Asuransi Pelengkap BPJS Ketenagakerjaan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 25%
 

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang didirikan dengan tujuan memberikan perlindungan jaminan sosial kepada tenaga kerja Indonesia. Program BPJS Ketenagakerjaan dikembangkan dengan menggunakan dana dari nasabah utamanya bagi para pekerja formal dan juga informal. 

Kelebihan dan Kekurangan BPJS Ketenagakerjaan

  • (+) Program pensiun yang diwajibkan pemerintah.
  • (+) Memberikan jaminan kecelakaan, kematian, hari tua, dan dana pensiun.
  • (-) Pembayaran sebagian dipotong dari penghasilan karyawan/pekerja.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Tujuan pokok BPJS Ketenagakerjaan adalah memberikan jaminan dan perlindungan sosial kepada seluruh pekerja di Indonesia dari berbagai risiko yang mungkin terjadi sehingga dapat memberikan rasa aman dan mengurangi beban atas kerugian finansial yang ditimbulkan.

Risiko yang dihadapi pekerja seperti sakit, kecelakaan, kecelakaan yang menimbulkan cacat tetap atau kematian, pemutusan hubungan kerja, pensiun. Risiko-risiko tersebut dapat dilindungi dengan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Keanggotan BPJS Ketenagakerjaan

Dari berbagai program BPJS Ketenagakerjaan tidak semua nasabah bisa mendapatkan berbagai jenis yang ditawarkan karena harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan jenis nasabah sebagai berikut ini.

1. Pekerja penerima upah (PU)

Pekerja penerima upah adalah pekerja yang mendapatkan upah, gaji, atau imbalan dari pemberi kerja (perusahaan). Contohnya adalah PNS, TNI/POLRI, karyawan perusahaan swasta, karyawan BUMN/BUMD, karyawan yayasan dan perusahaan yang didirikan oleh dua perusahaan atau lebih seperti karyawan perusahaan rintisan (joint venture).

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).
  • Jaminan hari tua (JHT).
  • Jaminan pensiun (JP).

Iuran JKK dan JKM dibayarkan oleh pemberi kerja, sementara iuran JHT dan JP ditanggung bersama oleh pemberi kerja dan penerima upah kerja.

2. Pekerja bukan penerima upah (BPU)

Pekerja bukan penerima upah adalah pekerja yang mendapatkan penghasilan secara mandiri baik itu dengan menawarkan jasa atau barang. Contohnya seperti pekerja profesional, dokter, pengacara, bahkan pekerja kecil seperti pedagang, petani, sopir angkot hingga pengemudi taksi dan ojek online. 

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).
  • Jaminan hari tua (JHT).

Iuran untuk semua program tersebut ditanggung sendiri oleh pekerja bukan penerima upah secara mandiri.

3. Pekerja jasa konstruksi (Jakon)

Pekerja jasa konstruksi adalah pekerja yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pekerjaan serta pengawasan proyek konstruksi baik itu pekerja kontrak, pekerja harian dengan dana pengerjaan proyek yang bersumber dari APBN/APBD, dana luar negeri, swasta, perorangan dan sumber dana lainnya.

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).

Sumber iuran sepenuhnya harus dibayarkan oleh pemberi kerja atau kontraktor.

4. Pekerja migran Indonesia (PMI)

Pekerja migran Indonesia adalah warga negara Indonesia yang melakukan pekerjaan serta menerima upah dari luar wilayah Republik Indonesia. Pekerja migran Indonesia termasuk yang berencana berangkat ke luar negeri untuk memulai bekerja atau masih dalam tahap perencanaan.

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).
  • Jaminan hari tua (JHT) dapat dilakukan secara sukarela.

Iuran berasal dari nasabah dan bukan dari pemberi upah di luar negeri sehingga PMI wajib menyisihkan premi BPJS Ketenagakerjaan sendiri untuk mendapatkan proteksi atau perlindungan JKK dan JKM yang dapat dibayarkan sekali setahun atau setiap bulannya.

Tabel persentase iuran BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Nasabah Pemberi Kerja Total
JKK 0,24%-1,74% 0,24%-1,74%
JKM 0,3% 0,3%
JHT 2% 3,7% 5,7%
JP 1% 2% 3%
 

Jenis Program BPJS Ketenagakerjaan

Setiap tenaga kerja wajib mendapatkan perlindungan dengan menjadi nasabah BPJS Ketenagakerjaan. Tenaga kerja formal maupun informal dapat mendaftarkan diri untuk beberapa jenis program BPJS Ketenagakerjaan berikut ini:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK) adalah program yang memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi di perjalanan menuju tempat kerja, pulang dari tempat kerja maupun saat melakukan pekerjaan. Proteksi mencakup penyakit yang disebabkan karena lingkungan kerja yang kurang sehat seperti pekerja yang berhubungan dengan bahan atau alat kimia berbahaya. 
  • Jaminan kematian (JKM) adalah program yang memberikan perlindungan terhadap nilai hidup seorang pekerja berupa manfaat uang tunai bagi ahli waris yang ditinggalkan. Syaratnya nasabah masih aktif dan kematian bukan disebabkan karena kecelakaan kerja. 
  • Jaminan hari tua (JHT) adalah program yang memberikan manfaat berupa uang tunai yang dapat dicairkan sekaligus pada saat pensiun
  • Jaminan pensiun (JP) adalah program jaminan sosial kepada pekerja saat memasuki usia pensiun agar tetap mendapatkan penghidupan yang layak, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia dengan diberikan manfaatnya kepada ahli waris yang dibayarkan secara berkala atau setiap bulan. 

Manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Program JKK menjamin perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi pada saat kerja ataupun terkait dengan pekerjaan. Iuran didasarkan pada tingkat risiko kerja dan akan dievaluasi paling lama dua tahun sekali dengan berpatokan pada hal-hal berikut.

  • Tingkat risiko sangat rendah persentase 0,24 persen dari upah bulanan.
  • Tingkat risiko rendah persentase 0,54 persen dari upah bulanan.
  •  Tingkat risiko sedang persentase 0,89 persen dari upah bulanan.
  • Tingkat risiko tinggi persentase 1,27 persen dari upah bulanan.
  • Tingkat risiko sangat tinggi persentase 1,74 persen dari upah bulanan.

Adapun manfaat yang didapatkan dari program JKK BPJS Ketenagakerjaan sebagai berikut.

  1. Pelayanan kesehatan (perawatan dan pengobatan).
  2. Santunan berbentuk uang tunai karena kecelakaan, tidak bisa bekerja sementara waktu, kecelakaan, kematian dan biaya pemakaman.
  3. Program kembali bekerja (return to work) saat nasabah mengalami kecelakaan dan butuh pemulihan sebelum bekerja kembali secara normal.
  4. Kegiatan preventif mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
  5. Rehabilitasi alat bantu atau alat ganti jika nasabah kehilangan anggota badan akibat kecelakaan kerja dengan ketentuan tertentu.
  6. Beasiswa pendidikan anak bagi nasabah yang meninggal dunia atau mengalami cacat total akibat kecelakaan kerja dengan nominal sebesar Rp12 juta.
  7. Klaim tidak boleh lebih dari 2 tahun sejak kejadian, harus dilaporkan oleh perusahaan.

Manfaat Program Jaminan Kematian

Program jaminan kematian memberikan manfaat berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika nasabah mengalami kematian bukan diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Persentase besaran iuran, yaitu:

  • Pekerja penerima upah 0,3% dari upah bulanan yang dilaporkan.
  • Pekerja bukan penerima upah Rp6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi mulai dari 0,21% dari nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia Rp370 ribu (Paket program JKK dan JKM).

Adapun manfaat program JK BPJS Ketenagakerjaan sebagai berikut.

  • Santunan sekaligus sebesar Rp16,2 juta.
  • Santunan berkala selama 24 bulan (24x @Rp200 ribu) atau Rp4,8 juta jika dibayarkan sekaligus.
  • Biaya pemakaman sebesar Rp3 juta.
  • Bantuan beasiswa bagi satu orang anak Rp12 juta (khusus anggota yang sudah membayarkan iuran minimal selama 5 tahun).
  • Total manfaat JK yang diterima ahli waris sebesar Rp36 juta. 

Manfaat Program Jaminan Hari Tua

Program jaminan hari tua memberikan manfaat uang tunai dari nilai akumulasi iuran yang ditambahkan dari hasil pengembangan. Adapun besar iuran yang dibayarkan oleh tiap kelompok nasabah, yaitu:

  • Pekerja penerima upah: 2 persen dari pekerja dan 3,7 persen dari pemberi upah dari upah yang dilaporkan.
  • Pekerja bukan penerima upah: 2 persen dari upah yang dilaporkan.
  • Pekerja migran Indonesia: mulai dari Rp50 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.

Adapun manfaat dari program JHT BPJS Ketenagakerjaan sebagai berikut.

  • Hasil pengembangan JHT paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah.
  • Sebelum usia 56 tahun dapat diambil sebesar 10 persen dari total saldo sebagai persiapan pensiun.
  • Diambil maksimal 30 persen dari total saldo untuk kredit rumah.
  • Jika mencapai usia 56 tahun akan dibayarkan saat nasabah berhenti bekerja.
  • Saldo pengembangan akan diinformasikan setidaknya satu tahun sekali.
  • Ahli waris akan mendapatkan manfaat JHT jika nasabah meninggal dunia.
  • JHT kurang bayar menjadi tanggung jawab perusahaan.

Manfaat Program Jaminan Pensiun

Program jaminan pensiun memberikan manfaat bagi nasabah di hari tua agar tetap mendapatkan kehidupan yang layak. Jika nasabah meninggal dunia, maka manfaat akan diberikan kepada ahli waris.

Program JP hanya khusus diberikan bagi nasabah pekerja penerima upah dengan persentase iuran sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari pemberi upah (perusahaan) dari upah yang dilaporkan. Batas upah paling tinggi sebesar Rp8,5 jutaan.

Adapun manfaat yang didapatkan dari program JP BPJS Ketenagakerjaan sebagai berikut.

  • Manfaat uang tunai bulanan, jika telah memenuhi masa iuran selama 15 tahun.
  • Manfaat pensiun cacat, jika nasabah mengalami cacat akibat kecelakaan kerja hingga tidak bisa bekerja kembali. Manfaat berupa santunan tunai hingga nasabah meninggal dunia.
  • Manfaat pensiun janda/duda, yaitu ahli waris; pasangan yang ditinggalkan nasabah.
  • Manfaat pensiun anak, yaitu uang tunai bulanan yang diberikan kepada ahli waris; dua orang anak yang didaftarkan hingga usianya mencapai 23 tahun/sudah bekerja/menikah.
  • Manfaat pensiun orang tua, yaitu ahli waris; orang tua dari nasabah lajang/belum menikah dan memiliki anak.
  • Manfaat lumpsum, berupa manfaat uang bulanan berupa akumulasi iuran dan tambahan hasil pengembangan sesuai dengan ketentuan.

Pihak penerima manfaat adalah nasabah BPJS sendiri atau ahli waris yang sebelumnya telah ditunjuk untuk berhak mendapatkan manfaat pensiun.

 

Simak ulasan mengenai BPJS Ketenagakerjaan yang disadur dari situs resminya.

Anda bisa langsung mengunjungi kantor pusat atau kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat di kota Anda.

Langkah untuk melakukan pengecekan adalah:

  1. Mengambil nomor antrean terlebih dahulu.
  2. Mendatangi loket dan menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan agar bisa dibantu petugas untuk melakukan pengecekan.
  3. Petugas akan memberikan bukti resi saldo BPJS Ketenagakerjaan nasabah.

Cara cek saldo secara online ini tergolong paling mudah, karena website resmi BPJS Ketenagakerjaan bisa diakses dengan menggunakan laptop, tablet, maupun lewat handphone.

Langkah-langkah melakukan pengecekan di website:

  1. Buka situs BPJS Ketenagakerjaan di halaman https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Login dengan memasukkan alamat email dan kata sandi Anda
  3. Setelah berhasil login, pilih menu lihat saldo JHT Anda
  4. Saldo JHT Anda akan ditampilkan dengan lengkap

Cek saldo BPJS Kesehatan melalui SMS mempermudah bagi peserta yang tidak memiliki akses internet. Cara ini juga bermanfaat untuk peserta yang berada di daerah-daerah yang belum tersentuh infrastruktur internet.

Langkah-langkah untuk melakukan pengecekan lewat SMS adalah sebagai berikut ini.

  • Daftar dengan format: DAFTAR<Spasi>SALDO#Nomor KTP#Tanggal Lahir (DD-MM-YYYY)#No Peserta#Email (opsional) lalu kirim ke nomor 2725
  • Setelah terdaftar, kemudian cek saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan format SMS berikut ini: SALDO<nomor peserta> kemudian kirim ke nomor 2725

Cara ini termasuk cara cek saldo BPJS secara online. Pastikan terlebih dahulu bahwa handphone Anda terkoneksi dengan jaringan internet.

Aplikasi BPJSTKU Mobile sudah tersedia di Google Play Store maupun di App Store. Pastikan Anda sudah menginstallnya terlebih dahulu. Berikut adalah langkah-langkah pengecekan saldo melalui aplikasi BPJSTKU Mobile:

  • Install Aplikasi BPJSTKU Mobile di handphone Anda.
  • Setelah itu, buat akun di BPJSTKU Mobile terlebih dahulu.
  • Kode verifikasi akan dikirimkan melalui email.
  • Cek email yang Anda gunakan untuk mendapatkan kode verifikasinya.
  • Isi kode verifikasi untuk mengaktifkan akun Anda.
  • Setelah itu, buat PIN atau password untuk login ke akun Anda.
  • Isi nama lengkap sesuai e-KTP.
  • Isi tanggal lahir.
  • Isi nomor e-KTP Anda.
  • Isi nomor KPJ (Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan) berupa 11 digit.
  • Isi nomor handphone.
  • Isi kode verifikasi yang dikirimkan nomornya lewat SMS.
  • Setelah proses selesai, Anda bisa melakukan pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan lewat aplikasi BPJSTKU Mobile.

Untuk klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa Anda lakukan saat masih bekerja ataupun tidak bekerja. Namun, untuk Anda yang masih bekerja, Anda hanya bisa melakukan pencairan dana sebesar 10% atau 30%. Itu pun dengan syarat Anda sudah menjadi peserta minimal 10 tahun.

Untuk Anda yang ingin mencairkan dana JHT sebesar 100%, berikut ketentuannya:

  • Sudah masuk usia pensiun yaitu 56 tahun.
  • Peserta mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
  • Peserta resign atau mengundurkan diri dari perusahaan.

Sebagai informasi, kartu peserta juga telah nonaktif minimal satu bulan. Selanjut, Anda bisa menyiapkan dokumen berikut:

  • Surat berhenti kerja (paklaring), baik karena PHK atau resign.
  • KPJ
  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau Paspor
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Buku Tabungan

Jangan lupa untuk siapkan salinan atau fotokopi dari dokumen-dokumen tersebut. 

Langkah klaim JHT di kantor BPJS secara langsung, adalah sebagai berikut ini:

  • Membawa semua dokumen lengkap.
  • Mengisi formulir klaim JHT.
  • Memasukkan dokumen ke dropbox yang disediakan.
  • Petugas akan memverifikasi data dan memberikan nomor antrean jika dokumen dianggap lengkap.
  • Melakukan proses wawancara dan pengambilan foto.
  • Menunggu pencairan dana sesuai dengan jadwal yang diinformasikan petugas.

Prosedur pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan lebih dianjurkan karena lebih efisien dan mengurangi nomor antrean. 

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk klaim JHT secara online seperti berikut ini:

  1. Buat akun terlebih dahulu di situs resmi BPJS TK dengan alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/. 
  2. Lakukan aktivasi setelah mendapatkan kode aktivasi melalui email yang didaftarkan.
  3. Isi lengkap informasi data pengguna lalu klik “kirim”.
  4. Setelah selesai, Anda bisa log in melalui alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs.
  5. Jika sudah memiliki akun di situs BPJS TK silakan langsung log in ke akun Anda.
  6. Lengkapi data nomor KPJ serta jenis klaim. Kemudian klik sumbit form dan lanjutkan.
  7. PIN konfirmasi akan dikirimkan melalui SMS dan email. Rahasiakan PIN Anda dari orang lain meskipun dari pegawai BPJS TK.
  8. Kemudian isi formulir pengajuan e-klaim BPJS Ketenagakerjaan dengan melengkapi data cabang BPJS paling dekat, PIN kode konfirmasi, keterangan rekening (untuk menerima dana tunai), serta jangan lupa upload persyaratan dengan lengkap satu per satu. Setelah itu klik simpan.
  9. Jika prose berhasil, akan ada email yang menginformasikan status klaim.
  10. Tunggu konfirmasi jadwal dari kantor BPJS terdekat yang sudah didaftarkan.
  11. Petugas akan menginformasikan jadwal wawancara. Pada saat itu, bawalah semua berkas atau dokumen persyaratan asli.
  12. Jika ada dokumen yang belum lengkap, petugas akan menghubungi Anda untuk melengkapi dokumen tersebut.
  13. Proses pencairan dana akan dilakukan setelah Anda persyaratan lengkap, verifikasi lengkap dan petugas akan memberitahukan jadwal transfer dana tunai ke rekening yang didaftarkan.

Prosedur klaim jika kartu BPJS Ketenagakerjaan hilang harus dilampirkan dokumen atau surat kehilangan resmi dari pihak kepolisian setingkat polsek atau polres. Pastikan Anda mengetahui nomor kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan dan dicantumkan di dalam surat kehilangan tersebut.

Dengan syarat bukti surat kehilangan tersebut, Anda tetap bisa mencairkan atau mengurus klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda dengan baik.

Proses mengurus kartu BPJS Ketenagakerjaan yang hilang atau rusak bisa dilakukan dengan membawa syarat fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), Surat keterangan hilang dari kepolisian setingkat polsek/polres, dan surat pengantar dari kantor (opsional).

Bawalah syarat-syarat tersebut ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat, kemudian isi formulir untuk pengajuan kartu BPJS TK baru. 

Serahkan formulir di loket beserta dengan seluruh dokumen persyaratan secara lengkap. Jika proses verifikasi selesai, petugas akan melakukan pencetakan kartu baru dalam waktu singkat.

Antrean online BPJS Ketenagakerjaan memudahkan peserta dalam mengurus pengecekan saldo maupun klaim secara langsung (manual/offline) ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Syarat yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran antrean online BPJS TK adalah data NIK KTP, nomor peserta BPJS TK, dan nomor handphone aktif.

Langkah-langkah untuk melakukan pendaftaran, yaitu:

  1. Buka situs https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id 
  2. Isi data yang diminta secara lengkap;
    1. NIK
    2. No KJP
    3. Nama lengkap sesuai E-KTP
    4. No Handphone
    5. Wilayah Pelayanan (Pilih provinsi sesuai domisili)
    6. Cabang Pelayanan (pilih yang paling dekat dengan rumah/kantor)
    7. Pilih tanggal kedatangan yang sesuai
    8. Pilih jam kedatangan yang sesuai
    9. Ceklis reCAPTCHA
    10. Klik Simpan.
  3. Konfirmasi akan dikirimkan melalui SMS ke nomor yang sudah didaftarkan.
  4. Simpan SMS tersebut untuk ditunjukkan pada petugas saat berada di kantor BPJS TK yang dipilih.
  5. Datang ke kantor BPJS TK sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dan tidak boleh terlambat.