DPLK

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00FLASHSALEDiskon 25%
Perusahaan Anda Sudah Didaftarkan!
Konsultan kami akan mengirim penawaran untuk Anda segera
1970/01/01 00:00:00FLASHSALEDiskon 25%
 

DPLK Terbaik 2021

DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah program pensiun yang berguna untuk melengkapi JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda. Simak rekomendasi DPLK terbaik bagi individu dan kelompok dari berbagai lembaga keuangan berikut ini!

DPLK Bank BRI

  • Tersedia untuk nasabah individu maupun perusahaan
  • Dana pensiun ditempatkan di instrumen investasi deposito dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  • Keuntungan yang bisa nasabah dapatkan hingga 100%
  • Rendah risiko
  • Mengikuti hukum DPLK

  • Tersedia untuk nasabah individu maupun perusahaan
  • 80-100% dana pensiun ditempatkan di obligasi pemerintah dan BUMN
  • 0-20% dana pensiun ditempatkan di pasar uang
  • Risiko menengah
  • Mengikuti hukum DPLK

  • Tersedia untuk nasabah individu maupun perusahaan
  • Dana pensiun ditempatkan di instrumen investasi reksadana saham
  • Keuntungan lebih tinggi dibandingkan Pendapatan Tetap
  • Risiko tinggi
  • Mengikuti hukum DPLK

  • Tersedia untuk nasabah individu maupun perusahaan
  • Dana pensiun ditempatkan di instrumen investasi pasar uang dan saham
  • Porsi penempatan dana dapat ditentukan oleh nasabah
  • Risiko menengah ke tinggi
  • Mengikuti hukum DPLK

  • Tersedia untuk nasabah individu maupun perusahaan
  • Dana pensiun ditempatkan di instrumen investasi deposito syariah
  • Mengikuti ketentuan syariat Islam
  • Rendah risiko

  • Tersedia untuk nasabah individu maupun perusahaan
  • Dana pensiun ditempatkan di instrumen investasi deposito, obligasi, dan reksadana saham syariah
  • Peluang keuntungan lebih besar
  • Tinggi risiko

DPLK Bank BNI

  • Dikhususkan untuk nasabah perorangan
  • Usia pensiun minimum 40 tahun
  • Mengikuti hukum DPLK
  • Pilihan pensiun normal: manfaat diterima setelah nasabah memasuki usia pensiun yang dipilih
  • Pilihan pensiun dipercepat: manfaat diterima 10 tahun lebih cepat dari usia pensiun yang dipilih
  • Pensiun cacat: manfaat diterima ketika nasabah mengalami risiko cacat tetap
  • Pensiun meninggal: manfaat diberikan kepada ahli waris ketika nasabah mengalami risiko meninggal dunia

  • Manfaat pensiun untuk karyawan perusahaan
  • Usia pensiun minimum 40 tahun
  • Pilihan iuran dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan atau sharing antara karyawan dan perusahaan.
  • Pilihan pensiun normal: manfaat diterima setelah nasabah memasuki usia pensiun yang dipilih
  • Pilihan pensiun dipercepat: manfaat diterima 10 tahun lebih cepat dari usia pensiun yang dipilih
  • Pensiun cacat: manfaat diterima ketika nasabah mengalami risiko cacat tetap
  • Pensiun meninggal: manfaat diberikan kepada ahli waris ketika nasabah mengalami risiko meninggal dunia

DPLK AXA Mandiri

  • Setoran mulai dari Rp100 ribu
  • Nasabah dapat melakukan penarikan iuran sebagian maksimal 2 kali dalam 1 tahun
  • Setiap penarikan maksimal 50% dari akumulasi iuran
  • Nasabah dapat mengajukan perubahan pilihan investasi, maksimal 2 kali setahun
  • Nasabah dapat memiliki lebih dari 1 rekening DPLK sekaligus
  • Usia masuk minimum 18 tahun atau sudah menikah
  • Usia pensiun minimum 40 tahun

  • Setoran mulai dari Rp100 ribu atau persentase gaji karyawan perbulan
  • Nasabah dapat melakukan penarikan iuran sebagian maksimal 2 kali dalam 1 tahun
  • Setiap penarikan maksimal 50% dari akumulasi iuran
  • Nasabah dapat mengajukan perubahan pilihan investasi, maksimal 2 kali setahun
  • Nasabah dapat memiliki lebih dari 1 rekening DPLK sekaligus
  • Usia masuk minimum 18 tahun atau sudah menikah
  • Usia pensiun minimum 40 tahun

DPLK Manulife

  • Dikhususkan untuk nasabah karyawan perusahaan
  • Iuran dana pensiun yang dibayarkan perusahaan dapat menjadi pengurangan PPh25/29
  • Besar iuran fleksibel disesuaikan dengan kemampuan perusahaan

DPLK Bank Muamalat

  • Dikhususkan untuk nasabah individu atau perorangan
  • Bebas pajak atas nilai tunai investasi
  • Usia pensiun dapat disesuaikan dengan pilihan nasabah
  • Pilihan paket investasi A: deposito syariah 100%
  • Pilihan paket investasi B: deposito syariah maksimal 100%, dan/atau surat berharga syariah negara maksimal 80%
  • Pilihan paket investasi C: deposito syariah maksimal 100%, dan/atau reksadana syariah maksimal 80%, dan/atau saham syariah maksimal 50%

  • Iuran dana pensiun yang dibayarkan perusahaan dapat menjadi pengurangan PPh25
  • Besaran iuran bulanan fleksibel
  • Perusahaan bebas menetapkan usia pensiun dan pilihan paket investasi untuk karyawannya
  • 100% nilai tunai investasi atau return adalah milik karyawan
  • Pilihan paket investasi A: deposito syariah 100%
  • Pilihan paket investasi B: deposito syariah maksimal 100%, dan/atau surat berharga syariah negara maksimal 80%
  • Pilihan paket investasi C: deposito syariah maksimal 100%, dan/atau reksadana syariah maksimal 80%, dan/atau saham syariah maksimal 50%

  • Dikhususkan untuk nasabah eksekutif perusahaan
  • Manfaat sebesar akumulasi total iuran + pengembangan investasi di masa akhir jabatan
  • Santunan meninggal dunia sebesar akumulasi total iuran + pengembangan investasi
  • Santunan cacat tetap total sebesar akumulasi total iuran + pengembangan investasi
  • Manfaat sebesar akumulasi total iuran + pengembangan investasi atas risiko PHK ataupun mengundurkan diri

  • Program dana pesangon untuk karyawan perusahaan
  • Pilihan instrumen investasi syariah
  • Manfaat keringanan pajak ketika manfaat pesangon diberikan kepada karyawan
  • Nilai tunai investasi bebas pajak

 

Pengertian DPLK

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah program dana pensiun melalui nilai tunai atau return investasi. Dari pengertian DPLK ini, dapat dipahami bahwa dana pada DPLK adalah dana yang bisa diambil ketika nasabah memasuki usia pensiun yang ditetapkan sejak awal program.

Jadi, program DPLK adalah program yang berbeda dari investasi yang dilakukan sendiri. Pada investasi, pengambilan dana bisa dilakukan kapan saja, berbeda dari pengambilan dana pada program pensiun tersebut.

Mengapa pengambilan dana pensiun dibatasi? Tujuannya agar mendorong nasabah disiplin menabung untuk hari tuanya nanti.

Mungkin banyak yang bertanya, “Sudah memiliki JHT BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan. Apakah masih butuh DPLK?”

Jika ingin mencapai kebebasan finansial di hari tua, tentu saja program ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuangan yang sehat di masa pensiun. DPLK membantu kamu melengkapi manfaat JHT.

Lengkapi manfaat DPLK dengan polis asuransi jiwa. Cukup bayar premi Rp120 ribuan, nasabah sudah bisa mendapatkan santunan meninggal dunia yang menjanjikan!
Asuransi jiwa UP hingga Rp2,5 M mulai Rp120 ribu/bulan!
+62

Secara umum, program DPLK di Indonesia terbagi menjadi dua kategori, yaitu program individu dan program DPLK kelompok atau kumpulan.

  • Program individu khusus nasabah perorangan
  • Program kelompok ditujukan karyawan perusahaan

Di samping dua kategori DPLK berdasarkan jumlah keikusertaan peserta, adapula DPLK berdasarkan prinsip pengelolaannya, yaitu konvensional dan syariah.

Manfaat DPLK

Setelah memahami pengertian DPLK, kini saatnya mengetahui manfaat dari program DPLK itu sendiri. Ada dua pihak yang bisa merasakan manfaat dari program DPLK ini adalah karyawan dan perusahaan. Berikut masing-masing manfaatnya:

  • Mendapat penghasilan tetap di masa pensiun
  • Hasil investasi dari DPLK tidak dikenakan pajak
  • Iuran yang dibayarkan peserta DPLK menjadi pengurangan pajak penghasilan (PPh 21)
  • Kepersertaan DPLK atas nama pekerja itu sendiri
  • Membebaskan perusahaan memenuhi kewajiban kepada karyawan sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003
  • Perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya ke program DPLK dapat mengurangi beban pajak penghasilan badan (PPh 25)
  • Perusahaan tak perlu repot mengelola investasi dana pensiun karyawannya

Hukum DPLK

Menurut UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun bagi pesertanya.

Sejak undang-undang ini diberlakukan, hanya ada dua lembaga yang dapat menyelenggarakan program dana pensiun, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).

Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1992, terdapat tiga unsur yang terlibat dalam program pensiun melalui DPLK yaitu:

  • Peserta yang menyetor iuran dan menikmati pensiun
  • DPLK yang menyelenggarakan program pensiun
  • Perusahaan asuransi jiwa yang menyediakan fasilitas anuitas sebagai manfaat pensiun yang diberikan secara berkala kepada peserta.

Selain itu, Hukum DPLK diatur juga dalam UU, Peraturan Menteri Keuangan, dan Peraturan Pemerintah berikut:

  1. Peraturan Menteri Keuangan No.252/PMK.03/2008
  2. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2009 tentang Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan Jaminan Hari Tua Yang Dibayarkan Sekaligus
  4. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 50/PMK.010/2012 tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 343/KMK.017/1978 tentang Iuran dan Manfaat Pensiun

Perbedaan DPPK dan DPLK

DPPK adalah lembaga yang dibuat perusahaan untuk mengelola dana pensiun para pekerjanya. Itu sebab, peserta DPPK terbatas pada karyawan perusahaan yang menyelanggarakan program tersebut. Karena itu pula, DPPK disebut sebagai dana pensiun tertutup.

Pengurus DPPK bukan pendiri, melainkan orang atau badan yang ditunjuk dan mendapatkan pengesahan menteri untuk menjalankan serta mengelola dana pensiun.

Sementara, DPLK didirikan oleh dua lembaga, yaitu bank umum dan perusahaan asuransi jiwa. Di sinilah letak perbedaan pengertian DPPK dan DPLK. Dari sisi fungsi, DPLK lebih luas bila dibandingkan dengan DPPK, sebab menjangkau masyarakat luas, baik itu perorangan atau kelompok.

Selain itu, DPPK dan DPLK juga memiliki perbedaan lain dalam hal pembayaraan iuran. Pada program DPPK, beban iuran dibebankan oleh karyawan dan pemberi kerja. Sementara DPLK, iuran dibebankan pada perorangan, karyawan, atau pekerja mandiri.

Bagaimana Hukum DPLK dalam Islam?

Sebelum menyatakan hukum dana pensiun dalam Islam halal atau haram, sebaiknya ketahui terlebih dahulu ciri-cirinya berikut ini:

Sistem dana pensiun adalah cicilan setiap bulan dari gaji karyawan. Nominal potongan gaji ini akan dialihkan untuk investasi yang kelak dibayarkan kembali dalam bentuk uang pensiun.

Sifat investasi menjadi pertanyaan karena dari gaji yang disisihkan setiap bulan, nominal yang diterima saat pensiun jauh lebih besar.

Sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), investasi halal hukumnya selama diinvestasikan pada sektor yang tidak mengandung riba, barang haram, ketidakjelasan, perjudian, dan lain-lain. Artinya, selama sesuai syariat Islam dan perusahaan asuransi jiwa serta bank berbasis syariah, maka DPLK adalah program pensiun yang halal.

Dalam Islam, sesuatu yang sifatnya memberatkan dilarang. Ini pula yang berlaku dalam menetapkan halal atau haramnya DPLK. Berdasarkan peraturan uang pensiun, disebutkan jika potongan dana pensiun berkisar 1-5 persen per bulan. Itu artinya, dana pensiun tidak memberatkan bagi karyawan yang mengikuti program tersebut.

Perbedaan DPLK dan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK memiliki orientasi untuk menyiapkan kesejahteraan pekerja agar lebih baik di masa pensiun nanti. Masing-masing produk bersifat saling melengkapi kebaikan pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek sebagai amanat dari UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Berdasarkan undang-undang, BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Kedua program ini dianggap sama dengan DPLK. Padahal, ada perbedaan antara DPLK dan BPJS Ketenagakerjaan.

DPLK adalah program yang dibentuk bank dan perusahaan asuransi jiwa dalam menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri. Suatu perusahaan dapat mengikutsertakan karyawannya ke dalam program tersebut.

Pada BPJS Ketenagakerjaan terdapat program wajib yang harus diikuti karyawan, yaitu JHT yang dikenakan 5,7 persen dan program Jaminan Pensiun (JP). Sementara, biaya yang dikenakan pada program DPLK sebesar 1-5 persen saja.

Perbedaan DPLK dan Reksadana

Berikut ini perbedaan DPLK dan reksadana:

  1. DPLK bisa dipotong secara otomatis dari gaji bulanan. Sedangkan reksadana harus melakukan transfer setelah transaksi atau jual.
  2. Dalam DPLK, pemerintah memiliki aturan khusus terkait dengan penarikan dana pensiun. Untuk jumlah akumulasi dana (terdiri dari iuran, pengalihan dana, serta hasil pengembangan) peserta hanya boleh mengambil 20% dananya. Sisanya 80% wajib dibelikan anuitas dari perusahaan asuransi jiwa. Sedangkan reksadana memiliki kebebasan dalam proses pencairan dana kapan saja dan jumlah berapa saja.
  3. Dalam hal kebebasan memilih instrumen investasi. DPLK tidak bisa memilih instrumen investasinya. Semua jenis investasi yang digunakan perusahaan pada umumnya sama saja bagi karyawan.

Tips Memilih DPLK

Berikut ini adalah beberapa tips dan kriteria dalam memilih program DPLK terbaik:

Pilih waktu investasi yang ideal yaitu 10, 15, atau 20 tahun. Dengan begitu nasabah bisa mendapatkan return atau nilai tunai investasi yang lebih besar dan dapat menjadi solusi finansial ketika memasuki usia pensiun.

Dana pensiun ini umumnya memiliki sistem compounding atau bergulung. Jadi secara sederhana jika setoran Rp200 ribu setiap bulan, maka dalam waktu 10 tahun akan terkumpul Rp24 juta dan ditambah nilai tunai investasi. Artinya, semakin tinggi setoran tunai yang nasabah bayarkan setiap bulannya, semakin besar juga besaran DPLK yang akan didapatkan nantinya.

Sebaiknya pilih yang menawarkan fleksibilitas dalam menentukan jumlah investasi. Kemudian pilih juga pilihan produk yang memberi kebebasan dalam menentukan besar nilai setoran bulanan. Dengan begitu, nasabah bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Terakhir, jangan lupa untuk cari tahu reputasi perusahaan. Apakah pernah terjerat kasus atau tidak. Lihat juga laporan tahunannya yang umumnya bisa di-download pada situs resmi perusahaan. Ketahui cara membaca laporan tahunan perusahaan.

 

Simulasi DPLK

Simulasi DPLK atau perhitungan Dana Pensiun Lembaga Keuangan menjadi salah satu cara mengetahui iuran yang dibayar setiap bulan dan manfaat dana pensiun yang akan diterima. Berikut adalah contoh perhitungan DPLK dari beberapa lembaga keuangan di Indonesia!

Contoh Perhitungan DPLK

Berikut ini simulasi DPLK BRI, BNI, dan DPLK Muamalat.

1. Simulasi DPLK BRI

Usia nasabah: 25 tahunUsia pensiun: 55 tahunSetoran awal: Rp10,4 jutaIuran per bulan: Rp500 ribuPilihan produk: Pasar Uang Hasil yang dapat diterima nasabah: Manfaat pensiun: Rp1.103.175Pajak pensiun: Rp48.158.791Manfaat pensiun setelah pajak: Rp965.017.040

Catatan: Lihat kalkulator simulasi BRI pada situs resmi Bank BRI.

2. Simulasi DPLK BNI

Usia nasabah: 25 tahunUsia pensiun: 55 tahunSetoran awal: Rp10,4 jutaIuran per bulan: Rp500 ribuKenaikan iuran per tahun: 2%Bunga: 15%Pilihan produk: Pasar Uang Hasil yang dapat diterima nasabah: Hasil pengembangan: Rp5.262.527.134Total dana manfaat: Rp5.655.935.609

Catatan: Lihat kalkulator simulasi DPLK BNI pada situs resmi Bank BNI.

3. Simulasi DPLK Muamalat

Usia nasabah: 25 tahunUsia pensiun: 55 tahunIuran per bulan: Rp500 ribuKenaikan iuran per tahun: 2%Pilihan paket investasi A: deposito syariah 100%Asumsi tingkat investasi: 7% Hasil yang dapat diterima nasabah: Manfaat pensiun: Rp627.347.885Pajak pensiun: Rp28.867.394Manfaat pensiun setelah pajak: Rp598.480.491

Catatan: Lihat kalkulator simulasi DPLK Muamalat pada situs resmi DPLK Syariah Muamalat.

Gunakan Kalkulator Dana Pensiun Lifepal untuk menghitung persiapan dana pensiun di masa mendatang!

 

Cek Saldo DPLK

Cek saldo DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah cara mengetahui saldo investasi dana pensiun. Program DPLK adalah persiapan dana pensiun yang bisa diambil ketika usia peserta memasuki masa pensiun atau sesuai ketentuan sejak awal membuka program tersebut.

Nah, kembali lagi bicara soal cek saldo DPLK. Secara umum, cara ceknya bisa melalui aplikasi bank atau perusahaan asuransi, serta melalui situs resmi perusahaan.

Prosedur pengecekan saldo program dana pensiun ini secara umum adalah sebagai berikut:

  • Membuka aplikasi atau situs resmi perusahaan tempat menabung DPLK
  • Isi kolom username dan password
  • Ketik nomor peserta DPLK
  • Saldo DPLK akan muncul di layar.

Berikut contoh cara cek saldo DPLK AXA Mandiri dan BRI.

1. Cara Cek Saldo DPLK AXA Mandiri

Bagi peserta DPLK AXA Mandiri yang sudah terdaftar aktif dapat mengecek saldo dengan langkah sebagai berikut:

  • Klik menu login
  • Akan muncul kolom username dan password seperti gambar diatas
  • Masukkan nomor peserta DPLK Anda yang tertera di kartu peserta DPLK AXA Mandiri pada kolom username
  • Ketik password di kolom password, untuk password awal biasanya adalah tanggal lahir (ddmmyy) ditambah empat digit terakhir nomor peserta DPLK.

Contoh:

Tanggal lahir 21 Januari 1980 dan nomor peserta DPLK adalah 2001500304305 maka yang diketik pada kolom password adalah: 2101804305

2. Cara Cek Saldo DPLK BRI

Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank BRI atau biasa disingkat dengan nama DPLK BRI merupakan pelayanan finansial bagi nasabah untuk dana pensiun yang dikelola oleh bank BRI.

Dengan mempercayakan DPLK kepada bank BRI maka akan lebih terjamin keamanannya begitu juga pilihan investasi yang tersedia sangat variatif bisa disesuaikan dengan profil risiko dari masing-masing nasabah.

Nasabah yang tergabung dalam DPLK BRI bisa melakukan cek saldo melalui layanan digital banking atau internet banking di halaman website berikut. https://dplk.bri.co.id.

Untuk login silahkan masukkan user ID 6 digit dari nomor CIF dan passwordnya adalah tanggal lahir nasabah. Dari sini bisa melihat informasi detail terkait saldo di dalam DPLK BRI.

Apabila nasabah mengalami kendala saat login di website DPLK BRI bisa meminta bantuan di kantor cabang Bank BRI terdekat atau hubungi layanan contact center BRI Call.

Jika terdaftar di program DPLK bank atau asuransi lain, hubungi customer service untuk mengetahui cara cek saldo DPLK kamu!

 

Pertanyaan Seputar Program DPLK

Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah program dana pensiun yang diberikan untuk tertanggung individu maupun karyawan perusahaan. Adapun dana pensiun yang diberikan dalam bentuk nilai tunai atau return investasi.

Saldo DPLK adalah akumulasi uang dari setoran bulanan + nilai tunai investasi yang terkumpul dalam rekening dana pensiun nasabah.

Saat ini pilihan produk yang paling banyak diminati adalah produk BRI dan BNI. Sementara untuk pilihan syariah adalah produk dari Muamalat.

Program ini menjadi salah satu solusi yang ideal untuk memenuhi kebutuhan finansial ketika memasuki usia pensiun atau tidak dapat bekerja lagi. Sebab, dalam program ini nasabah dituntut untuk menabung dan berinvestasi jangka panjang.

Kembali lagi pada masing-masing nasabah. Jika JHT BPJS Ketenagakerjaan dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan finansial di masa tua nanti, maka jawabannya tidak. Sebaliknya, jika dirasa JHT BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat memenuhi kebutuhan hari tua nanti dan nasabah memiliki anggaran lebih, tak ada salahnya untuk melengkapinya dengan program dana pensiun ini.

Biasanya jika klaim telah disetujui, maka dana akan cair dalam waktu 14 hari. Namun, kembali lagi kepada regulasi dari tiap-tiap perusahaan.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan