Asuransi Proyek

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 30%
 

Asuransi Proyek Terbaik Pilihan Lifepal

Untuk membandingkan asuransi proyek terbaik, kita tidak perlu lagi melakukan riset dari masing-masing situs perusahaan asuransi atau meminta brosur produk yang ingin dibeli. Kita bisa dengan mudah membandingkan pilihan terbaik yang telah diperingkat oleh Lifepal berdasarkan berbagai indikator. Berikut ini daftar pilihan asuransi umum terbaik yang menyediakan asuransi proyek.

1. ACA

Perusahaan asuransi yang pernah dimiliki BCA sebelum dibeli grup Djarum ini menawarkan banyak produk asuransi umum. Salah satunya asuransi konstruksi yang dimasukkan dalam kategori asuransi rekayasa. Pertanggungan atau jaminan yang diberikan polis Asuransi Konstruksi ACA yaitu EAR dan CAR. Cek informasi lebih lanjut di Lifepal.

2. Adira Insurance

Polis asuransi proyek dari Adira Insurance adalah Asuransi Alat Berat atau yang masuk kelompok EAR. Jaminan ganti ruginya pun cukup banyak termasuk kebakaran, tabrakan, pencurian, dan kejadian yang dipengaruhi cuaca. Polis ini bisa diperluas jaminannya seperti kerusuhan, kecelakaan diri, dan ganti rugi pihak ketiga yang dirugikan. Terdapat polis asuransi lain seperti asuransi mobil, asuransi motor, hingga asuransi mikro untuk demam berdarah yang bisa didapatkan di Lifepal.

3. Chubb

Perusahaan asuransi yang telah beroperasi di 54 negara ini menawarkan produk asuransi proyek atau konstruksi cukup banyak. Beberapa di antaranya All Risk dan Asuransi Proyek Kargo. Untuk informasi produk lain dari Chubb, hanya perlu isi form untuk mendapatkan konsultasi gratis.

4. MSIG

Pada perusahaan ini, asuransi proyek digolongkan sebagai asuransi teknik yang terdiri atas 3 polis yaitu CAR, EAR, dan Kerusakan Mesin. Kalau bukan pebisnis tetapi sudah terlanjur jatuh cinta dengan brand MSIG, kita bisa pilih beberapa polis lain di Lifepal termasuk asuransi mobil, asuransi mobil khusus perempuan, serta asuransi perjalanan.

5. Sinar Mas

Asuransi umum dari Sinarmas Group ini memang cukup lengkap dalam menyediakan produk, termasuk asuransi proyek/konstruksi. Berdasarkan situs resminya, Sinar Mas punya polis EAR, CAR, hingga Surety Bond. Produk lain dari Sinar Mas yang bisa didapatkan di Lifepal antara lain asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi perjalanan.

Bagaimana Memilih Asuransi Terbaik untuk Proyek?

Begitu banyak perusahaan asuransi umum yang hadir di Indonesia dan menawarkan asuransi proyek tentu membuat bingung pebisnis. Apalagi, jika harus membandingkan satu per satu keunggulan masing-masing polis. Itu sebabnya, Lifepal hadir sebagai jembatan antara perusahaan asuransi dan calon nasabah.

Melalui situs Lifepal, kita bisa dengan mudah membandingkan produk yang sama dari perusahaan asuransi berbeda. Atau, bisa juga mendapatkan konsultasi gratis hingga polis asuransi sesuai kebutuhan dan bujet hanya dengan mengisi formulir di atas.

Tips dari Lifepal untuk memilih asuransi proyek atau konstruksi terbaik ada beberapa. Simak penjelasan berikut:

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, terdapat beberapa polis asuransi proyek atau konstruksi, bukan? Pebisnis yang ingin mengasuransikan proyeknya atau kontraktor yang ingin mengikuti tender atau lelang proyek bisa membeli polis yang sesuai kebutuhan. Misalnya saja polis asuransi jaminan penawaran saat ingin mengikuti tender.

Jika ada yang lebih ramah kantong dengan manfaat sama, kenapa tidak? Pebisnis juga manusia biasa, harga yang lebih rendah tetapi memberi jaminan luas tentunya jadi pilihan. Karena itu, coba cek di Lifepal.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesehatan keuangan perusahaan. Jangan sampai sudah membeli asuransi proyek dari perusahaan asuransi tertentu, lalu ketika klaim tidak bisa karena keuangan perusahaan seret. Karena itu, ada beberapa indikator dari laporan keuangan perusahaan asuransi yang harus kita ketahui sebelum membeli.

Salah satunya dan menjadi sorotan OJK adalah rasio solvabilitas atau RBC. sesuai peraturan OJK, rasio yang mengindikasikan kemampuan perusahaan membayarkan kewajibannya ini minimal 120 persen. Kalau di bawah itu? Mending jangan beli di perusahaan tersebut.

Indikator lainnya adalah pertanggungan atau jaminan ganti rugi. Bandingkan sejumlah perusahaan asuransi umum pilihan dari sisi jaminannya. Misalnya kita sudah menyeleksi sejumlah perusahaan asuransi yaitu A.B, dan C. Kemudian, dari tiga perusahaan asuransi tersebut, perhatikan bagaimana jaminan ganti rugi apakah ada sederet syarat dan ketentuan yang bakal memberatkan kita sebagai nasabah atau tidak.

Pertimbangan lain adalah pelayanan yang diberikan perusahaan asuransi. Beberapa indikator yang perlu kita tanyakan seperti berapa lama waktu klaim, prosesnya seperti apa, layanan nasabah, lalu bagaimana penyelesaian klaim jika tidak disetujui perusahaan asuransi yang biasanya ke meja hijau.

 

Pengertian Asuransi Proyek

Pembangunan proyek seperti gedung atau infrastruktur berisiko terhadap hal-hal yang tidak diinginkan baik dari segi konstruksi bangunan ataupun perjanjian kerja sama antara kontraktor dan pemilik proyek. Itu sebabnya produk asuransi yang memberikan perlindungan dari berbagai hal merugikan tersebut diperlukan dalam tahap pembangunan.

Produk asuransi proyek sebenarnya sama saja dengan asuransi lainnya. Kerugian yang terjadi dalam tahap pembangunan dialihkan ke perusahaan asuransi. Dengan begitu, pemilik proyek sebagai nasabah tidak akan mengalami kerugian finansial, material, dan immaterial karena perusahaan asuransi memberikan jaminan ganti rugi.

Asuransi proyek yang merupakan bagian dari produk asuransi umum (kerugian), pada dasarnya adalah produk asuransi yang memberikan jaminan bagi pemilik proyek, kontraktor, tenaga kerja atau pekerja proyek, aset atau mesin dalam proyek, hingga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga dalam masa pembangunan (proyek).

Pada perusahaan asuransi umum di Indonesia asuransi proyek juga dikenal sebagai asuransi konstruksi. Sementara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku regulator industri ini menjelaskan bahwa asuransi proyek atau konstruksi disebut surety bond atau perjanjian antara tiga pihak yaitu perusahaan asuransi (surety), kontraktor (principal), dan pemilik proyek (obligee).

Nama lain asuransi proyek ini adalah asuransi teknik. Beberapa perusahaan asuransi umum yang hadir di Indonesia mengelompokkan nama asuransi proyek sebagai asuransi teknik. Jenis polis yang disediakan asuransi teknik pun sama dengan asuransi proyek atau konstruksi, dua di antaranya adalah asuransi konstruksi (CAR) dan asuransi mesin (EAR).

Seperti Apa Kebutuhan Asuransi Proyek?

Tujuan utama memiliki asuransi proyek cukup banyak. Sebut saja perlindungan terhadap proyek pembangunan dari segala risiko kerugian yang mungkin terjadi. Risiko ini cukup banyak seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada potensi infrastruktur atau gedung yang sedang dibangun rusak karena bencana alam atau faktor ketidaksengajaan lain.

Selain itu, mesin dan alat berat dalam mega proyek pembangunan gedung atau infrastruktur tentu bukan barang murah. Misalnya harga mata bor penghancur batu merek Volvo yang dijual di situs e-commerce mencapai Rp275 juta (sudah termasuk diskon). Belum harga excavator yang dibanderol lebih dari Rp1,5 miliar.

Tentunya mesin-mesin mahal ini perlu diasuransikan dalam pembangunan proyek karena cukup tinggi biaya sparepart dan harga alat itu sendiri. Nilai konstruksi bangunan juga perlu diasuransikan karena risiko selalu ada.

Alasan lainnya adalah mencegah korupsi. Sejak semester kedua 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki kasus 14 proyek fiktif di lingkup perusahaan pelat merah (BUMN) KPK mengendus dugaan korupsi antara Jasa Marga dan Waskita Karya untuk sejumlah proyek infrastruktur di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Lalu, apa hubungan antara asuransi proyek dan kasus ini?

Asuransi proyek bisa meminimalisir kasus korupsi karena dalam asuransi proyek terdapat persyaratan ketat yang harus dipenuhi sebelum pengajuan asuransi disetujui. Salah satunya adalah proyek yang dijaminkan harus real. Itu sebabnya terdapat pengecekan ke lapangan oleh tim dari perusahaan asuransi.

Tentunya langkah perusahaan asuransi tersebut bertujuan agar tidak ditipu nasabah yang membuat proyek fiktif lalu melakukan klaim. Namun, imbasnya cukup positif untuk mengurangi adanya proyek fiktif yang dilakukan berjamaah seperti di BUMN.

Dengan manfaat yang cukup luas inilah, asuransi proyek sangat dibutuhkan dalam pembangunan gedung atau infrastruktur lain. Untuk informasi lebih lanjut mengenai asuransi lainnya silakan mengisi form di atas. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan penawaran menarik dan konsultasi gratisnya.

Jenis Asuransi Proyek

Dari berbagai perusahaan asuransi umum yang ada di Indonesia, asuransi proyek memberikan jaminan ganti rugi bagi pemilik proyek dan kontraktor. Polis yang tersedia pun berbeda untuk masing-masing pihak. Berikut ini jenis asuransi proyek dan penjelasan singkatnya mengenai jaminan yang diberikan polis.

Berikut ini polis asuransi proyek atau konstruksi yang dijelaskan dalam situs resmi OJK.

1. Jaminan Penawaran

Polis asuransi yang juga disebut bid bond ini adalah jaminan yang diterbitkan perusahaan asuransi untuk menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor sebagai pemegang jaminan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam pelelangan/tender.

Jika kontraktor pemenang lelang tidak menyanggupi, maka kerugian yang dialami pemilik proyek akan dibayar perusahaan asuransi. Nilai pembayaran dihitung berdasarkan selisih penawaran terendah kontraktor yang tidak menyanggupi dengan tawaran terendah kontraktor baru.

Adapun risiko yang ditanggung secara general ada dua yaitu:

  • Kontraktor pemenang mengundurkan diri
  • Kontraktor pemenang tidak dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan setelah keluarnya surat perintah kerja (SPK).

Fungsi asuransi jaminan penawaran yang paling utama adalah syarat pelelangan suatu proyek agar peserta tender (kontraktor) bersungguh-sungguh untuk mendapatkan proyek dan memberikan jaminan/kepastian ganti rugi jika suatu waktu tidak menyanggupi proyek tersebut.

2. Jaminan Pelaksanaan

Polis ini disebut juga performance bond yaitu jaminan yang diterbitkan perusahaan asuransi untuk menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor akan/dapat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sesuai perjanjian dalam kontrak pekerjaan. Besarnya nilai jaminan (penal sum) pelaksanaan yang dibayarkan ketika kontraktor tidak menyelesaikan proyek yaitu 5-10 persen dari nilai proyek.

Fungsi utama asuransi ini adakah syarat penandatanganan kontrak kerja bagi pemenang tender. Jika kontraktor pemenang tender tidak melaksanakan kewajiban sesuai kontrak, maka perusahaan asuransi membayarkan ganti rugi kepada pemilik proyek dengan mencairkan asuransi atau jaminan pelaksanaan tersebut.

3. Jaminan Pembayaran Uang Muka

Polis asuransi ini juga disebut advance payment bond yaitu jaminan kepada pemilik proyek bahwa kontraktor akan mengembalikan uang muka yang telah dibayar sesuai ketentuan yang dijanjikan dalam kontrak untuk memperlancar pembiayaan proyek. Jika pekerjaan tidak selesai atau gagal, maka perusahaan asuransi akan membayar pemilik proyek.

Besarnya nilai ganti rugi pada polis ini disesuaikan persentase tertentu. Namun, biasanya nilai uang muka (DP) yang ditetapkan sebesar 20 persen dari nilai proyek. Fungsi utama polis ini adalah memperlancar pembiayaan proyek yang dikerjakan. Jika kontraktor gagal melaksanakan proyek, maka perusahaan asuransi akan membayar pemilik proyek sebesar sisa uang muka yang belum dilunasi.

4. Jaminan Pemeliharaan

Polis asuransi yang disebut maintenance bond ini adalah jaminan bagi pemilik proyek bahwa kontraktor sanggup memperbaiki kerusakan pekerjaan setelah menyelesaikan proyek sesuai perjanjian kontrak. Besarnya nilai jaminan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari nilai kontrak yaitu 5 persen saat kontraktor menyelesaikan 100 persen proyek tersebut.

5. Garansi Bank

Jaminan ini adalah pemberian janji tertulis bank kepada pemilik proyek untuk jangka waktu tertentu, jumlah tertentu, dan keperluan tertentu bahwa bank akan membayar kewajiban kontraktor jika melakukan wanprestasi. Dalam proses penerbitannya, kontraktor menghubungi perusahaan asuransi dengan melengkapi dokumen standar proyek dan data kontraktor sesuai aturan surety bond.

6. Customs Bond

Polis ini adalah jaminan yang diberikan kepada pemerintah atas kelalaian/ketidakmampuan pengusaha mengekspor barang/produk/hasil industri tertentu setelah mendapatkan pembebasan bea masuk, bea masuk tambahan, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang/bahan baku yang diimpor untuk produksi.

Jika dalam jangka waktu tertentu pengusaha yang bersangkutan lalai/tidak mengekspor, maka customs bond tersebut bisa dicairkan pemerintah. Fungsi produk ini adalah menjamin pemerintah yang telah memberikan keringanan (mengurangi penerimaan pendapatan) kepada pengusaha.

Selain enam polis asuransi tersebut, situs Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memberikan penjelasan mengenai Polis Standar Asuransi Proyek Konstruksi Indonesia (PSAPKI). Polis ini memberikan jaminan ganti rugi atas bangunan/infrastruktur proyek, mesin-mesin, hingga tenaga kerja dalam proyek dari risiko yang tercantum dalam polis seperti kebakaran, bencana alam, dan lainnya.

Terdapat pula polis asuransi proyek yang lebih bermacam-macam berdasarkan pengembangan produk oleh perusahaan asuransi sesuai kebutuhan global akan energi, transportasi, dan infrastruktur industri. Salah satunya adalah Asuransi Proyek Kargo dari Chubb.

Polis ini memberikan jaminan ganti rugi untuk serangkaian pengiriman atas nilai yang disetujui pada jangka waktu tertentu untuk proyek konstruksi. Polis ini cocok bagi pengusaha yang bergelut di bidang bisnis penyediaan dan transportasi mesin berat. Jaminan yang diberikan terdiri atas tiga yaitu kerugian, kerusakan, dan keterlambatan.

Polis Asuransi Proyek yang Umum Ditawarkan Perusahaan

Di beberapa perusahaan asuransi umum di Indonesia, polis yang ditawarkan cukup beraneka. Sebut saja surety bond yang dijabarkan dalam situs OJK dan PSAPKI yang dijelaskan lewat situs AAUI. Berikut ini polis-polis asuransi proyek yang bisa dibeli melalui perusahaan asuransi umum, agen, atau broker.

  • Contractors All Risk (CAR): Polis asuransi yang menjamin ganti rugi kerusakan bangunan atau infrastruktur yang masih dalam tahap pembangunan. Risiko yang dijaminkan disesuaikan dalam kesepakatan, misalnya saja bencana alam.
  • Erection All Risk (EAR): Polis asuransi yang menjamin ganti rugi kerusakan mesin selama masa pemasangan atau instalasi bermacam-macam mesin dan perlengkapannya. Polis ini juga menjamin ganti rugi pekerjaan konstruksi seperti penyulingan minyak, pembangkit tenaga, hingga konstruksi jembatan besi.
  • Asuransi Kerusakan Mesin: Polis yang menjamin ganti rugi atas kerusakan mesin yang diasuransikan akibat risiko dari mesin tersebut. Beberapa mesin yang bisa diasuransikan yaitu turbin, mesin uap, mesin pembangkit tenaga listrik, kompresor, mesin diesel, hingga peralatan teknik untuk pabrik.
  • Surety Bond: Polis atau produk asuransi yang telah dijelaskan sebelumnya, memberikan jaminan untuk pemilik proyek jika kontraktor gagal/tidak mampu mengerjakan proyek/melakukan wanprestasi.

Istilah-istilah dalam Asuransi Proyek

 

  • Aktuaris: Pihak profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi tetapi polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan tetapi benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.

 

 

Tips & Pertanyaan

Faktor yang memengaruhi persentase premi asuransi proyek adalah jenis proyek, lokasi proyek, kontraktor pelaksana, pemilik, kondisi lingkungan proyek, peluang terjadi musibah, jangka waktu penyelesaian proyek, hingga peralatan atau mesin yang akan dipasang. Selain itu persentase juga berbeda antara CAR, EAR, atau Surety Bond.

Rumus sederhana untuk menghitung premi asuransi proyek yaitu:

Premi = jumlah uang pertanggungan x suku (%) premi per jangka waktu penyelesaian proyek

Beberapa fungsi dan manfaat asuransi proyek yaitu mitigasi risiko bisnis, menjamin pengiriman mesin, menjamin kondisi mesin selama proyek, menjamin keselamatan pekerja dan pihak ketiga yang mungkin dirugikan atas proyek tersebut, hingga meminimalkan kerugian finansial.

Pertanggungan asuransi proyek terdiri atas berbagai ganti rugi bagi pemilik proyek. Adapun manfaat paling umum dari asuransi proyek berdasarkan polis asuransi proyek yaitu kerusakan material, luka fisik, kerusakan properti, jaminan biaya hukum jika terjadi tuntutan, jaminan ganti rugi akibat kelalaian pekerja, serta pencurian mesin atau perlengkapan/peralatan proyek.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi proyek. Apabila tertanggung mengalami kejadian yang menimbulkan klaim, maka tertanggung harus melapor terlebih dahulu dengan waktu maksimal sesuai kesepakatan. Tertanggung juga wajib membantu surveyor menyelidiki taksiran dan penyebab kerugian. Untuk penggantian TPL, tertanggung harus menunggu perusahaan asuransi menyetujui ganti rugi.

Asuransi pekerja proyek dan asuransi proyek bukanlah produk asuransi yang berbeda karena asuransi pekerja proyek bagian dari asuransi proyek. Asuransi pekerja proyek bisa dijelaskan sebagai produk asuransi yang memberikan proteksi kepada pekerja proyek. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga asuransi proyek all risk menjadi contohnya.

Sementara, asuransi proyek adalah asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi atas kerusakan, kerugian, atau wanprestasi pihak lain. Dengan kata lain, asuransi proyek memberikan jaminan atas bangunan atau infrastruktur yang sedang dibangun serta perjanjian antara dua pihak yaitu kontraktor dan pemilik proyek.

Istilah konsorsium dalam KBBI Kemendikbud dijelaskan sebagai himpunan beberapa pengusaha yang mengadakan usaha bersama atau kongsi. Secara sederhana, konsorsium asuransi proyek adalah kumpulan beberapa perusahaan asuransi umum yang menjaminkan kerugian suatu mega proyek.

Contoh nyata dari konsorsium asuransi proyek adalah Konsorsium Penjaminan Proyek (KPP) dan Konsorsium Jaminan Surety Bond (KJSB). Masing-masing konsorsium ini dibentuk pada 2015 untuk menjaminkan proyek infrastruktur pemerintah atau proyek-proyek besar milik Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam menjaminkan proyek tersebut, terbentuk konsorsium yang terdiri atas perusahaan asuransi pelat merah (BUMN) dan swasta.

Asuransi proyek tentunya sangat bermanfaat bagi bisnis properti hingga infrastruktur. Sebut saja salah satunya adalah memitigasi risiko bisnis yang dijaminkan dalam asuransi proyek dan surety bond.

Selain itu juga memberikan kepastian atas keselamatan pekerja. Dengan begitu, pebisnis tidak perlu mengeluarkan uang atas risiko yang mungkin terjadi pada pekerja. Asuransi proyek juga memberikan penggantian kerugian finansial untuk berbagai risiko lain seperti tanggung jawab hukum pihak ketiga (TPL) yang mungkin disebabkan kelalaian pekerja atau bencana alam hingga kerusakan mesin, pencurian, dan kerugian lainnya selama masa pembangunan.

Perusahaan asuransi umum (kerugian) di Indonesia yang telah berizin memiliki hak untuk menawarkan asuransi proyek. Namun, tidak semua asuransi umum di Tanah Air memiliki produk asuransi proyek. Beberapa asuransi umum yang menawarkan produk asuransi proyek yaitu ACA, Adira Insurance, Chubb, Sinar Mas, dan masih banyak lagi.

Jamsostek yang kini bernama BPJS Ketenagakerjaan memiliki asuransi proyek khusus pekerja. Berdasarkan situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, setiap jasa konstruksi yang mempekerjakan pekerja harian lepas, borongan, dan perjanjian kerja waktu tertentu wajib mendaftarkan pekerjanya mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Adapun proyek yang dimaksud adalah proyek APBD, proyek dana internasional, proyek APBN, hingga proyek swasta.