7 Kesalahan Umum yang Bikin Bisnis Startup Kamu Mandek Bahkan Bangkrut!

Memulai bisnis startup hari ini udah jauh lebih mudah dibandingkan membangun usaha konvensional. Kemajuan teknologi dan kemudahan regulasi yang dibuat oleh pemerintah merupakan beberapa penyebabnya.

Pamor perusahaan rintisan gak bisa dipungkiri lagi udah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha. Contoh startup yang telah sukses seperti Gojek, Tokopedia dan BukaLapak menjadi salah satu pemicu utamanya.

Tetapi banyak juga dari generasi milenial yang masih takut buat terjun ke startup. Dan memilih bekerja atau bahkan memilih membuka usaha konvensional dengan produk fisiknya yang bisa terlihat.

Padahal kita mengetahui bahwa mereka cenderung memiliki kreativitas dan inovasi yang lebih tinggi dibandingkan golongan umur lainnya. Sayang jadinya kalau kemampuan tersebut hanya tersimpan di dalam pikiran dan gak diwujudkan menjadi ide brilian.

Nah, supaya ide-ide kamu gak mubazir mending langsung aja yuk cek 6 alasan dengan memulai bisnis startup sekarang dibandingkan usaha konvensional berikut ini:

1. Bisnis startup gak butuh lokasi yang terlalu strategis

Mengutip dari On Startups, berbeda dengan usaha konvensional, perusahaan rintisan gak memerlukan lokasi yang tepat dan strategis buat memulainya. Sebab modal utama dari jenis bisnis kayak gini adalah internet di mana hal itu gak mengenal ruang dan waktu.

Dengan begitu kamu gak perlu lagi memikirkan biaya kantor yang mahal buat tempat bekerja bersama kolega. Lumayan uangnya bisa digunakan buat keperluan lainnya yang menunjang aktivitas usaha kayak iklan dan sumber daya manusia.

2. Bisnis startup punya pasar yang lebih luas

Masih ada hubungannya sedikit dengan lokasi, modal utama tadi yang memanfaatkan teknologi internet membuat bisnis kamu gak lagi terbatas lagi oleh jarak. Sehingga orang di manapun, di seluruh dunia dapat melihat etalase produk kamu yang dijual.

Lain cerita kalau kamu memilih usaha konvensional yang bertumpu di satu lokasi aja, pangsa pasar lebih terbatas lantaran letak geografisnya gak mencangkup seluruh wilayah.

Bisa aja sih kamu memasarkan produk itu melalui media sosial tapi biaya yang dikeluarkan udah pasti bertambah dan menjadi kurang efisien.

3. Startup memerlukan modal yang relatif lebih rendah

Karena gak perlu mengeluarkan biaya yang banyak pada beberapa keperluan seperti sewa tempat, belanja barang fisik dan sumber daya manusianya bikin modal usaha relatif rendah.

Kadang kita sering mendengar kalau salah satu kendala seseorang sulit buat membuka usaha adalah keterbatasan modal. Namun, hal itu kini udah bisa sedikit teratasi dengan munculnya model perusahaan rintisan.

4. Ilmu startup bisa kamu temukan di mana-mana

Seiring semakin menjamurnya perusahaan rintisan yang sukses di seluruh dunia, banyak juga para pengusaha membagikan pengalaman dan ilmunya dalam membangun sebuah usaha ini.

Hal tersebut bisa kamu dapatkan dari berbagai macam sumber seperti media sosial, Youtube bahkan portal berita. Dan yang lebih enaknya lagi semua itu bisa kamu dapatkan secara gratis!

Pengalaman kayak gini mungkin sulit didapatkan ketika dunia startup belum berkembang 5 sampai 10 tahun yang lalu.

5. Bisnis ini bisa menyelesaikan masalah di masyarakat

Setiap orang pasti pengin membantu masalah yang dihadapi oleh orang lain. Hanya aja keterbatasan waktu serta kemampuan kadang bikin kita sulit mewujudkannya.

Melalui usaha rintisan kamu bisa melakukan hal tersebut tanpa sulit-sulit lagi meluangkan waktu serta tenaga. Sebab apa yang kita bisniskan udah membantu mengatasi permasalahan banyak orang.

Contohnya seperti Traveloka yang membantu orang yang pengin liburan murah dan Tokopedia yang menolong masyarakat buat mencari kebutuhan tanpa harus pergi ke toko retail.

Hal kecil seperti itu tanpa kita sadari udah membantu mengatasi masalah yang ada di masyarakat selama ini lho.

6. Merubah pandangan orang terhadap suatu hal sepele

Lewat kreativitas dan invovasi yang kamu miliki bisa mengubah hal kecil. Tadinya gak diperhitungkan oleh orang-orang, namun menjadi sesuatu yang bikin masyarakat bergantung padanya.

Salah satu contoh konkritnya adalah ojek. Sebelum adanya Gojek, transportasi yang satu ini dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Tetapi hari ini ada ratusan ribu bahkan jutaan orang Indonesia yang bergantung olehnya, hebat bukan?

Bisnis startup bisa gagal gara-gara ini

Nah, itu dia 6 keuntungan kamu memulai bisnis startup dibandingkan dengan bisnis konvensional yang gak memanfaatkan teknologi. Tapi, namanya bisnis selalu ada tantangannya. Kamu perlu tau nih penyebab bisnis startup gagal yakni:

1. Melewati salah satu fase perencanaan

Perencanaan (Shutterstock).

Perencanaan adalah salah satu alat penting untuk menjalankan sebuah bisnis startup. Karena semua kegiatan bisnismu akan mengacu pada rencana-rencana yang telah dibuat. Kalau gak terencana, kamu tidak memiliki patokan dan jadi hilang arah.

Tetapkan rencana bisnis, rencana riset, rencana keuangan, dan rencana pemasaran dengan sangat tepat. Jika kamu melewatkannya, dijamin bisnis kamu bakalan kacau balau. Karena umumnya, masing-masing rencana memiliki keterkaitan satu sama lain.

2.  Tidak menetapkan tujuan SMART

Tidak menetapkan tujuan SMART (Shutterstock).

SMART merupakan singkatan dari specific (jelas), measurable (terukur), achievable (dapat dicapai), relevant, dan time-based (tenggat waktu). Jadi, untuk menentukan tujuan kamu harus mempertimbangkan aspek SMART tersebut. Tujuan harus jelas, bisa diukur dan dapat dicapai alias realistis, relevan dengan bisnismu dan memiliki tenggat waktu yang kamu tentukan sendiri.

Bisnis yang tidak mengacu pada kelimanya dalam menetapkan tujuan bisnis berpotensi besar untuk mengalami kegagalan. Karena SMART bisa dibilang sebagai garis besar langkah kegiatan bisnismu sehari-hari.

Baca juga: Gak Pengin Keluar Bujet Lebih, Ini Tips Hemat Wisata di Singapura

3. Meremehkan produk bisnismu

Meremehkan produk bisnismu (Shutterstock).

Ini juga sering terjadi di kalangan pebisnis pemula khususnya startup. Terkadang banyak dari mereka yang tidak memiliki rasa percaya diri terhadap apa yang mereka lakukan. Kalau kamu salah satunya, buru-buru deh dihindarkan sifat yang kaya gini.

Biasanya hal ini terjadi akibat krisis kepercayaan dan juga rasa takut akan gagal yang berlebihan. Kalau kamu sebagai pebisnis seperti itu, gimana bawahanmu. Mereka bakal bingung deh buat apa kerja capek-capek, sedangkan atasannya gak optimis sama jerih payah yang telah dikerahkan.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

4. Menghindari teknologi

Teknologi (Shutterstock).

Mempelajari teknologi terbaru memang bukanlah hal yang mudah, apalagi buat kamu yang baru merintis bisnis startup. Biaya teknologi yang terlalu mahal dan bahkan terlalu tinggi dari bujetmu bikin ogah mendekatinya.

Berhemat adalah sesuatu yang baik, tapi menggunakan teknologi terbaru juga merupakan sebuah investasi yang menjanjikan bagi keberlangsungan bisnis. Karena bagaimanapun juga, teknologi dapat membuat kerja-kerjamu lebih efisien dan efektif di kemudian harinya.

5. Takut keluar bujet lebih untuk pemasaran

Strategi pemasaran (Shutterstock).

Pemasaran adalah hal yang paling utama dalam bisnis startup untuk bisa berkembang. Tanpa pemasaran, sekalipun startupmu memiliki konsep yang canggih dan menarik, kamu gak bakal dilirik oleh konsumen. 

Pemasaran adalah salah satu untuk mengenalkan bisnis ke orang-orang. Berbagai macam media bisa kamu gunakan, yang paling efektif adalah melalui media sosial. Kamu bisa memanfaatkan iklan di Facebook, Instagram, atau bahkan media elektronik lainnya.

6. Kurang paham pasar

Dalam berbisnis, kamu harus paham market (Shutterstock).

Saat melakukan pemasaran, ada baiknya kamu melakukan riset pasar terlebih dahulu. Kamu ketahui di mana mangsa pasar yang sesuai dengan model bisnis startup milikmu.

Semua ini demi menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak diperlukan. Jadi cobalah untuk mengetahui jangkauan bisnismu, dan mengidentifikasi bagaimana reaksi mereka terhadap produk yang kamu tawarkan. Dengan memiliki data riset tersebut, langkah-langkah yang diambil demi bisnis jadi lebih efektif dan terarah.

Baca juga: Gaya Traveling Turis Indonesia Ternyata Lebih Suka Meluangkan Waktu untuk Bersantai

7. Terlalu banyak atau sedikit pengeluaran

Pengeluaran (Shutterstock).

Untuk memulai bisnis startup, banyak para pendiri yang salah kaprah. Ada yang merasa harus mengeluarkan bujet dalam jumlah besar untuk peralatan terbaik atau pemasaran dengan gencar-gencarnya demi menarik banyak konsumen.

Hal itu mungkin tidak salah, tapi ada baiknya untuk menyesuaikan pengeluaran dengan bujet anggaran bisnis. Utamakan mana yang lebih mendesak dan sangat diperlukan.

Sebaliknya, ada yang berpikiran bahwa startup baru haruslah berhemat dalam hal pengeluaran. Hal ini juga tidak salah tapi, dengan tidak menginvestasikan modal ke berbagai aspek dalam berbisnis sama saja membatasi potensi untuk sukses.

Itu tadi tujuh kesalahan yang biasa dilakukan dalam membangung bisnis startup. Mungkin kamu gak menyadarinya, tapi kalau kamu benar-benar masih memegang kesalahan tersebut, mungkin ke depannya bisnis kamu gak bakal semaju Gojek, Traveloka, Tokopedia, atau BukaLapak.

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tapi ketika sudah mengetahui kesalahan tersebut, cobalah untuk segera merubahnya. Semua itu demi keberlangsungan bisnis startup yang kamu bangun susah-susah dengan jerih payah dan keringat.

Hal yang terpenting dalam menjalankan bisnis startup adalah bekerja secara konsisten, membuat keputusan secara cerdas, dan terus belajar demi memperkaya pengetahuan dalam dunia bisnis! (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →