Asuransi Penyakit Kritis

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Daftar Asuransi Penyakit Kritis Terbaik di Indonesia

Prevalensi penyakit kritis yang cukup tinggi di Indonesia dengan perbandingan 10 persen per tiap 1.000 penduduk menjadikan asuransi penyakit kritis cukup dicari. Selain itu, biaya penyakit seperti diabetes, kanker, dan jantung juga termasuk yang paling tinggi dengan angka mencapai ratusan juta rupiah!

Asuransi penyakit kritis sendiri memberikan pertanggungan berupa uang tunai saat seseorang didiagnosis mengidap salah satu penyakit yang dikategorikan kritis. Kita bisa pilih jenis asuransi penyakit kritis yang menjadi rider ataupun asuransi penyakit kritis stand alone. Berikut beberapa rekomendasi terbaik pilihan Lifepal.

Daftar asuransi penyakit kritis stand alone

1. Siji Critical 5 

Produk asuransi dari Simas Jiwa ini menanggung 10 jenis penyakit kritis yang terbilang sangat umum terjadi di Indonesia, di antaranya adalah stroke, jantung, paru-paru, dan lain sebagainya. Selain itu, pilihan uang pertanggungan yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, yaitu: 

  • Plan A: Rp10 Juta
  • Plan B: Rp50 Juta
  • Plan C: Rp100 Juta
  • Plan D: Rp150 Juta 
  • Plan E: Rp200 Juta

Besaran premi dari Siji Critical 5 juga sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp1,4 jutaan per bulan atau sekitar Rp116 ribu per bulan.

Berikut beberapa keunggulannya:

  • 10 Jenis penyakit kritis yang ditanggung terbilang sangatlah umum. 
  • Terdapat pilihan uang pertanggungan mulai dari Rp10 juta hingga Rp200 jutaan. 
  • Besaran premi mulai dari Rp1,4 jutaan per bulan. 
  • Masa bertahan hidup 30 hari sejak terdiagnosis. 
  • Didukung oleh perusahaan reasuransi PT Reasuransi Indonesia Utama.

2. AIA Critical Protection

Nama besar AIA tentu menjadi salah satu pertimbangkan saat memilih asuransi. Nah, jenis penyakit kritis AIA yang ditanggung juga cukup variatif, yaitu hingga 100 jenis penyakit.

Berikut beberapa keunggulannya:

  • Menanggung 60 jenis penyakit kritis. 
  • Menanggung biaya tindakan bedah angioplasti. 
  • Manfaat perlindungan untuk tertanggung hingga usia 99 tahun. 
  • Terdapat manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan.

Pilihan asuransi rider untuk penyakit kritis

Selain stand alone, justru asuransi untuk penyakit kritis lebih banyak tersedia sebagai rider. Pilihannya pun jauh lebih banyak daripada yang stand alone. Ada asuransi penyakit kritis Prudential, asuransi penyakit kritis Allianz, dan juga Cigna.

Berikut beberapa poin penting yang bisa menjadi perbandingan buat kita memilih salah satu dari brand tersebut.

1. PRUtotal Critical Protection (PRUTop) dari Prudential

Asuransi ini cukup unggul dibandingkan polis yang sudah disebutkan sebelum atau sesudah ini. Sebab, manfaat pertanggungannya mencapai miliaran dengan jenis penyakit kritis yang tidak terbatas. Berikut beberapa poin yang bisa kita pertimbangkan:

  • Perlindungan kondisi kritis tidak lagi terbatas pada jumlah kondisi kritis tertentu. 
  • Manfaat uang pertanggungan hingga Rp5 miliar. 
  • Perlindungan penyakit kritis berlaku untuk yang belum ditemukan.

2. Allianz Critical Illness (CI) 100 dari Allianz

Brand Allianz juga sudah tidak diragukanlah! Polis satu ini memberikan pertanggungan yang cukup variatif. Sebab, hampir sama dengan Prudential, UP yang diberikan mencapai miliaran rupiah. Berikut keunggulannya:

  • Menanggung 98 jenis penyakit kritis. 
  • Manfaat uang pertanggungan hingga Rp5 miliar.
 

Apa Itu Asuransi Penyakit Kritis? 

Asuransi penyakit kritis atau asuransi critical illness adalah produk asuransi yang memberikan pertanggungan berupa santunan tunai jika nasabah mengalami penyakit kritis. Adapun kategori dan jenis penyakit kritis yang dimaksud akan disebutkan di bawah.

Santunan tunai pada produk asuransi penyakit kritis diberikan saat nasabah terdiagnosis salah satu penyakit. Ini yang bikin asuransi tersebut berbeda dengan asuransi jiwa, yang memang sama-sama memberikan santunan tunai. Tetapi pada asuransi jiwa, uang pertanggungan diberikan saat nasabah meninggal dunia. Selain itu, asuransi penyakit kritis juga berbeda dengan asuransi kesehatan karena santunan diberikan dalam bentuk uang tunai, bukan penggantian biaya perawatan medis.

Asuransi penyakit kritis biasanya hanya tersedia dalam bentuk rider (manfaat tambahan) dari asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Meski tidak menutup kemungkinan, ada pula asuransi penyakit kritis stand alone tetapi cukup jarang.

Biaya perawatan atas risiko penyakit kritis tidaklah murah bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. Itu sebabnya sangat penting untuk memiliki asuransi penyakit kritis guna memberikan perlindungan finansial berupa pertanggungan biaya perawatan atas risiko kesehatan yang dapat mengancam jiwa.

Risiko penyakit kritis cukup tinggi!

penyakit kritis di indonesia

Dari data di atas dapat dilihat bahwa 10 persen dari 1.000 penduduk Indonesia terkena diabetes. Kemudian, ada 8,5 persen dari 1.000 penduduk Indonesia menderita kanker.

Penyakit-penyakit yang disebutkan tadi membutuhkan perawatan dengan dana yang tidak sedikit. Sebagai contoh, diabetes yang kini menjadi penyakit yang cukup populer memakan biaya hingga Rp450 juta!

Kalau hanya mengandalkan limit dari asuransi kesehatan saja biasanya tidak cukup. Belum lagi saat menjalani perawatan medis, kita bakal tidak bisa bekerja dan kehilangan penghasilan.

Daftar Isi

Cakupan Perlindungan Asuransi Penyakit Kritis

Pertanggungan asuransi penyakit kritis umumnya adalah manfaat tambahan atau rider. Jadi, kita harus membeli produk asuransi utama yang biasanya adalah asuransi kesehatan atau jiwa. Namun, ada juga beberapa perusahaan asuransi yang menghadirkan polis utama atau produk stand alone penyakit kritis tanpa harus membeli produk utama.

Manfaat pertanggungan yang diberikan meliputi santunan meninggal dunia akibat penyakit kritis, uang pertanggungan pembedahan akibat penyakit kritis, hingga manfaat pengembalian premi. Sementara untuk jenis penyakit yang ditanggung dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu kondisi kritis tahap awal, menengah, dan akhir. 

Perlu dipahami juga bahwa jumlah penyakit kritis yang ditanggung tiap perusahaan asuransi berbeda-beda. Ada yang menanggung 10, 60, 80, bahkan 100 jenis penyakit kritis.

Masih belum yakin dengan manfaat pertanggungan asuransi penyakit kritis seperti apa yang dibutuhkan? Manfaatkan layanan konsultasi asuransi gratis dari Lifepal.

Cara Pilih Asuransi Penyakit Kritis Sesuai Kebutuhan

Untuk dapat menyesuaikan polis asuransi yang ingin dibeli dengan kebutuhan kita, calon nasabah perlu mengetahui terlebih dahulu ketentuan ideal dari asuransi penyakit kritis itu sendiri. Berikut poin penting yang perlu dipertimbangkan: 

Jenis Penyakit Kritis 

Sebaiknya pertimbangkan perusahaan asuransi yang menanggung jenis penyakit kritis yang umum terjadi. Seperti jantung, diabetes, gagal ginjal, kanker, dan gangguan paru-paru. Sementara untuk jumlah penyakit kritis yang ditanggung sebaiknya juga tidak kurang dari sepuluh. Dengan begitu, manfaat asuransi yang dibayarkan bisa menjadi solusi finansial ketika terdiagnosa penyakit kritis. 

Usa Tertanggung

Usia tertanggung dari perusahaan asuransi juga patut dipertimbangkan. Sebab, penyakit kritis umumnya lebih rentan menimpa usia lanjut. Untuk itu, sebaiknya cari asuransi penyakit kritis yang bersedia menanggung usia nasabah hingga 100 tahun.

Besaran Uang Pertanggungan 

Biaya perawatan penyakit kritis tidaklah murah dan bahkan bisa mencapai hingga ratusan juta setiap bulannya. Nah, jika mengacu pada biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah Rp150 juta, maka disarankan untuk memilih polis asuransi penyakit kritis yang memberikan UP sekurangnya Rp200 juta. 

Masa Bertahan Hidup 

Survival period atau masa bertahan hidup adalah periode yang ditentukan perusahaan asuransi sebagai batas kemampuan seorang pasien atau tertanggung dalam bertahan hidup setelah terdiagnosa penyakit kritis. Masa bertahan hidup yang ditetapkan oleh tiap perusahaan asuransi berbeda-beda ada yang 14 hari, 30 hari, 60 hari, hingga 90 hari. Idealnya, semakin pendek periode masa bertahan hidup asuransi penyakit kritis tentu semakin baik.  

Jenis Asuransi 

Sebagai rekomendasi, sebaiknya pilih asuransi penyakit kritis murni atau stand alone. Sebab, harga preminya akan lebih murah dengan nilai manfaat pertanggungan yang tinggi. Dengan begitu, manfaat asuransi yang diterima lebih optimal. 

Temukan pilihan asuransi penyakit kritis murni terbaik di sini! 

Pilih Asuransi Penyakit Kritis atau Asuransi Kesehatan?

Fenny yang berusia 30 tahun terserang penyakit kritis tahap akhir, yaitu kanker hati.  Akibat penyakit yang dideritanya, bisnis yang dijalankan Fenny pun terganggu dan penghasilan yang didapatkan secara drastis ikut menurun.

Untungnya Fenny telah terproteksi oleh asuransi kesehatan, sehingga untuk biaya konsultasi dokter dan obat-obatan dapat ditanggung pihak asuransi. Hanya saja, batas manfaat pertanggungan asuransi kesehatan yang mencapai Rp40 juta per tahun tidaklah cukup untuk menutupi seluruh biaya perawatan medis kanker hati yang berkisar Rp104 hingga Rp200 juta. 

Asuransi kesehatan hanya memberikan biaya perawatan medis, bukan uang pertanggungan. Padahal uang pertanggungan tersebut dapat digunakan untuk menutup kekurangan biaya medis dan juga mengganti penghasilan yang hilang. Di sinilah pentingnya memiliki asuransi penyakit kritis. Sebab, asuransi penyakit kritis memiliki fungsi yang berbeda dengan asuransi kesehatan.

Biar tidak bingung, simak perbedaannya berikut ini!

Indikator Asuransi Penyakit Kritis Asuransi Kesehatan
Fungsi Memberikan santunan atas risiko penyakit kritis yang mengancam jiwa.  Menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap atas risiko sakit maupun kecelakaan. 
Manfaat  Nasabah tidak harus dirawat di rumah sakit terlebih dahulu. Jika sudah didiagnosis maka berhak mendapatkan santunan sesuai perjanjian dalam polis.  Manfaat dasar asuransi kesehatan mengharuskan nasabah di rawat inap terlebih dahulu, baru bisa mendapat uang pertanggungan. 
Cakupan  Idealnya menanggung risiko dari 79 penyakit kritis.  Jenis penyakit yang ditanggung sangatlah luas.  
Masa tunggu pre-existing condition Tidak ada Umumnya 30 sampai 60 hari 
Premi Lebih mahal karena santunan tunai yang diberikan lebih tinggi. Umumnya berkisar ratusan juta rupiah.  Lebih murah karena uang pertanggungan yang diberikan lebih rendah. Umumnya berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah. 

Asuransi Penyakit Kritis Mahal, Apakah Benar? 

Banyak yang beranggapan bahwa asuransi penyakit kritis memiliki harga premi yang mahal. Mitos itu tidak sepenuhnya benar, berikut ini beberapa faktor yang dapat memengaruhi besaran premi asuransi penyakit kritis: 

  • Usia tertanggung. Memasuki usia 30 tahun, besaran premi asuransi penyakit kritis biasanya lebih tinggi dibandingkan tertanggung usia 20-an. Ini dikarenakan semakin tua usia, semakin tinggi pula risiko terserang penyakit kritis.
  • Memiliki kebiasaan merokok. Premi asuransi penyakit kritis bagi nasabah yang memiliki kebiasaan merokok tentu akan lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok.
  • Nilai santunan. Semakin besar nilai santunan yang diberikan oleh asuransi penyakit kritis, maka semakin tinggi pula besaran premi asuransi tersebut.
  • Cakupan manfaat pertanggungan. Agar tidak memberatkan, sebaiknya pilih asuransi penyakit kritis yang memberi cakupan manfaat pertanggungan sesuai dengan risiko yang menurut kita lebih mungkin terjadi.

Penyakit yang Umumnya Ditanggung dan Tidak Ditanggung

Meski menanggung cukup banyak jenis penyakit kritis, ada beberapa jenis penyakit yang umumnya tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi. Berikut beberapa di antaranya:

Ditanggung Asuransi Penyakit Kritis Tidak Ditanggung Asuransi Penyakit Kritis
  • Kanker (hingga tahap akhir) 
  • Serangan Jantung
  • Operasi jantung 
  • Gagal Ginjal
  • Stroke 
  • Transplantasi Organ 
  • Transplantasi Sumsum Tulang 
  • Cacat tetap 
  • Gangguan Saraf 
  • Anemia Aplastik 
  • Meningitis 
  • Gangguan Liver
  • Gangguan Paru-Paru
  • Hepatitis 
  • Dan lain sebagainya  
  • HIV/AIDS
  • Tidak mampu melewati masa bertahan hidup yang telah ditentukan
  • Penyakit kritis akibat wabah atau bencana. 
  • Cacat atau penyakit bawaan.
  • Penyakit kritis akibat masa dan pra masa kehamilan. 
  • Penyakit kritis akibat alasan kecantikan. 

 

Perlukah Punya Asuransi Penyakit Kritis? 

Inflasi biaya perawatan kesehatan di Indonesia meningkat hingga 11 persen di tahun 2018. Angka tersebut terbilang tinggi bahkan mengalahkan Singapura. Bayangkan saja jika biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah minimal Rp150 juta pada tahun 2019. Ini berarti kemungkinan biaya bypass jantung di tahun selanjutnya bisa mencapai Rp166 juta. 

Risiko inflasi di atas dapat dihindari apabila kita telah terlindungi oleh asuransi. Berikut ini kategori calon nasabah yang dapat mengambil keuntungan dari asuransi penyakit kritis: 

  • Memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga

Menurut Prof. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP selaku ketua Yayasan Kanker Indonesia, 8-10 persen kasus kanker dipengaruhi oleh genetik. Oleh sebab itu, asuransi penyakit kritis penting dimiliki oleh kita yang memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga. 

  • Nasabah adalah pencari nafkah utama dalam keluarga

Peran pencari nafkah utama sangatlah krusial dalam satu keluarga. Apabila pencari nafkah utama mengalami risiko penyakit kritis, maka perputaran keuangan keluarga juga akan ikut terganggu. Di sinilah pentingnya peran asuransi penyakit kritis sebagai solusi finansia. 

  • Telah berusia 40 tahun ke atas

Semakin tua usia nasabah, risiko penyakit kritis juga aka semakin tinggi. Itu sebabnya, penting untuk calon nasabah kalangan usia 40 tahun ke atas terlindungi asuransi penyakit kritis. 

Bagi nasabah yang belum memiliki asuransi kesehatan, disarankan untuk mengutamakan asuransi kesehatan terlebih dahulu baru menambahkan asuransi penyakit kritis dalam plan proteksinya. Sebab, cakupan jenis penyakit asuransi kesehatan lebih luas dibandingkan dengan penyakit kritis. 

Temukan pilihan asuransi kesehatan terbaik dengan premi paling ringan di sini! 

Istilah-Istilah dalam Asuransi Penyakit Kritis

  • Masa bertahan hidup: periode yang harus dilewati setelah terdiagnosis untuk dapat mengajukan klaim.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Copayment: Biaya yang harus dibayarkan saat melakukan klaim tagihan pelayanan medis (pada umumnya 10 persen dari total tagihan pelayanan medis).
  • Premi asuransi: Jumlah uang yang harus disetorkan.
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Coordination of Benefit (COB): Sering disebut sebagai double claim, COB adalah proses dimana dua perusahaan asuransi menanggung peserta asuransi yang sama agar peserta asuransi bisa mendapatkan manfaat maksimal dari produk asuransi yang digunakan. Namun, total biaya yang akan dibayarkan tidak akan melebihi biaya perawatan medis yang ditagihkan.
 

Tips & Pertanyaan

Sesuai namanya, asuransi penyakit kritis memberikan santunan tunai atas risiko penyakit kritis baik tahap awal, menengah, dan akhir. Santunan ini diberikan ketika nasabah atau tertanggung masih hidup, jadi berbeda dengan asuransi jiwa. 

Kondisi kesehatan dapat tergolong sebagai penyakit kritis apabila dapat menyebabkan kondisi kronis stadium lanjut atau mengancam jiwa. Beberapa di antaranya adalah jantung, demensia, anemia aplastik kronis, stroke, hingga kanker. Perlu diingat bahwa daftar penyakit kritis yang dijamin setiap perusahaan asuransi berbeda-beda. 

Metode pembayaran klaim asuransi penyakit kritis bersifat santunan tunai. Umumnya langkah-langkah klaim yang dapat dilakukan adalah pengajuan klaim ke perusahaan asuransi terkait, masa tunggu analisa dan keputusan klaim, dan pembayaran klaim dilakukan. 

Pastikan manfaat asuransi penyakit kritis yang dibeli sesuai dengan kebutuhan. Misal, apabila calon nasabah masih berusia 20 tahun, mungkin baru membutuhkan santunan dana sebesar Rp200 juta saja, sehingga biaya premi yang dibayarkan pun tidak terlalu mahal. JIka sudah menikah dan memiliki anak, barulah cari santunan yang lebih besar, misal Rp500 juta. 

BPJS Kesehatan menanggung hampir seluruh jenis penyakit, termasuk penyakit kritis. Hanya saja, uang pertanggungan yang diberikan terbatas dan proses klaim juga harus dilakukan bertahap.

Biaya perawatan penyakit kritis dapat menguras seluruh tabungan kita dalam waktu singkat. Karena itu asuransi penyakit kritis sangatlah penting untuk dimiliki sebagai pelengkap asuransi kesehatan. Hanya saja, membandingkan dan menemukan produk asuransi penyakit kritis sesuai dengan kebutuhan dengan besaran premi yang rendah tidaklah mudah. Di sinilah peran Lifepal sebagai #TemanAndalanmu dalam memberikan layanan konsultasi asuransi gratis

Selain memberikan layanan konsultasi gratis, Lifepal juga befungsi sebagai marketplace asuransi yang dapat memudahkan nasabah dalam membandingkan beberapa pilihan perusahaan asuransi terbaik. Lifepal hadir untuk melindungi pelanggan dan bukan perusahaan asuransi.