Prabowo Subianto sebelum menjadi Menteri Pertahanan. Mengetahui hal tersebut, Sri Mulyani menanggapinya dengan puisi yang berisi kinerja Pemerintah.

Nah, bicara soal utang, apakah keberadaannya menjadi sesuatu yang buruk? Ataukah utang justru membawa manfaat? Berikut ini adalah ulasan mengenai fakta-fakta utang negara Indonesia. Yuk, disimak.

1. Utang negara dipakai buat pembangunan infrastruktur, pembiayaan sektor kesehatan, dan pendidikan

Utang negara
Utang dipakai untuk pembangunan infrastruktur (Shutterstock).

Semua orang pada dasarnya kepengin gak berutang sama sekali. Soalnya utang bisa menjadi sumber masalah kalau gak dikelola dengan baik. Sebaliknya, kalau digunakan buat hal-hal produktif, utang bisa sangat menguntungkan.

Begitu pun dengan utang negara. Dilansir dari informasi yang terdapat di website Kementerian Keuangan, Pemerintah berutang buat kepentingan-kepentingan yang sifatnya produktif, seperti membangun infrastruktur hingga perlindungan sosial di sektor pendidikan dan kesehatan.

Kalau melihat APBN 2019, penerimaan negara gak menutupi anggaran belanja negara yang dialokasikan buat pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penyaluran dana desa. Walaupun kelihatannya gak bagus, belanja negara yang lebih besar dari penerimaan memberi efek positif buat pertumbuhan ekonomi.

Total anggaran belanja negara dalam APBN 2019 mencapai Rp 2.461,1 triliun. Sementara penerimaan negara mencapai Rp 2.165,1 triliun. Buat menutupi kekurangan tersebut, utang diperlukan.

2. Utang Indonesia dibagi menjadi utang Pemerintah dan utang perusahaan swasta

Utang negara
Ilustrasi utang (Shutterstock).

Belum banyak yang tahu kalau utang Indonesia gak sepenuhnya utang Pemerintah. Dari data Bank Indonesia (BI), utang Indonesia itu terdiri dari utang negara atau Pemerintah dan utang perusahaan swasta.

Memakai data 2018, BI mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 376,839 juta. Utang ini dibagi menjadi utang sebesar US$ 186,220 juta dan utang perusahaan swasta sebesar US$ 190,619 juta.

Pemerintah mendapat utang dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencakup Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sementara perusahaan swasta memperoleh utang dengan menawarkan surat utang korporasi atau obligasi.

Siapa pun, termasuk orang-orang asing, boleh memiliki Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan Pemerintah ataupun obligasi perusahaan swasta. Kalau banyak orang Indonesia yang membeli SBN, itu berarti Pemerintah berutang dengan kebanyakan orang Indonesia.

3. Utang Indonesia masih aman sebab rasionya masih di bawah 60 persen

Utang negara
Rasio utang Indonesia (Shutterstock Ilustrasi).

Banyak orang yang khawatir dengan keberadaan utang negara, terutama utang secara keseluruhan, yaitu utang Indonesia. Kalau besar terus gagal bayar, masyarakat juga yang akhirnya dirugikan.

Kekhawatiran tersebut dijawab Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menyatakan utang Indonesia masih terbilang aman sebab rasio utang saat ini masih di bawah 60 persen (batas yang ditetapkan UU Keuangan Negara). 

Rasio utang ini dihitung dengan mempertimbangkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Kalau PDB lebih tinggi dibanding utang, rasio utang pun menjadi lebih aman.

4. Perbandingan utang negara Indonesia dengan negara-negara lain, lebih besar mana?

Utang negara
Dolar Amerika (Shutterstock).

Kebanyakan negara di dunia ini memiliki utang, baik itu utang negara maupun utang swasta. Tercatat, ada beberapa negara yang memiliki utang dengan angka yang sangat besar. Sebagai informasi, utang Pemerintah berada di angka Rp 4.680,19 triliun per Agustus 2019 seperti dilansir dari Katadata.

Berikut ini adalah daftar negara dengan jumlah utang terbesar di dunia berdasarkan US National Debt Clock.

Negara berutang Besaran utang PDB
Amerika Serikat US$ 22,96 triliun US$ 21,59 triliun
Jepang US$ 12,14 triliun US$ 4,59 triliun
China US$ 9,75 triliun US$ 15,38 triliun
Inggris US$ 3,60 triliun US$ 3,63 triliun
India US$ 2,95 triliun US$ 3,15 triliun

 

Sebagai gambaran, utang Amerika Serikat kalau dikonversi ke Rupiah sekitar Rp 322 ribu triliun. Jauh lebih tinggi dibandingkan utang Indonesia.

Itu tadi beberapa fakta mengenai utang negara yang sering dipandang negatif oleh banyak orang. Gimana menurutmu? (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →