BPJS Ketenagakerjaan

Dapatkan Asuransi
Sesuai Kebutuhan dan
Anggaran Anda!

Ulasan tentang BPJS Ketenagakerjaan

Pahami BPJS Ketenagakerjaan lebih mendalam mulai dari fungsi dan manfaatnya, jenis, pertanggungan yang diberikan, metode penggantian biaya, cara klaim, dan kelebihan dan kekurangannya.

BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang didirikan dengan tujuan memberikan perlindungan jaminan sosial kepada tenaga kerja Indonesia. Program BPJS Ketenagakerjaan dikembangkan dengan menggunakan dana dari peserta utamanya bagi para pekerja formal dan juga informal. 

Tujuan pokok BPJS Ketenagakerjaan adalah memberikan jaminan dan perlindungan sosial kepada seluruh pekerja di Indonesia dari berbagai risiko yang mungkin terjadi sehingga dapat memberikan rasa aman dan mengurangi beban atas kerugian finansial yang ditimbulkan.

Risiko yang dihadapi pekerja seperti sakit, kecelakaan, kecelakaan yang menimbulkan cacat tetap atau kematian, pemutusan hubungan kerja, pensiun. Risiko-risiko tersebut dapat dilindungi dengan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Dari berbagai program BPJS Ketenagakerjaan tidak semua peserta bisa mendapatkan berbagai jenis yang ditawarkan karena harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan jenis peserta sebagai berikut ini:

1. Pekerja penerima upah (PU)

Pekerja penerima upah adalah pekerja yang mendapatkan upah, gaji, atau imbalan dari pemberi kerja (perusahaan). Contohnya adalah PNS, TNI/POLRI, karyawan perusahaan swasta, karyawan BUMN/BUMD, karyawan yayasan dan perusahaan yang didirikan oleh dua perusahaan atau lebih seperti karyawan perusahaan rintisan (joint venture).

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).
  • Jaminan hari tua (JHT).
  • Jaminan pensiun (JP).

Iuran JKK dan JKM dibayarkan oleh pemberi kerja, sementara iuran JHT dan JP ditanggung bersama oleh pemberi kerja dan penerima upah kerja.

2. Pekerja bukan penerima upah (BPU)

Pekerja bukan penerima upah adalah pekerja yang mendapatkan penghasilan secara mandiri baik itu dengan menawarkan jasa atau barang. Contohnya seperti pekerja profesional, dokter, pengacara, bahkan pekerja kecil seperti pedagang, petani, sopir angkot hingga pengemudi taksi dan ojek online. 

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).
  • Jaminan hari tua (JHT).

Iuran untuk semua program tersebut ditanggung sendiri oleh pekerja bukan penerima upah secara mandiri.

3. Pekerja jasa konstruksi (Jakon)

Pekerja jasa konstruksi adalah pekerja yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pekerjaan serta pengawasan proyek konstruksi baik itu pekerja kontrak, pekerja harian dengan dana pengerjaan proyek yang bersumber dari APBN/APBD, dana luar negeri, swasta, perorangan dan sumber dana lainnya.

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).

Sumber iuran sepenuhnya harus dibayarkan oleh pemberi kerja atau kontraktor.

4. Pekerja migran Indonesia (PMI)

Pekerja migran Indonesia adalah warga negara Indonesia yang melakukan pekerjaan serta menerima upah dari luar wilayah Republik Indonesia. Pekerja migran Indonesia termasuk yang berencana berangkat ke luar negeri untuk memulai bekerja atau masih dalam tahap perencanaan.

Program yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, yaitu:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan kematian (JKM).
  • Jaminan hari tua (JHT) dapat dilakukan secara sukarela.

Iuran berasal dari peserta, bukan dari pemberi upah di luar negeri. Sehingga PMI wajib menyisihkan premi BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan proteksi atau perlindungan JKK dan JKM yang dapat dibayarkan sekali setahun atau setiap bulannya.

Tabel persentase iuran BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Peserta Pemberi Kerja Total
JKK 0,24%-1,74% 0,24%-1,74%
JKM 0,3% 0,3%
JHT 2% 3,7% 5,7%
JP 1% 2% 3%

Setiap tenaga kerja wajib mendapatkan perlindungan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tenaga kerja formal maupun informal dapat mendaftarkan diri untuk beberapa jenis program BPJS Ketenagakerjaan berikut ini:

  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK) adalah program yang memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi di perjalanan menuju tempat kerja, pulang dari tempat kerja maupun saat melakukan pekerjaan. Proteksi mencakup penyakit yang disebabkan karena lingkungan kerja yang kurang sehat seperti pekerja yang berhubungan dengan bahan atau alat kimia berbahaya. 
  • Jaminan kematian (JKM) adalah program yang memberikan perlindungan terhadap nilai hidup seorang pekerja berupa manfaat uang tunai bagi ahli waris yang ditinggalkan. Syaratnya peserta masih aktif dan kematian bukan disebabkan karena kecelakaan kerja. 
  • Jaminan hari tua (JHT) adalah program yang memberikan manfaat berupa uang tunai yang dapat dicairkan sekaligus pada saat pensiun
  • Jaminan pensiun (JP) adalah program jaminan sosial kepada pekerja saat memasuki usia pensiun agar tetap mendapatkan penghidupan yang layak, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia dengan diberikan manfaatnya kepada ahli waris yang dibayarkan secara berkala atau setiap bulan. 

Program JKK menjamin perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi pada saat kerja ataupun terkait dengan pekerjaan. Iuran didasarkan pada tingkat risiko kerja dan akan dievaluasi paling lama dua tahun sekali dengan berpatokan pada hal-hal berikut ini:

  • Tingkat risiko sangat rendah persentase 0,24% dari upah bulanan.
  • Tingkat risiko rendah persentase 0,54% dari upah bulanan.
  •  Tingkat risiko sedang persentase 0,89% dari upah bulanan.
  • Tingkat risiko tinggi persentase 1,27% dari upah bulanan.
  • Tingkat risiko sangat tinggi persentase 1,74% dari upah bulanan.

Adapun manfaat yang didapatkan dari program JKK BPJS Ketenagakerjaan, adalah:

  1. Pelayanan kesehatan (perawatan dan pengobatan).
  2. Santunan berbentuk uang tunai karena kecelakaan, tidak bisa bekerja sementara waktu, kecelakaan, kematian dan biaya pemakaman.
  3. Program kembali bekerja (return to work) saat peserta mengalami kecelakaan dan butuh pemulihan sebelum bekerja kembali secara normal.
  4. Kegiatan preventif mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
  5. Rehabilitasi alat bantu atau alat ganti jika peserta kehilangan anggota badan akibat kecelakaan kerja dengan ketentuan tertentu.
  6. Beasiswa pendidikan anak bagi peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total akibat kecelakaan kerja dengan nominal sebesar Rp12 juta.
  7. Klaim tidak boleh lebih dari 2 tahun sejak kejadian, harus dilaporkan oleh perusahaan.

Program jaminan kematian memberikan manfaat berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta mengalami kematian bukan diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Persentase besaran iuran, yaitu:

  • Pekerja penerima upah 0,3% dari upah bulanan yang dilaporkan.
  • Pekerja bukan penerima upah Rp6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi mulai dari 0,21% dari nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia Rp370 ribu (Paket program JKK dan JKM)  

Adapun manfaat program JK BPJS Ketenagakerjaan, adalah:

  • Santunan sekaligus sebesar Rp16,2 juta.
  • Santunan berkala selama 24 bulan (24x @Rp200 ribu) atau Rp4,8 juta jika dibayarkan sekaligus.
  • Biaya pemakaman sebesar Rp3 juta.
  • Bantuan beasiswa bagi satu orang anak Rp12 juta (khusus anggota yang sudah membayarkan iuran minimal selama 5 tahun).
  • Total manfaat JK yang diterima ahli waris sebesar Rp36 juta. 

Program jaminan hari tua memberikan manfaat uang tunai dari nilai akumulasi iuran yang ditambahkan dari hasil pengembangan. Adapun besar iuran yang dibayarkan oleh peserta, yaitu:

  • Pekerja penerima upah, 2% dari pekerja dan 3,7% dari pemberi upah dari upah yang dilaporkan.
  • Pekerja bukan penerima upah 2% dari upah yang dilaporkan.
  • Pekerja migran Indonesia mulai dari Rp50 ribu-Rp600 ribu per bulan.

Adapun manfaat dari program JHT BPJS Ketenagakerjaan, adalah:

  • Hasil pengembangan JHT paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah.
  • Sebelum usia 56 tahun dapat diambil sebesar 10 persen dari total saldo sebegai persiapan pensiun.
  • Diambil maksimal 30 persen dari total saldo untuk kredit rumah.
  • Jika mencapai usia 56 tahun akan dibayarkan saat peserta berhenti bekerja.
  • Saldo pengembangan akan diinformasikan setidaknya satu tahun sekali.
  • Ahli waris akan mendapatkan manfaat JHT jika peserta meninggal dunia.
  • JHT kurang bayar menjadi tanggung jawab perusahaan.

Program jaminan pensiun memberikan manfaat bagi peserta di hari tua agar tetap mendapatkan kehidupan yang layak. Jika peserta meninggal dunia, maka manfaat akan diberikan kepada ahli waris.

Program JP hanya khusus diberikan bagi peserta pekerja penerima upah dengan persentase iuran sebesar 1% dari pekerja dan 2% dari pemberi upah (perusahaan) dari upah yang dilaporkan. Batas upah paling tinggi sebesar Rp8,5 jutaan.

Adapun manfaat yang didapatkan dari program JP BPJS Ketenagakerjaan, adalah:

  • Manfaat uang tunai bulanan jika telah memenuhi masa iuran selama 15 tahun.
  • Manfaat pensiun cacat jika peserta mengalami cacat akibat kecelakaan kerja hingga tidak bisa bekerja kembali. Manfaat berupa santunan tunai hingga peserta meninggal dunia
  • Manfaat pensiun janda/duda, yaitu ahli waris; pasangan yang ditinggalkan peserta.
  • Manfaat pensiun anak, yaitu uang tunai bulanan yang diberikan kepada ahli waris; dua orang anak yang didaftarkan hingga usianya mencapai 23 tahun/sudah bekerja/menikah.
  • Manfaat pensiun orang tua, yaitu ahli waris; orang tua dari peserta lajang/belum menikah dan memiliki anak.
  • Manfaat lumpsum berupa manfaat uang bulanan berupa akumulasi iuran dan tambahan hasil pengembangan sesuai dengan ketentuan.
  • Penerima manfaat adalah peserta atau ahli waris peserta yang berhak mendapatkan manfaat pensiun.

Prosedur BPJS Ketenagakerjaan

Berikut penjelasan lengkap mengenai prosedur BPJS Ketenagakerjaan. Mulai dari cara cek saldo, syarat dan ketentuan klaim, dan prosedur klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Anda bisa langsung mengunjungi kantor pusat atau kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat di kota Anda.

Langkah untuk melakukan pengecekan adalah:

  1. Mengambil nomor antrean terlebih dahulu.
  2. Mendatangi loket dan menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan agar bisa dibantu petugas untuk melakukan pengecekan.
  3. Petugas akan memberikan bukti resi saldo BPJS Ketenagakerjaan peserta.

Cara cek saldo secara online ini tergolong paling mudah, karena website resmi BPJS Ketenagakerjaan bisa diakses dengan menggunakan laptop, tablet, maupun lewat handphone.

Langkah-langkah melakukan pengecekan di website:

  1. Buka situs BPJS Ketenagakerjaan di halaman https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Login dengan memasukkan alamat email dan kata sandi Anda
  3. Setelah berhasil login, pilih menu lihat saldo JHT Anda
  4. Saldo JHT Anda akan ditampilkan dengan lengkap

Cek saldo BPJS Kesehatan melalui SMS mempermudah bagi peserta yang tidak memiliki akses internet. Cara ini juga bermanfaat untuk peserta yang berada di daerah-daerah yang belum tersentuh infrastruktur internet.

Langkah-langkah untuk melakukan pengecekan lewat SMS adalah sebagai berikut ini.

  • Daftar dengan format: DAFTAR<Spasi>SALDO#Nomor KTP#Tanggal Lahir (DD-MM-YYYY)#No Peserta#Email (opsional) lalu kirim ke nomor 2725
  • Setelah terdaftar, kemudian cek saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan format SMS berikut ini: SALDO<nomor peserta> kemudian kirim ke nomor 2725

Cara ini termasuk cara cek saldo BPJS secara online. Pastikan terlebih dahulu bahwa handphone Anda terkoneksi dengan jaringan internet.

Aplikasi BPJSTKU Mobile sudah tersedia di Google Play Store maupun di App Store. Pastikan Anda sudah menginstallnya terlebih dahulu. Berikut adalah langkah-langkah pengecekan saldo melalui aplikasi BPJSTKU Mobile:

  • Install Aplikasi BPJSTKU Mobile di handphone Anda.
  • Setelah itu, buat akun di BPJSTKU Mobile terlebih dahulu.
  • Kode verifikasi akan dikirimkan melalui email.
  • Cek email yang Anda gunakan untuk mendapatkan kode verifikasinya.
  • Isi kode verifikasi untuk mengaktifkan akun Anda.
  • Setelah itu, buat PIN atau password untuk login ke akun Anda.
  • Isi nama lengkap sesuai e-KTP.
  • Isi tanggal lahir.
  • Isi nomor e-KTP Anda.
  • Isi nomor KPJ (Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan) berupa 11 digit.
  • Isi nomor handphone.
  • Isi kode verifikasi yang dikirimkan nomornya lewat SMS.
  • Setelah proses selesai, Anda bisa melakukan pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan lewat aplikasi BPJSTKU Mobile.

Untuk klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa Anda lakukan saat masih bekerja ataupun tidak bekerja. Namun, untuk Anda yang masih bekerja, Anda hanya bisa melakukan pencairan dana sebesar 10% atau 30%. Itu pun dengan syarat Anda sudah menjadi peserta minimal 10 tahun.

Untuk Anda yang ingin mencairkan dana JHT sebesar 100%, berikut ketentuannya:

  • Sudah masuk usia pensiun yaitu 56 tahun.
  • Peserta mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
  • Peserta resign atau mengundurkan diri dari perusahaan.

Sebagai informasi, kartu peserta juga telah nonaktif minimal satu bulan. Selanjut, Anda bisa menyiapkan dokumen berikut:

  • Surat berhenti kerja (paklaring), baik karena PHK atau resign.
  • KPJ
  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau Paspor
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Buku Tabungan

Jangan lupa untuk siapkan salinan atau fotokopi dari dokumen-dokumen tersebut. 

Langkah klaim JHT di kantor BPJS secara langsung, adalah sebagai berikut ini:

  • Membawa semua dokumen lengkap.
  • Mengisi formulir klaim JHT.
  • Memasukkan dokumen ke dropbox yang disediakan.
  • Petugas akan memverifikasi data dan memberikan nomor antrean jika dokumen dianggap lengkap.
  • Melakukan proses wawancara dan pengambilan foto.
  • Menunggu pencairan dana sesuai dengan jadwal yang diinformasikan petugas.

Prosedur pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan lebih dianjurkan karena lebih efisien dan mengurangi nomor antrean. 

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk klaim JHT secara online seperti berikut ini:

  1. Buat akun terlebih dahulu di situs resmi BPJS TK dengan alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/. 
  2. Lakukan aktivasi setelah mendapatkan kode aktivasi melalui email yang didaftarkan.
  3. Isi lengkap informasi data pengguna lalu klik “kirim”.
  4. Setelah selesai, Anda bisa log in melalui alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs.
  5. Jika sudah memiliki akun di situs BPJS TK silakan langsung log in ke akun Anda.
  6. Lengkapi data nomor KPJ serta jenis klaim. Kemudian klik sumbit form dan lanjutkan.
  7. PIN konfirmasi akan dikirimkan melalui SMS dan email. Rahasiakan PIN Anda dari orang lain meskipun dari pegawai BPJS TK.
  8. Kemudian isi formulir pengajuan e-klaim BPJS Ketenagakerjaan dengan melengkapi data cabang BPJS paling dekat, PIN kode konfirmasi, keterangan rekening (untuk menerima dana tunai), serta jangan lupa upload persyaratan dengan lengkap satu per satu. Setelah itu klik simpan.
  9. Jika prose berhasil, akan ada email yang menginformasikan status klaim.
  10. Tunggu konfirmasi jadwal dari kantor BPJS terdekat yang sudah didaftarkan.
  11. Petugas akan menginformasikan jadwal wawancara. Pada saat itu, bawalah semua berkas atau dokumen persyaratan asli.
  12. Jika ada dokumen yang belum lengkap, petugas akan menghubungi Anda untuk melengkapi dokumen tersebut.
  13. Proses pencairan dana akan dilakukan setelah Anda persyaratan lengkap, verifikasi lengkap dan petugas akan memberitahukan jadwal transfer dana tunai ke rekening yang didaftarkan.

Prosedur klaim jika kartu BPJS Ketenagakerjaan hilang harus dilampirkan dokumen atau surat kehilangan resmi dari pihak kepolisian setingkat polsek atau polres. Pastikan Anda mengetahui nomor kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan dan dicantumkan di dalam surat kehilangan tersebut.

Dengan syarat bukti surat kehilangan tersebut, Anda tetap bisa mencairkan atau mengurus klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda dengan baik.

Proses mengurus kartu BPJS Ketenagakerjaan yang hilang atau rusak bisa dilakukan dengan membawa syarat fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), Surat keterangan hilang dari kepolisian setingkat polsek/polres, dan surat pengantar dari kantor (opsional).

Bawalah syarat-syarat tersebut ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat, kemudian isi formulir untuk pengajuan kartu BPJS TK baru. 

Serahkan formulir di loket beserta dengan seluruh dokumen persyaratan secara lengkap. Jika proses verifikasi selesai, petugas akan melakukan pencetakan kartu baru dalam waktu singkat.

Antrean online BPJS Ketenagakerjaan memudahkan peserta dalam mengurus pengecekan saldo maupun klaim secara langsung (manual/offline) ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Syarat yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran antrean online BPJSTK adalah data NIK KTP, nomor peserta BPJSTK, dan nomor handphone aktif.

Langkah-langkah untuk melakukan pendaftaran, yaitu:

  1. Buka situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id 
  2. Isi data yang diminta secara lengkap;
    1. NIK
    2. No KJP
    3. Nama lengkap sesuai E-KTP
    4. No Handphone
    5. Wilayah Pelayanan (Pilih provinsi sesuai domisili)
    6. Cabang Pelayanan (pilih yang paling dekat dengan rumah/kantor)
    7. Pilih tanggal kedatangan yang sesuai
    8. Pilih jam kedatangan yang sesuai
    9. Ceklis reCAPTCHA
    10. Klik Simpan.
  3. Konfirmasi akan dikirimkan melalui SMS ke nomor yang sudah didaftarkan.
  4. Simpan SMS tersebut untuk ditunjukkan pada petugas saat berada di kantor BPJS TK yang dipilih.
  5. Datang ke kantor BPJS TK sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dan tidak boleh terlambat.