Asuransi Kesehatan Syariah

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik

Sebelum memilih asuransi kesehatan syariah penting bagi calon nasabah membandingkan perusahaan dan produk asuransi yang tersedia. Puluhan produk asuransi kesehatan syariah tentunya menyulitkan kita untuk membandingkan satu per satu.

Karena itu, Lifepal hadir sebagai platform asuransi yang dapat membantu nasabah untuk bandingkan dan beli asuransi syariah secara online. Melalui platform asuransi Lifepal.co.id, calon nasabah dapat dengan mudah membandingkan harga premi dan manfaat asuransi kesehatan syariah yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan asuransi. 

Berikut ini asuransi kesehatan syariah terbaik versi Lifepal yang diulas berdasarkan kesehatan keuangan perusahaan dari laporan keuangan tahun 2018, pelayanan, manfaat atau pertanggungan.

1. Manulife

2. Prudential

3. Allianz

4. Sinarmas MSIG Life

5. Sunlife

 

Pengertian Asuransi Kesehatan Syariah

Kesehatan merupakan hal berharga yang perlu dijaga. Sebab, biaya perawatan cukup mahal ketika kita harus masuk rumah sakit. Itu yang membuat asuransi kesehatan cukup penting bagi masyarakat.

Tentunya tidak semua orang, terutama di Indonesia, bisa menerima asuransi kesehatan. Masih banyak pandangan dan pemikiran bahwa asuransi itu riba atau haram. Pasalnya, mereka yang berpikiran demikian menganggap membeli asuransi kesehatan berarti menjaminkan kesehatan kepada perusahaan asuransi, yang disalah artikan sebagai menduakan Tuhan.

Pemikiran seperti ini yang mendorong kehadiran produk asuransi kesehatan syariah. Produk ini tidak hanya mengusung kata “syariah” untuk menggaet pasar, melainkan disesuaikan dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.

Pemikiran haram atau riba atas suatu produk asuransi dipatahkan oleh fatwa tersebut. Secara general, fatwa MUI menyatakan asuransi berbasis syariah harus sesuai ketentuan dan tidak mengandung unsur riba dan yang dilarang dalam Islam.

Berdasarkan penjelasan tersebut, asuransi kesehatan syariah secara sederhana dapat dipahami sebagai produk asuransi yang menjamin biaya pengobatan dan perawatan kesehatan ketika nasabah atau tertanggung sakit atau kecelakaan.

Perbedaannya dengan asuransi kesehatan konvensional terletak pada prinsip syariah yang diterapkan yaitu tolong-menolong. Prinsip tersebut diwujudkan melalui dana yang dikumpulkan dari iuran atau premi nasabah atau disebut dana tabarru’.

Cakupan perawatan asuransi kesehatan syariah cukup luas termasuk rawat inap, rawat jalan, penyakit kritis, pembedahan, hingga kesehatan gigi, mata, serta melahirkan. Semua pertanggungan atau manfaat tersebut disesuaikan dengan polis asuransi kesehatan syariah yang dimiliki serta manfaat tambahan (riders).

Adapun beberapa contoh perusahaan asuransi yang menyediakan unit syariah, antara lain asuransi Prudential syariah, asuransi kesehatan AXA Mandiri syariah, asuransi BNI syariah, dan asuransi kesehatan Takaful Keluarga.

Halalkah Asuransi Kesehatan Syariah?

Dasar hukum asuransi kesehatan mengacu pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Namun, perbedaan antara asuransi kesehatan konvensional dengan asuransi kesehatan syariah adalah dalam asuransi kesehatan syariah tidak mengandung riba, perjudian, serta unsur gharar atau ketidakpastian.

Berdasarkan Fatwa MUI, asuransi kesehatan syariah halal jika memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan para ulama. Selain itu, operasional perusahaan asuransi syariah diawasi Dewan Pengawas Syariah (DPS). Semua produk yang diluncurkan atas persetujuan DPS sebagai jaminan bahwa produk tersebut memang sudah mengikuti prinsip syariah dan “telah lulus sensor” halal oleh dewan tersebut.

Berikut ketentuan umum asuransi kesehatan syariah berdasarkan Fatwa MUI:

  • Asuransi Syariah (Ta-min, Takaful, atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau dana tabarru’ yang memberikan pola pengembalian berupa klaim untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah.
  • Akad yang sesuai dengan syariah dalam poin pertama adalah tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat.
  • Akad tijarah yaitu semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  • Akad tabarru’ yaitu semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  • Premi yaitu kewajiban peserta asuransi memberikan sejumlah dana kepada perusahaan asuransi sesuai kesepakatan dalam akad.
  • Klaim adalah hak peserta asuransi yang wajib diberikan kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.

Kesimpulannya, jika telah memenuhi ketentuan umum tersebut, dan produk yang diluncurkan telah mendapat persetujuan MUI, maka asuransi kesehatan syariah tersebut halal dan bisa dipertanggungjawabkan sesuai aturan dan hukum Islam yang berlaku.

Urgensi Asuransi Kesehatan Syariah

Kebutuhan akan asuransi kesehatan syariah cukup tinggi di Indonesia. Salah satu alasan utamanya adalah jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang terbesar di dunia. Selain itu, masih banyak yang meragukan keabsahan asuransi syariah. Sebagian orang masih menilai asuransi syariah tidak sesuai dengan agama yang dianut, karena itu mereka enggan memiliki asuransi.

Selain faktor tersebut, alasan lain adalah operasional asuransi berbasis syariah yang tidak diperbolehkan mengambil keuntungan sebesar-besarnya dan harus transparan dalam pengelolaannya. Karena itu, terdapat kewajiban bagi perusahaan asuransi berbasis syariah untuk menerapkan prinsip tolong-menolong dan diawasi DPS.

Misalnya saja asuransi kesehatan terkait investasi (unit link) syariah. Produk ini harus diinvestasikan ke instrumen investasi yang tidak mengandung unsur riba atau haram. Contoh, unit link yang diinvestasikan ke saham tidak boleh ke saham perusahaan minuman beralkohol.

Faktor lain yang menjadi nilai pertimbangan penting asuransi kesehatan syariah yaitu ketenangan dalam berasuransi, terutama bagi masyarakat Muslim. Dengan fatwa MUI, pemilik polis tidak diliputi kecemasan atas produk asuransi kesehatan yang dimiliki.

Selain terkait kebutuhan akan produk jasa keuangan syariah yang tinggi, urgensi asuransi kesehatan syariah juga tidak terlepas dari biaya rumah sakit yang kian melambung setiap tahun. Pada tahun 2018 misalnya, biaya perawatan kesehatan di Indonesia naik 12,6 persen. Inflasi biaya medis tersebut lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Singapura 9,1 persen dan beberapa negara Asia lain yang rata-rata naik sekitar 10 persen. 

Pertimbangan Memilih Asuransi Kesehatan Syariah

Pasar asuransi kesehatan syariah yang begitu besar mendorong perusahaan asuransi yang hadir di Indonesia berlomba-lomba menawarkan produk asuransi ini. Namun, ada berbagai indikator yang harus dipertimbangkan sebelum kita membeli produk asuransi kesehatan syariah.

Salah satu tips dari Lifepal adalah tidak sekadar membeli produk asuransi dengan embel-embel syariah. Pertimbangkan berbagai hal berikut sebelum menentukan pilihan.

1. Kesehatan Keuangan Perusahaan

Faktor pertama ini cukup penting karena kita tidak tahu kapan melakukan klaim asuransi kesehatan syariah. Tentu tidak ada yang mau mengalami sakit atau risiko kecelakaan. Namun jika memang harus terjadi, tentunya tidak ingin mengalami seperti nasabah Jiwasraya, bukan?

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 72 /POJK.05/2016 Tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi Dan Perusahaan Reasuransi Dengan Prinsip Syariah, kesehatan perusahaan asuransi syariah bisa dilihat dari rasio solvabilitas atau pencapaian atau RBC.

OJK menentukan minimal rasio solvabilitas dana tabarru’, dana tanahud, dan dana perusahaan adalah 120 persen. Rasio solvabilitas secara sederhana diartikan sebagai kemampuan perusahaan membayar kewajibannya.

Selain rasio solvabilitas, indikator lain yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan asuransi syariah adalah ekuitas dan jumlah aset. Berdasarkan POJK di atas, kesehatan keuangan perusahaan yang bisa dilihat dari laporan keuangan adalah ekuitas minimal Rp100 miliar dan aset minimal Rp150 miliar.

2. Layanan Nasabah & Manfaat

Poin kedua ini juga wajib menjadi pertimbangan kita dalam memilih produk asuransi kesehatan syariah. Layanan nasabah yang dimaksud antara lain tersedia call center 24 jam setiap hari karena kita tidak tahu kapan hendak melakukan klaim untuk rawat inap atau rawat jalan karena sakit atau kecelakaan.

Lalu perhatikan pula ketersediaan metode penggantian asuransi yaitu cashless dan reimbursement. Cashless secara sederhana adalah klaim tanpa uang tunai di mana nasabah hanya perlu menunjukkan kartu kepesertaan asuransi di rumah sakit rekanan.

Sementara, sistem reimbursement disebut juga uang penggantian biaya asuransi yang telah kita keluarkan terlebih dahulu. Sekadar catatan, reimbursement ini diganti sesuai plafon yang tercantum dalam polis, bukan seluruh biaya asuransi yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh nasabah.

Pertimbangan lain yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Rekanan rumah sakit tersebar luas di Indonesia.
  • Tersedia klaim online.
  • Terdapat kantor cabang di sejumlah kota besar.

Sementara, untuk manfaat asuransi kesehatan syariah secara umum seragam. Namun, beberapa polis asuransi kesehatan syariah memberikan benefit lebih banyak dengan harga terjangkau. Itu sebabnya, Lifepal menyediakan ulasan mendalam untuk setiap produk asuransi kesehatan syariah dari berbagai perusahaan asuransi, sehingga calon nasabah dapat dengan mudah membandingkan, memilih, dan membeli melalui gawai.

Manfaat asuransi kesehatan syariah yang patut jadi pertimbangan:

  • Rawat inap: pertanggungan asuransi untuk rawat inap mencakup biaya kamar di rumah sakit, kunjungan/pemeriksaan dokter, dan lain-lain.
  • Rawat jalan: pertanggungan asuransi untuk tindakan medis yang tidak mengharuskan menginap di rumah sakit. Baik pra-opname atau pasca-opname maupun sekadar diagnosis dan pengobatan rawat jalan.
  • Medical check-up: pertanggungan asuransi untuk medical check-up atau pemeriksaan kondisi kesehatan.
  • Maternity: pertanggungan asuransi untuk proses melahirkan, mulai dari check-up, proses persalinan secara operasi atau normal, dan perawatan setelahnya.
  • Perawatan gigi: pertanggungan asuransi untuk perawatan kesehatan gigi, mulai dari pemeriksaan, pembersihan, tambal, atau pencabutan gigi.
  • Perawatan mata: pertanggungan asuransi untuk perawatan kesehatan mata, mulai dari pemeriksaan hingga kacamata.
  • Biaya obat-obatan: biaya obat-obatan juga termasuk ke dalam manfaat asuransi kesehatan syariah. Obat-obatan yang dibutuhkan selama pengobatan mulai dari rawat inap, rawat jalan, dan semua resep yang harus ditebus hingga pasien sembuh merupakan bagian dari fasilitas asuransi kesehatan syariah.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Kesehatan Syariah

Selain pertimbangan yang disebutkan dalam poin di atas, perhatikan pula plus-minus asuransi kesehatan syariah yang dirangkum Lifepal dari berbagai sumber. Kita bisa mempertimbangkan apakah ingin membeli asuransi kesehatan syariah atau konvensional sesuai kebutuhan. Berikut penjelasannya:

1. Kelebihan memiliki asuransi kesehatan syariah

  • Terdapat transparansi pengelolaan dana nasabah atau nasabah. Dengan perjanjian yang jelas dan transparan, serta akad yang sesuai dengan kaidah syariah, maka dana tabarru’ akan dikelola secara profesional oleh perusahaan asuransi kesehatan syariah melalui investasi yang berlandaskan prinsip syariah.
  • Pengelolaan dana nasabah atau peserta dilakukan secara syariah dengan menghindari riba (bunga), maisir (judi), dan gharar (ketidakjelasan). Dana tabarru’ pada asuransi kesehatan syariah akan digunakan untuk mengantisipasi terjadinya musibah/bencana/klaim yang terjadi pada nasabah atau nasabah lain sesuai prinsip tolong-menolong.
  • Melalui asuransi kesehatan syariah, kita bisa mempersiapkan diri secara finansial dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip transaksi yang sesuai dengan fiqh Islam.

2. Kekurangan memiliki asuransi kesehatan syariah

  • Produk asuransi kesehatan syariah masih terbatas jika dibandingkan dengan produk asuransi kesehatan konvensional.
  • Asuransi kesehatan syariah tidak bisa menginvestasikan dana yang terkumpul ke dalam semua bentuk investasi (sembarang bentuk) karena harus disetujui oleh DPS.
  • Pada asuransi kesehatan syariah, tidak semua bisa diasuransikan. Hal ini akan mengurangi jumlah nasabah yang mana ada suatu pernyataan bahwa semakin banyak nasabah, maka akan semakin banyak pula keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan.

Perhitungan Premi Asuransi Kesehatan Syariah

Perhitungan premi asuransi kesehatan syariah mengacu pada beberapa faktor. Harga premi akan mengikuti profil calon nasabah. Berikut ini beberapa hal yang harus diketahui terkait premi asuransi kesehatan syariah.

Usia dan jenis kelamin

Usia dan jenis kelamin tentu memengaruhi premi yang akan diberlakukan oleh perusahaan asuransi. Sebab, semakin tua usia nasabah, maka risiko penyakit juga semakin tinggi. Selain itu, jenis kelamin turut memberi faktor berbeda untuk risiko penyakit tertentu.

Jenis pekerjaan

Jenis pekerjaan juga berpengaruh terhadap risiko yang akan dialami oleh calon nasabah. Mereka yang bekerja di kantor tentu memiliki risiko kecelakaan semakin sedikit. Sementara itu, mereka yang bekerja di lapangan dan berada di area yang cukup berbahaya memiliki tingkat risiko kecelakaan yang makin tinggi.

Riwayat kesehatan

Begitu juga dengan riwayat kesehatan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon nasabah dengan riwayat penyakit tertentu biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

Tanggungan keluarga

Premi asuransi kesehatan individu biasanya lebih murah daripada asuransi kelompok atau asuransi kesehatan syariah untuk keluarga.

 

Tips & Pertanyaan

Metode penggantian biaya asuransi kesehatan syariah adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Nah, dalam asuransi kesehatan syariah biasanya terdapat dua metode penggantian biaya dari klaim Anda.

Reimbursement

Reimbursement adalah metode penggantian biaya asuransi kesehatan syariah dengan cara nasabah harus membayarkan tagihan perawatan kesehatannya. Kemudian, nasabah mengirimkan dokumen klaim ke pihak perusahaan asuransi. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut.

Cashless

Cashless adalah metode penggantian biaya asuransi kesehatan syariah dengan menggunakan kartu saja. Jadi, nasabah cukup menggesekkan kartu tersebut di rumah sakit atau klinik rekanan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, sebelum memilih asuransi kesehatan syariah, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi kesehatan syariah membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung.

Adapun proses klaim asuransi kesehatan syariah bisa dilakukan dengan prosedur berikut ini.

Reimbursement

Berikut adalah cara klaim yang bisa dilakukan dengan menerapkan metode reimbursement.

  • Pemegang polis mengisi formulir klaim asuransi kesehatan syariah.
  • Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Umumnya dokumen yang dibutuhkan meliputi:
    • Polis asli.
    • Mengunduh dan mengisi formulir klaim.
    • Bukti general check-up.
    • Surat keterangan dokter.
    • Hasil laboratorium dan/atau radiologi.
    • Kuitansi rumah sakit asli.
    • Surat keterangan polisi apabila dirawat karena kecelakaan.
  • Datang langsung ke kantor perusahaan asuransi/kurir/melalui Lifepal untuk melaporkan klaim.
  • Selanjutnya perusahaan asuransi mengecek dokumen dan analisis.
  • Apabila disetujui, maka pembayaran klaim akan segera diproses dan dikirimkan.

Cashless

Berikut adalah cara klaim yang bisa dilakukan dengan menerapkan metode cashless.

  • nasabah membawa kartu saat di rumah sakit/klinik.
  • Tunjukkan kartu ke pihak klinik / rumah sakit.
  • Rumah sakit mengkonfirmasi ke pihak perusahaan asuransi.
  • Selanjutnya nasabah akan segera mendapatkan pelayanan medis.

Meski begitu, setiap perusahan asuransi biasanya memiliki prosedur cara klaim asuransi yang berbeda-beda. Itu sebabnya, sebaiknya pastikan terlebih dahulu bagaimana cara perusahaan mengurus klaim dan apa saja dokumen yang diperlukan.

Perhitungan premi asuransi kesehatan syariah mengacu pada beberapa faktor berikut ini.

Usia dan jenis kelamin

Usia dan jenis kelamin tentu memengaruhi premi yang akan diberlakukan oleh perusahaan asuransi. Sebab, semakin tua usia nasabah, maka risiko penyakit juga semakin tinggi. Selain itu, jenis kelamin turut memberi faktor berbeda untuk risiko penyakit tertentu.

Jenis pekerjaan

Jenis pekerjaan juga berpengaruh terhadap risiko yang akan dialami oleh calon nasabah. Mereka yang bekerja di kantor tentu memiliki risiko kecelakaan semakin sedikit. Sementara itu, mereka yang bekerja di lapangan dan berada di area yang cukup berbahaya memiliki tingkat risiko kecelakaan yang makin tinggi.

Riwayat kesehatan

Begitu juga dengan riwayat kesehatan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon nasabah dengan riwayat penyakit tertentu biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

Tanggungan keluarga

Premi asuransi kesehatan individu biasanya lebih murah daripada asuransi kelompok atau asuransi kesehatan syariah untuk keluarga.

Pembayaran premi asuransi kesehatan syariah dapat dilakukan melalui media berikut ini. Tergantung pada perusahaan asuransi kesehatan syariah yang Anda pilih. Sila pilih yang paling nyaman dan mudah bagi Anda.

  • Transfer bank.
  • Kartu kredit.
  • Autodebet

 

 

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi kesehatan syariah tergantung pada kesepakatan polis. Adapun frekuensi pembayaran dapat dilakukan secara tahunan, semesteran, kuartalan, dan bulanan.

Jika masih bingung atau mengalami kesulitan dalam pembayaran asuransi, Anda bisa menghubungi tim Lifepal. Kami akan membantu pembayaran premi asuransi kesehatan syariah Anda hingga mendapatkan bukti pembayarannya secara jelas.

Dasar hukum asuransi kesehatan mengacu pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Namun, perbedaan antara asuransi kesehatan konvensional dengan asuransi kesehatan syariah adalah dalam asuransi kesehatan syariah tidak mengandung riba, perjudian, serta unsur gharar atau ketidakpastian.

Jadi, jika ada yang bertanya bagaimana sebenarnya hukum asuransi kesehatan syariah jawabannya adalah halal. Karena, perusahaan asuransi syariah diawasi secara ketat oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Semua produk yang diluncurkan atas persetujuan DPS sebagai jaminan bahwa produk tersebut memang sudah mengikuti prinsip syariah.

Agar tidak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi kesehatan syariah bagi diri sendiri maupun keluarga Anda.

Ketahui kebutuhan dan jangan sampai salah pilih produk

Sebelum memilih asuransi kesehatan syariah terbaik, ketahui jenis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Asuransi kesehatan syariah memiliki banyak pilihan produk, seperti untuk memberikan perlindungan jiwa, menanggung biaya kesehatan, kecelakaan, dan lain sebagainya. Dari berbagai jenis asuransi kesehatan syariah tersebut, pilihlah asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Cari referensi dan tentukan perusahaan asuransi kesehatan syariah yang ingin dipilih

Saat ini, sudah banyak perusahaan asuransi kesehatan syariah yang menawarkan berbagai keunggulan. Ketika memilih perusahaan asuransi, pelajarilah kualitas pelayanan dari perusahaan asuransi tersebut. Cari tahu juga bagaimana pelayanan perusahaan tersebut dalam pembayaran klaim, apakah ada kendala atau tidak.

Pastikan ada Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Seluruh perusahaan asuransi kesehatan syariah pasti memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertujuan untuk mengatur, mengawasi, dan menjamin produk asuransi kesehatan syariah yang ditawarkan benar-benar merupakan produk yang halal dan dijalankan sesuai dengan syariat agama Islam.

Memiliki premi murah namun mampu memenuhi kebutuhan

Asuransi kesehatan syariah terbaik tidak selalu berarti memiliki premi yang mahal. Sebaliknya, jangan ragu ketika untuk membeli produk asuransi dengan premi murah dan memiliki manfaat yang sesuai dengan kebutuhan Anda serta keluarga.

Bandingkan produk asuransi kesehatan syariah terbaik

Untuk memilih produk asuransi kesehatan syariah terbaik, sebaiknya bandingkan beberapa produk asuransi yang sejenisnya terlebih dahulu.

Sementara itu, bagi calon nasabah yang mencari asuransi kesehatan syariah yang murah, cobalah beberapa tips berikut ini.

Bandingkan dan cari tarif premi paling hemat

Premi asuransi yang merupakan kewajiban dan tanggung jawab nasabah, memiliki besaran yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Tarif premi inilah yang menjadi perhatian untuk menentukan perusahaan asuransi kesehatan syariah terbaik yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda dan keluarga.

Pilihlah tarif premi yang wajar dan cukup kompetitif, namun bukan yang murahan. Anda juga harus tetap waspada dengan premi asuransi yang terlampau murah sangat jauh di bawah tarif premi asuransi kesehatan syariah pada umumnya.

Bandingkan terlebih dahulu

Agar mendapatkan asuransi kesehatan syariah termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk asuransi kesehatan syariah yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal.

Membeli asuransi kesehatan syariah secara online akan lebih mudah karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Anda juga juga dapat lebih leluasa memilih asuransi kesehatan syariah yang sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Pembelian produk asuransi kesehatan syariah dapat dilakukan cukup secara online. Kemudian, lakukan transfer maupun metode pembayaran lain untuk pembayaran premi secara berkala maupun sekaligus.

Membeli asuransi kesehatan syariah secara online bisa dilakukan di Lifepal. Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi terbaik yang menyediakan produk asuransi kesehatan syariah. Berbagai pilihan asuransi kesehatan syariah terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi kesehatan syariah gratis untuk beberapa proteksi, seperti proteksi terhadap kecelakaan, biaya kesehatan, dan lain sebagainya.

Salah satu rahasia mengapa asuransi kesehatan online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi kesehatan syariah). Agen asuransi kesehatan adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi kesehatan.

Sementara itu, broker asuransi kesehatan merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon nasabah dengan perusahaan asuransi kesehatan. Dengan demikian, calon nasabah dapat membandingkan produk asuransi kesehatan syariah terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon nasabah. Broker asuransi juga senantiasa membantu nasabah dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi kesehatan syariah.

Lifepal merupakan broker asuransi kesehatan terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi kesehatan syariah terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal adalah marketplace nomor satu di Indonesia yang telah mendapatkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hindari penipuan mengatasnamakan perusahaan maupun broker asuransi kesehatan syariah. Caranya, pastikan perusahaan asuransi maupun broker sudah terdaftar di OJK dan asosiasi asuransi resmi yang terkait.

Berikut cara menghindari penipuan terhadap penawaran asuransi kesehatan syariah.

  • Seluruh perusahaan asuransi kesehatan syariah pasti memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertujuan untuk mengatur, mengawasi, dan menjamin produk asuransi kesehatan syariah yang ditawarkan benar-benar merupakan produk yang halal dan dijalankan sesuai dengan syariat agama Islam. Jadi, pilihlah perusahaan asuransi syariah yang diawasi secara ketat oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Semua produk yang diluncurkan atas persetujuan DPS sebagai jaminan bahwa produk tersebut memang sudah mengikuti prinsip syariah.
  • Perhitungkan manfaat atau benefit yang dibutuhkan. Semakin besar, tentu akan semakin baik karena akan ada banyak yang bisa dilindungi atau dibiayai. Namun, tentu hal ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan finansial karena semakin besar manfaat atau benefit pertanggungan maka semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.
  • Lakukan perbandingan beberapa produk asuransi kesehatan syariah yang ada baik dari premi maupun uang pertanggungan yang didapatkan. Solusi sederhana, Anda bisa mengunjungi situs Lifepal yang memberikan perbandingan asuransi kesehatan syariah dan memberikan pilihan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pilihlah produk asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan syariah terbaik. Jangan hanya berfokus pada premi rendah saja, tetapi reputasi perusahaan juga harus dipertimbangkan jangan sampai memilih perusahaan asuransi yang belum jelas reputasinya apalagi belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan RI.
  • Jika masih bingung dalam memilih asuransi kesehatan syariah yang cocok, konsultasikan bersama Lifepal. Lifepal adalah marketplace asuransi tepercaya yang akan memberikan produk asuransi terbaik untuk kebutuhan Anda. Lifepal adalah pialang asuransi yang berada di pihak nasabah (tertanggung) sehingga akan mewakili semua kepentingan calon tertanggung termasuk membantu saat proses klaim. Lifepal akan menjadi teman andalan Anda dalam memilih produk asuransi terbaik sehingga Anda terhindar dari segala bentuk penipuan asuransi.
  • Ada cukup banyak pialang atau broker asuransi. Penting untuk memilih pialang atau broker asuransi yang tepercaya. Lifepal termasuk pialang atau broker asuransi yang bekerja sama dengan pialang lain yang sudah terdaftar di OJK.
  • Mintalah dummy polis asuransi untuk mempelajari manfaat yang diberikan dari perusahaan sebelum memutuskan membeli polis asuransi kesehatan syariah yang dibutuhkan.
  • Jangan menitipkan pembayaran premi asuransi kepada agen secara tunai. Bayarkan premi asuransi kesehatan syariah Anda melalui metode yang dipercaya seperti bank transfer langsung kepada perusahaan asuransi, broker tepercaya, atau dengan berbagai metode aman lain yang disediakan seperti kartu kredit atau dompet digital seperti yang disediakan oleh Lifepal. Pembayaran premi melalui Lifepal terjamin aman dan mudah untuk dilakukan.
  • Selalu minta bukti pembayaran dan menyimpannya dengan baik agar bisa dijadikan bukti jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti human error atau kesalahan sistem.
  • Selalu diskusikan dengan Lifepal jika ada agen asuransi yang meminta biaya tambahan atau premi tambahan terhadap produk asuransi kesehatan syariah yang dibeli. Lifepal akan senantiasa membantu Anda menyelesaikan berbagai persoalan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar asuransi kesehatan syariah secara komprehensif.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi kesehatan syariah.

  • Akad: Merupakan perjanjian atau kontrak yang menimbulkan hubungan hukum, serta memberikan hak dan meletakkan kewajiban kepada para pihak yang membuat perjanjian. Akad bersifat mengikat bagi para pihak yang bersangkutan. Dalam konteks asuransi kesehatan syariah, akad dilakukan oleh nasabah dan perusahaan asuransi syariah terkait.
  • Akad Tabarru: Akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata-mata untuk tujuan komersial atau sumbangan. Dana Tabarru ini adalah dana yang disetorkan oleh nasabah kesehatan syariah dan akan digunakan untuk membantu peserta lain jika terjadi sebuah risiko tertentu. Jadi, pada dasarnya, setiap peserta akan menolong peserta lain dalam asuransi kesehatan syariah dan perusahaan asuransi syariah berfungsi sebagai pengelola dana nasabah.
  • Akad Tijarah: Akad yang dilakukan untuk tujuan komersial. Dalam asuransi kesehatan syariah, akad Tijarah digunakan untuk perjanjian antara nasabah dengan perusahaan asuransi syariah.
  • Ujrah: Disebut juga sebagai upah. Dalam asuransi kesehatan syariah, perusahaan asuransi syariah bertugas mengelola dana nasabah atau nasabah. Atas jasanya dalam pengelolaan dana peserta tersebut, maka perusahaan asuransi akan mendapatkan ujrah/upah.
  • Wakalah: Disebut juga sebagai wakil. Dalam asuransi kesehatan syariah, ada yang disebut sebagai akad Wakalah bil Ujrah. Artinya adalah akad untuk memberikan kuasa (mewakilkan) dari peserta kepada perusahaan asuransi kesehatan syariah untuk mengelola dana peserta dengan imbalan ujrah/upah.
  • Kontribusi: Merupakan sejumlah dana atau iuran yang dibayarkan oleh nasabah atas keikutsertaannya pada program asuransi kesehatan syariah. Besaran kontribusi setiap peserta dapat berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan dari peserta masing-masing.
  • Qard: Merupakan pinjaman murni dari dana milik perusahaan asuransi syariah kepada dana Tabarru jika terjadi defisit underwriting yaitu dana Tabarru tidak mencukupi untuk membayar santunan asuransi (klaim). Dana Qard yang dipakai akan dikembalikan dari dana Tabarru jika mengalami surplus underwriting di kemudian hari.
  • Klaim Asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak nasabah untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.