Promo Asuransi Mobil

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Diskon s.d 25%
 

1. Adira Autocillin

  • Gratis Fasilitas Derek, Ambulans & Emergency Road Assitance
  • Mobil Rusak, Diganti Baru
  • Perbaikan Instan, 1 Hari Selesai
  • Claim Melalui Autocillin Mobile App
  • Gratis Jasa Perpanjangan STNK
  • Garansi Perbaikan di Bengkel Resmi / Non Resmi

2. ACA

  • Jaminan Kecelakaan Hingga 5 orang s.d Rp 10 Jt
  • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga Max. Rp 50 Jt
  • Mobil Rusak, Diganti Baru (6 Bulan)
  • Gratis Derek & Ambulans
  • Mobil Pengganti 5×24 Jam
  • Layanan Antar – Jemput Mobil ke Bengkel
  • Garansi Perbaikan di Bengkel Resmi / Non Resmi

3. Sinar Mas

  • Garansi Perbaikan di Bengkel Resmi / Non Resmi
  • Manfaat All Risk Hingga Usia Mobil 12 Tahun
  • Jaminan Perluasan TJH, Huru-Hara & Bencana Alam

4. MAG

  • 1 Biaya Perbaikan di Bengkel Resmi/Non Resmi (Khusus Mobil Dibawah 3 Tahun)
  • Jaminan Perluasan : Pencurian oleh Supir, TJH, Kecelakaan, Bencana Alam & Huru-Hara
  • Garansi perbaikan bengkel.
  • Call center 24 jam

5. AXA Mandiri (MAGI)

  • Mobil Rusak, Diganti Baru (6 Bulan)
  • Penggantian Kehilangan Kunci Kendaraan s.d Rp 25 Jt
  • Tanggung Jawab Hukum s.d Rp 25 Jt

6. Tokio Marine

  • Tanggunan Biaya Derek & Ambulans
  • Jaminan Perluasan : TJH, Kecelakaan & Bencana Alam
  • Garansi Perbaikan
  • Call center 24 jam

6. KB Insurance

  • Mobil Rusak, Diganti Baru (6 Bulan)
  • Tanggunan Biaya Derek & Ambulans
  • Jaminan Perluasan : TJH, Kecelakaan & Bencana Alam
 

Apa Itu Asuransi Mobil?

Asuransi mobil adalah proteksi kendaraan yang berguna untuk mengurangi risiko finansial akibat kendaraan mobil rusak, terkena banjir, atau kecelakaan. Perusahaan asuransi akan menanggung biaya perbaikan di bengkel dan bahkan ada pula yang memberikan penggantian mobil baru.

 

Jenis Asuransi Mobil

Agar tak salah pilih, kita perlu tahu dulu jenis-jenis asuransi mobil yang harus dipilih. Sebab, premi bergantung pada jenis asuransi dan kondisi mobil yang dipilih.

Asuransi TLO memberikan jaminan atau biaya pertanggungan hanya jika mobil hilang akibat pencurian atau terjadi kerusakan dengan nilai perbaikan sama atau lebih dari 75 persen dari harga mobil pada saat itu. Preminya jauh lebih ringan dari asuransi all rik / comprehensive. Untuk premi minimal wilayah Jakarta minimal 0,44 persen dari harga mobil.

All risk mengcover kerusakan mobil dari yang ringan macam lecet 1cm sampai yang rusak parah. Asuransi all risk cocok buat kita yang baru beli mobil baru biar ketika lecet datang kita bisa langsung ajukan klaim. Besaran premi all risk wilayah Jakarta adalah 3,26 persen dari harga mobil. Namun dengan manfaat pertanggungannya, asuransi all risk sangat penting untuk dimiliki pengemudi.

Manfaat perluasan pihak ketiga bermanfaat untuk ganti rugi apabila kendaraan kita menabrak/ditabrak oleh milik orang lain. Jaminan ini juga menanggung risiko kebakaran akibat kendaraan orang lain. Jaminan perluasan ini dikenal sebagai Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga (TJH III).

All Risk TLO
Usia kendaraan maks. 10 tahun. Usia kendaraan maks. 15 tahun - 20 tahun
Cocok untuk mobil baru dan sering berkendara di tengah kota yang padat. Cocok untuk mobil yang sudah berusia tua atau sebagai asuransi mobil bekas.
Biaya premi lebih mahal Biaya premi lebih murah
Semua kerusakan, bahkan lecet Kerusakan min. 75 persen atau hilang

 

Manfaat Perluasan Asuransi Mobil

Sebagai informasi, sebagian besar asuransi tidak meng-cover langsung perbaikan mobil akibat banjir. Nasabah perlu membeli perluasan jaminan untuk banjir dan tentu saja butuh penambahan premi.

Akan tetapi, beberapa perusahaan asuransi yang disebutkan di atas memiliki paket pertanggungan risiko banjir. Nasabah tidak perlu menambah premi lagi untuk mendapatkan pertanggungan risiko banjir.

Salah satunya contoh yang tidak menerapkan additional fee atau penambahan premi adalah AXA Mandiri (MAGI). Untuk mendapatkan produk-produk di atas dan asuransi khusus banjir, klik di sini. Semua produk yang disebutkan tadi diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Risiko yang ditanggung, antara lain kerusuhan yang mengakibatkan pemogokan, penghalangan bekerja, dan perbuatan jahat.

Risiko kerusakan yang ditanggung akibat angin topan, gempa bumi, dan tsunami.

 

Perhitungan Biaya Premi Asuransi Mobil

Sedikit berbeda dengan asuransi kesehatan dan jiwa, besaran premi asuransi kendaraan mobil sudah diatur berdasarkan rate OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

OJK membuat Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor pada tahun 2017.

Sebagai panduan, premi asuransi dihitung berdasarkan jenis asuransinya (all risk dan TLO), wilayah dan harga mobil, serta jaminan perluasan.

Adapun tiga kategori wilayah penentu premi, yaitu:

  • Wilayah I (Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya)
  • Wilayah II (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten)
  • Wilayah III (Wilayah lainnya yang tidak disebutkan pada wilayah I dan II)

Kemudian, kategori harga mobil penentu premi, yaitu:

  • Kategori 1, yaitu Rp0-Rp125 juta.
  • Kategori 2, yaitu lebih dari Rp125 juta-Rp200 juta.
  • Kategori 3, yaitu lebih dari Rp200juta-Rp400 juta.
  • Kategori 4, yaitu lebih dari Rp400juta-Rp800 juta.
  • Kategori 5, yaitu lebih dari Rp800 juta.

Lalu, kita bisa hitung berdasarkan jenis asuransi dan perluasannya. Berikut contoh simulasi premi berdasarkan jenis asuransi yang kamu ambil.

Kat. Wilayah & Harga Mobil Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 2
Kat. 1, Maks. Rp125 juta 3,82% - 4,20% 3,26% - 3,59% 2,53% - 2,78%
Kat. 2, Rp125-200 juta 2,67% - 2,94% 2,47% - 2,72% 2,69% - 2,96%
Kat. 3, Rp200-400 juta 2,18% - 2,40% 2,08% - 2,29% 1,79% - 1,97%
Kat. 4, Rp400-800 juta 1,20% - 1,32% 1,20% - 1,32% 1,14% - 1,25%
Kat. 5, lebih dari Rp800 juta 1,05% - 1,16% 1,05% - 1,16% 1,05% - 1,16%

Dari tabel di atas, kita bisa menghitung biaya asuransi yang perlu dibayarkan jika mengambil asuransi all risk.

Sebagai contoh, mobil Agya seharga Rp150 juta dan berplat B Jakarta maka kategori premi adalah wilayah II dan kategori 2. Berikut simulasi premi asuransi all risk yang harus dibayarkan setiap tahun selama mengikuti asuransi:

Persentase premi all risk x harga mobil = biaya premi.

2,47% x Rp150.000.000 = Rp3.705.000 per tahun

Kat. Wilayah & Harga Mobil Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Kat. 1, Maks. Rp125 juta 0,47% - 0,56% 0,65% - 0,78% 0,51% - 0,56%
Kat. 2, Rp125-200 juta 0,63% - 0,69% 0,44% - 0,53% 0,44% - 0,48%
Kat. 3, Rp200-400 juta 0,41% - 0,46% 0,38% - 0,42% 0,29% - 0,35%
Kat. 4, Rp400-800 juta 0,25% - 0,30% 0,25% - 0,30% 0,23% - 0,27%
Kat. 5, lebih dari Rp800 juta 0,20% - 0,24% 0,20% - 0,24% 0,20% - 0,24%

Jika dilihat dari tabel di atas, kita bisa lihat asuransi TLO bakal lebih murah daripada all risk. Kita gunakan contoh yang sama dengan perhitungan asuransi all risk sebelumnya ya.

Contoh, mobil Agya Rp150 juta dan berplat B Jakarta. Maka premi yang harus dibayarkan dihitung berdasarkan wilayah II kategori 2. Berikut perhitungannya.

Persentase premi TLO x harga mobil = biaya premi

0,44% x Rp150.000.000 = Rp660.000 per tahun

Selain kedua kategori yang disebutkan di atas, ada pula asuransi kombinasi. Jenis asuransi ini mengombinasikan antara pertanggungan all risk dan TLO. Biasanya produk ini digunakan pada mobil kredit.

Jenis asuransi ini menerapkan pergantian jenis pertanggungan di tahun tertentu. Di tahun pertama pertanggungan yang berlaku adalah all risk, di tahun selanjutnya adalah TLO.

Ini yang bikin nasabah kadang tidak ngeh. Di tahun pertama nasabah klaim untuk proteksi all risk dan kemudian di tahun depan melakukan klaim untuk hal yang sama. Perusahaan asuransi malah menolak klaim tersebut. Kemudian, nasabah malah komplain. Padahal, pertanggungan yang berlaku sudah berbeda, yaitu TLO.

Kerusakan mesin akibat banjir ternyata tidak langsung ditanggung oleh perusahaan asuransi. Sebab, pertanggungan ini termasuk jaminan perluasan. Nasabah harus menambahkan biaya premi untuk mendapatkan proteksi tersebut.

Wilayah All Risk TLO
Wilayah 1: Sumatera dan

Kepulauannya

0,075% - 0,1% 0,05% - 0,075%
Wilayah 2: Jakarta, Banten,

dan Jabar

0,10% - 0,125% 0,075% - 0,1%
Wilayah 3: Selain Wilayah 1

dan Wilayah 2

0,075% - 0,1% 0,05% - 0,075%

Sebagai contoh, mobil Agya seharga Rp150 juta dan berplat B Jakarta maka kategori premi adalah wilayah II dan kategori 2.

Maka perhitungan premi asuransi yang harus dibayarkan nasabah, baik all risk dan TLO sebagai berikut:

Rumus

(Persentase premi all risk/TLO + banjir) x harga mobil = biaya premi.

Tarif premi all risk dengan perluasan banjir

(2,47% + 0,10%) x Rp150.000.000 = Rp3.855.000 per tahun

Tarif premi TLO dengan perluasan banjir

(0,44% + 0,075%) x Rp150.000.000 = Rp772.000 per tahun

Wilayah All Risk TLO
Wilayah 1: Sumatera dan

Kepulauannya

0,12% - 0,135% 0,085% - 0,11%
Wilayah 2: Jakarta, Banten,

dan Jabar

0,10% - 0,125% 0,075% - 0,10%
Wilayah 3: Selain Wilayah 1

dan Wilayah 2

0,075% - 0,135% 0,05% - 0,075%

Perluasan jaminan All Risk TLO
Huru-hara dan

Kerusuhan (SRCC)

0,05% 0,035%
Terorisme dan

Sabotase

0,05% 0,035%

Catatan:

Sebagai informasi, terdapat biaya risiko sendiri (own risk) yang mesti ditanggung oleh nasabah apabila kendaraannya rusak karena banjir, gempa bumi dan tsunami, serta akibat huru-hara atau terorisme. Biaya tersebut dibayarkan saat melakukan klaim, dengan besaran 10 persen dari nilai klaim yang disetujui atau paling sedikit Rp500 ribu per kejadian.

Selain perluasan jaminan di atas, terdapat proteksi tambahan berupa asuransi tanggung jawab hukum. Proteksi ini bermanfaat sebagai jaminan santunan apabila pengendara maupun penumpang mengalami kecelakaan atau menabrak orang lain.

Besaran premi untuk perluasan jaminan ini bergantung pada besaran uang pertanggungan (UP) yang kita ambil. Secara umum, rate preminya akan semakin mahal apabila UP semakin besar.

Berikut tabel premi untuk perluasan tanggung jawab hukum.

Jenis perluasan tanggung jawab hukum Persentase premi
Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga (Kendaraan Penumpang dan Sepeda Motor).
  • UP hingga Rp25 juta : 1% dari UP
  • UP > Rp25 juta s.d. Rp50 juta : 0,5% dari UP
  • UP > Rp50 juta s.d. Rp100 juta : 0,25% dari UP
  • UP > Rp100 juta : ditentukan oleh underwriter Perusahaan
Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak ketiga (Kendaraan Niaga, Truk, dan Bus).
  • UP hingga Rp25 juta : 1,50% dari UP
  • UP > Rp25 juta s.d. Rp50 juta: 0,75% dari UP
  • UP > Rp50 juta s.d. Rp100 juta: 0,375% dari UP
  • UP > Rp100 juta: ditentukan oleh underwriter perusahaan
Kecelakaan Diri untuk Penumpang
  • Untuk Pengemudi: 0,50% dari uang pertanggungan kecelakaan diri
  • Untuk Penumpang: 0,10% dari uang pertanggungan kecelakaan diri untuk setiap tempat duduk penumpang
Tanggung Jawab Hukum terhadap Penumpang
  • UP hingga Rp25 juta: 0,50% dari UP
  • UP > Rp25 juta s.d. Rp50 juta : 0,25% dari UP
  • UP > Rp50 juta s.d. Rp100 juta : 0,125% dari UP
  • UP > Rp100 juta: ditentukan oleh underwriter perusahaan

 

Cara Klaim Asuransi Mobil

Supaya tidak bingung, berikut tata cara klaim, baik karena lecet/baret atau kehilangan. Prosesnya simpel, kok!

  • Melaporkan klaim: bisa dengan datang langsung ke kantor cabang , telepon, SMS, atau aplikasi klaim yang disediakan oleh perusahaan asuransi. Biasanya laporan klaim harus dilakukan maksimal 5×24 jam setelah kejadian, tergantung kebijakan perusahaan.
  • Menyiapkan dokumen klaim: dokumen kendaraan (SIM dan STNK), dokumen polis asuransi, formulir klaim yang telah diisi, foto-foto mobil saat terjadi kecelakaan/kerugian lainnya yang akan diklaim. Dokumen yang perlu disiapkan tergantung pada jenis kerugian yang dialami. Sila perhatikan kelengkapan dokumen di poin selanjutnya.
  • Tim asuransi melakukan survei dan analisis: proses ini bertujuan untuk menghitung estimasi kerugian yang terjadi.
  • Tunggu hasil survei dan analisis: tim dari perusahaan asuransi akan menilai klaim yang dapat disetujui. 
  • Penggantian klaim: nasabah mendapatkan penggantian klaim atas kerugian yang terjadi.

Dokumen yang diperlukan untuk klaim tergantung pada jenis kerusakan atau kerugian yang dialami. Namun, secara umum berikut beberapa dokumen yang perlu disiapkan:

  • Dokumen polis asuransi, lampiran/endorsement
  • Surat Izin Mengemudi milik Pengemudi
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan
  • BPKB kendaraan mobil
  • Kartu identitas (KTP) tertanggung
  • LKKB (Laporan Kecelakaan Kendaraan Bermotor)
  • Laporan kerugian termasuk kronologi kecelakaan
  • Surat keterangan hilang apabila terjadi pencurian
  • Surat tuntutan pihak ketiga apabila melibatkan pihak ketiga.
 

Tips Mendapatkan Asuransi Mobil Terbaik dan Termurah

Berikut ini adalah beberapa kriteria dan tips cara memilih asuransi mobil terbaik: 

Pilih jenis asuransi yang sesuai (all risk / TLO)

Kenali kebutuhan dan medan yang sering dilewati oleh kendaraan mobil, apakah di kawasan kota yang padat atau jalan yang rusak. Biasanya asuransi all risk cocok untuk pengendara mobil dalam kota karena berisiko tinggi terkena lecet. Sementara asuransi TLO cocok untuk mobil yang berada di daerah rawan kriminalitas.

Pilih perusahaan asuransi dengan kredibilitas tepercaya

Kredibilitas bukan cuma brand-nya terkenal saja, tetapi juga tepercaya soal pelayanannya dan sebisa mungkin minim komplain.

Pilih asuransi yang punya bengkel rekanan luas

Asuransi biasanya kerja sama dengan bengkel resmi (authorized) dari si brand mobil kamu. Akan tetapi, ada juga yang bekerja sama dengan bengkel non-authorized. Nah, cuma sedikit brand asuransi yang mengizinkan kita untuk bisa melakukan perbaikan ke bengkel mana saja. Sejauh ini, produk yang punya benefit ini adalah ACA Otomate Solitaire dari ACA.

Biasanya benefit seperti ini sangat berguna kalau misalnya mobil kita rusak di daerah yang kurang kita kenal.

Bandingkan harga premi versus fitur layanannya

Premi asuransi memang sudah diatur sama OJK. Tapi, fitur dan layanannya antara satu produk dengan lainnya bisa beda-beda meski preminya sama. Ada asuransi yang cuma cover kerusakan mobilnya saja, tetapi ada juga menanggung pengemudi dan penumpangnya juga. Bahkan tanpa additional fee.

Jadi, saat terima polis asuransi, sebaiknya telaah terlebih dahulu apa saja perlindungan, fitur, dan benefit ekstra yang diberikan, baru tanda tangan.

Mengacu pada kriteria di atas, mari lihat kembali rekomendasi Lifepal pada menu-tab Produk Terbaik!

 

Tanya Jawab Seputar Asuransi Mobil

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi mobil.

Asuransi kendaraan mobil terdiri atas asuransi all risk yang menanggung segala jenis risiko kerusakan dan Total Loss Only (TLO) yang memberikan perlindungan atau jaminan kerusakan parah saja atau kehilangan.

Kita mungkin saja sudah berkendara dengan sangat aman dan mematuhi aturan lalu lintas. Namun, jangan lupakan faktor eksternal seperti keteledoran orang lain yang menyebabkan kecelakaan, terkena banjir, atau bahkan pencurian.

Secara garis besar, ada tiga alasan paling penting yang perlu kita ketahui. Pertama, jumlah kendaraan di Indonesia meningkat sekitar 6 persen setiap tahun. Kedua, tingkat kecelakaan pun turut meningkat setiap tahun, dan ketiga adalah biaya ke bengkel ternyata lebih mahal jika tanpa asuransi.

Nasabah perlu mendaftarkan kendaraannya dan kemudian mendapatkan polis asuransi yang biasanya akan berlaku selama satu tahun. Di awal, nasabah harus membayarkan premi asuransi yang mana dana tersebut akan dikelola oleh perusahaan asuransi untuk menanggung berbagai klaim dari nasabah.

Khusus untuk biaya perbaikan mobil ke bengkel dengan dan tanpa asuransi, Lifepal telah membuat perbandingannya.

Kita bisa lihat bahwa biaya ke bengkel dengan asuransi bisa lebih murah lebih dari dua kali lipat.

Selama perbaikan, kita hanya mengeluarkan biaya own risk saja. Biaya own risk adalah biaya yang diwajibkan pada nasabah bila mobil harus ke bengkel.

Asuransi all risk adalah jenis asuransi yang menanggung kerusakan kecil hingga parah pada mobil. Jadi, rusak akibat bodi lecet pun bisa diklaim oleh nasabah.

Asuransi TLO atau total loss only menanggung kerusakan parah di atas 75 persen atau kehilangan saja. Jadi, klaim yang bisa diajukan apabila kendaraan sudah rusak total hingga tidak bisa dipakai.

Cara klaim sangatlah mudah, selama berkas yang kita siapkan lengkap dan sesuai dengan syarat ketentuannya. Pada dasarnya ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk klaim yaitu melaporkan kejadian, melakukan tindakan yang perlu dilakukan, dan mengajukan klaim dengan menyiapkan berkas-berkas.

Jika berkas sudah disetujui, biasanya pencairan dana klaim akan memakan waktu 14 hari kerja.

Premi bisa refund tetapi dengan persyaratan tertentu. Hal ini telah diatur oleh Surat Edaran OJK melalui Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia Pasal 27 Ayat 2.

Yang paling mudah adalah saat belum pernah melakukan klaim. Jika belum pernah klaim, maka perhitungannya dilakukan secara proporsional berdasarkan periode asuransi yang belum terpakai. Rumusnya adalah jumlah premi yang sudah dibayarkan dikurangi dengan biaya administrasi dan biaya bulan yang sudah terlewati (prorata).

Jika sudah pernah melakukan klaim, maka perhitungan refund-nya akan dikurangi dengan biaya perbaikan mobil.

Sebagai contoh, kita membeli asuransi dengan masa pertanggungan setahun atau 12 bulan. Kemudian, kita mau menarik premi tersebut pada bulan ketiga. Dana yang bisa di-refund atau ditarik adalah premi dari bulan keempat hingga ke-12 dikurangi dengan biaya administrasi dan biaya lainnya (tergantung perusahaan). Jika pernah melakukan klaim, maka dana tersebut dikurangi lagi dengan biaya perbaikan mobil.

Refund premi asuransi biasanya digunakan saat mobil berpindah tangan atau pengajuan asuransi ditolak oleh pihak asuransi.

Adapun cara melakukan pencairan atau refund adalah dengan menghubungi pihak perusahaan asuransi terkait. Perlu dicatat, tidak semua perusahaan asuransi mengizinkan penutupan polis asuransi. Kemudian, isi formulir SPPAKB (Surat Permintaan Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor). Formulir tersebut bisa diperoleh melalui laman situs resmi perusahaan asuransi ataupun datang ke kantor cabang mereka.

Produk asuransi dengan fasilitas mobil pengganti bisa termasuk sebagai benefit utama atau benefit ekstra, tergantung perusahaan asuransi terkait. Fasilitas ini diberikan untuk membantu nasabah yang mobilnya sedang diperbaiki. Biasanya masa pemakaian sekitar 5x24 jam.

Adapun, beberapa polis yang memiliki fitur fasilitas mobil pengganti ini, antara lain ACA Otomate Smart, MSIG Mobil Comprehensive (Basic), dan KB Comprehensive (Basic).

Setelah mendaftarkan asuransi, polis akan keluar dalam waktu 7-14 hari kerja, sesuai peraturan perusahaan. Kemudian, terdapat masa tunggu sekitar 30 hari untuk melakukan klaim setelah polis terbit.

Loading fee atau loading premi dalam asuransi kendaraan mobil adalah biaya kenaikan premi yang dihitung berdasarkan usia mobil. Besaran biaya loading fee adalah minimal 5 persen dari rate premi per tahun untuk usia mobil di atas 5 tahun. Namun, angkanya bisa di atas persentase tersebut, bergantung pada kebijakan perusahaan.

Saat melakukan klaim, biasanya tertanggung harus membayar biaya own risk atau risiko sendiri. Secara sederhana biaya own risk adalah sejumlah biaya yang harus dibayar pemilik polis asuransi jika dia mengajukan klaim. Biasanya ini ada jika mengambil asuransi All Risk.

Untuk besaran biayanya tentu saja bervariasi karena besarnya tergantung premi yang dibayarkan.Tapi, rata-rata biaya own risk berada di kisaran Rp300 ribu. Adanya biaya ini bukan tanpa sebab, melainkan sebagai pengingat biar ke depannya lebih hati-hati ketika membawa mobil.

Asuransi untuk mobil bekas tentu bisa dibeli. Namun, perlindungan yang bisa dipilih tentu berbeda dengan asuransi untuk kendaraan mobil baru. Pada mobil baru, kita bisa memilih antara asuransi all-risk (komprehensif) atau asuransi TLO. Sedangkan mobil bekas biasanya hanya asuransi TLO saja. Namun ini tergantung merek dan usia mobil serta kebijakan penyedia asuransi.

Tentu saja bisa, asalkan mobil yang dimiliki memiliki usia maksimal 10 tahun jika ingin mengajukan asuransi all risk dan maksimal 15 tahun jika ingin mengajukan asuransi TLO.

Akan tetapi, ada juga perusahaan asuransi yang menyediakan pertanggungan khusus mobil antik, dengan usia lebih dari 40 Tahun dan syarat kondisi mobil dan aksesoris sesuai bawaan awal.

Tersedia juga asuransi yang menanggung mobil klasik dengan usia antara 20 - 40 tahun, dengan syarat boleh mengalami perbaikan dan perawatan tetapi tidak mengubah desain dan spesifikasi awal.

Berdasarkan fatwa MUI No.21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Asuransi Syariah, asuransi untuk kendaraan mobil diperbolehkan karena asuransi dianggap sebagai bentuk perlindungan, mengandung unsur tolong menolong, dan memiliki unsur kebaikan (akad tabarru).

Pada dasarnya setiap produk asuransi memiliki dasar hukum. Dasar hukum asuransi dilindungi oleh Undang-undang, antara lain:

  • Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 1320 dan Pasal 1774 tentang pertanggungan dan perjanjian dua belah pihak serta persetujuan tentang perkara suatu kejadian yang belum pasti.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian.
  • Surat edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 yang mengatur tentang penetapan tarif premi atau kontribusi pada lini usaha asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermobil tahun 2017.

Ada tiga hal pokok yang menjadi ukuran dan patokan, yaitu:

  • Menawarkan harga premi sesuai dengan tabel batas atas dan batas bawah yang ditetapkan oleh pemerintah.
  • Memberikan jaminan perlindungan dasar dengan jangkauan yang lebih luas di seluruh Indonesia.
  • Menawarkan premi sepadan dengan layanan dan pertanggungan yang diberikan.

Membeli asuransi khususnya untuk mobil secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Kita juga juga dapat lebih leluasa memilih asuransi yang sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Pembelian produk asuransi dapat dilakukan cukup secara online. Kemudian, lakukan transfer maupun metode pembayaran lain untuk pembayaran premi secara berkala maupun sekaligus.

Beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum melakukan pembelian secara online adalah sebagai berikut ini:

  • Menyiapkan info dan identitas kendaraan.
  • Menyiapkan identitas diri dan dokumen dalam bentuk softcopy atau foto.
  • Melakukan pendaftaran.
  • Melakukan pembayaran melalui kanal yang disediakan baik secara online maupun offline.

Menerima polis asuransi secara online maupun offline. Polis asuransi digital dapat dikirimkan langsung melalui email atau surat elektronik.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang khususnya menyediakan produk asuransi kendaraan. Berbagai pilihan asuransi kendaraan baik itu mobil dan motor terbaik dapat kamu temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi dengan tawaran paling menarik.

Salah satu rahasia mengapa asuransi secara online menjadi lebih untung karena harganya bisa lebih murah daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Pahami lebih dalam mengenai istilah-istilah yang sering disebutkan dalam polis asuransi kendaraan mobil ataupun saat melakukan klaim. Berikut daftar istilah yang bisa kita ingat.

  • Tertanggung adalah orang atau badan hukum yang punya kepentingan finansial atas Kendaraan Bermotor yang ditanggung oleh Penanggung (perusahaan asuransi).
  • Penanggung adalah perusahaan asuransi memberikan ganti rugi terhadap kerugian dan/atau kerusakan pada Kendaraan Bermotor.
  • Comprehensive/All Risk adalah jenis asuransi yang memberikan proteksi untuk semua risiko kerugian yang mungkin terjadi.
  • Total Loss Only adalah istilah jenis asuransi yang memberikan proteksi atau jaminan pertanggungan jika terjadi kehilangan total atau kerusakan lebih dari 75 persen.
  • Deductible/Own Risk adalah biaya yang harus dibayarkan oleh tertanggung atau peserta asuransi dari setiap kejadian yang dialami. Besarannya adalah Rp300 ribu per kejadian.
  • Endorsement adalah perjanjian asuransi yang dikeluarkan oleh peserta asuransi atas persetujuan perusahaan asuransi untuk mengubah polis asuransi.
  • Indemnity atau jumlah ganti rugi adalah jumlah penggantian oleh pihak asuransi atas kerugian yang dialami oleh nasabah yang dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku.
  • Harga pertanggungan adalah nilai kendaraan sepeda mobil saat didaftarkan menjadi obyek asuransi. Harga di dalam polis asuransi menjadi acuan untuk harga maksimal yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Umumnya harga pertanggungan disesuaikan dengan harga pasar sepeda mobil pada periode tersebut.
  • Harga pasar adalah nilai jual pasar sepeda mobil yang menjadi objek jaminan.
  • Klausul 41B (Riot Strike Malcious Damage and Civil Commition) adalah pemberian ganti rugi akibat huru-hara, kerusuhan, terorisme, dan lain sebagainya.
  • Premi adalah nilai uang yang harus dibayarkan oleh peserta asuransi kepada perusahaan asuransi sebagai imbalan layanan yang diberikan. Premi dapat dibayarkan sesuai dengan cara dan periode yang disepakati oleh kedua belah pihak.
  • Polis asuransi adalah kontrak tertulis antara perusahaan asuransi dengan peserta asuransi yang berisi pengalihan risiko dan syarat-syarat yang harus dipatuhi kedua belah pihak. Polis umumnya mencantumkan informasi jumlah pertanggungan, jenis risiko yang ditanggung, pengecualian, jangka waktu perjanjian dan lain sebagainya.
  • Surat Permintaan Penutupan Asuransi (SPPA) adalah surat tertulis yang harus diajukan oleh peserta asuransi kepada perusahaan asuransi untuk menanggung risiko yang terjadi sesuai dengan perjanjian dalam polis asuransi.
  • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga (TJH III) adalah jaminan penggantian kepada pihak ketiga akibat kendaraan pihak ketiga mengalami masalah karena kecelakaan dengan kendaraan nasabah.
 
Penulis Lifepal Teman Andalanmu untuk Keuangan dan Asuransi Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan