• Promo_Page_jiwa1 (FIX)
FLASHSALE
Diskon 10%

DPLK

  • Diskon Terbaik
  • 500+ Pilihan
  • Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.

DPLK Terbaik 2021

DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah program pensiun yang berguna untuk melengkapi JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda, sehingga keamanan finansial Anda di hari tua tetap terjamin.

Ada beberapa perusahaan yang menyediakan program DPLK dengan manfaat terbaik. Temukan dan bandingkan di Lifepal cukup dengan hanya mengisi formulir di atas, kemudian nikmati diskon sebesar 10 persen!

Simak juga rekomendasi DPLK terbaik bagi individu dan kelompok dari berbagai lembaga keuangan berikut ini:

Pengertian DPLK

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah program dana pensiun melalui nilai tunai atau return investasi. Dari pengertian DPLK ini, dapat dipahami bahwa dana pada DPLK adalah dana yang bisa diambil ketika nasabah memasuki usia pensiun yang ditetapkan sejak awal program.

Jadi, program DPLK adalah program yang berbeda dari investasi yang dilakukan sendiri. Pada investasi, pengambilan dana bisa dilakukan kapan saja, berbeda dari pengambilan dana pada program pensiun tersebut.

Mengapa pengambilan dana pensiun dibatasi? Tujuannya agar mendorong nasabah disiplin menabung untuk hari tuanya nanti.

Mungkin banyak yang bertanya, “Sudah memiliki JHT BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan. Apakah masih butuh DPLK?”

Jika ingin mencapai kebebasan finansial di hari tua, tentu saja program ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuangan yang sehat di masa pensiun. DPLK membantu Anda melengkapi manfaat JHT.

Lengkapi manfaat DPLK dengan polis asuransi jiwa. Cukup bayar premi Rp120 ribuan, nasabah sudah bisa mendapatkan santunan meninggal dunia yang menjanjikan! Cek di sini:

Secara umum, program DPLK di Indonesia terbagi menjadi dua kategori, yaitu program individu dan program DPLK kelompok atau kumpulan. Program individu dikhususkan bagi nasabah perorangan, sedangkan program kelompok ditujukan bagi karyawan perusahaan.

Selain dua kategori DPLK berdasarkan jumlah keikusertaan peserta, ada pula DPLK berdasarkan prinsip pengelolaannya, yaitu konvensional dan syariah.

Manfaat DPLK

Setelah memahami pengertian DPLK, kini saatnya mengetahui manfaat dari program DPLK itu sendiri. Ada dua pihak yang bisa merasakan manfaat dari program DPLK ini adalah karyawan dan perusahaan. Berikut masing-masing manfaatnya:

Hukum DPLK

Menurut UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun bagi pesertanya.

Sejak undang-undang ini diberlakukan, hanya ada dua lembaga yang dapat menyelenggarakan program dana pensiun, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).

Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1992, terdapat tiga unsur yang terlibat dalam program pensiun melalui DPLK yaitu:

  • Peserta yang menyetor iuran dan menikmati pensiun
  • DPLK yang menyelenggarakan program pensiun
  • Perusahaan asuransi jiwa yang menyediakan fasilitas anuitas sebagai manfaat pensiun yang diberikan secara berkala kepada peserta.

Selain itu, Hukum DPLK diatur juga dalam UU, Peraturan Menteri Keuangan, dan Peraturan Pemerintah berikut:

  1. Peraturan Menteri Keuangan No.252/PMK.03/2008
  2. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2009 tentang Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan Jaminan Hari Tua Yang Dibayarkan Sekaligus
  4. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 50/PMK.010/2012 tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 343/KMK.017/1978 tentang Iuran dan Manfaat Pensiun

Perbedaan DPPK dan DPLK

DPPK adalah lembaga yang dibuat perusahaan untuk mengelola dana pensiun para pekerjanya. Itu sebab, peserta DPPK terbatas pada karyawan perusahaan yang menyelanggarakan program tersebut. Karena itu pula, DPPK disebut sebagai dana pensiun tertutup.

Pengurus DPPK bukan pendiri, melainkan orang atau badan yang ditunjuk dan mendapatkan pengesahan menteri untuk menjalankan serta mengelola dana pensiun.

Sementara, DPLK didirikan oleh dua lembaga, yaitu bank umum dan perusahaan asuransi jiwa. Di sinilah letak perbedaan pengertian DPPK dan DPLK. Dari sisi fungsi, DPLK lebih luas bila dibandingkan dengan DPPK, sebab menjangkau masyarakat luas, baik itu perorangan atau kelompok.

Selain itu, DPPK dan DPLK juga memiliki perbedaan lain dalam hal pembayaraan iuran. Pada program DPPK, beban iuran dibebankan oleh karyawan dan pemberi kerja. Sementara DPLK, iuran dibebankan pada perorangan, karyawan, atau pekerja mandiri.

Bagaimana Hukum DPLK dalam Islam?

Sebelum menyatakan hukum dana pensiun dalam Islam halal atau haram, sebaiknya ketahui terlebih dahulu ciri-cirinya berikut ini:

Perbedaan DPLK dan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK memiliki orientasi untuk menyiapkan kesejahteraan pekerja agar lebih baik di masa pensiun nanti. Masing-masing produk bersifat saling melengkapi kebaikan pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek sebagai amanat dari UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Berdasarkan undang-undang, BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Kedua program ini dianggap sama dengan DPLK. Padahal, ada perbedaan antara DPLK dan BPJS Ketenagakerjaan.

DPLK adalah program yang dibentuk bank dan perusahaan asuransi jiwa dalam menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri. Suatu perusahaan dapat mengikutsertakan karyawannya ke dalam program tersebut.

Pada BPJS Ketenagakerjaan terdapat program wajib yang harus diikuti karyawan, yaitu JHT yang dikenakan 5,7 persen dan program Jaminan Pensiun (JP). Sementara, biaya yang dikenakan pada program DPLK sebesar 1-5 persen saja.

Perbedaan DPLK dan Reksadana

Berikut ini perbedaan DPLK dan reksadana:

  1. DPLK bisa dipotong secara otomatis dari gaji bulanan. Sedangkan reksadana harus melakukan transfer setelah transaksi atau jual.
  2. Dalam DPLK, pemerintah memiliki aturan khusus terkait dengan penarikan dana pensiun. Untuk jumlah akumulasi dana (terdiri dari iuran, pengalihan dana, serta hasil pengembangan) peserta hanya boleh mengambil 20% dananya. Sisanya 80% wajib dibelikan anuitas dari perusahaan asuransi jiwa. Sedangkan reksadana memiliki kebebasan dalam proses pencairan dana kapan saja dan jumlah berapa saja.
  3. Dalam hal kebebasan memilih instrumen investasi. DPLK tidak bisa memilih instrumen investasinya. Semua jenis investasi yang digunakan perusahaan pada umumnya sama saja bagi karyawan.

Simulasi DPLK

Simulasi DPLK atau perhitungan Dana Pensiun Lembaga Keuangan menjadi salah satu cara mengetahui iuran yang dibayar setiap bulan dan manfaat dana pensiun yang akan diterima. Berikut adalah contoh perhitungan DPLK dari beberapa lembaga keuangan di Indonesia!

Contoh Perhitungan DPLK

Berikut ini simulasi DPLK BRI, BNI, dan DPLK Muamalat.

1. Simulasi DPLK BRI

Usia nasabah: 25 tahun

Usia pensiun: 55 tahun

Setoran awal: Rp10,4 juta

Iuran per bulan: Rp500 ribu

Pilihan produk: Pasar Uang

Hasil yang dapat diterima nasabah: 

Manfaat pensiun: Rp1.103.175

Pajak pensiun: Rp48.158.791

Manfaat pensiun setelah pajak: Rp965.017.040

Catatan: Lihat kalkulator simulasi BRI pada situs resmi Bank BRI.

2. Simulasi DPLK BNI

Usia nasabah: 25 tahun

Usia pensiun: 55 tahun

Setoran awal: Rp10,4 juta

Iuran per bulan: Rp500 ribu

Kenaikan iuran per tahun: 2 persen

Bunga: 15 persen

Pilihan produk: Pasar Uang

Hasil yang dapat diterima nasabah: 

Hasil pengembangan: Rp5.262.527.134

Total dana manfaat: Rp5.655.935.609

Catatan: Lihat kalkulator simulasi DPLK BNI pada situs resmi Bank BNI.

3. Simulasi DPLK Muamalat

Usia nasabah: 25 tahun

Usia pensiun: 55 tahun

Iuran per bulan: Rp500 ribu

Kenaikan iuran per tahun: 2 persen

Pilihan paket investasi A: deposito syariah 100 persen

Asumsi tingkat investasi: 7 persen

Hasil yang dapat diterima nasabah: 

Manfaat pensiun: Rp627.347.885

Pajak pensiun: Rp28.867.394

Manfaat pensiun setelah pajak: Rp598.480.491

Catatan: Lihat kalkulator simulasi DPLK Muamalat pada situs resmi DPLK Syariah Muamalat.

Gunakan Kalkulator Dana Pensiun Lifepal untuk menghitung persiapan dana pensiun di masa mendatang!

Cek Saldo DPLK

Cek saldo DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah cara mengetahui saldo investasi dana pensiun. Program DPLK adalah persiapan dana pensiun yang bisa diambil ketika usia peserta memasuki masa pensiun atau sesuai ketentuan sejak awal membuka program tersebut.

Nah, kembali lagi bicara soal cek saldo DPLK. Secara umum, cara ceknya bisa melalui aplikasi bank atau perusahaan asuransi, serta melalui situs resmi perusahaan.

Prosedur pengecekan saldo program dana pensiun ini secara umum adalah sebagai berikut:

  • Membuka aplikasi atau situs resmi perusahaan tempat menabung DPLK
  • Isi kolom username dan password
  • Ketik nomor peserta DPLK
  • Saldo DPLK akan muncul di layar.

Berikut contoh cara cek saldo DPLK AXA Mandiri dan BRI.

1. Cara Cek Saldo DPLK AXA Mandiri

Bagi peserta DPLK AXA Mandiri yang sudah terdaftar aktif dapat mengecek saldo dengan langkah sebagai berikut:

  • Klik menu login
  • Akan muncul kolom username dan password seperti gambar diatas
  • Masukkan nomor peserta DPLK Anda yang tertera di kartu peserta DPLK AXA Mandiri pada kolom username
  • Ketik password di kolom password, untuk password awal biasanya adalah tanggal lahir (ddmmyy) ditambah empat digit terakhir nomor peserta DPLK.

Contoh:

Tanggal lahir 21 Januari 1980 dan nomor peserta DPLK adalah 2001500304305 maka yang diketik pada kolom password adalah: 2101804305

2. Cara Cek Saldo DPLK BRI

Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank BRI atau biasa disingkat dengan nama DPLK BRI merupakan pelayanan finansial bagi nasabah untuk dana pensiun yang dikelola oleh bank BRI.

Dengan mempercayakan DPLK kepada bank BRI maka akan lebih terjamin keamanannya begitu juga pilihan investasi yang tersedia sangat variatif bisa disesuaikan dengan profil risiko dari masing-masing nasabah.

Nasabah yang tergabung dalam DPLK BRI bisa melakukan cek saldo melalui layanan digital banking atau internet banking di halaman website berikut. https://dplk.bri.co.id.

Untuk login silakan masukkan user ID 6 digit dari nomor CIF dan passwordnya adalah tanggal lahir nasabah. Dari sini bisa melihat informasi detail terkait saldo di dalam DPLK BRI.

Apabila nasabah mengalami kendala saat login di website DPLK BRI bisa meminta bantuan di kantor cabang Bank BRI terdekat atau hubungi layanan contact center BRI Call.

Jika terdaftar di program DPLK bank atau asuransi lain, hubungi customer service untuk mengetahui cara cek saldo DPLK Anda!

Cara Klaim DPLK

Prosedur klaim DPLK bertujuan untuk mencairkan atau menguangkan saldo DPLK yang dimiliki oleh nasabah. Cara klaim DPLK pun berbeda-beda, berikut beberapa di antaranya:

Cara Klaim DPLK BNI

Cara klaim atau cara mencairkan DPLK BNI dibagi menjadi enam jenis, yaitu pensiun normal, pensiun dipercepat, pensiun meninggal dunia atau cacat tetap, masa kepesertaan berakhir, penarikan akumulasi iuran (belum tutup rekening), dan pengalihan ke DPLK lain. Cara klaim untuk jenis pencairan dana pensiun normal dilakukan dengan ketentuan berikut:

  • Syarat pengajuan klaim adalah nasabah telah mencapai usia pensiun normal yang dipilih, yakni minimal 40 tahun.
  • Mengirimkan berkas atau dokumen persyaratan ke Kantor Pusat BNI, sebagai berikut:
    • Formulir pencairan dana BNI Simponi
    • Fotokopi KTP
    • Fotokopi KK
    • Fotokopi NPWP
    • Fotokopi buku tabungan tujuan transfer
    • Buku Simponi asli
    • Surat kuasa pencairan bermaterai Rp6 ribu
    • Surat pembelian Anuitas bagi peserta yang dananya diatas Rp500 juta

Cara Klaim DPLK Mandiri

Klaim DPLK Mandiri untuk produk Dana Pensiun juga dibagi menjadi lima jenis, yaitu pensiun normal, pensiun dipercepat, pensiun ditunda, pensiun kurang dari tiga tahun, dan pensiun janda/duda/anak. Berikut prosedur cara klaim DPLK Mandiri:

Cara Klaim DPLK Manulife

Cara mencairkan DPLK Manulife kini dapat dilakukan secara online yakni dengan mengirimkan dokumen persyaratan melalui email di alamat [email protected] Berikut dokumen yang harus dilengkapi untuk persyaratan klaim manfaat pensiun normal:

Tips Memilih DPLK

Berikut ini adalah beberapa tips dan kriteria dalam memilih program DPLK terbaik:

Pertanyaan Seputar Program DPLK

Chat Bantuan