• 2021-09-10 15.47.32

Asuransi Penyakit Kritis

DapatkanDISKON 25%+ CASHBACK 10% *Daftar sekarang untuk penawaran terbatas
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku
Cari Asuransi Semudah 1, 2, 3!
1
2
3
Isi formulir untuk melihat pilihan
Sesuai Profil & Kebutuhanmu
Konsultasi gratis melalui telepon
Dengan tim ahli, cukup 5 menit
Temukan asuransi terbaik
Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu

Asuransi Penyakit Kritis Terbaik & Ulasan Polis 2022

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang akan memberikan uang santunan untuk biaya pengobatan atau perawatan ketika tertanggung didiagnosis penyakit kritis. Jenis penyakit kritis sendiri dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu kondisi kritis tahap awal, menengah, dan akhir.

Lifepal telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan asuransi penyakit kritis, salah satunya Allianz dengan premi di bawah Rp50 ribu per bulan. Yuk, lihat dan bandingkan polisnya di Lifepal!

Selain itu, tim Lifepal telah merangkum pilihan asuransi penyakit kritis yang menanggung 10, 60, 80, bahkan lebih dari 100 jenis penyakit kritis. Berikut daftar produk asuransi penyakit kritis terbaik:

Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Manfaat asuransi penyakit kritis memberikan uang pertanggungan yang bisa digunakan untuk perawatan ketika didiagnosis penyakit kritis. Beberapa polis juga memberikan santunan tunai, dengan tujuan agar nasabah bisa tetap aman secara finansial meskipun tidak mampu bekerja lagi.

Secara umum, manfaat dari asuransi penyakit kritis antara lain:

1. Menanggung perawatan/pengobatan penyakit kritis

Perawatan dan pengobatan penyakit kritis membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik itu penyakit kritis mayor maupun minor. Hadirnya asuransi untuk penyakit kritis tentunya dapat membantu mengurangi beban finansial yang bisa muncul.

Beberapa penyakit juga membutuhkan pengobatan lanjutan yang juga memakan biaya yang cukup besar, contohnya seperti kanker yang membutuhkan kemoterapi.

2. Memberikan santunan harian

Asuransi kesehatan penyakit kritis umumnya menawarkan manfaat santunan harian rawat inap saat terdiagnosis penyakit kritis.

3. Memberikan santunan meninggal dunia

Risiko meninggal dunia bisa terjadi setelah terdiagnosis penyakit kritis, oleh karena itu beberapa asuransi untuk penyakit kritis juga memberikan manfaat santunan meninggal dunia. Santunan ini tentunya sangat bermanfaat bagi keluarga yang kepala keluarga atau pencari nafkahnya meninggal dunia karena penyakit kritis. Manfaat ini biasanya termasuk dalam produk asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis.

4. Macam-macam penyakit kritis yang ditanggung

Ada cukup banyak macam macam penyakit kritis yang dapat ditanggung oleh asuransi penyakit kritis, namun memang tidak semuanya dapat ditanggung oleh perusahaan. Sebagai gambaran, berikut adalah macam macam penyakit kritis menurut Sequis:

  1. Amyotrophic Lateral Sclerosis
  2. Anemia Aplastik yang Dapat Dipulihkan
  3. Anemia Aplastik Kronis
  4. Asma Berat
  5. Intervensi Katup Jantung Endovaskular
  6. Penggantian Katup Jantung (dengan perangkat atau Protesa yang Permanen)
  7. Operasi Katup Jantung
  8. Demam Rematik dengan Gangguan Katup Jantung
  9. Demensia Tingkat Lanjut
  10. Distrofi Otot Ringan
  11. Distrofi Otot Berat
  12. Encephalitis Ringan
  13. Encephalitis Berat
  14. Epilepsi Berat
  15. Operasi Pengangkatan Satu Ginjal
  16. Penyakit Ginjal Kronis
  17. Gagal Ginjal Tahap Akhir
  18. Operasi Rekonstruksi Empedu
  19. Hepatitis dengan Sirosis
  20. Hepatitis Autoimun Kronis
  21. Hepatitis Virus Berat dengan Varises Esofagus
  22. Hepatitis Virus Berat dengan Pendarahan Varises Esofagus
  23. Hepatitis Berat
  24. Hipertensi Pulmonal Sekunder
  25. Hipertensi Pulmonal Sekunder Berat
  26. Hipertensi Pulmonal Primer
  27. Infeksi HIV Akibat Kekerasan
  28. Infeksi HIV Akibat Pekerjaan
  29. Infeksi HIV Akibat Transplantasi Organ
  30. Infeksi HIV Akibat Tindakan Medis
  31. Tindakan Adrenalektomi untuk untuk Adenoma Adrenal
  32. Insufisiensi Adrenal Kronis
  33. Kanker Tahap Awal
  34. Pembedahan Diperlukan secara Medis
  35. Kanker
  36. Kardiomiopati Ringan
  37. Kardiomiopati Berat
  38. Karsinoma in-Situ pada Tempat Tertentu
  39. Kehilangan Penglihatan Pada Satu Mata
  40. Atrofi Saraf Mata
  41. Kebutaan Total
  42. Kehilangan Satu Anggota Gerak Badan
  43. Kehilangan Satu Anggota Gerak Badan dan Kebutaan pada Satu Mata
  44. Kehilangan Dua atau Lebih Anggota Gerak Badan
  45. Trakeostomi
  46. Kehilangan Kemampuan Berbicara
  47. Kehilangan Pendengaran Berat
  48. Implan Koklea
  49. Kehilangan Pendengaran Total
  50. Kelumpuhan Satu Anggota Gerak Badan
  51. Kelumpuhan Dua atau Lebih Anggota Gerak Badan
  52. Kolitis Ulseratif Ringan
  53. Kolitis Ulseratif Berat
  54. Koma Tingkat Ringan
  55. Koma Tingkat Sedang
  56. Koma Tingkat Berat
  57. Leukemia
  58. Luka Bakar Tingkat Ringan
  59. Luka Bakar Tingkat Sedang
  60. Luka Bakar Tingkat Berat
  61. Lupus Eritematosus Sistemik Ringan
  62. Lupus Eritematosus Sistemik dengan Lupus Nephritis
  63. Meningitis Bakteri Ringan
  64. Meningitis Bakteri Berat
  65. Multiple Sclerosis
  66. Myasthenia Gravis Ringan
  67. Myasthenia Gravis Berat
  68. Necrotizing Fasciitis
  69. Operasi Pemasangan Stent pada Aneurisma Aorta
  70. Operasi Aorta
  71. Operasi Skoliosis Idiopatik
  72. Pankreatitis Kronis Berulang
  73. Angioplasty
  74. Operasi Bypass Koroner Langsung Minimal Invasif
  75. Operasi Bypass Arteri Koroner
  76. Penyakit Creutzfeldt-Jakob (Penyakit Mad Cow)
  77. Penyakit Crohn’s Ringan
  78. Penyakit Crohn’s Berat
  79. Hepatektomi Parsial
  80. Sirosis Hati
  81. Penyakit Hati Tahap Akhir
  82. Penyakit Kawasaki
  83. Penyakit Medullary Cystic
  84. Penyakit Parkinson’s Ringan
  85. Penyakit Parkinson’s Berat
  86. Operasi Pemasangan Filter Veno-Caval
  87. Operasi Pengangkatan Satu Paru
  88. Penyakit Paru Tahap Akhir
  89. Polio
  90. Progressive Bulbar Palsy Ringan
  91. Progressive Bulbar Palsy Berat
  92. Progressive Muscular Atrophy Ringan
  93. Muscular Atrophy Berat
  94. Progressive Scleroderma
  95. Rheumatoid Arthritis Ringan
  96. Rheumatoid Arthritis Berat
  97. Perikardiektomi
  98. Pemasangan Defibrilator Jantung Permanen
  99. Serangan Jantung Berat
  100. Sindrom Apalik
  101. Sindrom Eisenmenger’s
  102. Sindrom Eisenmenger’s Berat
  103. Sindrom Nefrotik Berat yang Berulang
  104. Aneurisma Pembuluh Darah Otak yang Memerlukan Pembedahan
  105. Operasi Arteri Karotis
  106. Stroke
  107. Transplantasi Organ Besar/Utama (Termasuk Dalam Daftar Tunggu)
  108. Transplantasi Organ Besar/Utama
  109. Transplantasi Sumsum Tulang
  110. Trauma Kepala Ringan
  111. Trauma Kepala Berat
  112. Operasi Pituitari Adenoma
  113. Tumor Otak Jinak
  114. Metastasis
  115. Serangan Jantung Sangat Berat
  116. Stroke Berat
  117. Diabetic Amputation
  118. Diabetic Coma
  119. Diabetic Nephropathy
  120. Diabetic Retinopathy

Pengecualian Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis memiliki daftar pengecualian yang tidak ditanggung oleh asuransi, baik secara umum maupun khusus. Artinya, ada sejumlah penyakit yang tidak bisa diklaim asuransi penyakit kritis.

Berikut daftar penyakit yang tidak bisa diklaim asuransi:

Daftar pengecualian umum asuransi penyakit kritis

Pengecualian umum adalah kondisi yang secara umum tidak ditanggung oleh seluruh asuransi.

  • Akibat bunuh diri yang terjadi dalam waktu dua tahun sejak polis aktif
  • Tertanggung sedang/sebagai akibat melakukan kejahatan
  • Tertanggung menjalani eksekusi hukuman mati oleh pengadilan
  • Terjadi akibat tindak kejahatan atau pembunuhan yang dilakukan oleh berkepentingan dalam pertanggungan
  • Peperangan, keadaan bahaya perang atau darurat perang, baik sebagian atau seluruh wilayah Indonesia.
  • Pemogokan, kerusuhan, huru-hara, pemberontakan, perang-saudara, pengambil-alihan kekuasaan.
  • Tugas kemiliteran atau kepolisian yang sedang dijalani tertanggung, kecuali telah membayarkan premi tambahan untuk manfaat tersebut.
  • Minuman yang mengandung alkohol, zat-zat terlarang, racun, gas, dan sejenisnya.
  • Tertanggung menggunakan obat-obatan terlarang kecuali terbukti obat tersebut digunakan atas petunjuk dokter bukan dalam upaya perawatan kecanduan obat.
Daftar pengecualian khusus asuransi penyakit kritis

Pengecualian khusus adalah kondisi yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi tertentu. Pengecualian khusus tiap perusahaan asuransi umumnya berbeda-beda, contohnya:

  • Keadaan yang sudah ada sebelumnya atau pre-existing condition
  • Penyakit bawaan
  • AIDS, ARC, atau infeksi yang disebabkan oleh HIV.

Siapa yang Membutuhkan Asuransi Penyakit Kritis?

Asuransi penyakit kritis adalah salah satu jenis dari produk asuransi kesehatan yang memberikan pertanggungan terhadap risiko penyakit kritis yang tidak terduga dan bisa dialami siapa saja.

Mungkin Anda sudah merasa cukup terlindungi dengan asuransi kesehatan yang Anda miliki sehingga berpikir tidak membutuhkan asuransi sakit kritis, namun sebenarnya tidak semua asuransi kesehatan menanggung berbagai penyakit kritis. Apalagi, biaya perawatan penyakit kritis seperti kanker, penyakit jantung, atau stroke membutuhkan biaya yang cukup besar dan bisa menjadi beban finansial tersendiri.

Asuransi penyakit kritis murni dapat meng-cover biaya-biaya yang umumnya tidak terdapat dalam asuransi kesehatan. Jadi sangat tepat untuk memilikinya sebagai pelengkap asuransi kesehatan.

Lantas, siapa yang sebenarnya lebih membutuhkan asuransi penyakit kritis terbaik? Risiko penyakit kritis memang dapat menimpa siapa dan kapan saja. Namun, jika memiliki ciri-ciri berikut ini, tandanya sangat penting untuk terproteksi asuransi penyakit kritis:

1. Memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga

Menurut Prof. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP selaku ketua Yayasan Kanker Indonesia, 8-10 persen kasus kanker dipengaruhi oleh genetik. Oleh sebab itu, asuransi penyakit kritis penting dimiliki oleh kita yang memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga.

2. Nasabah adalah pencari nafkah utama dalam keluarga

Salah satu manfaat dari asuransi penyakit kritis antara lain memberikan santunan tunai jika terdiagnosa penyakit kritis. Nah, mengingat peran pencari nafkah utama sangatlah krusial dalam satu keluarga, jika mengalami risiko penyakit kritis maka perputaran keuangan keluarga juga akan ikut terganggu. Di sinilah pentingnya peran asuransi critical illness terbaik sebagai solusi finansial.

3. Telah berusia 40 tahun ke atas

Semakin tua usia nasabah, risiko penyakit kritis juga akan semakin tinggi. Itu sebabnya, penting untuk calon nasabah kalangan usia 40 tahun ke atas terlindungi asuransi. Bagi nasabah yang belum memiliki asuransi kesehatan, disarankan untuk mengutamakan asuransi kesehatan terlebih dahulu baru menambahkan asuransi penyakit kritis dalam plan proteksinya. Sebab, cakupan jenis penyakit asuransi kesehatan lebih luas dibandingkan dengan penyakit kritis.

Polis Asuransi Penyakit Kritis yang Ideal

Seperti apa polis asuransi penyakit kritis yang ideal? Kriteria asuransi penyakit kritis yang ideal bisa menjadi patokan untuk membantu kita menentukan polis yang hendak kita beli. Perlu dicatatat bahwa kriteria-kriteria tersebut tentunya dapat berubah mengikuti ketentuan dari provider asuransi terkait.

KriteriaPenjelasan
Uang PertanggunganDibayarkan sekaligus sesuai tagihan rumah sakit atau 100% jumlah yang sama dengan Uang Pertanggungan.
Masa Tunggu30 hari sejak tanggal berlaku polis.
Masa Bertahan HidupUmumnya masa bertahan hidup Tertanggung hingga dibayarkan pertanggungan oleh asuransi adalah 30 hingga 90 hari.
Jumlah penyakit kritis yang ditanggungMinimal 8 hingga 36 penyakit kritis.
Usia TertanggungUsia maksimal (99 tahun) atau seumur hidup (100 tahun).

Pilih Asuransi Penyakit Kritis atau Asuransi Kesehatan?

Fenny yang berusia 30 tahun terserang penyakit kritis tahap akhir, yaitu kanker hati. Akibat penyakit yang dideritanya, bisnis yang dijalankan Fenny pun terganggu dan penghasilan yang didapatkan secara drastis ikut menurun.

Untungnya Fenny telah terproteksi oleh asuransi kesehatan, sehingga untuk biaya konsultasi dokter dan obat-obatan dapat ditanggung pihak asuransi. Hanya saja, batas manfaat pertanggungan asuransi kesehatan yang mencapai Rp40 juta per tahun tidaklah cukup untuk menutupi seluruh biaya perawatan medis kanker hati yang berkisar Rp104 hingga Rp200 juta.

Di sinilah pentingnya memiliki asuransi sakit kritis. Sebab, asuransi penyakit kritis memiliki fungsi yang berbeda dengan asuransi kesehatan.

Agar tidak bingung, simak perbedaan asuransi kesehatan penyakit kritis berikut ini:

IndikatorAsuransi Penyakit KritisAsuransi Kesehatan
FungsiMemberikan santunan atas risiko penyakit kritis yang mengancam jiwa.Menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap atas risiko sakit maupun kecelakaan.
ManfaatNasabah tidak harus dirawat di rumah sakit terlebih dahulu. Jika sudah didiagnosis maka berhak mendapatkan santunan sesuai perjanjian dalam polis.Manfaat dasar asuransi kesehatan mengharuskan nasabah di rawat inap terlebih dahulu, baru bisa mendapat uang pertanggungan.
CakupanIdealnya menanggung risiko dari 79 penyakit kritis.Jenis penyakit yang ditanggung sangatlah luas.
Masa tunggu pre-existing conditionTidak adaUmumnya 30 sampai 60 hari

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Asuransi Penyakit Kritis

Memilih asuransi penyakit kritis terbaik perlu mempertimbangkan jenis penyakit kritis yang kemungkinan terjadi, usia, besaran uang pertanggungan yang dibutuhkan, dan jenis serta besaran premi.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika beli asuransi penyakit kritis:

1. Jenis Penyakit Kritis

Sebaiknya pertimbangkan perusahaan yang menanggung jenis penyakit kritis yang umum terjadi. Seperti jantung, diabetes, gagal ginjal, kanker, dan gangguan paru-paru. Sementara untuk jumlah penyakit kritis yang ditanggung sebaiknya juga tidak kurang dari sepuluh. Dengan begitu, manfaat asuransi penyakit kritis yang dibayarkan bisa menjadi solusi finansial ketika terdiagnosa critical illness.

2. Usia Tertanggung

Usia tertanggung dari perusahaan asuransi juga patut dipertimbangkan. Sebab, penyakit kritis umumnya lebih rentan menimpa usia lanjut. Untuk itu, sebaiknya cari asuransi penyakit kritis terbaik yang bersedia menanggung usia nasabah hingga 100 tahun.

3. Besaran Uang Pertanggungan

Biaya perawatan critical illness tidaklah murah dan bahkan bisa mencapai hingga ratusan juta setiap bulannya. Nah, jika mengacu pada biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah Rp150 juta, maka disarankan untuk memilih polis asuransi critical illness terbaik yang memberikan UP sekurangnya Rp200 juta.

4. Masa Bertahan Hidup

Survival period atau masa bertahan hidup adalah periode yang ditentukan perusahaan asuransi sebagai batas kemampuan seorang pasien atau tertanggung dalam bertahan hidup setelah terdiagnosa. Masa bertahan hidup yang ditetapkan oleh tiap perusahaan asuransi berbeda-beda ada yang 14 hari, 30 hari, 60 hari, hingga 90 hari. Idealnya, semakin pendek periode masa bertahan hidup asuransi tentu semakin baik.

5. Jenis Asuransi

Sebagai rekomendasi, sebaiknya pilih asuransi penyakit kritis murni atau stand alone. Sebab, harga preminya akan lebih murah dengan nilai manfaat pertanggungan yang tinggi. Dengan begitu, manfaat asuransi yang diterima lebih optimal seperti asuransi penyakit kritis terbaik dari AIA.

6. Besaran Premi

Dalam pengaturan keuangan, sebaiknya gunakan metode finansial 50/30/20. Artinya 50 persen dari gaji untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen untuk investasi, dan 10 persen untuk asuransi. Jadi, sebaiknya cari harga premi asuransi penyakit kritis terbaik yang tidak lebih dari 10 persen gaji Anda. Agar lebih mudah, calon nasabah dapat membandingkan harga berapa premi asuransi penyakit kritis secara online.

Jenis-jenis Asuransi Penyakit Kritis

Jenis asuransi penyakit kritis dibedakan menjadi dua, yaitu polis murni atau stand alone dan polis tambahan atau rider. Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Berikut ini penjelasannya:

Asuransi Penyakit Kritis Murni

Asuransi penyakit kritis murni memberikan manfaat berfokus hanya pada penyakit kritis saja dan tidak bergandengan dengan polis asuransi lainnya.Jika telah memiliki asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, kemudian ingin menambahkan proteksi penyakit kritis, maka jenis rekomendasi ini sangat cocok untukmu.

Asuransi Penyakit Kritis Rider

Asuransi yang bersifat sebagai manfaat tambahan atau rider umumnya menanggung lebih banyak atau sekitar 100 jenis penyakit kritis. Hanya saja, karena bersifat sebagai manfaat tambahan, maka calon nasabah harus terlebih dahulu tergabung dalam polis asuransi kesehatan baru bisa membeli polis tambahan penyakit kritis.

Premi Asuransi Penyakit Kritis

Premi asuransi penyakit kritis bisa didapat dengan kisaran harga mulai Rp116 – Rp300 ribuan (atau lebih) per bulan. Sementara untuk besaran preminya tergantung pada jenis polis yang dipilih.

Jika memilih jenis murni atau stand alone besaran premi asuransinya akan lebih murah. Sementara untuk manfaat asuransi penyakit kritis tambahan atau rider biasanya preminya akan lebih mahal.

Nasabah perlu memastikan bahwa manfaat polis asuransi sakit kritis yang dibeli sesuai dengan kebutuhan agar bisa mendapatkan polis asuransi penyakit kritis dengan premi murah.

Misalnya, calon nasabah masih berusia 20 tahun, mungkin baru membutuhkan santunan dana sebesar Rp200 juta saja, sehingga biaya premi asuransi penyakit kritis yang dibayarkan pun tidak terlalu mahal. Jika sudah menikah dan memiliki anak, barulah cari santunan yang lebih besar, misal Rp500 juta.

Klaim Asuransi Penyakit Kritis

Klaim asuransi penyakit kritis pada umumnya berbeda-beda antara satu perusahaan dengan lainnya. Berikut salah satu contoh cara klaim asuransi penyakit kritis.

Prosedur klaim

  1. Nasabah perlu melengkapi formulir pengajuan klaim yang dapat diunduh di situs resmi perusahaan asuransi terkait. Isi detail informasi seperti nomor KTP atau paspor, nomor polis, nama pemegang polis, dan lain sebagainya. 
  2. Sertakan dokumen asli dan rekaman medis serta tagihan rumah sakit. Apabila nasabah dirawat inap, maka sertakan resep asli beserta tagihan asli rumah sakit, dan rekam medis yang dikeluarkan oleh dokter. 
  3. Sertakan semua dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi bersama dengan formulir pengajuan klaim untuk kemudian diserahkan kepada angen atau perusahaan asuransi yang bersangkutan. 

Syarat dan dokumen klaim

  • Memiliki formulir klaim penyakit kritis yang telah diisi lengkap 
  • Kembalikan formulir dan dokumen lainnya kepada pihak asuransi
  • Serahkan hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan pemeriksaan lainnya yang diperlukan
  • Sertakan surat keterangan kepolisian jika keadaan melibatkan pihak kepolisian

Bagaimana Lifepal Dapat Membantu Anda?

Biaya perawatan penyakit kritis dapat menguras seluruh tabungan kita dalam waktu singkat. Karena itu asuransi penyakit kritis sangatlah penting untuk dimiliki sebagai pelengkap asuransi kesehatan.

Hanya saja, membandingkan dan menemukan produk asuransi penyakit kritis terbaik sesuai dengan kebutuhan dengan besaran premi yang rendah tidaklah mudah. Di sinilah peran Lifepal sebagai #TemanAndalanmu dalam memberikan layanan konsultasi asuransi gratis

Selain memberikan layanan konsultasi gratis, Lifepal juga befungsi sebagai marketplace asuransi juga memberikan manfaat berikut ini:

  1. Memudahkan nasabah membandingkan pilihan polis asuransi sakit kritis dari perusahaan asuransi terbaik secara online
  2. Premi yang lebih ringan dengan promo-promo menarik
  3. Bantuan klaim secara online, karena Lifepal akan memastikan Anda mendapatkan manfaat asuransi sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.

Lifepal hadir untuk melindungi pelanggan dan bukan perusahaan asuransi. Untuk membantu Anda, lihat rekomendasi dan ulasan polis asuransi sakit kritis selengkapnya di sini.

Pertanyaan Seputar Asuransi Penyakit Kritis

Berikut adalah daftar pernyataan seputar asuransi penyakit kritis yang sering diajukan oleh nasabah maupun calon nasabah.

Apa itu asuransi penyakit kritis?

Sesuai namanya, asuransi penyakit kritis adalah produk asuransi yang memberikan santunan tunai atas risiko penyakit kritis baik tahap awal, menengah, dan akhir. Santunan ini diberikan ketika nasabah atau tertanggung masih hidup, jadi berbeda dengan asuransi jiwa.

Apa yang dimaksud penyakit kritis?

Setelah mengetahui manfaat asuransi penyakit kritis, sebenarnya apa sih yang tergolong penyakit kritis? Penyakit kritis adalah kondisi kesehatan kritis, kronis, atau stadium lanjut yang dapat mengancam jiwa tertanggung atau pasien. 

Misalnya untuk kondisi gagal ginjal terhitung penyakit kritis apabila kedua ginjal yang bermasalah. Stroke dianggap penyakit kritis apabila telah dikonfirmasi dokter spesialis paling tidak enam minggu setelah kejadian. Koma haruslah setidaknya satu bulan, dan operasi bypass memiliki penyumbatan 50 persen. Namun, kembali lagi bergantung pada polis yang dipilih ya.

Apa saja penyakit kritis?

Penyakit kritis adalah semua jenis penyakit yang memiliki kondisi mengancam jiwa pasien. Misalnya seperti kanker payudara stadium lanjut yang sudah menyebar ke sebagian besar organ tubuh. Perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit tergolong penyakit kritis.

Apa penyebab penyakit kritis?

Dilansir dari Detik, penyebab timbulnya penyakit kritis hingga saat ini didominasi oleh faktor kurang olahraga dan beraktivitas. Banyak masyarakat mengabaikan pentingnya kebugaran.

Selain itu, penyebab penyakit kritis lainnya adalah:

  • kebiasaan merokok
  • tekanan darah tinggi
  • asupan garam berlebih
  • gula darah tinggi
  • obesitas
Apa yang dimaksud dengan penyakit kritis minor?

Penyakit kritis minor adalah salah satu jenis penyakit kritis yang dapat ditanggung oleh asuransi. Beberapa contoh penyakit kritis minor adalah penyakit yang terkait dengan prosedur pada jantung, contohnya angioplasty, aritmia jantung, infective endocarditis, operasi arteri jantung, dan operasi bedah katup aorta jantung perkutan.

Sejumlah perusahaan asuransi yang memiliki manfaat tambahan (rider) penyakit minor adalah Asuransi Penyakit Kritis Manulife, Asuransi Penyakit Kritis FWD, dan Asuransi AIA.

Perlukah asuransi penyakit kritis?

Biaya pengobatan penyakit kritis tidaklah murah, karena itu asuransi sangatlah penting guna memberikan solusi finansial. Selain itu, inflasi biaya perawatan kesehatan di Indonesia meningkat hingga 11 persen di tahun 2018. Angka tersebut terbilang tinggi bahkan mengalahkan Singapura. 

Bayangkan saja jika biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah minimal Rp150 juta pada tahun 2019. Ini berarti kemungkinan biaya bypass jantung di tahun selanjutnya bisa mencapai Rp166 juta. 

Jika memiliki asuransi penyakit kritis terbaik, Anda tidak perlu khawatir dengan biaya kesehatan yang melonjak setiap tahunnya, sebab perawatan kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi. Inilah yang menjadi pentingnya asuransi penyakit kritis untuk dimiliki.

Apa manfaat dari asuransi penyakit kritis?

Hal utama yang menjadi manfaat asuransi penyakit kritis adalah pertanggungan biaya pengobatan atau perawatan yang disebabkan risiko penyakit kritis sesuai yang dijamin polis. Selain itu, ada juga beberapa manfaat dari asuransi penyakit kritis antara lain:

  1. Memberikan santunan harian
  2. Memberikan santunan meninggal dunia

Simak penjelasan manfaat asuransi penyakit kritis selengkapnya!

Seperti apa pengecualian asuransi penyakit kritis?

Ketika membaca polis, nasabah akan menemukan istilah pengecualian umum dan pengecualian khusus. Ini penting untuk diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman pada saat proses klaim, ya.  Cek daftar selengkapnya di tab Manfaat.

Apa itu kondisi keadaan yang sudah ada sebelumnya?

Keadaan yang sudah ada sebelumnya atau pre-existing condition adalah kondisi yang pernah dialami sebelumnya, seperti segala jenis penyakit kritis, kondisi, cedera, atau ketidakmampuan: 

  • Yang sudah ada atau telah ada
  • Penyebabnya ada atau telah ada
  • Tertanggung telah mengetahui atau telah ada tanda-tanda atau gejala dari penyakit kritis
  • Kondisi ini didukung oleh hasil tes laboratorium atau investigasi lainnya yang menunjukan adanya kemungkinan kondisi atau penyakit kritis tertentu. 

Jika terbukti telah memiliki penyakit yang sudah ada sebelumnya, biasanya kondisi tersebut tidak ditanggung dalam asuransi penyakit kritis. Karena itu, sebaiknya bergabung dalam asuransi sejak masih sehat dan usia muda, agar manfaat yang didapat bisa maksimal serta harga premi juga lebih ringan.

Apa yang dimaksud dengan asuransi penyakit kritis tambahan?

Asuransi penyakit kritis tambahan atau rider adalah asuransi yang memberikan manfaat tambahan perlindungan atas risiko penyakit kritis pada produk dasar yang dipilih. Asuransi penyakit kritis tambahan umumnya digunakan untuk asuransi dasar kesehatan, namun ada juga yang bisa digunakan untuk asuransi jiwa.

Penting untuk mengetahui apakah produk asuransi sakit kritis yang akan Anda beli adalah polis stand alone atau rider. Sebab, polis rider tidak akan bisa dibeli jika tidak memiliki asuransi dasar terlebih dahulu.

Asuransi tambahan penyakit kritis (critical illness rider) memiliki ciri-ciri seperti mencantumkan kata “rider” pada nama polis atau memberikan manfaat pertanggungan tambahan.

Bagaimana cara mendapatkan asuransi penyakit kritis dengan premi murah?

Pastikan manfaat asuransi penyakit kritis yang dibeli sesuai dengan kebutuhan. Misal, apabila calon nasabah masih berusia 20 tahun, mungkin baru membutuhkan santunan dana sebesar Rp200 juta saja, sehingga biaya premi yang dibayarkan pun tidak terlalu mahal. JIka sudah menikah dan memiliki anak, barulah cari santunan yang lebih besar, misal Rp500 juta.

Apakah ada asuransi kesehatan yang mengcover penyakit kritis?

Ada banyak pilihan asuransi kesehatan yang mengcover penyakit kritis. Daftar rekomendasi asuransi kesehatan penyakit kritis dapat dilihat ditab Produk.

Apa perbedaan asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis?

Asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis memang berkaitan satu sama lain, namun sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Salah satunya adalah perbedaan penyakit yang ditanggung, di mana asuransi sakit kritis hanya menanggung penyakit yang tergolong kondisi kritis saja.

Sementara asuransi kesehatan secara umum menanggung berbagai macam penyakit secara luas, termasuk penyakit kritis (atau asuransi kesehatan penyakit kritis). Selengkapnya, simak perbedaaan keduanya di tab Tips.

Adakah produk yang menanggung asuransi jiwa dan penyakit kritis sekaligus?

Meskipun asuransi untuk penyakit kritis lebih sering dikaitkan dengan asuransi kesehatan, namun ada juga produk yang memberikan manfaat asuransi jiwa dan penyakit kritis sekaligus. Contoh produk yang memberikan pertanggungan ini adalah polis AIA Sehat Seratus. Biasanya di dalam polis tersebut juga memberikan manfaat santunan meninggal dunia.

Adakah produk asuransi penyakit kritis syariah?

Beberapa perusahaan asuransi menyediakan asuransi sakit kritis berbasis syariah. Contoh produk asuransi penyakit kritis syariah antara lain:

  • Sun Early Critical Illness Syariah (Sun Life)
  • Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah – Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Syariah (AXA Mandiri)
  • PRUTotal Critical Protection Syariah (Prudential)
  • Flexi CI Syariah (Allianz)
Apakah BPJS Kesehatan menanggung risiko penyakit kritis?

BPJS Kesehatan menanggung hampir seluruh jenis penyakit, termasuk penyakit kritis. Hanya saja, uang pertanggungan yang diberikan terbatas dan proses klaim juga harus dilakukan bertahap, oleh karena itu Anda bisa melengkapinya dengan produk asuransi penyakit kritis.

Adakah produk asuransi penyakit kritis diabetes?

Produk asuransi penyakit kritis diabetes atau yang khusus menangani diabetes masih belum tersedia, namun Asuransi Prudential menyediakan Program Khusus Diabetes yang ditujukan bagi penyintas Diabetes  Tipe 2 yang sudah terkontrol dengan baik. Selain itu, secara umum perusahaan asuransi penyakit kritis menanggung komplikasi dari penyakit diabetes. Sebaiknya pastikan terlebih dahulu ke perusahaan asuransi terkait apakah penyakit diabetes termasuk risiko yang ditanggung atau tidak.

Adakah produk asuransi penyakit kritis tipus?

Produk asuransi penyakit kritis tipus atau yang menanggung penyakit tipus atau demam tifoid (Thypus) memang masih belum tersedia. Penyakit Typhus juga belum ditanggung oleh perusahaan asuransi sakit kritis. Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa penyakit tipus yang tidak segera ditangani dengan tepat bisa berakibat fatal atau menyebabkan komplikasi. Seperti misalnya usus berlubang, indeksi pembuluh darah utama, hingga meningitis.

Asuransi tambahan penyakit kritis memiliki ciri-ciri apa saja?

Asuransi penyakit kritis murni atau dasar bisa ditemukan dalam bentuk polis sendiri (stand-alone) dan juga asuransi tambahan (riders). Agar tidak terkecoh saat ingin membeli, perhatikan bahwa asuransi tambahan penyakit kritis memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:

  1. Harus membeli polis asuransi kesehatan dasar terlebih dahulu
  2. Menawarkan perluasan manfaat atau risiko yang dijamin
  3. Tertera sebagai asuransi tambahan atau riders dari polis dasar asuransi kesehatan
Berapa premi asuransi penyakit kritis?

Besaran premi asuransi penyakit kritis tergantung pada jenis polis yang dipilih. Jika memilih jenis murni atau stand alone besaran premi asuransinya akan lebih murah. Sementara untuk manfaat tambahan atau rider biasanya preminya akan lebih mahal. 

Sebagai perbandingan asuransi penyakit kritis murni dari AXA Mandiri memiliki premi mulai Rpp60 ribuan per bulan, namun ada juga Flexi Critical Illness dari Astra Life yang bisa didapatkan dengan premi mulai Rp20 ribuan per bulan. 

Bagaimana cara klaim asuransi penyakit kritis?

Cara klaim asuransi penyakit kritis pada umumnya berbeda-beda antara satu perusahaan dengan lainnya. Namun, untuk memberikan gambaran dapat mengambil contoh ilustrasi klaim Asuransi Penyakit Kritis AXA Mandiri

  1. Nasabah perlu melengkapi formulir pengajuan klaim yang dapat diunduh di situs resmi perusahaan asuransi terkait. Isi detail informasi seperti nomor KTP atau paspor, nomor polis, nama pemegang polis, dan lain sebagainya. 
  2. Sertakan dokumen asli dan rekaman medis serta tagihan rumah sakit. Apabila nasabah dirawat inap, maka sertakan resep asli beserta tagihan asli rumah sakit, dan rekam medis yang dikeluarkan oleh dokter. 
  3. Sertakan semua dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi bersama dengan formulir pengajuan klaim untuk kemudian diserahkan kepada angen atau perusahaan asuransi yang bersangkutan. 

Syarat dan dokumen pengajuan klaim Asuransi Penyakit Kritis AXA Mandiri: 

  • Memiliki formulir klaim asuransi penyakit kritis yang telah diisi lengkap 
  • Kembalikan formulir dan dokumen lainnya kepada pihak asuransi 
  • Serahkan hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan pemeriksaan lainnya yang diperlukan
  • Sertakan surat keterangan kepolisian jika keadaan melibatkan pihak kepolisian
Apa saja Asuransi Penyakit Kritis Prudential?

Prudential memiliki produk asuransi penyakit kritis yang berfungsi sebagai asuransi tambahan (rider) dari polis dasar asuransi kesehatan. Beberapa produk asuransi penyakit kritis Prudential antara lain:

  • PRUEarly Stage Crisis Cover Plus
  • PRUEarly Stage Crisis Cover Plus Syariah
  • PRUCrisis Cover Benefit Plus 61
  • PRUCrisis Cover Benefit Plus Syariah 61
  • PRUJuvenile Crisis Cover Syariah
  • PRUTotal Critical Protection (PRUTop)
  • PRUTotal Critical Protection Syariah
  • PRUCritical Hospital Cover
  • PRUCritical Hospital Cover Syariah
  • PRUJuvenile Crisis Cover
Adakah produk Asuransi Penyakit Kritis Manulife?

Manulife memiliki asuransi penyakit kritis murni atau stand alone yang terpisah dari produk asuransi Manulife kesehatan. Produk asuransi penyakit kritis Manulife bernama MiUltimate Critical Care  yang memiliki masa pertanggungan selama 20 tahun untuk 50 jenis penyakit kritis.

Daftar 49 penyakit kritis Asuransi Allianz apa saja?

Asuransi penyakit kritis Allianz menanggung macam macam penyakit kritis yang terhitung cukup banyak. Berikut adalah daftar 49 penyakit kritis Asuransi Allianz:

  • Serangan Jantung
  • Stroke Operasi
  • Jantung Koroner 
  • Operasi Penggantian Katup Jantung 
  • Kanker 
  • Gagal Ginjal 
  • Kelumpuhan 
  • Multiple Sclerosis 
  • Transplantasi Organ 
  • Penyakit Alzheimer 
  • Koma 
  • Penyakit Parkinson Terminal Illness 
  • Penyakit Paru-Paru Kronis 
  • Penyakit Hati Kronis 
  • Penyakit Motor Neuron 
  • Muscular Dystrophy 
  • Anemia Aplastis 
  • Operasi Pembuluh Aorta 
  • Hepatitis Fulminant 
  • Pulmonary Arterial 
  • Hypertension Primer 
  • Meningitis Bakteri 
  • Tumor Otak Jinak 
  • Radang Otak 
  • Luka Bakar 
  • Poliomyelitis 
  • Trauma Kepala Serius 
  • Apallic Syndrome 
  • Penyakit Jantung Koroner Lain yang Serius 
  • Angioplasty dan Penatalaksanaan Invasif Lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner 
  • Lupus Eritematosus Sistemik 
  • HIV Yang Didapatkan Melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan 
  • Tuli (Hilangnya Fungsi Indra Pendengaran) 
  • Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara) 
  • Kebutaan 
  • Skleroderma Progresif 
  • Penyakit Kista Medullary 
  • Cardiomyopathy 
  • Aneurisma Pembuluh Darah Otak yang Mensyaratkan Pembedahan 
  • Terputusnya Akar-Akar Syaraf Plexus Brachialis 
  • Stroke yang Memerlukan Operasi Arteri Carotid 
  • Operasi Scoliosis Idiopatik 
  • Pankreatitis Menahun yang Berulang 
  • Penyakit Kaki Gajah Kronis 
  • Hilangnya Kemandirian Hidup 
  • Kematian Selaput Otot atau Jaringan (Gangrene) 
  • Rheumatoid Arthritis Berat 
  • Colitis Ulcerative Berat (Crohn’s Disease) 
  • Penyakit Kawasaki yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung
Daftar 100 penyakit kritis Asuransi Allianz apa saja?

Asuransi Penyakit Kritis Allianz juga menanggung hingga 100 jenis penyakit kritis. Berikut adalah daftar 100 penyakit kritis Asuransi Allianz:

  • Kanker (hingga tahap akhir) 
  • Serangan Jantung
  • Operasi jantung 
  • Gagal Ginjal
  • Stroke 
  • Transplantasi Organ 
  • Transplantasi Sumsum Tulang 
  • Cacat tetap 
  • Gangguan Saraf 
  • Anemia Aplastik 
  • Meningitis 
  • Gangguan Liver
  • Gangguan Paru-Paru
  • Hepatitis 
  • Dan lain sebagainya 
Daftar 61 penyakit kritis Prudential apa saja?

Asuransi Penyakit Kritis Prudential menanggung sebanyak 61 jenis penyakit yang tergolong kondisi kritis. Berikut daftar 61 penyakit kritis Prudential:

  • 1 Kanker
  • 2 Penyakit Hati Kronis
  • 3 Penyakit Paru Kronik
  • 4 Koma
  • 5 Disabling Primary Pulmonary Hypertension
  • 6 Kehilangan Pendengaran secara Total
  • 7 Serangan Jantung
  • 8 Kardiomiopati Parah
  • 9 Stroke
  • 10 Penyakit Alzheimer
  • 11 Pembedahan terbuka pada Pembuluh Darah Aorta
  • 12 Anemia Aplastik Yang Tidak Dapat Dipulihkan
  • 13 Meningitis Bakteri Berat
  • 14 Tumor Jinak di Otak
  • 15 Tindakan Bedah Bypass Pembuluh Darah Jantung (Coronary Artery Bypass Grafting)
  • 16 Penyakit Crohn
  • 17 Ensefalitis
  • 18 Hepatitis Virus Fulminan
  • 19 Pembedahan Katup Jantung secara Terbuka
  • 20 HIV karena Transfusi Darah
  • 21 Gagal Ginjal
  • 22 Kehilangan Kemampuan Bicara
  • 23 Luka Bakar
  • 24 Trauma Kepala Berat
  • 25 Transplantasi Organ Penting
  • 26 Penyakit Motor Neuron
  • 27 Sklerosis Multipel
  • 28 Muscular Dystrophy
  • 29 Penyakit Serius Lainnya pada Pembuluh Darah Koroner Jantung
  • 30 Kelumpuhan
  • 31 Penyakit Parkinson
  • 32 Poliomyelitis
  • 33 Lupus Eritematosus Sistemik
  • 34 Hilangnya Kemampuan Hidup Mandiri
  • 35 Pankreatitis (Pembengkakan Pankreas) Kambuhan Kronis
  • 36 Rheumatoid Arthritis Kronis
  • 37 Penyakit Kista Meduler
  • 38 Skeleroderma Progresif
  • 39 Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut dengan Komplikasi Kronis (mengancam jiwa)
  • 40 Penyakit Kawasaki (Proteksi akan berhenti pada usia 18)
  • 41 Penyakit Wilson (Proteksi akan berhenti pada usia 18)
  • 42 Necrotising Fasciitis (Jaringan tubuh yang mati disebabkan oleh Infeksi Bakteri)
  • 43 Elephantiasis (Penyakit Kaki Gajah)
  • 44 Chronic Adrenal Insufficiency (Insufisiensi Adrenal Akut) (Penyakit Addisions)
  • 45 Putusnya Akar-Akar Saraf Plexus Brakhialis
  • 46 HIV yang disebabkan oleh pekerjaan
  • 47 Severe Creutzfeld-Jacob Disease (Gangguan Saraf Degenatif)
  • 48 Severance of Limbs (Kehilangan Anggota Tubuh)
  • 49 Terminal Illness
  • 50 Myasthenia Gravis (Penyakit Autoimun yang menyebabkan kelemahan pada otot)
  • 51 Meningeal Tuberculosis (Meningitis Tuberkulosa)
  • 52 Progressive Supranuclear Palsy
  • 53 Cerebral Aneurysm Requiring Brain Surgery (Kelainan Pembuluh Darah Otak yang membutuhkan pembedahan otak)
  • 54 Angioplasty and Other Invasive Treatment for Coronary
  • Artery (Angioplasti dan penatalaksanaan invasif pada pembuluh darah jantung)
  • 55 Hepatitis Autoimun Kronis (Pembedahan untuk Skoliosis Idiopatik)
  • 56 Surgery for Idiopathic Scoliosis
  • 57 Dissecting Aortic Aneurysm (pembedahan Aneurisma Aorta)
  • 58 Stroke Requiring Carotid Endarterectomy Surgery (Stroke yang membutuhkan pembedahan Endarterektomi karotis)
  • 59 Hilangnya Penglihatan Total
  • 60 Ulcerative colitis Berat
  • 61 Infective Endocarditis (Endokarditis Infektif)
Berapa premi Asuransi Kesehatan Manulife?

Besaran harga premi asuransi kesehatan Manulife bergantung pada profil nasabah dan jenis polis yang dipilih. Adapun faktor profil nasabah yang dimaksud Asuransi Manulife Kesehatan seperti usia tertanggung, jenis kelamin, gaya hidup, penyakit bawaan, hingga manfaat asuransi seperti masa perlindungan, manfaat tambahan (rider), plafon, atau besar uang pertanggungan yang dipilih.

Cek biaya asuransi kesehatan manulife selengkapnya!

Adakah produk asuransi kesehatan Manulife untuk keluarga?

Tersedia produk asuransi kesehatan Manulife untuk keluarga dengan polis MiUltimate Health Care. Cek manfaat pertanggungan MiUltimate Health Care selengkapnya!

Bagaimana Lifepal bisa membantu?

Lifepal sebagai marketplace asuransi dapat membantu memudahkan Anda dalam membandingkan beberapa pilihan perusahaan asuransi terbaik. Sebab, membandingkan dan menemukan produk asuransi penyakit kritis terbaik sesuai dengan kebutuhan dengan besaran premi yang rendah tidaklah mudah.

Cek caranya di sini!

Bagaimana cara membeli asuransi penyakit kritis online?

Membeli asuransi penyakit kritis online dapat dilakukan melalui situs resmi maupun aplikasi dari perusahaan asuransi terkait. Namun, Anda juga bisa memanfaatkan situs agregator seperti Lifepal.

Sebab di Lifepal, nasabah tidak hanya bisa membeli produk asuransi sajatapi juga membandingkan berbagai produk sejenis dari merek yang berbeda.Dengan demikian, nasabah akan mendapatkan proteksi terbaik sesuai kebutuhan dengan premi paling ringan pula. Yuk, cek sekarang!

Istilah-Istilah dalam Asuransi Penyakit Kritis

Daftar Istilah dalam Polis Asuransi Penyakit Kritis

  • Masa bertahan hidup: periode yang harus dilewati setelah terdiagnosis untuk dapat mengajukan klaim.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Copayment: Biaya yang harus dibayarkan saat melakukan klaim tagihan pelayanan medis (pada umumnya 10 persen dari total tagihan pelayanan medis).
  • Premi asuransi: Jumlah uang yang harus disetorkan.
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Coordination of Benefit (COB): Sering disebut sebagai double claim, COB adalah proses dimana dua perusahaan asuransi menanggung peserta asuransi yang sama agar peserta asuransi bisa mendapatkan manfaat maksimal dari produk asuransi yang digunakan. Namun, total biaya yang akan dibayarkan tidak akan melebihi biaya perawatan medis yang ditagihkan.
Chat Bantuan