Asuransi Proyek untuk Kebutuhan Bisnismu

DISKON HINGGA 20% Temukan pilihan terbaik dari brand ternama, harga terjangkau!

Pengertian Asuransi Proyek

Asuransi proyek adalah jenis asuransi yang memproteksi pemilik proyek, kontraktor, dan tenaga kerja atas risiko kerusakan pada aset, dan kecelakaan dalam proyek.

Cakupan tanggungan asuransi proyek adalah kerugian yang terjadi akibat pekerjaan pembangunan sebuah proyek. Hal tersebut mencakup pada kerusakan mesin dan tanggung jawab kepada pihak ketiga (misalnya pekerja proyek).

Untuk bisa mendapatkan asuransi proyek, kontraktor atau pemilik proyek harus membayarkan premi yang berlaku selama masa penyelesaian proyek. Besaran nominal premi asuransi proyek ditentukan berdasarkan beberapa faktor, di antaranya cakupan kerja, jadwal proyek, site plan, estimasi total nilai kontrak, profil perusahaan, dan pengalaman kerugian kontrak dalam lima tahun terakhir.

Fungsi dan Manfaat Asuransi Proyek

Mengapa asuransi dibutuhkan? Karena manfaat asuransi proyek akan sangat membantu menggantikan risiko kerugian dalam sebuah proyek akibat kerusakan aset atau kecelakaan. Berikut fungsi dan manfaat asuransi proyek secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon nasabah:

  • Mitigasi (mempersiapkan diri) risiko bisnis. Sebagai sebuah bisnis, kontraktor harus memiliki rencana pengendalian risiko. Pasalnya, kejadian-kejadian tidak terduga dapat mempengaruhi jalannya aktivitas. Asuransi menjadi salah satu alat penting dalam rangka mitigasi risiko.
  • Menjamin pengiriman mesin. Mesin-mesin berharga tinggi menjadi aset utama dalam sebuah proyek. Mesin bisa saja mengalami kerusakan dalam pengiriman ke situs proyek. Asuransi proyek dapat menjamin masalah ini.
  • Menjamin keselamatan pekerja. Dalam proyek, ada risiko kecelakaan yang bisa dialami pekerja. Asuransi proyek membantu perusahaan untuk mempersiapkan penanganan akan hal tersebut.
  • Penggantian kerugian finansial. Setiap kerusakan dan kecelakaan akan menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Asuransi dapat meminimalisir potensi kerugian tersebut dan menyelamatkan kas perusahaan.
  • Menyokong pondasi yang kokoh. Pekerjaan proyek akan lebih kokoh apabila didukung oleh asuransi, karena semua pemangku kepentingan akan merasa yakin untuk menyusun dan menjalankan rencana dengan fokus. 

Setelah memerhatikan fungsi dan manfaat asuransi proyek yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi proyek terbaik dan berbagai prosedurnya.

Jenis Produk Asuransi Proyek

Seperti halnya produk asuransi lain seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, terdapat beberapa jenis produk asuransi proyek. Adapun jenis produk asuransi proyek terbagi berdasarkan kriteria tertentu dijabarkan sebagai berikut:

1. Pihak Tertanggung

Banyak pemangku kepentingan yang terlibat dalam sebuah proyek, mulai dari pemilik proyek, kontraktor, pekerja, hingga pihak ketiga. Asuransi proyek bisa menanggung risiko yang bisa terjadi pada mereka.

  • Asuransi untuk pemilik proyek

Asuransi untuk pemilik proyek menjamin hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan proyek tersebut, terdiri dari jaminan tender, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, dan jaminan pemeliharaan. 

  • Asuransi untuk kontraktor

Asuransi untuk kontraktor bisa menjamin pelaksanaan proyek dan jaminan untuk hak dan keselamatan tenaga kerja.

  • Asuransi untuk pihak ketiga

Pihak ketiga yang terlibat dalam kontrak dan menjadi tanggung jawab kontraktor juga bisa dijamin dalam asuransi proyek.

2. Jaminan Mesin

Berdasarkan jaminan terhadap mesin, berikut dua produk asuransi yang ada di pasaran:

  • Asuransi Contractor All Risk (CAR)

CAR menjamin semua risiko kerusakan dan kerugian terhadap benda yang diasuransikan dalam pelaksanaan proyek dan masa pemeliharaan. Untuk mesin, CAR lebih fokus menjamin testing pada mesin.

  • Asuransi Erection All Risk (EAR)

EAR menjamin semua risiko kerusakan saat mesin tiba di lokasi, proses pengujian, sampai dengan serah terima mesin.

  • Asuransi Machinery Breakdown

Produk asuransi ini menjamin bila terjadi kerusakan pada mesin secara tiba-tiba.

3. Waktu

Proyek adalah proses penyusunan sebuah entitas. Ada tahapan-tahapan dalam proyek yang terbagi oleh waktu. Berikut jenis produk asuransi berdasarkan waktu. 

  • Asuransi pra-proyek

Asuransi pra-proyek menjamin risiko yang mungkin terjadi sebelum dimulainya proyek. Misalnya, jaminan untuk tender bagi pemilik proyek.

  • Asuransi masa proyek

Asuransi masa proyek menjamin risiko-risiko yang mungkin terjadi pada masa proyek, misalnya saja asuransi kecelakaan pekerja, atau asuransi kerusakan alat.

  • Asuransi pasca proyek

Asuransi pasca proyek menjamin risiko yang mungkin terjadi setelah proyek selesai, yakni pada saat pemeliharaan, misalnya bila terjadi kebakaran.  

Pertanggungan Asuransi Proyek

Pertanggungan asuransi proyek terdiri dari manfaat yang diterima oleh nasabah asuransi. Berikut sejumlah pertanggungan paling umum yang bisa Anda gunakan sesuai dengan ketentuan yang tercantum di polis asuransi.

1. Kerusakan material

Pertanggungan asuransi proyek untuk kerusakan dan kerugian secara fisik yang terjadi tiba-tiba pada masa proyek atau saat instalasi mesin. Namun, biasanya ada beberapa pengecualian yang tertulis dalam polis.

2. Luka fisik

Pertanggungan asuransi bila terjadi cedera fisik atau sakit atas pihak ketiga yang terlibat dalam proyek (biasanya karyawan).

3. Kerusakan properti

Pertanggungan asuransi untuk bila terjadi kerusakan atau kerugian atas harga benda milik pihak ketiga akibat kecelakaan dalam proyek.

4. Law costs and expenses 

Pertanggungan yang terjadi apabila Tertanggung mengeluarkan biaya untuk proses hukum.

5. Kelalaian pekerja

Pertanggungan asuransi untuk kerugian yang disebabkan oleh pekerja proyek, misalnya penggunaan bahan yang keliru. 

6. Pencurian

Pertanggungan asuransi untuk kerugian yang terjadi akibat pencurian harta benda semasa proyek.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Proyek

Produk asuransi proyek memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Simak apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mengasuransikan proyek Anda.

1. Kelebihan asuransi proyek

  • Bagi perusahaan, asuransi proyek memitigasi risiko akibat kerugian dalam proyek.
  • Kontraktor bisa menekan biaya yang muncul bila terjadi cedera pegawai proyek akibat kecelakaan. 
  • Mengurangi kerugian berlebihan apabila terjadi kerusakan besar dalam proyek.
  • Meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dalam proyek.

2. Kekurangan asuransi proyek

  • Butuh persyaratan yang ketat saat mengambil klaim atas kerusakan atau kerugian.
  • Apabila melakukan pelaporan untuk klaim melebihi 14 hari, maka klaim tidak bisa diproses oleh pihak penanggung.
  • Asuransi tidak menerima klaim atas beberapa hal, misalnya perang, kerusuhan, tindakan sengaja oleh tertanggung, atau pemberhentian pekerjaan proyek.

Tips Memilih Asuransi Proyek

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi proyek bagi perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi proyek yang bagus

Asuransi proyek yang bagus berarti asuransi proyek yang menyediakan perlindungan sesuai dengan kebutuhan, mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Selain itu, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan sesuai dengan budget proyek.

2. Pilih perusahaan asuransi proyek dengan kredibilitas yang baik

Pastikan perusahaan asuransi penjamin memiliki kredibilitas yang lain. Lakukan riset terlebih dahulu, misalnya dari testimoni nasabah sebelumnya atau cermati laporan keuangannya.

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi proyek yang satu dengan yang lain.

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim proyek Anda. Untuk asuransi proyek, metode penggantian dapat dilakukan setelah tertanggung melaporkan bahwa telah terjadi kerugian atas harta benda yang diasuransikan. 

Adapun beberapa berkas yang perlu disiapkan tertanggung untuk mengajukan klaim di antaranya:

  1. Formulir klaim asuransi
  2. Perkiraan biaya perbaikan atau penggantian
  3. Fotokopi invoice atas benda yang rusak atau hilang
  4. Laporan kecelakaan secara detail
  5. Surat keterangan dari polisi apabila terjadi tindak kejahatan
  6. Foto dari benda yang rusak
  7. Dokumen pendukung klaim lainnya

Setelah tertanggung melapor, pihak penanggung (perwakilan perusahaan atau loss adjuster) akan melakukan survei untuk melihat sejauh mana kerusakan atau kerugian yang terjadi. Di sini penanggung akan menghitung dan mencocokkan nominal dari klaim dengan kerusakan yang terjadi. Ia juga akan menghitung berapa jumlah kerusakan yang bisa ditanggung oleh polis. Apabila nilai klaim cukup besar, biasanya pembayaran dilakukan pada akhir kuartal ke rekening tertanggung.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi proyek. Apabila tertanggung mengalami kejadian yang menimbulkan klaim, berikut ini yang perlu dilakukan oleh tertanggung:

  1. Tertanggung segera memberi tahu penanggung (dalam hal ini perusahaan asuransi) apabila ada indikasi akan kerugian atau kerusakan dari apa yang diasuransikan.
  2. Tertanggung berusaha melakukan hal-hal yang bisa meminimalisir atau mengurangi dampak dari kerusakan atau kerugian yang terjadi.
  3. Tertanggung menjaga hal-hal yang terkena dampak dari kejadian agar bisa diteliti oleh surveyor penanggung.
  4. Tertanggung menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh penanggung.
  5. Apabila terjadi pencurian atau perusakan oleh pihak lain, tertanggung segera melapor kepada polisi sebagai pihak yang berwenang.
  6. Biasanya penanggung tidak akan memproses klaim apabila klaim dilakukan lewat dari 14 hari setelah kejadian.
  7. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan pihak ketiga, tertanggung tidak bisa membuat perjanjian dengan pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari penanggung.

Perhitungan premi asuransi proyek dihitung dari perkalian jumlah uang pertanggungan kali suku premi per jangka waktu penyelesaian proyek. Nominal tersebut mengacu pada beberapa faktor berikut.

1. Cakupan proyek (Scope of work)

Cakupan atau besaran proyek yang akan diasuransikan akan mempengaruhi seberapa besar risiko yang akan ditanggung. Oleh sebab itu, cakupan proyek penting untuk menentukan nominal premi asuransi proyek.

2. Jadwal proyek (Time schedule)

Waktu memang selalu menjadi faktor penting dalam asuransi. Pasalnya, semakin lama proyek yang diasuransikan, semakin besar pula potensi kerusakan yang akan terjadi. Oleh sebab itu premi proyek yang berjangka waktu panjang tentu akan lebih besar. 

3. Rencana tapak (Site plan)

Site plan adalah gambaran yang menunjukkan detail rencana proyek dalam bentuk dua dimensi. Detail rencana seperti ini diperlukan dalam menentukan besaran premi karena calon penanggung meneliti potensi kerusakan apa saja yang mungkin terjadi.  Semakin besar potensi kerusakan, semakin tinggi premi yang perlu dibayarkan.

4. Estimasi total nilai kontrak

Estimasi total nilai kontrak dapat menjadi indikator untuk menghitung premi. Semakin besar nilainya, maka semakin banyak potensi yang akan ditanggung oleh penanggung di masa depan. 

5. Profil perusahaan (Company profile)

Profil perusahaan dapat menggambarkan seberapa bagus perusahaan dalam menangani proyek. Dalam dokumen ini penanggung bisa menilai aset dan sumber daya yang dimiliki perusahaan yang akan berdampak pada tingkat potensi kerusakan di masa depan. 

6. Pengalaman kerugian perusahaan pada lima tahun terakhir

Risiko kerusakan dan kerugian juga dapat dilihat dari pengalaman perusahaan kontraktor pada masa lampau. Data ini menentukan nilai premi karena bila perusahaan sering mengalami kerugian, tentu potensi akan terjadinya lebih besar dibandingkan perusahaan yang jarang merugi. 

7. Kondisi lingkungan proyek

Kondisi lingkungan di sekitar proyek menjadi salah satu faktor yang memengaruhi risiko akan kerugian. Misalnya, lokasi proyek yang dekat dengan gunung berapi aktif tentu akan lebih rentang mengalami kecelakaan. Maka kemungkinan preminya akan lebih besar. 

Pembayaran premi asuransi proyek dapat dilakukan melalui media berikut ini. Tergantung pada perusahaan asuransi proyek yang Anda pilih. Sila pilih yang paling nyaman dan mudah bagi Anda.

  • Transfer bank
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi
  • Autodebet rekening atau kartu kredit

Dasar hukum asuransi proyek mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. 

Asuransi proyek yang bagus mengacu pada poin-poin berikut yang bisa menjadi pertimbangan:

1. Memiliki pilihan metode penggantian dan pembayaran yang diinginkan

Salah satu ciri asuransi proyek yang bagus adalah yang menyediakan metode penggantian klaim dan pembayaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Misalnya saja pembayaran premi melalui transfer, kartu kredit, ataupun pembayaran online. Kemudahan dalam pembayaran akan meningkatkan efisiensi kerja bisnis Anda.

2. Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau. Hal ini agar bisa menekan cost dari proyek Anda.

3. Kinerja dan citra perusahaan asuransi yang positif.

Citra dari masyarakat dan kinerja keuangan perusahaan asuransi bisa menjadi pertimbangan Anda untuk menilai apakah sebuah perusahaan asuransi bagus atau tidak.

Membeli asuransi proyek secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga juga dapat lebih leluasa memilih asuransi proyek sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Pembelian produk asuransi dapat dilakukan cukup secara online. Kemudian, lakukan transfer maupun metode pembayaran lain untuk pembayaran premi secara berkala maupun sekaligus.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang khususnya menyediakan produk asuransi proyek. Berbagai pilihan asuransi proyek terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi proyek gratis untuk beberapa proteksi.

Salah satu rahasia mengapa asuransi proyek online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi proyek). Agen asuransi proyek adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi proyek.

Sementara itu, broker asuransi proyek merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi proyek. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi proyek terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi proyek.

Lifepal merupakan broker asuransi proyek terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi proyek terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Hindari penipuan mengatasnamakan perusahaan maupun broker asuransi proyek. Caranya, pastikan perusahaan asuransi maupun broker sudah terdaftar di OJK dan asosiasi asuransi resmi yang terkait.

Berikut cara menghindari penipuan terhadap penawaran asuransi proyek:

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperhitungkan manfaat atau benefit yang dibutuhkan. Semakin besar tentu akan semakin baik karena akan ada banyak yang bisa dilindungi atau dibiayai. Namun, tentu hal ini juga harus disesuaikan dengan budget proyek karena semakin besar manfaat atau benefit pertanggungan maka semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.
  • Sesuaikan manfaat yang ditawarkan oleh produk-produk asuransi proyek dengan kebutuhan proyek di perusahaan Anda. Hitung pula rincian pembiayaannya, jangan sampai mendaftar asuransi malah membuat kas perusahaan Anda negatif.
  • Bandingkan beberapa produk asuransi proyek yang ada baik dari premi maupun uang pertanggungan yang didapatkan. Solusi sederhana, Anda bisa mengunjungi situs Lifepal yang memberikan perbandingan asuransi jiwa dan memberikan pilihan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pilihlah produk asuransi dari perusahaan asuransi proyek terbaik. Reputasi perusahaan juga harus dipertimbangkan jangan sampai memilih perusahaan asuransi yang belum jelas reputasinya apalagi belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan RI.
  • Jika masih bingung dalam memilih asuransi proyek yang cocok, konsultasikan bersama Lifepal. Lifepal adalah marketplace asuransi tepercaya yang akan memberikan produk asuransi terbaik untuk kebutuhan Anda. Lifepal adalah pialang asuransi yang berada di pihak nasabah (tertanggung) sehingga akan mewakili semua kepentingan calon tertanggung termasuk membantu saat proses klaim. Lifepal akan menjadi teman andalan Anda dalam memilih produk asuransi terbaik sehingga Anda terhindar dari segala bentuk penipuan asuransi proyek.
  • Ada cukup banyak pialang atau broker asuransi. Penting untuk memilih pialang atau broker asuransi yang tepercaya. Lifepal termasuk pialang atau broker asuransi yang bekerja sama dengan pialang lain yang sudah terdaftar di OJK.
  • Mintalah dummy polis asuransi untuk mempelajari manfaat yang diberikan dari perusahaan sebelum memutuskan membeli polis asuransi proyek yang dibutuhkan.
  • Jangan menitipkan pembayaran premi asuransi kepada agen secara tunai. Bayarkan premi asuransi proyek Anda melalui metode yang dipercaya seperti bank transfer langsung kepada perusahaan asuransi, broker tepercaya atau dengan berbagai metode aman lain yang disediakan seperti kartu kredit atau dompet digital seperti yang disediakan oleh Lifepal. Pembayaran premi melalui Lifepal terjamin aman dan mudah untuk dilakukan.
  • Selalu minta bukti pembayaran dan menyimpannya dengan baik agar bisa dijadikan bukti jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti human error atau kesalahan sistem. Jangan lupa mencatat semua aliran uang yang berkaitan dengan asuransi di kas perusahaan Anda.
  • Selalu diskusikan dengan Lifepal jika ada agen asuransi yang meminta biaya tambahan atau premi tambahan terhadap produk asuransi yang dibeli. Lifepal akan senantiasa membantu Anda menyelesaikan berbagai persoalan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar asuransi secara komprehensif.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi proyek:

  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi tetapi polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan tetapi benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
Informasi Umum

Pengertian Asuransi Proyek

Asuransi proyek adalah jenis asuransi yang memproteksi pemilik proyek, kontraktor, dan tenaga kerja atas risiko kerusakan pada aset, dan kecelakaan dalam proyek.

Cakupan tanggungan asuransi proyek adalah kerugian yang terjadi akibat pekerjaan pembangunan sebuah proyek. Hal tersebut mencakup pada kerusakan mesin dan tanggung jawab kepada pihak ketiga (misalnya pekerja proyek).

Untuk bisa mendapatkan asuransi proyek, kontraktor atau pemilik proyek harus membayarkan premi yang berlaku selama masa penyelesaian proyek. Besaran nominal premi asuransi proyek ditentukan berdasarkan beberapa faktor, di antaranya cakupan kerja, jadwal proyek, site plan, estimasi total nilai kontrak, profil perusahaan, dan pengalaman kerugian kontrak dalam lima tahun terakhir.

Fungsi dan Manfaat Asuransi Proyek

Mengapa asuransi dibutuhkan? Karena manfaat asuransi proyek akan sangat membantu menggantikan risiko kerugian dalam sebuah proyek akibat kerusakan aset atau kecelakaan. Berikut fungsi dan manfaat asuransi proyek secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon nasabah:

  • Mitigasi (mempersiapkan diri) risiko bisnis. Sebagai sebuah bisnis, kontraktor harus memiliki rencana pengendalian risiko. Pasalnya, kejadian-kejadian tidak terduga dapat mempengaruhi jalannya aktivitas. Asuransi menjadi salah satu alat penting dalam rangka mitigasi risiko.
  • Menjamin pengiriman mesin. Mesin-mesin berharga tinggi menjadi aset utama dalam sebuah proyek. Mesin bisa saja mengalami kerusakan dalam pengiriman ke situs proyek. Asuransi proyek dapat menjamin masalah ini.
  • Menjamin keselamatan pekerja. Dalam proyek, ada risiko kecelakaan yang bisa dialami pekerja. Asuransi proyek membantu perusahaan untuk mempersiapkan penanganan akan hal tersebut.
  • Penggantian kerugian finansial. Setiap kerusakan dan kecelakaan akan menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Asuransi dapat meminimalisir potensi kerugian tersebut dan menyelamatkan kas perusahaan.
  • Menyokong pondasi yang kokoh. Pekerjaan proyek akan lebih kokoh apabila didukung oleh asuransi, karena semua pemangku kepentingan akan merasa yakin untuk menyusun dan menjalankan rencana dengan fokus. 

Setelah memerhatikan fungsi dan manfaat asuransi proyek yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi proyek terbaik dan berbagai prosedurnya.

Jenis Produk Asuransi Proyek

Seperti halnya produk asuransi lain seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, terdapat beberapa jenis produk asuransi proyek. Adapun jenis produk asuransi proyek terbagi berdasarkan kriteria tertentu dijabarkan sebagai berikut:

1. Pihak Tertanggung

Banyak pemangku kepentingan yang terlibat dalam sebuah proyek, mulai dari pemilik proyek, kontraktor, pekerja, hingga pihak ketiga. Asuransi proyek bisa menanggung risiko yang bisa terjadi pada mereka.

  • Asuransi untuk pemilik proyek

Asuransi untuk pemilik proyek menjamin hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan proyek tersebut, terdiri dari jaminan tender, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, dan jaminan pemeliharaan. 

  • Asuransi untuk kontraktor

Asuransi untuk kontraktor bisa menjamin pelaksanaan proyek dan jaminan untuk hak dan keselamatan tenaga kerja.

  • Asuransi untuk pihak ketiga

Pihak ketiga yang terlibat dalam kontrak dan menjadi tanggung jawab kontraktor juga bisa dijamin dalam asuransi proyek.

2. Jaminan Mesin

Berdasarkan jaminan terhadap mesin, berikut dua produk asuransi yang ada di pasaran:

  • Asuransi Contractor All Risk (CAR)

CAR menjamin semua risiko kerusakan dan kerugian terhadap benda yang diasuransikan dalam pelaksanaan proyek dan masa pemeliharaan. Untuk mesin, CAR lebih fokus menjamin testing pada mesin.

  • Asuransi Erection All Risk (EAR)

EAR menjamin semua risiko kerusakan saat mesin tiba di lokasi, proses pengujian, sampai dengan serah terima mesin.

  • Asuransi Machinery Breakdown

Produk asuransi ini menjamin bila terjadi kerusakan pada mesin secara tiba-tiba.

3. Waktu

Proyek adalah proses penyusunan sebuah entitas. Ada tahapan-tahapan dalam proyek yang terbagi oleh waktu. Berikut jenis produk asuransi berdasarkan waktu. 

  • Asuransi pra-proyek

Asuransi pra-proyek menjamin risiko yang mungkin terjadi sebelum dimulainya proyek. Misalnya, jaminan untuk tender bagi pemilik proyek.

  • Asuransi masa proyek

Asuransi masa proyek menjamin risiko-risiko yang mungkin terjadi pada masa proyek, misalnya saja asuransi kecelakaan pekerja, atau asuransi kerusakan alat.

  • Asuransi pasca proyek

Asuransi pasca proyek menjamin risiko yang mungkin terjadi setelah proyek selesai, yakni pada saat pemeliharaan, misalnya bila terjadi kebakaran.  

Pertanggungan Asuransi Proyek

Pertanggungan asuransi proyek terdiri dari manfaat yang diterima oleh nasabah asuransi. Berikut sejumlah pertanggungan paling umum yang bisa Anda gunakan sesuai dengan ketentuan yang tercantum di polis asuransi.

1. Kerusakan material

Pertanggungan asuransi proyek untuk kerusakan dan kerugian secara fisik yang terjadi tiba-tiba pada masa proyek atau saat instalasi mesin. Namun, biasanya ada beberapa pengecualian yang tertulis dalam polis.

2. Luka fisik

Pertanggungan asuransi bila terjadi cedera fisik atau sakit atas pihak ketiga yang terlibat dalam proyek (biasanya karyawan).

3. Kerusakan properti

Pertanggungan asuransi untuk bila terjadi kerusakan atau kerugian atas harga benda milik pihak ketiga akibat kecelakaan dalam proyek.

4. Law costs and expenses 

Pertanggungan yang terjadi apabila Tertanggung mengeluarkan biaya untuk proses hukum.

5. Kelalaian pekerja

Pertanggungan asuransi untuk kerugian yang disebabkan oleh pekerja proyek, misalnya penggunaan bahan yang keliru. 

6. Pencurian

Pertanggungan asuransi untuk kerugian yang terjadi akibat pencurian harta benda semasa proyek.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Proyek

Produk asuransi proyek memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Simak apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mengasuransikan proyek Anda.

1. Kelebihan asuransi proyek

  • Bagi perusahaan, asuransi proyek memitigasi risiko akibat kerugian dalam proyek.
  • Kontraktor bisa menekan biaya yang muncul bila terjadi cedera pegawai proyek akibat kecelakaan. 
  • Mengurangi kerugian berlebihan apabila terjadi kerusakan besar dalam proyek.
  • Meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dalam proyek.

2. Kekurangan asuransi proyek

  • Butuh persyaratan yang ketat saat mengambil klaim atas kerusakan atau kerugian.
  • Apabila melakukan pelaporan untuk klaim melebihi 14 hari, maka klaim tidak bisa diproses oleh pihak penanggung.
  • Asuransi tidak menerima klaim atas beberapa hal, misalnya perang, kerusuhan, tindakan sengaja oleh tertanggung, atau pemberhentian pekerjaan proyek.

Tips Memilih Asuransi Proyek

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi proyek bagi perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi proyek yang bagus

Asuransi proyek yang bagus berarti asuransi proyek yang menyediakan perlindungan sesuai dengan kebutuhan, mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Selain itu, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan sesuai dengan budget proyek.

2. Pilih perusahaan asuransi proyek dengan kredibilitas yang baik

Pastikan perusahaan asuransi penjamin memiliki kredibilitas yang lain. Lakukan riset terlebih dahulu, misalnya dari testimoni nasabah sebelumnya atau cermati laporan keuangannya.

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi proyek yang satu dengan yang lain.

Pilihan Terbaik
Tips & Pertanyaan

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim proyek Anda. Untuk asuransi proyek, metode penggantian dapat dilakukan setelah tertanggung melaporkan bahwa telah terjadi kerugian atas harta benda yang diasuransikan. 

Adapun beberapa berkas yang perlu disiapkan tertanggung untuk mengajukan klaim di antaranya:

  1. Formulir klaim asuransi
  2. Perkiraan biaya perbaikan atau penggantian
  3. Fotokopi invoice atas benda yang rusak atau hilang
  4. Laporan kecelakaan secara detail
  5. Surat keterangan dari polisi apabila terjadi tindak kejahatan
  6. Foto dari benda yang rusak
  7. Dokumen pendukung klaim lainnya

Setelah tertanggung melapor, pihak penanggung (perwakilan perusahaan atau loss adjuster) akan melakukan survei untuk melihat sejauh mana kerusakan atau kerugian yang terjadi. Di sini penanggung akan menghitung dan mencocokkan nominal dari klaim dengan kerusakan yang terjadi. Ia juga akan menghitung berapa jumlah kerusakan yang bisa ditanggung oleh polis. Apabila nilai klaim cukup besar, biasanya pembayaran dilakukan pada akhir kuartal ke rekening tertanggung.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi proyek. Apabila tertanggung mengalami kejadian yang menimbulkan klaim, berikut ini yang perlu dilakukan oleh tertanggung:

  1. Tertanggung segera memberi tahu penanggung (dalam hal ini perusahaan asuransi) apabila ada indikasi akan kerugian atau kerusakan dari apa yang diasuransikan.
  2. Tertanggung berusaha melakukan hal-hal yang bisa meminimalisir atau mengurangi dampak dari kerusakan atau kerugian yang terjadi.
  3. Tertanggung menjaga hal-hal yang terkena dampak dari kejadian agar bisa diteliti oleh surveyor penanggung.
  4. Tertanggung menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh penanggung.
  5. Apabila terjadi pencurian atau perusakan oleh pihak lain, tertanggung segera melapor kepada polisi sebagai pihak yang berwenang.
  6. Biasanya penanggung tidak akan memproses klaim apabila klaim dilakukan lewat dari 14 hari setelah kejadian.
  7. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan pihak ketiga, tertanggung tidak bisa membuat perjanjian dengan pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari penanggung.

Perhitungan premi asuransi proyek dihitung dari perkalian jumlah uang pertanggungan kali suku premi per jangka waktu penyelesaian proyek. Nominal tersebut mengacu pada beberapa faktor berikut.

1. Cakupan proyek (Scope of work)

Cakupan atau besaran proyek yang akan diasuransikan akan mempengaruhi seberapa besar risiko yang akan ditanggung. Oleh sebab itu, cakupan proyek penting untuk menentukan nominal premi asuransi proyek.

2. Jadwal proyek (Time schedule)

Waktu memang selalu menjadi faktor penting dalam asuransi. Pasalnya, semakin lama proyek yang diasuransikan, semakin besar pula potensi kerusakan yang akan terjadi. Oleh sebab itu premi proyek yang berjangka waktu panjang tentu akan lebih besar. 

3. Rencana tapak (Site plan)

Site plan adalah gambaran yang menunjukkan detail rencana proyek dalam bentuk dua dimensi. Detail rencana seperti ini diperlukan dalam menentukan besaran premi karena calon penanggung meneliti potensi kerusakan apa saja yang mungkin terjadi.  Semakin besar potensi kerusakan, semakin tinggi premi yang perlu dibayarkan.

4. Estimasi total nilai kontrak

Estimasi total nilai kontrak dapat menjadi indikator untuk menghitung premi. Semakin besar nilainya, maka semakin banyak potensi yang akan ditanggung oleh penanggung di masa depan. 

5. Profil perusahaan (Company profile)

Profil perusahaan dapat menggambarkan seberapa bagus perusahaan dalam menangani proyek. Dalam dokumen ini penanggung bisa menilai aset dan sumber daya yang dimiliki perusahaan yang akan berdampak pada tingkat potensi kerusakan di masa depan. 

6. Pengalaman kerugian perusahaan pada lima tahun terakhir

Risiko kerusakan dan kerugian juga dapat dilihat dari pengalaman perusahaan kontraktor pada masa lampau. Data ini menentukan nilai premi karena bila perusahaan sering mengalami kerugian, tentu potensi akan terjadinya lebih besar dibandingkan perusahaan yang jarang merugi. 

7. Kondisi lingkungan proyek

Kondisi lingkungan di sekitar proyek menjadi salah satu faktor yang memengaruhi risiko akan kerugian. Misalnya, lokasi proyek yang dekat dengan gunung berapi aktif tentu akan lebih rentang mengalami kecelakaan. Maka kemungkinan preminya akan lebih besar. 

Pembayaran premi asuransi proyek dapat dilakukan melalui media berikut ini. Tergantung pada perusahaan asuransi proyek yang Anda pilih. Sila pilih yang paling nyaman dan mudah bagi Anda.

  • Transfer bank
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi
  • Autodebet rekening atau kartu kredit

Dasar hukum asuransi proyek mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. 

Asuransi proyek yang bagus mengacu pada poin-poin berikut yang bisa menjadi pertimbangan:

1. Memiliki pilihan metode penggantian dan pembayaran yang diinginkan

Salah satu ciri asuransi proyek yang bagus adalah yang menyediakan metode penggantian klaim dan pembayaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Misalnya saja pembayaran premi melalui transfer, kartu kredit, ataupun pembayaran online. Kemudahan dalam pembayaran akan meningkatkan efisiensi kerja bisnis Anda.

2. Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau. Hal ini agar bisa menekan cost dari proyek Anda.

3. Kinerja dan citra perusahaan asuransi yang positif.

Citra dari masyarakat dan kinerja keuangan perusahaan asuransi bisa menjadi pertimbangan Anda untuk menilai apakah sebuah perusahaan asuransi bagus atau tidak.

Membeli asuransi proyek secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga juga dapat lebih leluasa memilih asuransi proyek sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Pembelian produk asuransi dapat dilakukan cukup secara online. Kemudian, lakukan transfer maupun metode pembayaran lain untuk pembayaran premi secara berkala maupun sekaligus.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang khususnya menyediakan produk asuransi proyek. Berbagai pilihan asuransi proyek terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi proyek gratis untuk beberapa proteksi.

Salah satu rahasia mengapa asuransi proyek online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi proyek). Agen asuransi proyek adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi proyek.

Sementara itu, broker asuransi proyek merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi proyek. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi proyek terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi proyek.

Lifepal merupakan broker asuransi proyek terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi proyek terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Hindari penipuan mengatasnamakan perusahaan maupun broker asuransi proyek. Caranya, pastikan perusahaan asuransi maupun broker sudah terdaftar di OJK dan asosiasi asuransi resmi yang terkait.

Berikut cara menghindari penipuan terhadap penawaran asuransi proyek:

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperhitungkan manfaat atau benefit yang dibutuhkan. Semakin besar tentu akan semakin baik karena akan ada banyak yang bisa dilindungi atau dibiayai. Namun, tentu hal ini juga harus disesuaikan dengan budget proyek karena semakin besar manfaat atau benefit pertanggungan maka semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.
  • Sesuaikan manfaat yang ditawarkan oleh produk-produk asuransi proyek dengan kebutuhan proyek di perusahaan Anda. Hitung pula rincian pembiayaannya, jangan sampai mendaftar asuransi malah membuat kas perusahaan Anda negatif.
  • Bandingkan beberapa produk asuransi proyek yang ada baik dari premi maupun uang pertanggungan yang didapatkan. Solusi sederhana, Anda bisa mengunjungi situs Lifepal yang memberikan perbandingan asuransi jiwa dan memberikan pilihan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pilihlah produk asuransi dari perusahaan asuransi proyek terbaik. Reputasi perusahaan juga harus dipertimbangkan jangan sampai memilih perusahaan asuransi yang belum jelas reputasinya apalagi belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan RI.
  • Jika masih bingung dalam memilih asuransi proyek yang cocok, konsultasikan bersama Lifepal. Lifepal adalah marketplace asuransi tepercaya yang akan memberikan produk asuransi terbaik untuk kebutuhan Anda. Lifepal adalah pialang asuransi yang berada di pihak nasabah (tertanggung) sehingga akan mewakili semua kepentingan calon tertanggung termasuk membantu saat proses klaim. Lifepal akan menjadi teman andalan Anda dalam memilih produk asuransi terbaik sehingga Anda terhindar dari segala bentuk penipuan asuransi proyek.
  • Ada cukup banyak pialang atau broker asuransi. Penting untuk memilih pialang atau broker asuransi yang tepercaya. Lifepal termasuk pialang atau broker asuransi yang bekerja sama dengan pialang lain yang sudah terdaftar di OJK.
  • Mintalah dummy polis asuransi untuk mempelajari manfaat yang diberikan dari perusahaan sebelum memutuskan membeli polis asuransi proyek yang dibutuhkan.
  • Jangan menitipkan pembayaran premi asuransi kepada agen secara tunai. Bayarkan premi asuransi proyek Anda melalui metode yang dipercaya seperti bank transfer langsung kepada perusahaan asuransi, broker tepercaya atau dengan berbagai metode aman lain yang disediakan seperti kartu kredit atau dompet digital seperti yang disediakan oleh Lifepal. Pembayaran premi melalui Lifepal terjamin aman dan mudah untuk dilakukan.
  • Selalu minta bukti pembayaran dan menyimpannya dengan baik agar bisa dijadikan bukti jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti human error atau kesalahan sistem. Jangan lupa mencatat semua aliran uang yang berkaitan dengan asuransi di kas perusahaan Anda.
  • Selalu diskusikan dengan Lifepal jika ada agen asuransi yang meminta biaya tambahan atau premi tambahan terhadap produk asuransi yang dibeli. Lifepal akan senantiasa membantu Anda menyelesaikan berbagai persoalan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar asuransi secara komprehensif.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi proyek:

  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi tetapi polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan tetapi benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal