lifepal-user-logo
lifepal-user-logo
  • Dapatkan Penawaran
      Hubungi Kami
      Atau
      Chat di Whatsapp
      Senin - Jumat
      08.00 - 19.00 WIB
      Sabtu
      08.00 - 17.00 WIB
      Hari libur nasional
      Tutup
  • Masuk/Daftar
  • Asuransi Mobil
    • Asuransi Mobil Terbaik
    • Asuransi Mobil All Risk
    • Asuransi Mobil TLO
    • Asuransi Mobil Syariah
    • Asuransi Mobil Bekas
    • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
    • Asuransi Mobil Listrik
  • Asuransi Kesehatan
    • Asuransi Kesehatan Terbaik
    • Asuransi Kesehatan Orangtua
    • Asuransi Kesehatan Keluarga
    • Asuransi Kesehatan Anak
    • Asuransi Rawat Jalan
    • Asuransi Melahirkan
    • Asuransi Gigi
    • Hospital Cash Plan
    • Asuransi Karyawan
  • Rekan
    • Asuransi Mobil Garda Oto
    • Asuransi Mobil Zurich Syariah
    • Asuransi Mobil ACA
    • Asuransi Mobil Roojai-Sompo
    • Asuransi Mobil Mega Insurance
    • Asuransi Mobil Simas Insurtech
    • Asuransi Mobil Oona
    • Asuransi Mobil MAG
    • Asuransi Kesehatan Sinar Mas
    • Asuransi Kesehatan AXA
    • Asuransi Kesehatan Lippo General Insurance
    • Asuransi Kesehatan April Internasional
    • Asuransi Kesehatan CAR Life
    • Asuransi Kesehatan MAG
  • Artikel & Tips
    • Mengerti Asuransi
      • Polis Asuransi
      • Premi Asuransi
      • Jenis Asuransi
      • Risiko Asuransi
      • Klaim Asuransi
    • Artikel Lainnya
      • Semua Artikel
      • Tips Asuransi
      • Tips Asuransi Mobil
      • Tips Asuransi Kesehatan
      • Review Perusahaan Asuransi
      • Tips Kendaraan & Asuransi
      • Tips Kesehatan & Asuransi
      • Kalkulator
  • Layanan
    • Tentang Lifepal
    • Bantuan
    • Ketentuan
    • Cara Pembelian
  • Media
  • Asuransi Kesehatan
  • Mengenal Asuransi Penyakit Kritis, Manfaat, dan Cara Memilihnya
Asuransi Kesehatan

Mengenal Asuransi Penyakit Kritis, Manfaat, dan Cara Memilihnya

7 Menit
asuransi penyakit kritis | lifepal.co.id

Asuransi penyakit kritis adalah produk asuransi yang memberikan santunan tunai apabila tertanggung didiagnosis menderita penyakit kritis seperti kanker, jantung atau stroke. Santunan tunai ini dapat digunakan untuk mendukung biaya pengobatan dan kebutuhan hidup selama perawatan.

Menurut data BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan RI, penyakit kritis seperti jantung, stroke, dan kanker merupakan penyebab utama kematian di Indonesia dan termasuk dalam kelompok penyakit dengan biaya perawatan tertinggi. Kondisi ini biasanya membutuhkan pemulihan jangka panjang serta biaya besar, sehingga dapat mengganggu kestabilan keuangan keluarga.

Inilah sebabnya mengapa asuransi penyakit kritis penting untuk dipertimbangkan, bahkan jika seseorang sudah memiliki asuransi kesehatan. Dalam artikel ini, Lifepal akan mengulas manfaat utama asuransi penyakit kritis, perbedaannya dengan asuransi kesehatan, serta panduan memilih produk yang tepat.

Apa Itu Asuransi Penyakit Kritis?

Asuransi penyakit kritis adalah proteksi finansial yang memberikan santunan tunai kepada pemegang polis yang didiagnosis mengalami penyakit berat seperti kanker, stroke, serangan jantung, dan lainnya. Santunan ini dapat digunakan tidak hanya untuk biaya pengobatan, tetapi juga untuk menutup kebutuhan hidup selama masa pemulihan. Produk ini tersedia sebagai polis utama (stand alone) maupun sebagai tambahan (rider) dalam asuransi jiwa atau asuransi kesehatan swasta.

Ada juga perusahaan asuransi swasta yang menawarkan produk khusus untuk penyakit tertentu, seperti asuransi penyakit jantung, asuransi diabetes, atau kanker. Produk-produk ini dirancang dengan manfaat lebih spesifik sehingga nasabah dapat memilih perlindungan yang paling sesuai dengan riwayat kesehatan dan kebutuhan finansialnya. Namun, secara umum penyakit-penyakit tersebut sudah tercover dalam asuransi penyakit kritis secara general.

Perlu dipahami bahwa asuransi tidak menerima pre-exisiting condition, atau kondisi di mana seseorang  telah terdiagnosis penyakit kritis, kemudian mendaftarkan diri dalam asuransi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memiliki perlindungan asuransi sejak dini, agar pengajuan asuransi kesehatan dapat berjalan lancar.

Jenis Penyakit Kritis yang Umumnya Ditanggung

Jumlah penyakit yang dijamin bervariasi untuk setiap produk asuransi sakit kritis, dari 3 sampai 10 jenis utama (seperti kanker, jantung, stroke) hingga puluhan atau ratusan kondisi spesifik tergantung produk dan penyedia asuransi.

Berikut daftar penyakit kritis yang umumnya ditanggung oleh polis asuransi (rider maupun standalone) di Indonesia:

  • Asuransi Kanker: Beragam jenis seperti payudara, paru-paru, serviks, kolorektal, leukemia, termasuk stadium awal dan lanjut.
  • Serangan jantung: Termasuk serangan jantung pertama, hipertensi, dan gagal jantung kongestif.
  • Tindakan jantung invasif: Meliputi angioplasty, tindakan pada pembuluh darah, dan operasi katup jantung.
  • Stroke: Stroke iskemik, hemoragik, serta stroke ringan dengan efek neurologis.
  • Penyakit saraf: Kelainan saraf seperti Parkinson, Alzheimer, epilepsi, neuropati, dan multiple sclerosis.
  • Gagal ginjal: Gagal ginjal kronis yang memerlukan dialisis atau transplantasi.
  • Gagal hati dan paru: Gagal hati atau paru akut maupun kronis.
  • Transplantasi organ: Transplantasi organ vital seperti hati, ginjal, atau jantung.
  • Aneurisma: Aneurisma otak atau aorta yang memerlukan operasi.
  • Penyakit pembuluh darah: Stroke yang memerlukan endarterektomi.
  • Penyakit infeksi berat: HIV/AIDS, hepatitis kronis, meningitis.
  • Penyakit autoimun: Lupus, Crohn, dan ulcerative colitis.
  • Koma: Kondisi tidak sadar berkepanjangan dengan kehilangan fungsi otak.
  • Kelumpuhan: Kehilangan fungsi motorik sebagian atau seluruh tubuh.
  • Kehilangan anggota tubuh: Akibat amputasi karena kecelakaan atau penyakit.
  • Distrofi otot: Penyakit degeneratif otot yang menyebabkan kelemahan progresif.
  • Poliomyelitis: Penyakit virus yang menyebabkan kelumpuhan.
  • Encephalitis: Radang otak yang serius.
  • Luka bakar serius: Luka bakar derajat tinggi yang mencakup sebagian besar tubuh.
  • Cedera kepala traumatis: Cedera berat pada kepala yang memengaruhi fungsi otak.
  • Penyakit paru stadium akhir: Termasuk kondisi seperti fibrosis paru dan penyakit paru obstruktif kronik.
  • Hipertensi pulmonal: Tekanan darah tinggi di arteri paru.
  • Pneumonia berat: Infeksi paru serius yang memerlukan perawatan intensif.
  • Anemia aplastik: Gangguan sumsum tulang yang menyebabkan produksi darah menurun.
  • Endokarditis: Infeksi lapisan dalam jantung.
  • Pankreatitis kronis: Radang pankreas yang berlangsung lama.
  • Penyakit Addison: Gangguan hormon adrenal.
  • Rheumatoid arthritis parah: Peradangan sendi kronis yang menyebabkan kecacatan.
  • Osteoporosis parah: Penurunan kepadatan tulang yang menyebabkan kerapuhan ekstrem.
  • Penyakit langka lainnya: Termasuk berbagai kondisi langka yang tercantum dalam polis (hingga 60 hingga 170 kondisi).

Perbedaan Asuransi Penyakit Kritis dan Asuransi Kesehatan

Banyak orang yang masih bingung antara asuransi penyakit kritis dan kesehatan. Agar lebih mudah memahaminya, simak tabel berikut ini.

Siapa yang Perlu Asuransi Penyakit Kritis?

Sebenarnya, risiko mengalami sakit kritis bisa terjadi pada siapa saja, tergantung gaya hidup, riwayat kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa individu yang membutuhkan manfaat dari asuransi penyakit kritis.

1. Individu dengan riwayat kesehatan keluarga

Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit kritis seperti kanker, penyakit jantung, stroke, atau diabetes, nasabah mungkin juga membutuhkan asuransi ini. Tidak semua penyakit kritis bersifat genetik, tapi kebanyakan faktor risikonya tetap tinggi pada sesama anggota keluarga. Kamu dapat memilih asuransi sakit kritis yang mencakup banyak penyakit sekaligus atau yang spesifik seperti asuransi penyakit jantung.

2. Orang yang berusia lebih tua

Semakin tua usia, semakin besar pula risiko terkena penyakit kritis. Oleh karena itu, asuransi penyakit kritis sangat berguna untuk memberikan perlindungan di masa tua.

3. Pekerja yang memiliki penghasilan utama

Jika seseorang adalah pencari nafkah utama di keluarganya, asuransi penyakit kritis sangat penting untuk melindungi keluarganya jika mereka tidak dapat bekerja karena sakit parah.

4. Individu dengan gaya hidup tidak sehat

Orang yang merokok, sering mengonsumsi alkohol, atau memiliki gaya hidup kurang sehat cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kritis, sehingga asuransi penyakit kritis bisa memberikan perlindungan finansial. Namun perlu diketahui bahwa kebiasaan tidak sehat tersebut juga bisa memengaruhi harga premi asuransi menjadi lebih mahal.

5. Orang dengan aktivitas atau pekerjaan berisiko tinggi

Jika seseorang bekerja di bidang yang berisiko tinggi, seperti konstruksi, industri berat, atau memiliki pekerjaan fisik lainnya, mereka mungkin lebih rentan terhadap kecelakaan yang bisa menyebabkan penyakit kritis.

6. Pasangan yang baru menikah atau memiliki anak kecil

Asuransi penyakit kritis juga membantu pasangan yang baru membangun keluarga untuk memastikan mereka bisa mengatasi biaya pengobatan yang tinggi jika terjadi penyakit serius, serta memastikan masa depan keuangan keluarga tetap terjamin.

Estimasi Premi Asuransi Penyakit Kritis

Biaya atau premi asuransi penyakit kritis bervariasi tergantung dari sejumlah faktor seperti usia, kondisi kesehatan, uang pertanggungan (UP), dan jenis produk (stand-alone atau rider). Berikut ini adalah kisaran premi berdasarkan riset Lifepal terhadap produk-produk di Indonesia:

Tabel estimasi premi bulanan

Berikut adalah estimasi harga premi asuransi penyakit kritis berdasarkan simulasi untuk usia 30 tahun dan tanpa riwayat penyakit kronis. Premi dapat bervariasi tergantung pada profil individu dan hasil underwriting dari masing-masing perusahaan asuransi.

Sebagai catatan, Lifepal belum bekerjasama dengan perusahaan yang disebutkan di dalam table. Pastikan kamu membaca dokumen polis dari perusahaan tersebut dengan baik, ya.

Tips Memilih Asuransi Penyakit Kritis

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan saat hendak membeli asuransi sakit kritis, termasuk tips memilih asuransi penyakit kritis murah tapi lengkap.

1. Pilih cakupan penyakit yang luas

Pastikan polis mencakup penyakit-penyakit kritis utama seperti kanker, stroke, dan serangan jantung. Beberapa polis bahkan menanggung lebih dari 50 penyakit. Semakin lengkap cakupannya, semakin baik perlindungan yang kamu dapatkan.

2. Perhatikan definisi dan syarat klaim

Setiap penyakit punya definisi medis tertentu yang harus dipenuhi untuk bisa klaim. Misalnya, kanker yang ditanggung biasanya adalah yang sudah ganas. Jadi, penting untuk baca syaratnya agar tidak kecewa saat klaim ditolak.

3. Periksa masa tunggu (waiting period)

Asuransi penyakit kritis biasanya memiliki masa tunggu sejak polis aktif, sekitar 30–90 hari. Selain itu, ada juga masa bertahan hidup (survival period) setelah diagnosis. Klaim hanya bisa diproses jika kedua syarat ini terpenuhi.

Sebagai gambaran, berikut adalah masa tunggu dari sejumlah perusahaan asuransi di Indonesia.

Masa Tunggu Asuransi Penyakit Kritis:

  • Sequis Critical Illness Rider: 90 hari
  • Allianz CI 100 (rider): 90 hari
  • FWD Jiwa & Penyakit Kritis Plus: 90 hari
  • Great Eastern Multiple Critical Illness: 90 hari
  • SeaInsure Riplay CI: 90 hari
  • MSIG Smile Critical Illness Plus: pilihan 0 atau 90 hari (tanpa tunggu wajib medical check-up)
  • Simas Jiwa Critical Illness Utama: 180 hari (khusus manfaat meninggal)
  • Umum (berbagai produk): rata-rata 30–90 hari, bisa hingga 12 bulan untuk penyakit tertentu

4. Nilai uang pertanggungan (UP)

Uang pertanggungan harus cukup besar untuk menutup biaya pengobatan dan biaya hidup jika kamu tidak bisa bekerja. Idealnya adalah 3–5 kali penghasilan tahunan. Jangan hanya pilih premi murah, tapi pastikan juga manfaatnya mencukupi.

5. Cek manfaat tambahan (rider)

Beberapa polis menyediakan manfaat tambahan seperti pembebasan premi jika terkena penyakit kritis. Ada juga rider untuk cacat total tetap atau proteksi tambahan untuk anak. Pilihan rider bisa membuat perlindunganmu lebih lengkap.

6. Perhatikan premi dan kemampuan bayar

Pilih premi yang sesuai dengan kondisi keuangan kamu saat ini dan di masa depan. Premi yang terlalu besar bisa membebani dan berisiko polis jadi lapse (tidak aktif). Lebih baik perlindungan sedikit tapi berkelanjutan, daripada besar tapi tidak konsisten.

7. Periksa reputasi perusahaan asuransi

Pastikan perusahaan asuransi memiliki reputasi baik dalam hal pembayaran klaim. Untuk mencari asuransi penyakit kritis terbaik, kamu bisa cek review, rasio solvabilitas, dan rating perusahaan. Layanan yang responsif juga penting saat kamu butuh bantuan.

8. Cek fleksibilitas polis

Pilih polis yang bisa menyesuaikan kebutuhan kamu, seperti pilihan tenor dan kemungkinan untuk perpanjangan. Beberapa polis juga bisa dibatalkan dengan pengembalian dana tertentu. Fleksibilitas penting agar kamu tidak merasa “terjebak.”

Cara Klaim Asuransi Penyakit Kritis

Berikut langkah-langkah umum dalam mengajukan klaim asuransi penyakit kritis:

  • Pastikan polis aktif: Polis harus masih berlaku (inforce), masa tunggu sudah terpenuhi, dan premi dibayar tepat waktu.
  • Laporkan diagnosis: Segera laporkan diagnosis resmi penyakit kritis dalam batas waktu yang ditentukan (biasanya 30–90 hari sejak didiagnosis).
  • Lengkapi formulir klaim: Isi formulir klaim serta lampirkan surat keterangan dokter yang menjelaskan diagnosis secara rinci.
  • Siapkan dokumen pendukung: Sertakan polis asli, identitas, hasil pemeriksaan medis (lab, CT-scan), rekam medis, dan surat kuasa jika dibutuhkan.
  • Serahkan klaim ke perusahaan asuransi: Kirimkan melalui agen, email resmi, atau langsung ke kantor asuransi sesuai prosedur.
  • Tunggu proses verifikasi: Perusahaan akan mengecek kelengkapan dokumen dan mungkin meminta pemeriksaan ulang oleh dokter rekanan.
  • Proses keputusan klaim: Jika disetujui, uang pertanggungan akan dicairkan sesuai ketentuan polis (biasanya dalam 7–30 hari kerja).
  • Waspadai potensi penolakan: Klaim bisa ditolak jika tidak memenuhi syarat, dokumen tidak lengkap, atau terdapat pelanggaran ketentuan polis.

Rekomendasi Asuransi Kesehatan Terbaik

Jika sudah mempertimbangkan untuk membeli asuransi penyakit kritis, pastikan juga kamu juga terproteksi asuransi kesehatan. Nikmati kemudahan membandingkan puluhan pilihan polis asuransi kesehatan dari berbagai perusahaan asuransi tepercaya di Indonesia. Semuanya bisa kamu lakukan secara online di Lifepal!

Pertanyaan Seputar Asuransi Penyakit Kritis

Berapa idealnya Uang Pertanggungan (UP) penyakit kritis?

Sebenarnya, pemilihan uang pertanggungan asuransi untuk penyakit kritis tergantung pada kebutuhan dan profil risiko masing-masing individu. Dari riset yang Lifepal lakukan, banyak perusahaan menetapkan UP minimal, berkisar antara Rp200 juta hingga Rp250 juta.

Manakah yang terbaik, polis asuransi penyakit kritis standalone atau rider?

Jika memilih polis penyakit kritis standalone, perlindungannya akan lebih menyeluruh karena cakupan penyakit lebih luas dan berdiri independen. Namun, jika ingin solusi praktis dan hemat biaya, kamu dapat mempertimbangkan asuransi kesehatan penyakit kritis (rider).

Apakah premi kembali jika tidak ada klaim sakit kritis?

Ada beberapa produk asuransi penyakit kritis di Indonesia yang memasukkan fitur return of premium. Fitur ini menjamin pengembalian sebagian atau seluruh premi kamu jika polis berakhir tanpa klaim. Pastikan membaca ketentuan jenis pengembalian (penuh/parcial), timing, dan syarat terkait sebelum memilih polis.

Ditulis oleh

Verawaty Ompusunggu
Verawaty Ompusunggu

Terakhir diperbarui:

29 Januari 2026

Bagikan

Tags:

tips asuransi kesehatan

Artikel Terkait Lainnya

Rekomendasi Asuransi Kesehatan yang Murah dan Bagus

Asuransi Kesehatan
8 Menit

Cara Gunakan Asuransi Halodoc untuk Rawat Jalan dan Konsultasi

Asuransi Kesehatan
4 Menit

Rekomendasi Asuransi Kanker dan Manfaatnya

Asuransi Kesehatan
3 Menit

Lonjakan Biaya Medis 2026: Mengapa Asuransi Kesehatan Semakin Penting?

Asuransi Kesehatan
3 Menit

Apa Itu Premi Asuransi Kesehatan dan Faktor yang Menentukannya

Asuransi Kesehatan
5 Menit

Asuransi Hari Tua: Manfaat, Jenis, dan Rekomendasinya

Asuransi
4 Menit

Mengenal Co Payment Asuransi, Aturan Terbaru dan Dampaknya

Asuransi Kesehatan
4 Menit

Asuransi Mobil

  • Asuransi Mobil Terbaik
  • Asuransi Mobil All Risk
  • Asuransi Mobil TLO
  • Asuransi Mobil Syariah
  • Asuransi Mobil Bekas
  • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
  • Asuransi Mobil Listrik

Asuransi Kesehatan

  • Asuransi Kesehatan Terbaik
  • Asuransi Kesehatan Orangtua
  • Asuransi Kesehatan Keluarga
  • Asuransi Kesehatan Anak
  • Asuransi Rawat Jalan
  • Asuransi Melahirkan
  • Asuransi Gigi
  • Hospital Cash Plan
  • Asuransi Karyawan

Asuransi Berdasarkan Merk Kendaraanmu

  • Asuransi Mobil Toyota
  • Asuransi Mobil Honda
  • Asuransi Mobil Suzuki
  • Asuransi Mobil Nissan
  • Asuransi Mobil Mazda
  • Asuransi Mobil Wuling
  • Asuransi Mobil Daihatsu
  • Asuransi Mobil Mitsubishi
  • Asuransi Mobil Mercedes Benz
  • Asuransi Mobil Datsun
  • Asuransi Mobil Kia
  • Asuransi Mobil Chevrolet
  • Asuransi Mobil BMW
Lifepal

PT Abisatya Pialang Asuransi

Marketplace Asuransi Terbaik di Indonesia

Beneran Pilihannya, Beneran Hematnya.

Alamat

CIBIS 9 17th Floor jl TB Simatupang No.2 Cilandak Timur, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12560

Google Maps

Layanan Customer Support

WA (Chat only)

0823 300 300 27

Email

Support@lifepal.co.id

Penawaran dan
Pembelian

021 3076 2306

Perpanjangan Polis

021 3076 2308

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu
08:00 - 17:00 WIB
Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Customer Service

021 3076 2309

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Social Media

FacebookInstagramYoutubeTiktokLinkedin

Layanan Pengaduan Konsumen

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

0853 1111 101

Metode Pembayaran & Program Cicilan 0%

Berizin dan diawasi OJK

OJK
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi

Copyright © 2024 Lifepal -- Dikelola oleh PT Abisatya Pialang Asuransi, pialang asuransi berizin dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 060-2001/APPARINDO/2024. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.

Daftar Isi
  1. Apa Itu Asuransi Penyakit Kritis?
  2. Jenis Penyakit Kritis yang Umumnya Ditanggung
  3. Perbedaan Asuransi Penyakit Kritis dan Asuransi Kesehatan
  4. Siapa yang Perlu Asuransi Penyakit Kritis?
  5. Estimasi Premi Asuransi Penyakit Kritis
  6. Tips Memilih Asuransi Penyakit Kritis
  7. Cara Klaim Asuransi Penyakit Kritis
  8. Rekomendasi Asuransi Kesehatan Terbaik
  9. Pertanyaan Seputar Asuransi Penyakit Kritis
AspekAsuransi KesehatanAsuransi Penyakit Kritis
TujuanMengganti biaya pengobatanMemberikan uang tunai saat didiagnosis penyakit kritis
Bentuk klaimUmumnya cashless atau reimburse sesuai tagihan dan limitManfaat tunai sesuai uang pertanggungan (UP)
Penggunaan danaHanya untuk biaya medisBisa untuk pengobatan, biaya hidup, cicilan, atau kebutuhan lain
Ketergantungan biayaSesuai biaya rumah sakit dan plafonTidak tergantung biaya medis, dibayar penuh saat klaim
Kapan diberikanSetelah rawat inap/tindakan medisSetelah diagnosis penyakit kritis tertentu
Manfaat utamaMembantu akses perawatan dan rawat inapMenjaga kondisi finansial saat tidak bisa bekerja
Cocok untuk siapaSemua orang untuk proteksi kesehatan harianIndividu dengan tanggungan finansial tinggi atau risiko tinggi
Mengenal Asuransi Penyakit Kritis, Manfaat, dan Cara Memilihnya
Provider / ProdukJenis ProdukPremi Per Bulan
FWD Critical Illness PlusStand-alone~Rp150.000
Simas Jiwa Critical Illness UtamaStand-alone~Rp315.000
AIA PRIMA Extra + riderBase + Rider~Rp1.400.000
Mengenal Asuransi Penyakit Kritis, Manfaat, dan Cara Memilihnya