Daftar Asuransi Terlengkap di Indonesia

Dapatkan Asuransi Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu

  • 500+ Pilihan Polis Terbaik
  • Konsultasi Gratis
  • Bantuan Klaim Cepat dan Mudah

Dapatkan Asuransi Terbaik Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu

Asuransi adalah perjanjian kerja sama antara perusahaan asuransi dan nasabah. Nasabah harus menyetorkan premi untuk mendapatkan pertanggungan dari perusahaan asuransi.

Prinsipnya hampir sama dengan arisan, yang mana dana dikumpulkan dari banyak nasabah yang kemudian nanti secara bergantian menggunakan. Asalkan mendapatkan asuransi yang tepat, maka nasabah bisa mendapatkan pertanggungan maksimal.

Tips Memilih Asuransi Terbaik dan Murah

Asuransi terbaik adalah asuransi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Jadi, saat memilih produk asuransi, kita perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial dengan mendapatkan asuransi murah.

Berikut beberapa panduan tentang asuransi dan cara memilih asuransi terbaik.

Manfaat Asuransi

Manfaat asuransi adalah kesimpulan mengenai peran dan mengapa harus memiliki asuransi. Namun, dalam istilah asuransi, manfaat juga bisa berarti benefit atau pertanggungan yang diberikan oleh pihak asuransi terhadap tertanggung.

Untuk Apa Memiliki Asuransi?

Dari segi finansial, ada beberapa manfaat asuransi yang bisa langsung dirasakan oleh nasabah. Berikut beberapa hal yang akan menggugah kita untuk segera memiliki asuransi:

  • Memberi rasa tenang dan aman: peserta asuransi bisa merasa lebih tenang dan aman apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sebab, dia sudah memiliki semacam pegangan, yaitu asuransi.
  • Mengalihkan risiko finansial yang mungkin terjadi: Dengan adanya asuransi, peserta asuransi tidak perlu menanggung risiko finansial yang terjadi atas penyebab tertentu. Karena, pihak perusahaan asuransi yang akan menanggungnya.
  • Membantu mengelola keuangan: Dengan memiliki asuransi, kita pun dilatih untuk mengelola keuangan dengan baik. Kita harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar premi sehingga di masa mendatang bisa mendapatkan proteksi tertentu sesuai dengan produk asuransi yang diambil.
  • Bisa menjadi “tabungan” atau “investasi”: Jenis atau produk asuransi tertentu juga bisa menjadi “tabungan” atau “investasi”. Beberapa di antaranya adalah asuransi berbalut investasi ataupun asuransi dwiguna yang menggunakan sistem tabungan. Produk asuransi ini akan memberikan nilai tunai, yaitu kita akan mendapatkan pengembalian premi ataupun hasil keuntungan.
  • Menjadi jaminan pinjaman ke bank: Beberapa produk asuransi juga dapat dijaminkan ke pihak bank untuk mendapatkan pinjaman, lho!

Manfaat (Benefit) Berdasarkan Jenis Asuransi

Dalam istilah asuransi, manfaat kadang menjadi alternatif penyebutan dari istilah “benefit” atau cakupan pertanggungan yang diperoleh nasabah. Biasanya benefit yang diperoleh nasabah berbeda-beda, tergantung pada jenis asuransi yang diambil.

Berikut beberapa manfaat (benefit) berdasarkan jenis asuransi yang paling umum ada di Indonesia:

  • Asuransi kesehatan: Manfaat yang diberikan pada umumnya terdiri atas manfaat utama, yaitu pertanggungan biaya rawat inap, rawat jalan, dan pembedahan (operasi). Kemudian, terdapat pula manfaat tambahan berupa pertanggungan biaya perawatan gigi, kehamilan, dan medical check-up.
  • Asuransi jiwa: Manfaat yang diberikan berupa uang pertanggungan (sejumlah dana) kepada ahli waris apabila tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total.
  • Asuransi kendaraan (mobil/motor): Manfaat yang diberikan berupa pertanggungan berupa perbaikan di bengkel atau dalam bentuk uang pertanggungan. Biasanya risiko yang ditanggung apabila kendaraan rusak, baik lecet atau rusak parah, akibat kecelakaan, pencurian, atau kebakaran.
  • Asuransi perjalanan: Manfaat yang diberikan berupa pertanggungan biaya perawatan atau santunan apabila tertanggung sakit di daerah tujuan perjalanan, mengalami kecelakaan, dan termasuk kehilangan barang. Pertanggungan yang diberikan bergantung pada jenis asuransi perjalanan yang diambil.
  • Asuransi pendidikan: Manfaat yang diberikan berupa dana pendidikan yang akan dibayarkan secara bertahap sesuai dengan jenjang pendidikan ahli waris (biasanya anak) dan terdapat pula uang pertanggungan apabila tertanggung (dalam hal ini orangtua) meninggal dunia.
  • Asuransi properti/rumah: Manfaat yang diberikan berupa uang pertanggungan untuk memperbaiki kerusakan pada properti atau rumah jika terjadi risiko kerusakan karena pencurian, kebakaran, dan sebagainya.
  • Asuransi dana pensiun: Manfaat asuransi yang diberikan berupa uang pertanggungan yang akan diberikan kepada tertanggung saat memasuki usia pensiun. Selain itu, terdapat pula uang pertanggungan yang akan diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal sebelum memasuki usia pensiun.

Dasar Hukum Asuransi

Pengertian hukum asuransi adalah dasar yang mengatur perasuransian di Indonesia, baik legalitas perusahaan asuransi maupun kenyamanan dan keamanan nasabah. Mari pelajari undang-undang dalam asuransi, peraturan OJK tentang asuransi, dan perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Undang-Undang dalam Asuransi

Undang-undang yang mengatur perasuransian di Indonesia berasal dari DPR dan pemerintah serta ada pula hukum asuransi dalam Islam. Berikut dasar hukum asuransi di Indonesia yang perlu kita pelajari.

  • UU Asuransi No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, undang-undang ini berisi regulasi industri perasuransian dan cara kerja perusahaan asuransi.
  • KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Pasal 1320 dan Pasal 1774, peraturan yang termasuk dalam lingkup pidana, apabila terjadi kecurangan dalam perjanjian asuransi akan bisa dibawa ke ranah hukum pidana.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999, hukum asuransi di Indonesia ini membahas penyelenggaraan asuransi.
  • Sementara asuransi syariah sendiri diatur oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Asuransi syariah juga diatur oleh berbagai undang-undang yang disebutkan tadi.

Perusahaan Asuransi di Indonesia

Berbagai produk asuransi yang telah disebutkan sebelumnya dapat ditemukan di berbagai perusahaan asuransi di Indonesia.

Di Indonesia, perusahaan asuransi Indonesia terbagi menjadi tiga jenis usaha, yaitu perusahaan asuransi jiwa (diawasi oleh AAJI), perusahaan asuransi umum (diawasi oleh AAUI), dan perusahaan asuransi syariah (diawasi oleh DPS). Semua bentuk perusahaan tersebut harus asuransi yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain asuransi, terdapat pula reasuransi, yaitu perusahaan yang mengasuransikan perusahaan asuransi.

1. Perusahaan asuransi jiwa

Adapun perusahaan asuransi jiwa terdiri atas 50 perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK Asuransi. Beberapa nama besar di sektor ini, antara lain: Allianz Life, Prudential, Simas Jiwa, Cigna, Manulife, CAR Life, Sinarmas MSIG Life, dan banyak lagi.

2. Perusahaan asuransi umum

Terdapat 76 perusahaan asuransi umum yang terdaftar di OJK Asuransi. Beberapa nama besar di sektor ini, antara lain: Allianz Utama, Astra Buana, Asuransi Sinar Mas, Ramayana, Adira Insurance, Wahana Tata, dan lain-lain.

3. Perusahaan asuransi syariah

Perusahaan asuransi syariah terbagi menjadi dua kategori lagi, yaitu full syariah dan unit syariah. Perbedaan antara full syariah dan unit usaha syariah adalah pada fokus bisnisnya.

Full syariah memfokuskan bisnisnya pada produk-produk asuransi syariah saja. Jadi keseluruhan brand mereka hanya menjual produk tersebut. Sementara unit usaha syariah biasanya dimiliki oleh brand asuransi yang juga menjual produk konvensional. Sebagai contoh, Takaful Keluarga adalah perusahaan full syariah. Sementara Allianz merupakan perusahaan asuransi konvensional yang memiliki izin unit syariah.

Berikut daftar perusahaan asuransi maupun reasuransi syariah di Indonesia:

  • Asuransi Umum unit usaha syariah, 25 perusahaan
  • Asuransi umum full syariah, 3 perusahaan
  • Asuransi jiwa unit usaha syariah, 19 perusahaan
  • Asuransi jiwa full syariah, 5 perusahaan
  • Reasuransi unit usaha syariah, 3 perusahaan.

4. Perusahaan reasuransi

Ada 6 perusahaan reasuransi di Indonesia, yaitu Marein Re, Reindo, Maipark, Nasional Re, dan Tugu Re. penjelasan lebih lanjut mengenai sektor ini dapat kita lihat pada laman Reasuransi.

Prinsip Asuransi

Dalam di dunia asuransi, terdapat 6 prinsip kegiatan usaha asuransi. Prinsip kegiatan usaha asuransi ini mengatur cara menggunakan asuransi, hukum apa saja yang perlu dipatuhi, dan termasuk sistem asuransi.

Yuk, simak prinsip-prinsip asuransi serta contoh sistem kerja asuransi.

1. Insurable interest

Prinsip asuransi memberikan kesempatan bagi peserta asuransi untuk mengasuransikan apa yang dia lakukan agar tidak berdampak pada kepentingan atau hubungan si peserta asuransi. Biasanya, prinsip insurable interest diterapkan pada asuransi kredit.

Yang mana si tertanggung tidak akan membebani keluarga atau orang terdekat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan saat proses pinjaman masih berjalan.

2. Utmost good faith

Prinsip dasar asuransi ini sering disebut sebagai itikad baik. Yaitu, calon peserta asuransi harus menyampaikan hal jujur mengenai kondisi dirinya dan tertanggung lain secara akurat dan jujur. Dengan begitu, pihak perusahaan asuransi akan bisa menyesuaikan premi asuransi dan perjanjian lain dalam polis.

3. Proximate cause

Prinsip ini merupakan prinsip dasar asuransi yang mencari tahu penyebab utama dan paling awal (prinsip sebab akibat dalam asuransi). Dari prinsip ini, pihak perusahaan asuransi dapat mengukur dan memberikan penggantian sesuai dengan penyebab sebenarnya.

4. Indemnity

Indemnity sering disebut sebagai prinsip ganti-rugi. Prinsip ini membantu perusahaan untuk menentukan ganti-rugi yang tepat sesuai dengan premi dan kesepakatan polis. Contoh ganti-rugi tersebut, antara lain: tunai; repair atau perbaikan; reinstatement atau mengganti barang yang sudah rusak dengan yang baru; replacement atau penempatan kembali terhadap kerugian yang terjadi.

5. Subrogation

Prinsip ini merupakan pengalihan hak dan tanggung jawab dari pihak peserta asuransi kepada perusahaan asuransi setelah pembayaran klaim. Contoh, saat peserta asuransi mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh pihak ketiga. Maka perusahaan asuransi memiliki hak subrogasi untuk menuntut pihak ketiga melalui asuransi yang dia miliki.

6. Contribution

Contribution sering disebut sebagai double claim. Namun, istilah tersebut sebenarnya termasuk istilah awam. Dalam dunia asuransi, double claim dikenal dengan istilah Coordination of Benefit atau CoB yang merupakan bagian dari prinsip Contribution.

Prinsip kegiatan usaha asuransi ini menjadi “pagar” bagi perusahaan asuransi dalam membayarkan klaim. Jadi, tidak ada istilah peserta asuransi akan mendapatkan kelebihan dana dari total biaya perawatan kesehatan yang akan dibayarkan oleh pihak perusahaan asuransi. Terlebih saat si peserta asuransi memiliki dua produk asuransi yang sama.

Jenis-Jenis Asuransi di Indonesia Beserta Contohnya

Dalam dunia asuransi, terdapat jenis-jenis asuransi yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan. Akan tetapi, secara ideal, berbagai jenis asuransi ini sebenarnya saling melengkapi satu sama lain. Sehingga, sebaiknya kita memiliki setidaknya satu produk asuransi dari tiap jenis asuransi berikut.

Berdasarkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan asosiasi asuransi, jenis asuransi terbagi menjadi dua kategori. Pertama, adalah asuransi jiwa dan yang kedua adalah asuransi umum.

Pembagian tersebut tercermin dari pembagian asosiasi yang menaungi perusahaan asuransi. Terdapat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

1. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah asuransi yang memberikan pertanggungan terhadap risiko yang dialami oleh seseorang. Yaitu apabila seseorang tersebut atau tertanggung mengalami cacat tetap total atau kematian yang menyebabkan tidak bisa bekerja.

Adapun, jenis asuransi jiwa terbagi lagi menjadi tiga contoh asuransi berikut:

  • Asuransi jiwa seumur hidup (whole life), yaitu asuransi jiwa yang memberikan perlindungan seumur hidup selama polis masih aktif.
  • Asuransi jiwa berjangka (term life), yaitu asuransi jiwa yang memberikan perlindungan jiwa dalam rentang waktu tertentu. Misal, 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun, dan seterusnya.
  • Asuransi jiwa unit link, yaitu asuransi jiwa berbalut investasi.

2. Asuransi umum

Asuransi umum di Indonesia terbagi menjadi beberapa kategori contoh asuransi berikut ini:

  • Asuransi kesehatan, yaitu asuransi yang memberikan pertanggungan berupa penggantian biaya perawatan kesehatan terhadap tertanggung. Khusus untuk asuransi kesehatan, terkadang produk ini masuk dalam perusahaan di bawah naungan AAJI.
  • Asuransi kerugian, yaitu asuransi yang memberikan pertanggungan berupa penggantian biaya perawatan atau penggantian terhadap harta-benda tertentu. Misal, asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, asuransi kecelakaan diri, asuransi uang dan harta benda, dan asuransi kredit.

Polis Asuransi

Polis asuransi adalah dokumen yang berisi perjanjian tertulis antara perusahaan asuransi dan tertanggung (nasabah). Dokumen tersebut biasanya terdiri atas informasi berupa data pemegang polis dan tertanggung, manfaat asuransi, ketentuan premi, potongan biaya, dan pengecualian.

Dengan adanya polis asuransi ini, maka terdapat bukti berlandaskan hukum yang menjadi jaminan tanggung jawab dan hak bagi kedua belah pihak, yaitu perusahaan asuransi dan nasabah.

Fungsi Polis Asuransi

Fungsi polis asuransi terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu dari pihak perusahaan asuransi dan nasabah. Berikut penjelasan mengenai kegunaan dokumen polis dalam dunia perasuransian.

Cara Mempelajari Polis Asuransi dengan Tepat

Memilih polis asuransi terbaik di Indonesia bisa dilakukan dengan cara mempelajari polis terlebih dahulu. Biasanya perusahaan asuransi akan memberikan waktu sekitar 14 hari untuk mempelajari polis (dummy polis) yang kemudian baru disetujui oleh pihak nasabah.

Berikut beberapa hal yang bisa kita perhatikan saat menerima polis asuransi:

Klaim Asuransi

Klaim asuransi adalah pengajuan dari pihak tertanggung untuk mendapatkan pembayaran dari pihak asuransi sesuai dengan ketentuan polis. Setelah nasabah membayarkan premi dan di kemudian hari mengalami kerugian maka pihak perusahaan asuransi akan memberikan penggantian.

Nah, metode penggantian yang diberikan oleh perusahaan asuransi Indonesia terdiri dari tiga cara berikut.

1. Cashless

Metode penggantian dengan cara cashless adalah metode penggantian dengan memberikan kartu asuransi kepada peserta asuransi. Nantinya, peserta asuransi hanya perlu menggesekkan kartu asuransi tersebut untuk mendapatkan pelayanan tertentu. Biasanya metode penggantian asuransi cashless digunakan pada produk asuransi kesehatan.

Prosedur dan cara klaim cashless
Peserta asuransi membawa kartu saat di rumah sakit/klinik → Gesek kartu → Rumah sakit mengkonfirmasi ke pihak perusahaan asuransi → Peserta asuransi mendapatkan pelayanan medis.

2. Reimbursement

Metode penggantian secara reimbursement adalah metode penggantian dana setelah proses klaim dari peserta asuransi. Jadi, peserta asuransi perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun perbaikan tertentu. Metode penggantian secara reimbursement biasanya digunakan pada produk asuransi kesehatan dan asuransi kendaraan, baik asuransi motor atau mobil.

Prosedur dan cara klaim reimbursement
Peserta mengirimkan dokumen klaim → Datang langsung ke kantor perusahaan asuransi/Kurir/Lifepal → Perusahaan asuransi mengecek dokumen dan analisis → Pembayaran klaim → Selesai.

Khusus untuk prosedur klaim reimbursement, beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan, antara lain:

3. Santunan tunai

Metode penggantian santunan tunai merupakan metode penggantian asuransi dengan cara memberikan uang tunai. Baik secara sekaligus (lump sum), berkala, atau gabungan keduanya. Biasanya metode penggantian dengan uang pertanggungan seperti ini berlaku pada jenis asuransi jiwa, asuransi kerugian, dan asuransi kecelakaan diri.

Premi Asuransi

Premi asuransi adalah sejumlah biaya yang harus dibayarkan nasabah kepada perusahaan asuransi agar pertanggungan tetap aktif. Pembayaran bisa dilakukan per bulan, per tahun, atau sekali saja.

Perhitungan premi asuransi juga didasarkan pada jenis produk asuransi yang diambil. Premi asuransi kesehatan tentu berbeda dengan premi asuransi jiwa. Tidak hanya itu saja, premi asuransi kesehatan yang satu dengan lainnya juga bisa saja berbeda. Bergantung pada manfaat atau fasilitas yang akan diterima.

1. Asuransi jiwa

Perhitungan premi asuransi jiwa biasanya didasarkan pada tiga metode berikut:

  • Human life value, yaitu metode perhitungan premi yang menjumlahkan pengeluaran tahunan dengan kebutuhan dana pada masa pensiun.
  • Income based value, yaitu metode perhitungan premi yang membandingkan antara penghasilan dan inflasi per tahun.
  • Financial based value, yaitu metode perhitungan premi yang didasarkan pada kebutuhan di masa depan, mulai dari pendidikan anak hingga biaya kesehatan.

2. Asuransi kesehatan

Sementara itu, perhitungan premi asuransi kesehatan dilakukan oleh perusahaan asuransi dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  • Usia, semakin muda usia tertanggung maka biasanya premi akan lebih terjangkau.
  • Pekerjaan, perhitungan premi asuransi kesehatan juga akan mempertimbangkan jenis pekerjaan calon tertanggung. Sebab, semakin berisiko pekerjaan calon tertanggung maka premi asuransi pun semakin besar.
  • Riwayat kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam perhitungan premi asuransi kesehatan. Bahkan, ada pula perusahaan asuransi kesehatan yang tidak menerima calon tertanggung dengan riwayat penyakit kritis tertentu.

3. Asuransi kerugian

Asuransi kerugian biasanya memberikan proteksi terhadap layanan atas kerusakan atau kehilangan harta-benda. Perhitungan premi untuk beberapa produk asuransi kerugian biasanya ada yang sudah diatur oleh pemerintah dan ada pula yang didasarkan pada lokasi, riwayat, dan risiko yang bisa terjadi pada harta-benda.

Pertanyaan Seputar Asuransi