Mengunjungi Kota Pangkal Pinang, Jangan Lupa Singgah di Tiga Objek Wisata Gratis Ini

Wisata Pangkal Pinang, Wajib Kunjungi 3 Lokasi Ini (Shutterstock)

Bangka Belitung memang sudah tak dipungkiri lagi memiliki banyak destinasi wisata. Seperti wisata alam, sejarah, budaya, bahkan kuliner. Wisata Pangkal Pinang juga tak luput dari incaran, jika kamu berkesempatan bermalam disini. 

Pangkal Pinang adalah salah satu kota di Indonesia yang merupakan bagian dari provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sekaligus merupakan ibu kota Provinsi.

Baca juga: Menyusuri Keindahan Ketawai, Pulau Tak Berpenghuni di Bangka Belitung

Sejarah Pangkal Pinang

Wisata Pangkal Pinang
Jembatan Emas di Pangkal Pinang (Shutterstock).

Secara etimologis Pangkal Pinang berasal dari kata pangkal atau pengkal dan Pinang (areca chatecu). Pangkal atau pengkal yang dalam bahasa Melayu Bangka berarti, pusat atau awal. Atau dapat diartikan pada awal mulanya sebagai pusat pengumpulan Timah yang kemudian berkembang artinya sebagai pusat distrik. 

Sebagai pusat segala aktifitas, sebutan Pangkal atau Pengkal juga digunakan oleh orang Bangka masa lalu untuk penyebutan daerah-daerah seperti Pangkal Bulo, Pangkal Raya, Pangkal Menduk, Pangkal Mangas, Pangkal Lihat yang kemudian menjadi Sungai Lihat atau Sungailiat sekarang. Sedangkan Pinang (areca chatecu) adalah nama sejenis tumbuhan Palm yang multifungsi dan banyak tumbuh di Pulau Bangka.

Pusat pemukiman awal Pangkal Pinang dibangun di tepi sungai yang membelah kota. Proses pembentukan Pangkal Pinang menjadi sebuah kota seperti sekarang sangatlah panjang dan berakar. Dimulai dari ditemukannya biji timah yang terkandung hampir di seluruh pelosok Pulau Bangka. Sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi Pulau Bangka seperti Lada Putih, Karet dan Damar oleh berbagai bangsa. 

Nah, kalau barusan kamu udah tahu sedikit sejarah tentang kota yang mendapat julukan Timah ini, sekarang kita bahas tiga objek wisata yang wajib dikunjungi. Minimal kalau kamu transit dalam waktu yang cukup singkat, jangan lupa mampir deh. 

1. Wilhelmina Park

Wisata Pangkal Pinang
Taman Wilhelmina (Winda Destiana Putri/Lifepal).

Taman Wilhelmina atau banyak orang masih mengenal dengan sebutan Tamansari berlokasi tepat di jantung kota Pangkal Pinang. Sering juga disebut sebagai titik nol kota Pangkal Pinang. Lokasinya bersebelahan dengan rumah walikota. 

Taman ini dirancang oleh Van Ben Benzenhorn, merupakan fasilitas pendukung dari rumah Residen yang berfungsi sebagai taman, konservasi tanaman dan tempat berolahraga ringan.

Baca juga: Mengenal Wisata Alam Batu Belimbing, Ikon Magis Ibukota Bangka Selatan

Terdapat Tugu dan Prasasti

Disini, dibangun Tugu Pergerakan Kemerdekaan yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Drs. Mohammad Hatta pada bulan Agustus 1949. 

Bentuk tugu dibangun dengan arsitektur yang unik dan menarik terdiri atas 3 bagian. Pada bagian bawah berbentuk punden berundak-undak berbentuk segi delapan dengan undakan sebanyak 17. Undakan ini tentu memiliki makna, yakni tanggal 17 saat diresmikannya tugu ini. 

Undak-undak bersegi delapan diartikan sebagai bulan delapan atau bulan Agustus. Jumlah undak-undak dikalikan panjang tiap-tiap lingkar segi delapan berjumlah 49 meter. Dapat diartikan Tugu Perjuangan Kemerdekaan dibuat pada tahun 1949. 

Bagian tengah berbentuk Yoni sedangkan bagian atas berbentuk Lingga dengan ukuran yang simetris sehingga tampak serasi. Nama Wilhelmina Park diubah menjadi Tamansari setelah kemerdekaan bersamaan dengan perubahan nama jalan Merdeka (resident straat). Tamansari juga dijadikan sebagai nama satu kecamatan di Pangkal Pinang tempat lokasi taman berada.

Disini, kamu bukan hanya bisa bersantai menikmati hembusan udara segar, tapi juga belajar sejarah. Menarik banget kan? Taman ini layak dikunjungi karena memiliki  prasasti yang menceritakan sejumlah perjuangan dan perjalan sejarah bangsa. 

Delapan Prasasti di Taman Kota

Wisata Pangkal Pinang
Prasasti di Taman Wilhelmina (Winda Destiana Putri/Lifepal)

Selain prasasti mengenai surat kuasa kembalinya Republik Indonesia, ada delapan lagi monumen yang menceritakan keberadaan Pulau Bangka dalam perjalanan bangsa, termasuk sejarah tokoh daerah dalam memperjuangkan kemerdekaan RI.

Keseluruhan prasasti yang ada di taman ini ditulis dengan singkat dan tepat oleh sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian. Menurutnya, kehadiran prasasti ini dimaksudkan sebagai ajang pembelajaran dan pengenalan bagi masyarakat dan generasi muda mengenai sejarah bangsa yang berlangsung di Pulau Bangka. Kegiatan tersebut merupakan bagian program Revolusi Mental agar sejarah perjuangan bangsa yang berlangsung di Pulau bangka dikenal masyarakat. 

Suasana yang asri dengan banyaknya pepohonan dan monumen sejarah itu menimbulkan ketertarikan warga untuk bermain atau bersantai di Wilhelmina Park. Pada pagi hari banyak orangtua membawa anak mereka untuk bermain di taman ini. Bahkan ada beberapa warga juga yang mengambil air dari sumur di taman untuk keperluan sehari-hari. 

Di bagian pinggir taman, ada Rumah Kreatif yang dibangun sejumlah BUMN. Gak cuma itu saja, di taman ini juga terdapat venue yang sering dipergunakan anak-anak teater atau pecinta seni untuk berlatih, baik berupa drama, tari, atau lokasi diskusi para mahasiswa.

Wilhelmina Park semakin layak dikunjungi karena memiliki sejumlah prasasti yang menceritakan sejumlah perjuangan dan perjalanan sejarah bangsa. Untuk kesini juga mudah banget, letaknya tepat di pusat kota. Selain bisa menikmati udara segar dan mempelajari sejarah, datang kesini gratis lho. 

2. Rumah Walikota

Wisata Pangkal Pinang
Rumah Dinas Wali Kota Pangkal Pinang (Winda Destiana Putri/Lifepal)

Letaknya bersebelahan atau hanya berjarak 50 meter dari Wilhelmina Park. Rumah ini menjadi saksi bisu sejarah panjang perjuangan kemerdekaan. Salah satunya adalah Rumah Dinas Wali Kota Pangkal Pinang. 

Masyarakat Bangka menyebutnya sebagai rumah besar karena bangunannya besar dengan 10 pilar pada teras yang menghadap ke arah Selatan, dengan bentuk atap limas. Bangunan bergaya arsitektur Eropa, ditandai dengan banyaknya pilar, pintu utama tinggi dan besar. Rumah ini juga dilengkapi jendela dan lubang dengan jumlah cukup banyak sebagai sirkulasi udara. 

Baca juga: Menikmati Hangatnya Senja dan Desir Ombak dari Benteng Ratusan Tahun

Bangunan rumah terdiri atas bangunan inti dan paviliun pada sisi timur. Di halaman depan rumah terdapat dua meriam kuno sejak tahun 1840 Masehi. Bangunan ini awalnya ditempati oleh administratur pemerintahan sipil distrik. Kemudian rumah ini mulai ditempati residen pada tanggal 3 September 1913, ketika Pangkalpinang dijadikan ibukota keresidenan. 

Saat ini rumah Residen menjadi Rumah Dinas Walikota Pangkal Pinang. Renovasi terakhir bangunan ini terjadi pada tahun 2016, tapi untuk bentuk rumah tidak berubah, lantaran bangunan ini sudah masuk Cagar Budaya. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/PW.007/MKP/2010, tanggal 8 Januari 2010 dan dilindungi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. 

Rumah ini terbuka untuk siapa saja yang ingin berkunjung. Tetapi untuk saat ini wisatawan atau masyarakat setempat yang datang hanya boleh sampai area luar rumah saja. Belum bisa untuk masuk ke dalamnya. Tetapi, dengan datang kesini kamu jadi tahu bagaimana nuansa arsitektur zaman kolonial dan bisa mengabadikannya dalam bentuk gambar.  

3. Alun-Alun Taman Merdeka 

Wisata Pangkal Pinang
Alun-alun Taman Merdeka (Winda Destiana Putri/Lifepal).

Satu lagi objek wisata gratis yang bisa kamu kunjungi saat berada di Pangkal Pinang. Letaknya juga berdekatan dengan Wilhelmina Park dan Rumah Keresidenan. Kamu cukup menyeberang jalan saja dan sudah sampai ke taman ini. Alun-Alun Taman Merdeka atau lebih dikenal dengan ATM, merupakan taman terbuka yang terletak di pusat kota Pangkal Pinang. 

Terletak di Kilometer 0, taman ini berada di barat jalan Jenderal Sudirman dan di depan rumah walikota. Di kawasan sekitar ATM ini, terdapat terdapat lapangan tenis, internet hot spot, serta taman sari yang di dalamnya terdapat panggung hiburan rakyat, tempat permainan anak-anak, lapangan voli, jembatan sehat, lapangan permainan olahraga tradisional Gasing.

Baca juga: Danau Kaolin, Potret Keindahan Tersembunyi Sisa Tambang Kosmetik di Bangka Belitung

Kalau ingin ke taman ini sebaiknya pada malam hari. Pasalnya, tempat ini pada malam hari menjadi surganya para pecinta kuliner di Pangkal Pinang. Kamu bisa datang segini bukan hanya berjalan-jalan, tapi juga wisata kuliner malam. Seru kan? yuk ke Pangkal Pinang. 

Cara berkunjung ke Pangkal Pinang

Wisata Pangkal Pinang
Pantai Pasir Padi (Shutterstock).

Untuk ke kota ini sudah cukup mudah. Pasalnya sudah banyak penerbangan menuju kota Timah ini. Mulai dari Rp 660 ribuan kamu sudah bisa terbang dari Jakarta menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang. Untuk penginapan juga sudah beragam. Deretan hotel bintang pun sudah mulai banyak disini. 

Nah itu tadi rekomendasi tiga objek wisata gratis yang ada di titik nol kota Pangkal Pinang. Pelesiranmu gak bakalan lengkap tanpa menjajal wisata Pangkal Pinang. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →