Asuransi Mobil Syariah

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Tampilkan promo kartu kredit?
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 30%
 

Asuransi Mobil Syariah Terbaik & Termurah 2021

Asuransi mobil syariah pada dasarnya memiliki fungsi serupa dengan asuransi kendaraan konvensional pada umumnya. Hanya saja cara kerja jenis asuransi ini mengikuti syariat Islam dan diawasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Berikut ini rekomendasi polis asuransi mobil syariah terbaik:

Takaful Abror Standard

  • Pilihan polis all risk menanggung kerugian sebagian + total:
    • Baret
    • Penyok
    • Pencurian
    • Terperosok
  • Pilihan polis TLO menanggung kerugian total
    • Pencurian
    • Kerusakan lainnya yang biaya perbaikannya di atas 75% nilai mobil saat ini
  • Pilihan manfaat tambahan (rider):
    • Bencana alam, banjir, gempa
    • Terorisme, sabotase, kerusuhan
    • Kecelakaan diri pengemudi/ penumpang
    • Tanggung jawab hukum pihak ketiga
    • Biaya derek dan ambulans

ACA Otomate Syariah

  • Menanggung baik kerugian ringan hingga total
  • Risiko yang ditanggung: tabrakan, pencurian, kecelakaan lalu lintas
  • Uang pertanggungan hingga Rp100 juta
  • Pertanggungan tanggung jawab hukum pihak ketiga hingga Rp20 juta
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan hingga Rp10 juta
  • Wajib menghibahkan 55% dari dana kontribusi sebagai dana tabarru

Autocillin Ikhlas Syariah

  • Pilihan polis all risk menanggung kerugian sebagian + total:
    • Baret
    • Penyok
    • Pencurian
    • Terperosok
  • Pilihan polis TLO menanggung kerugian total
    • Pencurian
    • Kerusakan lainnya yang biaya perbaikannya di atas 75% nilai mobil saat ini
    • Pertanggungan tanggung jawab pihak ketiga
    • Santunan kecelakaan diri pengemudi/ penumpang
    • Ganti rugi biaya pengobatan akibat kecelakaan
    • Manfaat pengembalian premi atau no claim bonus
  • Manfaat tambahan (rider):
    • New for Old
    • Personal Effect
    • Car Rental

Simas Mobil Syariah

  • Batas usia mobil 10 tahun (TLO)
  • Batas usia mobil 5 tahun (All Risk)
  • Menanggung risiko tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir dari jalan
  • Menanggung risiko perbuatan jahat orang lain
  • Menanggung risiko pencurian termasuk pencurian dengan kekerasan
  • Menanggung risiko kebakaran dan sambaran petir
  • Menanggung risiko kecelakaan selama penyeberangan dengan feri
  • Menanggung biaya derek maksimal 0,5 persen dari jumlah pertanggungan

Astra Buana Syariah

  • Pilihan polis all risk menanggung kerugian sebagian + total:
    • Baret
    • Penyok
    • Pencurian
    • Terperosok
  • Pilihan polis TLO menanggung kerugian total
    • Pencurian
    • Kerusakan lainnya yang biaya perbaikannya di atas 75% nilai mobil saat ini
  • Manfaat pengembalian premi atau no claim bonus hingga 50%
 

Apa Itu Asuransi Mobil Syariah?

Asuransi mobil syariah adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi atas risiko kerugian pada kendaraan mobil yang diasuransikan berlandaskan hukum syariat. Risiko kerugian yang dimaksud mencakup baret, penyok akibat kecelakaan lalu lintas, bencana alam, kebakaran, banjir, pencurian, hingga kerusuhan.

Lantas, apa bedanya dengan asuransi mobil konvensional? Secara umum, jenis konvensional dan syariah memiliki pola yang sama. Artinya, jika terjadi kerugian, nasabah bisa mengajukan klaim dan biaya perbaikan ditanggung asuransi. Hanya saja konsep atau prinsip pengelolaan dananya berbeda.

Asuransi konvensional menggunakan prinsip jual beli, artinya antara perusahaan asuransi dan nasabah sama-sama mengharapkan keuntungan. Sementara asuransi syariah menerapkan prinsip ta’awuni atau tolong menolong.

Artinya, nasabah memberikan kuasa kepada pihak perusahaan asuransi untuk mengelola dana premi atau tabarru menggunakan akad wakalah bil ujrah. Sebagai imbalannya, perusahaan asuransi selaku pengelola dana tabarru’ akan mendapatkan upah jasa atau ujrah.

Selain itu, dana tabarru’ yang dibayarkan oleh nasabah secara berkala akan digunakan sebagai biaya ganti rugi jika nasabah lainnya mengalami risiko kerugian. Jadi, dana ganti rugi asuransi didapat dari perputaran dana tabarru’ lainnya. Konsep inilah yang lantasan membuat asuransi mobil syariah dinilai sesuai dengan prinsip ta’awuni atau tolong menolong.

Lihat tabel perbedaan asuransi konvensional dan syariah selengkapnya!

 

Jenis Asuransi Mobil Syariah

Sama halnya dengan produk asuransi mobil konvensional, jenis asuransi mobil syariah juga terbagi menjadi dua kategori yang dibedakan berdasarkan luas cakupan manfaatnya: 

1. Asuransi Mobil TLO

Asuransi TLO atau Total Loss Only adalah produk yang memberikan ganti rugi atas risiko kerugian total atau hilang dicuri. Nasabah baru dapat mengajukan klaim jika nilai kerusakan lebih dari 75 persen harga kendaraan saat itu, alias mobil tidak bisa digunakan lagi. 

Jenis asuransi mobil syariah ini menawarkan premi yang lebih murah ketimbang jenis asuransi lainnya. Karena itu, TLO sangat cocok untuk calon nasabah yang memiliki budget terbatas dan sering meninggalkan mobilnya dalam waktu lama, sehingga rentan menjadi target pencurian. 

Lihat rekomendasi polis asuransi TLO terbaik di Indonesia!

2. Asuransi Mobil All Risk 

Asuransi mobil All Risk atau dikenal juga dengan sebutan Comprehensive memberikan jaminan ganti rugi atas risiko kerusakan ringan hingga parah. Jadi, nasabah bisa mengajukan klaim atas risiko kerugian ringan seperti baret, penyok, hingga total seperti hilang dicuri, kemasukan air, terperosok, dan lain sejenisnya. 

Karena jenis asuransi mobil syariah ini menanggung risiko kerugian yang lebih luas, maka prminya pun juga lebih mahal. Namun tidak usah khawatir karena nasabah bisa memanfaatkan diskon premi asuransi mobil all risk dari Lifepal hingga 30%!

Lihat rekomendasi polis asuransi All Risk terbaik di Indonesia!

 

Cara Klaim Asuransi Mobil Syariah

Klaim asuransi mobil syariah bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan asuransi yang dipilih. Namun, secara umum prosesnya sederhana, yaitu seperti berikut ini: 

Laporkan Klaim (maks. 5×24 jam setelah kejadian) → Siapkan foto kerusakan mobil → Serahkan dokumen klaim → Pihak asuransi melakukan survei dan analisis → Tunggu hasil survei dan analisis → Penggantian klaim

  • Dokumen polis asuransi, lampiran/endorsement
  • Surat Izin Mengemudi milik Pengemudi
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan
  • BPKB kendaraan mobil
  • Kartu identitas (KTP) tertanggung
  • LKKB (Laporan Kecelakaan Kendaraan Bermotor)
  • Laporan kerugian termasuk kronologi kecelakaan
  • Surat keterangan hilang apabila terjadi pencurian
  • Surat tuntutan pihak ketiga apabila melibatkan pihak ketiga.
 

Kenapa Klaim Asuransi Mobil Syariah Ditolak? 

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan pengajuan klaim asuransi mobil syariah nasabah ditolak. Beberapa alasan umumnya adalah sebagai berikut: 

Misal, nasabah memilih polis asuransi mobil syariah TLO, namun mengajukan klaim untuk kerugian baret. Maka klaim tersebut akan ditolak karena kerugian dianggap minor, sementara TLO hanya menanggung kerugian total saja.

Umumnya, perusahaan asuransi memberi batas waktu pengajuan klaim maksimal 5 hari sejak terjadinya kerugian. Nah, jika telah melewati batas waktu klaim yang ditentukan maka perusahaan berhak menolak pengajuan klaim nasabah. Karena itu, sebaiknya laporkan klaim sesegera mungkin sejak terjadinya kerugian, ya!

Ketika mengajukan klaim, tanyakan secara jelas kepada pihak asuransi dokumen apa saja yang dibutuhkan. Dengan begitu, pengajuan klaim nasabah dapat berjalan lancar dan cepat.

Misal, nasabah domisili Jakarta mengalami risiko kecelakaan lalu lintas di kota Makassar. Kemudian nasabah mengajukan klaim untuk dilakukan perbaikan di kota Makassar. Nah, tidak semua perusahaan asuransi memberikan fasilitas tersebut. Karena itu, pelajari polis dengan baik sebelum membelinya, ya.

 

Tips Memilih Asuransi Mobil Syariah Terbaik

Dalam memilih asuransi mobil syariah terbaik, kunci utamanya adalah sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran saat ini. Ada juga beberapa tips memilih asuransi mobil syariah terbaik yang dapat dipertimbangkan:

1. Pertimbangkan memilih jenis all risk atau TLO

Untuk nasabah yang berdomisili di kawasan kota yang padat atau banyak jalanan rusak, sebaiknya pilih jenis asuransi mobil syariah all risk. Sebab, nasabah tersebut lebih berisiko mengalami risiko kerugian lecet. Sementara TLO cocok untuk nasabah yang berdomisili rawan kriminalitas seperti pencurian mobil.

2. Bandingkan harga premi asuransi mobil syariah

Sebelum memutuskan beli polis asuransi mobil syariah tertentu, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu harga premi serta manfaat pertanggungan dari beberapa perusahaan asuransi syariah di Indonesia. Ini bisa dilakukan dengan mudah melalui Lifepal.co.id! Dengan begitu, calon nasabah bisa mendapatkan polis asuransi yang benar-benar sesuai kebutuhan dengan premi ringan pula.

3. Pastikan pengelolaan dananya sesuai syariat Islam

Tanyakan kepada pihak asuransi, apakah pengelolaan dananya menggunakan prinsip sharing risk atau tolong menolong. Selain, nasabah juga memiliki hak untuk mengetahui apakah dana tabarru’ yang disetorkan nasabah diinvestasikan di perusahaan-perusahan yang sesuai syariat Islam.

4. Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Ketahui apakah perusahaan asuransi yang dipilih telah terdaftar secara resmi dalam Dewan Pengawas Syariah (DPS) selaku instansi resmi lembaga keuangan syariah.

5. Ketahui kredibilitas perusahaan asuransi

Cari tahu apakah perusahaan asuransi yang akan dipilih pernah tersandung kasus. Selain itu ketahui juga apakah perusahaan memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelajari laporan tahunannya yang umumnya tersedia di situs resmi perusahaan untuk mengetahui apakah perusahaan secara finansial sehat atau tidak guna mengurangi kemungkinan gagal bayar.

6. Pilih rekanan bengkel yang luas

Agar proses klaim dapat berjalan praktis, sebaiknya pilih perusahaan asuransi yang memiliki bengkel rekanan luas. Dengan begitu, jika terjadi kerugian nasabah dapat langsung mengunjungi bengkel rekanan dengan mudah.

 

Pertanyaan Seputar Asuransi Mobil Syariah

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi mobil syariah. Jika memiliki pertanyaan lainnya terkait asuransi mobil syariah dapat konsultasikan dengan ahli asuransi secara gratis melalui Tanya Lifepal!

Apa itu asuransi mobil syariah?

Asuransi mobil syariah adalah jenis produk asuransi yang memberikan solusi finansial berupa ganti rugi atas risiko kerusakan sebagian atau total pada mobil yang diasuransikan dengan mengikuti prinsip syariat Islam. 

Apa perbedaan asuransi mobil syariah dan konvensional?

Asuransi mobil konvensional menggunakan prinsip jual beli, artinya baik pihak asuransi maupun nasabah mengharapkan keuntungan. Sementara asuransi syariah menggunakan prinsip ta’awuni atau tolong menolong yang artinya dana tabarru’ yang terkumpul milik setiap nasabah asuransi. 

Apa saja manfaat pertanggungan asuransi mobil syariah?

Asuransi mobil syariah terbagi menjadi dua kategori, yaitu Total Loss Only (TLO) yang artinya asuransi hanya menanggung biaya perbaikan atas nilai kerusakan yang melebihi 75 persen dari harga mobil saat itu. Sebut saja contohnya seperti hilang dicuri, terperosok, kemasukan air hingga tidak bisa nyala, dan lain sejenisnya. 

Sementara jenis asuransi mobil syariah All Risk atau Comprehensive menanggung biaya perbaikan atas kerusakan sedang maupun total, mulai dari baret, penyok, hilang, terperosok, dan lain sejenisnya.

Apa saja pilihan asuransi mobil syariah terbaik di Indonesia?

Saat ini ada cukup banyak pilihan asuransi mobil syariah dengan pertanggungan luas dan premi bersahabat. Beberapa rekomendasi Lifepal adalah Takaful Umum, ACA, Adira Insurance, Sinar Mas, hingga Astra Buana. Lihat ulasan polisnya pada tab Pilihan Terbaik!

Berapa premi asuransi mobil syariah?

Premi asuransi mobil syariah bergantung pada jenis mobil, manfaat pertanggungan, dan wilayah domisili nasabah saat ini. Hitung simulasi premi asuransi mobilmu dengan kalkulator Lifepal!

Berapa usia masuk asuransi mobil syariah?

Setiap perusahaan memiliki ketetapan batas usia mobil yang berbeda-beda. Namun umumnya untuk jenis asuransi TLO batas usia mobil adalah 10 tahun dan All Risk 5 tahun.

Bagaimana menentukan asuransi mobil syariah yang aman?

  1. Pastikan perusahaan asuransi telah terdaftar secara resmi dalam Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  2. Perusahaan asuransi memiliki laporan keuangan yang sehat
  3. Pelajari polis dengan baik, khususnya pada bagian pengecualian polis

Apakah asuransi mobil syariah riba?

Suatu perusahaan asuransi syariah dapat dikatakan sesuai syariat Islam jika mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No: 21/DSN-MUI/X/2001 terkait pedoman asuransi syariah.

Istilah-istilah dapat asuransi mobil syairah

  • Akad adalah perjanjian antara dua belah pihak yang mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing yang bersifat mengikat dan memiliki konsekuensi hukum jika tidak dijalankan atau dilanggar. Akad dilakukan antara penerima manfaat (peserta) dan perusahaan.
  • Akad mudharabah adalah perjanjian antara pihak pertama sebagai pemilik modal (shahibul maal) kemudian mempercayakan modal tersebut untuk dikelola oleh pihak kedua (mudharib) dengan perjanjian di awal. Modal sepenuhnya berasal dari pihak pertama sedangkan pihak kedua tidak menanamkan modal sama sekali hanya mengandalkan keahlian yang tidak dimiliki oleh pihak pertama.
  • Akad musyarakah adalah perjanjian antara pihak pertama dengan pihak kedua dengan modal yang berasal dari kedua belah pihak dengan perjanjian pembagian keuntungan atau kerugian berdasarkan seberapa besar porsi kontribusinya.
  • Akad mudharabah musytarakah adalah gabungan antara akad mudharabah dan musyarakah di mana modal berasal dari satu pemilik modal. Perbedaannya adalah kerugian yang terjadi hanya ditanggung oleh pemilik modal. Namun jika dalam perjalanan waktu bisnis yang dijalankan menguntungkan maka, pengelola boleh menambah modal untuk mengembangkan usahanya dengan perjanjian keuntungan berdasarkan porsi kontribusi yang diberikan. 
  • Akad tijarah adalah perjanjian yang dilakukan untuk kepentingan mencari keuntungan.
  • Akad tabarru’ adalah perjanjian hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta dengan tujuan untuk tolong menolong sesama dan tidak digunakan untuk tujuan investasi. Kumpulan dana dari para peserta asuransi ini dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dengan dana tabarru’
  • Wakalah bil ujrah adalah biaya administrasi pengelolaan dana yang dibebankan kepada peserta oleh pengelola (perusahaan). Pengelola tidak berhak mendapatkan bagian dari dana yang diinvestasikan jika menggunakan akad ini.
  • Kontribusi adalah istilah dalam proteksi syariat yang digunakan untuk menggantikan istilah premi peserta.
  • Qardh adalah pinjaman pengelola (perusahaan) dengan menggunakan dana tabarru’ saat terjadi defisit ketika ingin membayarkan santunan (klaim). Dana qard akan dikembalikan lagi oleh pengelola jika mengalami surplus dalam perhitungan underwriting di lain waktu.
  • Iuran tabarru’ adalah sebagian dana yang diambil dari kontribusi peserta asuransi. Dana ini nantinya digunakan untuk saling tolong menolong antar peserta asuransi yang mendapatkan musibah yang tidak diinginkan.
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan