• Asuransi Kesehatan 2022 Dekstop

Asuransi Kesehatan Syariah

DapatkanDISKON 25%+ CASHBACK 10% *Daftar sekarang untuk penawaran terbatas
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku
Cari Asuransi Semudah 1, 2, 3!
1
2
3
Isi formulir untuk melihat pilihan
Sesuai Profil & Kebutuhanmu
Konsultasi gratis melalui telepon
Dengan tim ahli, cukup 5 menit
Temukan asuransi terbaik
Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu

Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik 2022

Asuransi kesehatan syariah adalah produk asuransi kesehatan yang dikelola sesuai syariat Islam. Untuk memenuhi kebutuhan proteksi keluarga sesuai prinsip syariat, Tim Lifepal telah membandingkan polis asuransi kesehatan terbaik dari berbedai brand.

Berikut daftar asuransi kesehatan syariah terbaik di Indonesia:

  • Asuransi Kesehatan Takaful
  • Asuransi Kesehatan FWD
  • Asuransi Kesehatan JMA Syariah
  • Asuransi Kesehatan Prudential Syariah
  • Asuransi Kesehatan Sinar Mas MSGI Life
  • Asuransi Kesehatan Allianz Syariah
  • Asuransi Kesehatan AXA Mandiri Syariah
  • Asuransi Kesehatan Manulife Syariah
  • Asuransi Kesehatan BRI Life
  • Asuransi Kesehatan BNI Life Syariah

Apa Itu Asuransi Kesehatan Syariah?

Pengertian asuransi kesehatan syariah adalah produk asuransi yang menjamin biaya pengobatan dan perawatan kesehatan ketika nasabah atau tertanggung sakit atau kecelakaan dengan prinsip syariat Islam dalam pengelolaan dananya. Sama halnya dengan asuransi syariah lain prinsipnya adalah tolong-menolong.

Prinsip Asuransi Kesehatan Syariah

Produk asuransi syariah tentunya harus mendapatkan pengawasan dan izin dari DPS untuk memasarkan kepada nasabah. Tidak terkecuali pada asuransi kesehatan, itulah sebabnya berikut prinsip-prinsip asuransi kesehatan syariah yang perlu Anda ketahui:

1. Dana Akan Dikembalikan 

Salah satu perbedaan asuransi konvensional dan syariah adalah adanya dana yang akan dikembalikan. Ketika Anda pemilik asuransi syariah dalam masa polis tidak mengajukan klaim, maka dana bisa saja dikembalikan. Namun kebijakan ini kembali pada kesepakatan dengan perusahaan asuransi.

2. Amal Ibadah

Prinsip prinsip asuransi syariah lainnya adalah amal ibadah. Sebab dalam produk asuransi syariah bukan menganut jual beli seperti prinsip asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah prinsipnya adalah tolong menolong. Itu artinya premi yang Anda bayarkan digunakan untuk melindungi diri sendiri juga orang lain sesama pemegang polis.

3. Takaful dan Tabarru’

Perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional dalam hal prinsip adalah adanya takaful dan tabarru. Yang artinya prinsip takaful asuransi kesehatan menggunakan sharing risk. Dimana prinsip asuransi adalah akan saling bekerjasama untuk menanggung risiko sesama nasabah pemegang polis.

Sementara perusahaan asuransi hanya berperan sebagai pengelola dana. Dana yang dikelola tersebutlah yang dikatakan sebagai tabarru’ atau hibah.

Manfaat Asuransi Kesehatan Syariah

Meskipun memiliki unsur dan prinsip yang berbeda sebenarnya manfaat dan tujuan asuransi syariah sama dengan konvensional. Untuk produk asuransi kesehatan syariah tentu saja melindungi nasabah dari risiko biaya rumah sakit yang tidak terduga.

Artinya, nasabah akan terlindungi dari biaya perawatan rumah sakit ketika memiliki produk asuransi kesehatan. Tidak hanya itu saja, menggunakan asuransi syariah tentunya juga bebas riba. 

Hal ini disebabkan produk syariah dikelola berdasarkan syariat Islam. Yang artinya Anda akan lebih merasa tenang sebab sistem pengelolaannya pun berdasarkan prinsip Islami dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Tabel Perbedaan Asuransi Kesehatan Syariah dan Konvensional

Faktanya, pengertian asuransi kesehatan syariah dikelola mengikuti prinsip syariah atau syariat Islam, yaitu akad tolong menolong. Sedangkan, asuransi kesehatan konvensional terfokus pada akad jual beli. 

Lantas, apakah asuransi kesehatan syariah di Indonesia termasuk riba? Menurut pandangan Islam, proteksi ini diperbolehkan asalkan dana yang terkumpul dikelola sesuai dengan syariat Islam. Syariat Islam yang dimaksud adalah mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No: 21/DSN-MUI/X/2001 terkait pedoman asuransi syariah. Berikut tabel perbedaan asuransi syariah dan konvensional:

PerbedaanAsuransi SyariahAsuransi Konvensional
Pengelolaan dana Pengelolaan dana bersifat transparan dan penggunaannya untuk kebaikan nasabah pemegang polis.Pengelolaan dana bersifat tertutup dan perusahaan yang menentukan jumlah premi dan biaya lain. Keuntungan hanya dinikmati perusahaan asuransi.
Hasil InvestasiSemua hasil investasi adalah dana kolektif yang dimiliki peserta asuransi.Hasil investasi tentu sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan asuransi. Kecuali polis yang dipilih berkaitan dengan investasi atau asuransi kesehatan unit link.
Dana Kontribusi atau Premi yang DibayarkanDana tabarru’ atau premi yang dibayarkan akan diakumulasikan ke dalam dana tabarru’. Sehingga tidak hangus dan semata-mata menjadi keuntungan perusahaan.Premi yang telah dibayarkan pada asuransi kesehatan konvensional akan hangus jika tidak ada klaim hingga masa akhir polis. Kecuali perusahaan asuransi memberikan manfaat no claim bonus.
Surplus Underwriting Jika ada surplus underwriting, maka dana tersebut  akan dibagikan ke dana tabarru’.Dalam asuransi konvensional tidak ada istilah surplus underwriting

Jenis Asuransi Kesehatan Syariah

Jenis asuransi kesehatan syariah terdiri atas asuransi kesehatan murni dan asuransi kesehatan tambahan, asuransi kesehatan syariah untuk keluarga, asuransi melahirkan, asuransi perawatan gigi, asuransi rawat jalan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi Hospital Cash Plan (HCP).

Berikut penjelasan dari masing-masing jenis asuransi kesehatan syariah:

Asuransi kesehatan murni dan asuransi kesehatan tambahan

Jenis asuransi kesehatan murni syariah adalah produk asuransi yang memberikan manfaat utama berupa jaminan biaya perawatan kesehatan dan pembedahan yang dikelola sesuai dengan syariat Islam. Asuransi kesehatan murni syariah berbeda dari asuransi kesehatan tambahan yang biasanya menjadi pelengkap asuransi jiwa.

Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga

Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga adalah asuransi yang memberikan jaminan biaya perawatan kesehatan dan pembedahan bagi keluarga sesuai prinsip syariat Islam. Jenis asuransi kesehatan syariah keluarga ini biasanya meng-cover hingga 5 anggota keluarga dalam satu polis.

Asuransi melahirkan syariah

Jenis asuransi melahirkan syariah adalah produk khusus yang memberikan jaminan berupa biaya melahirkan dan perawatan kesehatan bagi ibu dan bayi yang dijalankan sesuai prinsip syariat. Produk ini umumnya bagian dari asuransi kesehatan tambahan. Tapi, beberapa perusahaan asuransi memiliki produk asuransi melahirkan sebagai polis utama.

Asuransi perawatan gigi syariah

Jenis asuransi perawatan gigi syariah adalah produk asuransi yang memberikan manfaat berupa perawatan gigi termasuk pembersihan karang gigi. Layaknya yang lain, asuransi ini juga dikelola sesuai dengan syariat Islam. Biasanya, asuransi perawatan gigi menjadi bagian dari asuransi karyawan. Namun, beberapa perusahaan asuransi memiliki polis asuransi gigi sebagai polis utama.

Asuransi rawat jalan syariah

Jenis asuransi kesehatan syariah ini memberikan manfaat utama jaminan biaya rawat jalan tanpa syarat rawat inap sesuai prinsip syariat. Misalnya, biaya pemulihan pra dan pasca rawat inap, perawatan gigi, kacamata, dan kunjungan ke dokter umum atau spesialis.

Asuransi penyakit kritis syariah

Asuransi penyakit kritis syariah atau asuransi critical illness adalah proteksi yang memberikan pertanggungan berupa santunan tunai jika nasabah mengalami penyakit kritis. Santunan tunai pada produk asuransi ini diberikan saat nasabah terdiagnosis salah satu dari 49 jenis penyakit kritis yang ditanggung oleh polis.

Asuransi Hospital Cash Plan (HCP) syariah

Jenis asuransi kesehatan syariah HCP adalah produk asuransi yang menanggung biaya rawat inap sesuai plafon atau tagihan berdasarkan prinsip Islam. Jadi sederhananya, penggantian tidak berdasarkan tagihan rumah sakit, melainkan plafon yang dimiliki tertanggung.

Dari beragam jenis asuransi kesehatan syariah, baik untuk keluarga, individu, perusahaan, dan lain sebagainya, tentu saja memiliki premi yang berbeda-beda. Simak penjelasan mengenai premi atau kontribusi dalam asuransi kesehatan syariah. Cari tahu juga asuransi kesehatan syariah dengan premi termurah di sini!

Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik dengan Premi Murah

Premi Asuransi kesehatan syariah terbaik berkisar mulai dari Rp60 ribu per bulan. Namun, kembali lagi pada beberapa faktor yaitu kondisi kesehatan calon tertanggung, jumlah tertanggung, manfaat tambahan, serta profesi calon tertanggung.

Berikut ini contoh perhitungan premi asuransi kesehatan syariah dari berbagai perusahaan terbaik di Indonesia.

Premi Allisya Care Allianz

Polis asuransi kesehatan syariah untuk keluarga dan individu dari Allianz salah satunya adalah AlliSya Care. Polis ini bersifat stand-alone atau bukan asuransi tambahan (rider).

Contoh premi asuransi kesehatan syariah Allianz yaitu AlliSya Care adalah sebagai berikut:

  • Premi Rp4.802.000 per tahun
  • Profil calon tertanggung: laki-laki 46 tahun tidak merokok
  • Manfaat yang diperoleh yaitu: kamar rawat inap cashless Rp750 ribu/malam, kunjungan dokter umum Rp215 ribu dan kunjungan dokter spesialis Rp250 ribu
  • Tidak ada batasan klaim maksimum per tahun
Premi PRUPrime Healthcare Plus Syariah

Polis asuransi kesehatan syariah dari Prudential ini adalah manfaat tambahan (rider), sehingga calon tertanggung harus memiliki polis asuransi utama (asuransi jiwa syariah) untuk memiliki manfaat dari PRUPrime Healthcare Plus Syariah.

Contoh premi Asuransi Kesehatan Prudential Syariah untuk polis PRUPrime Healthcare Plus Syariah adalah sebagai berikut:

  • Premi Rp22,9 juta
  • Profil calon tertanggung: laki-laki 46 tahun tidak merokok
  • Manfaat yang diperoleh yaitu kamar rawat inap cashless Rp900 ribu/malam, kunjungan dokter umum Rp300 ribu, dan kunjungan dokter spesialis Rp375 ribu
  • Total maksimal manfaat asuransi kesehatan Rp450 juta/tahun
  • Manfaat asuransi jiwa (UP jiwa) Rp500 juta
Premi FWD Life

Asuransi Bebas Handal adalah polis asuransi kesehatan syariah dari FWD Life. Manfaat asuransi dari polis ini antara lain biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, perawatan setelah rawat inap, dan biaya tindakan bedah, serta cek laboratorium dengan nilai hingga Rp100 juta per tahun.

Polis dari FWD Life ini merupakan salah satu asuransi kesehatan syariah premi murah dengan kontribusi Rp5,3 juta per tahun.

Cara Klaim Asuransi Kesehatan Syariah

Cara klaim asuransi kesehatan ayariah sebenarnya hampir sama dengan asuransi konvensional. Pada Asuransi Syariah, sejak akad (perjanjian awal asuransi) pemegang polis telah diberitahukan mengenai sumber dana klaim yaitu dana tabarru’ yang merupakan kumpulan kontribusi (premi) para peserta asuransi.

Klaim adalah hak semua peserta yang tertimpa musibah. Itu sebabnya, wajib bagi pengelola melakukan proses klaim secara cepat dan tepat. Hal ini dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 20/DSN-MUI/IX/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah terkait klaim adalah sebagai berikut:

  • Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian
  • Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan
  • Klaim atas akad tija’rah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya
  • Klaim atas akad tabarru’ merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad

Tips dan Cara Agar Klaim Asuransi Kesehatan Syariah Tidak Ditolak

Agar klaim asuransi kesehatan syariah Anda tidak ditolak, perhatikan beberapa hal yang tercantum di dalam polis. Salah satunya tidak telat membayar premi karena jika Anda telat, maka polis lapse dan manfaat yang seharusnya Anda terima ketika mengalami sakit, jadi tidak bisa digunakan.

Selain itu, perhatikan informasi penting berikut agar Anda tidak mengalami penolakan klaim.

  1. Pre-existing condition yaitu semua penyakit sudah diderita oleh tertanggung (baik diketahui atau tidak diketahui oleh tertanggung) sebelum polis disetujui maka asuransi kesehatan tidak mengganti atas klaim penyakit tersebut.
  2. Asuransi memiliki periode eliminasi, yaitu klaim tidak akan dibayar jika menjalani rawat inap yang disebabkan penyakit dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penerbitan polis atau perubahan polis (Addendum). Dalam hal ini, Anda tidak bisa klaim sebelum 30 hari dari polis aktif.
  3. Perusahaan asuransi menetapkan daftar sejumlah penyakit yang tidak bisa diklaim dalam waktu 12 bulan sejak polis diterbitkan. Jika tertanggung klaim salah satu penyakit yang dari daftar tersebut sebelum 12 bulan, maka klaim akan ditolak.
  4. Pengecualian untuk poin kedua dan ketiga tidak berlaku apabila tertanggung dan/atau tanggungan menjalani rawat inap akibat kecelakaan.

Cara Memilih Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik di Indonesia

Memilih asuransi kesehatan syariah murah harus melalui banyak pertimbangan. Untuk itu berikut cara memilih asuransi kesehatan syariah murah dan terbaik yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

1. Cari refensi dan tentukan produk yang ingin diambil

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum membeli asuransi kesehatan syariah adalah mencari referensi dan menentukan produk sesuai kebutuhan. Anda bisa mencari informasi seputar perusahaan asuransi terbaik ketika ingin membeli polis asuransi kesehatan.

Hal yang perlu menjadi perhatian Anda adalah bagaimana pelayanan perusahaan tersebut. Baik itu menangani klaim, informasi keuangan perusahaan, dan lain-lain.

2. Pilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan

Setelah mencari referensi perusahaan asuransi dan berbagai produk, selanjutnya pilih polis sesuai kebutuhan. Jadi Anda bisa memilih asuransi kesehatan dengan manfaat pertanggungan sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda masih ragu, bisa mengkonsultasikan dengan Tim Lifepal. Caranya cukup dengan mengisi formulir diatas, maka Tim Lifepal akan membantu Anda.

3. Bandingkan harga premi sebelum membelinya

Harga premi atau akad asuransi kesehatan setiap perusahaan berbeda. Itulah sebabnya Anda wajib membandingkan berbagai brand untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Pilihan harga asuransi kesehatan (premi) termurah dan manfaat pertanggungan yang sesuai ketika ingin membeli asuransi kesehatan syariah. Anda juga bisa melakukan perbandingan polis lebih dari 50 perusahaan Asuransi Syariah di Indonesia dengan mengisi dibawah ini.

4. Pastikan perusahaan asuransi memiliki kredibelitas terpercaya

Perusahaan asuransi yang baik dan aman tentunya harus terdaftar di OJK. Selain itu, untuk asuransi syariah juga diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah) sebeb semua sistem pengelolaan harus berdasarkan syariat Islam dan bebas riba.

5. Cari tahu sistem pengelolaan dana asuransi syarih

Langkah selanjutnya yang juga harus Anda perhatikan adalah carilah informasi mengenai sistem asuransi kesehatan syariah dalam hal pengelolaan dana. Sebab biasanya prinsip asuransi syariah adalah tolong menolong dan bebas riba. Jadi, ketika informasi yang Anda dapatkan pengelolaan dana perusahaan tersebut sudah sesuai syariat Islam tentunya akan lebih tenang.

Pertanyaan Seputar Asuransi Kesehatan Syariah

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi kesehatan syariah di Indonesia.

Pengertian Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi kesehatan syariah secara sederhana dapat dipahami sebagai produk asuransi yang menjamin biaya pengobatan dan perawatan kesehatan ketika nasabah atau tertanggung sakit atau kecelakaan.

Perbedaannya dengan asuransi kesehatan konvensional terletak pada prinsip syariah yang diterapkan yaitu tolong-menolong. Prinsip tersebut diwujudkan melalui dana yang dikumpulkan dari iuran atau premi nasabah atau disebut dana tabarru’.

Seperti apa asuransi kesehatan yang sesuai syariah?

Mengikuti hukum asuransi syariah yang mengatur prinsip tersebut adalah Fatwa DSN MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. Selain itu asuransi syariah juga haruslah menggunakan akad tolong menolong, berbeda dengan asuransi konvensional yang menggunakan akad jual beli. 

Beberapa rekomendasi asuransi kesehatan yang sesuai syariah adalah Prudential, Sinarmas MSIG Life, Allianz, AXA Mandiri, Manulife, BRI Life, dan masih banyak lagi.

Asuransi bolehkah dalam Islam?

Hukum asuransi dalam Islam terjawab dengan adanya fatwa MUI tentang Pedoman Asuransi Syariah. Menurut fatwa yang dikeluarkan MUI, Islam tidak melarang seseorang untuk memiliki asuransi asalkan dana yang terkumpul dikelola sesuai dengan syariat Islam.

Hadist tentang asuransi syariah

Berikut ini adalah hukum asuransi syariah dalam Al Quran dan hadits:

  • Surat Al Maidah 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
  • Surat An Nisa 9: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka.”
  • HR Muslim dari Abu Hurairah: “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat.”
Apakah asuransi syariah menggunakan premi?

Pada prinsipnya asuransi syariah terbaik tidak menggunakan premi melainkan akad. Akad yang dibayarkan ini tujuannya tidak jauh berbeda dengan konsep asuransi konvensional. Yaitu, untuk memberikan jaminan perlindungan atas berbagai risiko kerugian yang diderita nasabah pemegang polis.

Apa saja produk Asuransi Kesehatan Syariah yang bagus?

Di Indonesia ada berbagai pilihan asuransi kesehatan syariah terbaik. Jadi Anda bisa memilih sesuai profil diri maupun manfaat pertanggungan yang dinginkan. Untuk itu berikut pilihan produk asuransi kesehatan syariah premi termurah dan terbaik di Indonesia.

Apa kekurangan asuransi syariah?

Dijalankan berdasarkan prinsip syariat Islam tentu membuat asuransi syariah memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kekurangan dari produk asuransi syariah.

  • Jumlah keuntungan yang kecil untuk produk investasi. Sebab tidak semua premi bisa dialokasikan untuk semua jenis instrumen investasi
  • Produk yang ditawarkan tidak seberagam asuransi umum
Berapa iuran Asuransi Allianz Kesehatan?

Iuran atau harga premi Asuransi Allianz sebenarnya kembali kepada profil nasabah, polis yang diambil dan perluasan manfaat. Namun berdasarkan situs resmi perusahaan biaya premi Asuransi Allianz mulai Rp10 ribu per hari.

Apa perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah?

Salah satu perbedaan antara asuransi umum dengan asuransi syariah adalah dari konsep sistem pengelolaannya. Untuk poteksi syariah memiliki konsep pengelolaan sharing risk (tolong-menolong) sedangkan asuransi konvensional mengandunga (Non Syariah) transfer risk.

Seperti apa UU Asuransi Syariah?

Untuk membantu nasabah mendapatkan perlindungan secara hukum dan pastinya aman, ada hukum syariah menurut fatwa MUI dan hukum syariah dari pemerintah. Untuk fatwa MUI berikut yang mempertegas kehalalan Asuransi Syariah

  • Fatwa No 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.
  • Fatwa No 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah
  • Fatwa No 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah
  • Fatwa No 53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada Asuransi Syariah.

Sementera UU Asuransi Syariah yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah. Adapun beberapa ketegasan dasar hukum Asuransi Syariah dari Pemerintah ini bisa dilihat di BAB I, Pasal I nomor 1 hingga 3

UU Asuransi Kesehatan Nasional

Selain UU Asuransi Syariah, nasabah juga akan semakin lebih aman sebab juga ada UU tentang Asuransi Kesehatan. Untuk itu berikut UU Asuransi Kesehatan yang membuat Anda mendapatkan berbagai perlindungan hukum ketika membeli produk asuransi.

  • Undang Undang No. 2 Tahun 1992 Terkait Usaha Perasuransian
  • KUHP Pasal 1320 dan pasal 1774
  • KUHD Bab 9 Pasal 246
  • Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1992
  • Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 1999
Apa saja pilihan asuransi kesehatan syariah keluarga?

Pilihan asuransi kesehatan syariah keluarga juga cukup banyak dicari orang saat ini. Sebab, jika dihitung-hitung, besaran premi asuransi syariah keluarga terbilang lebih murah ketimbang membeli asuransi individu untuk masing-masing anggota keluarga. Berikut beberapa rekomendasi perusahaan asuransi yang menyediakan proteksi asuransi kesehatan syariah keluarga:

  • Asuransi Kesehatan Takaful Keluarga
  • Asuransi AXA Mandiri Syariah Kesehatan
Apa itu asuransi syariah?

Asuransi syariah adalah asuransi yang dikelola sesuai syariat Islam dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Di Indonesia, jenis asuransi syariah terdiri atas asuransi jiwa, kesehatan, dan umum (kerugian).

Adakah produk Asuransi Kesehatan Allianz Syariah?

Untuk produk Asuransi Kesehatan Allianz Syariah adalah AlliSya Care. Polis ini bersifat stand-alone atau bukan asuransi tambahan (rider).. Silakan Anda menghubungi layanan call center Allianz Syariah di 1500 139 untuk mendapatkan detail informasi produk selengkapnya.

Apa itu asuransi kesehatan syariah cashless?

Asuransi kesehatan syariah cashless adalah sistem pembayaran klaim yang bisa dilakukan secara langsung untuk mendapatkan perawatan medis di berbagai rekanan rumah sakit dari perusahaan asuransi yang dimiliki. Untuk melakukan sistem klaim ini, nasabah hanya perlu menunjukan kartu peserta polis maka bisa langsung mendapatkan perawatan medis sesuai dengan manfaat tentanggung tanpa perlu mengeluarkan uang lebih dulu.

Apa saja pilihan asuransi kesehatan syariah termurah?

Pada dasarnya, besar dan kecilnya harga premi atau dana tabarru’ asuransi bergantung pada usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat kesehatan, dan tanggungan keluarga calon nasabah. Namun, untuk memberikan gambaran besaran pilihan asuransi kesehatan syariah termurah, berikut ini rekomendasinya: 

  • Asuransi kesehatan BNI Life syariah 
  • Asuransi kesehatan FWD Life syariah
Berapa harga premi asuransi kesehatan syariah?

Asuransi kesehatan syariah tidak ada istilah premi, tertapi ada dana tabarru’. Untuk bersarannya sendiri disesuaikan dengan profil nasabah. Tapi umumnya, premi asuransi kesehatan syariah adalah mulai dari Rp60 ribu/bulan. Semetara itu Anda juga bisa melihat beberapa contoh simulasi premi asuransi syariah kesehatan terbaik dengan premi termurah untuk asuransi kesehatan, pada tab premi.

Berapa premi Asuransi Kesehatan Allianz Syariah?

Satu-satunya polis asuransi kesehatan syariah untuk keluarga dan individu dari Allianz salah satunya adalah AlliSya Care. Polis asuransi syariah kesehatan ini bersifat stand-alone atau bukan asuransi tambahan (rider). Untuk besaran premi Asuransi Kesehatan Allianz Syariah sendiri beragam dan sesuai dengan profil nasabah. Namun untuk premi tahunan mulai Rp4,802 juta. Atau jika dihitung premi Asuransi Kesehatan Allianz per bulan sekitar Rp400 ribu. Anda bisa cek detail perhitungannya di tab premi.

Apa itu tabarru'?

Tabarru’ adalah akad hibah yang tidak atau bukan bersifat komersil dan memiliki tujuan untuk tolong-menolong di antara para peserta.

Apakah manfaat pertanggungan Asuransi Kesehatan Syariah Prudential?

Produk Asuransi Syariah Prudential salah satunya adalah PRUPrime HealthCare Syariah. Produk Asuransi Prudential Syariah Kesehatan ini memiliki manfaat pertanggungan biaya perawatan rumah sakit sesuai tagihan dan santunan yang bisa naik 10 persen setiap tahun dengan maksimal 50 persen. Anda bisa lihat detail produknya di laman Asuransi Prudential Syariah.

Apa saja keunggulan asuransi kesehatan syariah?

Asuransi berbasis syariah tercipta bukan hanya untuk umat Islam. Asuransi ini boleh dimiliki nasabah yang tidak memeluk agama Islam. Artinya, asuransi kesehatan syariah bisa dimiliki siapa saja.

Lalu apa keunggulan asuransi kesehatan syariah dibandingkan konvensional? Berikut penjelasannya.

  • Terdapat transparansi pengelolaan dana nasabah atau nasabah. Dengan perjanjian yang jelas dan transparan, serta akad yang sesuai dengan kaidah syariah, maka dana tabarru’ akan dikelola secara profesional oleh perusahaan asuransi kesehatan syariah melalui investasi yang berlandaskan prinsip syariah.
  • Pengelolaan dana nasabah atau peserta dilakukan secara syariah dengan menghindari riba (bunga), maisir (judi), dan gharar (ketidakjelasan). Dana tabarru’ pada asuransi kesehatan syariah akan digunakan untuk mengantisipasi terjadinya musibah/bencana/klaim yang terjadi pada nasabah atau nasabah lain sesuai prinsip tolong-menolong.
  • Melalui asuransi kesehatan syariah, kita bisa mempersiapkan diri secara finansial dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip transaksi yang sesuai dengan fiqh Islam.
Berapa biaya Asuransi Kesehatan Takaful Syariah?

Penentuan biaya premi Asuransi Kesehatan Takaful Syariah adalah berdasarkan profil nasabah. Namun umumnya besaran premi atau dana tabarru yang harus dibayarkan mulai Rp100 ribu – Rp2 jutaan (lebih) per bulan.

Bagaimana agar klaim tidak ditolak?

Agar klaim asuransi kesehatan syariah Anda tidak ditolak, perhatikan beberapa hal yang tercantum di dalam polis. Salah satunya tidak telat membayar premi karena jika Anda telat, maka polis lapse dan manfaat yang seharusnya Anda terima ketika mengalami sakit, jadi tidak bisa digunakan.

Selain itu, perhatikan informasi penting berikut agar Anda tidak mengalami penolakan klaim.

  1. Pre-existing condition yaitu semua penyakit sudah diderita oleh tertanggung (baik diketahui atau tidak diketahui oleh tertanggung) sebelum polis disetujui maka asuransi kesehatan tidak mengganti atas klaim penyakit tersebut.
  2. Asuransi memiliki periode eliminasi, yaitu klaim tidak akan dibayar jika menjalani rawat inap yang disebabkan penyakit dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penerbitan polis atau perubahan polis (Addendum). Dalam hal ini, Anda tidak bisa klaim sebelum 30 hari dari polis aktif.
  3. Perusahaan asuransi menetapkan daftar sejumlah penyakit yang tidak bisa diklaim dalam waktu 12 bulan sejak polis diterbitkan. Jika tertanggung klaim salah satu penyakit yang dari daftar tersebut sebelum 12 bulan, maka klaim akan ditolak.
  4. Pengecualian untuk poin kedua dan ketiga tidak berlaku apabila tertanggung dan/atau tanggungan menjalani rawat inap akibat kecelakaan.
Istilah-Istilah dalam asuransi kesehatan syariah

Ada beberapa istilah dalam produk jaminan berbasis syariat ini. Tentu istilah berikut tidak terlepas dari Bahasa Arab sehingga perlu dijelaskan maknanya agar bisa dipahami oleh semua peserta atau penerima manfaat.

  • Akadadalah perjanjian antara dua belah pihak yang mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing yang bersifat mengikat dan memiliki konsekuensi hukum jika tidak dijalankan atau dilanggar. Akad dalam asuransi syariah dilakukan antara penerima manfaat (peserta) dan perusahaan.
  • Akad mudharabah adalah perjanjian antara pihak pertama sebagai pemilik modal (shahibul maal) kemudian mempercayakan modal tersebut untuk dikelola oleh pihak kedua (mudharib) dengan perjanjian di awal. Modal sepenuhnya berasal dari pihak pertama sedangkan pihak kedua tidak menanamkan modal sama sekali hanya mengandalkan keahlian yang tidak dimiliki oleh pihak pertama.
  • Akad musyarakah adalah perjanjian antara pihak pertama dengan pihak kedua dengan modal yang berasal dari kedua belah pihak dengan perjanjian pembagian keuntungan atau kerugian berdasarkan seberapa besar porsi kontribusinya.
  • Akad mudharabah musytarakah adalah gabungan antara akad mudharabah dan musyarakah di mana modal berasal dari satu pemilik modal. Perbedaannya adalah kerugian yang terjadi hanya ditanggung oleh pemilik modal. Namun jika dalam perjalanan waktu bisnis yang dijalankan menguntungkan maka, pengelola boleh menambah modal untuk mengembangkan usahanya dengan perjanjian keuntungan berdasarkan porsi kontribusi yang diberikan. 
  • Akad tijarah adalah perjanjian yang dilakukan untuk kepentingan mencari keuntungan.
  • Akad tabarru’adalah perjanjian hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta dengan tujuan untuk tolong menolong sesama dan tidak digunakan untuk tujuan investasi. Kumpulan dana dari para peserta asuransi ini dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dengan dana tabarru’
  • Wakalah bil ujrah adalah biaya administrasi pengelolaan dana yang dibebankan kepada peserta oleh pengelola (perusahaan). Pengelola tidak berhak mendapatkan bagian dari dana yang diinvestasikan jika menggunakan akad ini.
  • Kontribusiadalah istilah dalam proteksi syariat yang digunakan untuk menggantikan istilah premi peserta.
  • Qardhadalah pinjaman pengelola (perusahaan) dengan menggunakan dana tabarru’ saat terjadi defisit ketika ingin membayarkan santunan (klaim). Dana qard akan dikembalikan lagi oleh pengelola jika mengalami surplus dalam perhitungan underwriting di lain waktu.
  • Iurantabarru’ adalah sebagian dana yang diambil dari kontribusi peserta asuransi. Dana ini nantinya digunakan untuk saling tolong menolong antar peserta asuransi yang mendapatkan musibah yang tidak diinginkan.
Dapatkan Promo