Asuransi Karyawan

HEMAT 30%
Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
 

Apa itu Asuransi Karyawan?

Asuransi karyawan adalah jenis asuransi bagi karyawan perusahaan yang menjamin biaya asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga dana pensiun. Asuransi ini diberikan perusahaan kepada karyawan guna memproteksi karyawan yang memang menjadi salah satu aset berharga perusahaan.

Cakupan manfaat yang diperoleh karyawan dari produk asuransi bergantung pada pilihan pihak perusahaan. Adapun pertanggungan yang bisa diambil oleh pihak perusahaan bagi karyawan adalah biaya perawatan kesehatan karena sakit atau kecelakaan baik rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, santunan untuk cacat total tetap dan meninggal dunia, dan bahkan dana pensiun.

Selain itu, terdapat pula beberapa tambahan manfaat (rider), seperti asuransi kacamata dan perawatan mata, asuransi gigi, melahirkan (maternity), dan pertanggungan lain yang sesuai kebutuhan karyawan perusahaan.

Premi asuransi untuk perusahaan ini biasanya dibayarkan per tahun, semester, atau kuartal. Sila bicarakan dengan broker asuransi terkait mengenai term pembayaran.

Asuransi karyawan hanya ditujukan bagi karyawan aktif, pasangan sah (suami/istri), dan anak. Jaminan tidak dapat diperluas kepada orang tua, mertua, sepupu, atau orang lain di luar keluarga inti.

Kenapa Perusahaan Perlu Mengasuransikan Karyawannya?

Mengapa asuransi karyawan dibutuhkan? Karena manfaatnya sangat membantu untuk menggantikan risiko finansial pada perusahaan atau karyawan akibat sakit, kecelakaan, atau risiko lainnya. Berikut ini fungsi dan manfaat asuransi karyawan secara umum yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda.

  • Mengurangi risiko kerugian finansial. Manfaat pertama yang pasti dirasakan pemilik perusahaan dan karyawan adalah risiko kerugian finansial ketika karyawan mengalami musibah kecelakaan ataupun sakit. Dengan asuransi karyawan, baik perusahaan maupun karyawan dapat meminimalisasi pengeluaran dana atau bahkan tidak perlu mengeluarkan dana untuk biaya perawatan medis.
  • Membantu manajemen keuangan perusahaan lebih baik. Menyediakan asuransi karyawan bagi aset berharga korporasi bukan lagi diartikan sebagai menambah pengeluaran, tetapi menjaga manajemen keuangan perusahaan lebih baik. Mengapa? Karena dengan menyediakan asuransi karyawan, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan kas untuk biaya perawatan kesehatan ketika terjadi risiko pada karyawan.
  • Premi asuransi karyawan cukup terjangkau. Sebagai pebisnis, tentu Anda tahu bahwa premi asuransi jauh lebih kecil ketimbang biaya yang harus dikeluarkan perusahaan ketika karyawan mengalami kecelakaan atau sakit.
  • Menambah value perusahaan. Tak dipungkiri bahwa asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan menjadi daya tarik tersendiri bagi karyawan maupun calon karyawan. Dengan memiliki asuransi karyawan dengan benefit yang lengkap dapat membuat karyawan loyal kepada perusahaan. Selain itu, perusahaan pun lebih mudah menggaet calon karyawan baru.

Keuntungan Pakai Asuransi Karyawan untuk Bisnis

Memiliki asuransi karyawan menghadirkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Simak penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan asuransi karyawan berikut agar menjadi pertimbangan bagi karyawan untuk menambah polis asuransi yang bisa menutupi kekurangan asuransi karyawan.

1. Kelebihan memiliki asuransi karyawan

  • Premi asuransi karyawan cukup murah dibandingkan asuransi individu. Sebab, pembayaran premi berlaku untuk jumlah orang lebih banyak yang jika dirata-ratakan menjadi lebih murah.
  • Benefit yang diberikan asuransi karyawan tergolong lengkap, terutama jika perusahaan memberikan asuransi kesehatan, jiwa, dan dana pensiun. Biasanya, karyawan akan mendapatkan benefit berupa pertanggungan biaya di rumah sakit, rawat jalan, perawatan gigi, kehamilan, penyakit kritis, dan sebagainya.
  • Menghemat uang. Sebab, peserta asuransi dalam hal ini perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan kesehatan karyawan ketika sakit atau terkena musibah kecelakaan atau saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
  • Asuransi karyawan juga memiliki ketentuan yang lebih fleksibel ketimbang asuransi individu. Karena, produk asuransi karyawan dapat menjamin kondisi yang sering dikecualikan pada asuransi individu, seperti pre-existing condition (penyakit yang sudah ada sebelum bergabung di asuransi), kelainan kongenital (bawaan), dan gangguan jiwa.

2. Kekurangan memiliki asuransi karyawan

  • Asuransi karyawan hanya dapat dibeli oleh perusahaan atau badan usaha yang telah terdaftar dan memiliki legalitas hukum (perseroan terbatas atau PT, perseroan komanditer atau CV, yayasan, dan bentuk badan usaha lain yang memiliki identitas legal).
  • Terdapat syarat total minimum karyawan yang harus didaftarkan, yaitu minimal tiga sampai lima orang. Apabila di bawah jumlah tersebut, maka perusahaan belum bisa membeli produk asuransi karyawan.

Pilihan Asuransi yang Tersedia bagi Karyawan

Asuransi karyawan terdiri dari berbagai pilihan, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, hingga dana pensiun. Adapun jenis asuransi karyawan berdasarkan berbagai kategori bisa Anda simak dari penjabaran berikut ini.

1. Asuransi Kesehatan Karyawan

Asuransi kesehatan karyawan sebenarnya ada yang diwajibkan pemerintah dan ada pula asuransi tambahan dari perusahaan asuransi swasta. Berikut penjelasan singkatnya.

  • Asuransi kesehatan dari pemerintah

Saat ini, pemerintah mewajibkan setiap perusahaan mendaftarkan karyawannya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Adapun proteksi yang diberikan, mulai dari perawatan medis di rumah sakit, pembedahan, kehamilan, dan lain-lain. BPJS Kesehatan terbilang cukup lengkap, tetapi memang terdapat beberapa kekurangan, khususnya dari segi kecepatan pelayanan.

  • Asuransi kesehatan swasta

Asuransi kesehatan swasta bagi karyawan adalah produk asuransi kesehatan yang ditawarkan perusahaan asuransi swasta. Beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi kesehatan untuk karyawan antara lain, AXA, FWD, Manulife, Asuransi CAR, Mandiri Inhealth, AIA, Avrist, Lippo Insurance, dan Generali.

2. Asuransi Jiwa Karyawan

Jika selama ini, asuransi karyawan yang populer adalah asuransi kesehatan, sebenarnya tidak hanya terbatas itu saja. Perusahaan juga dapat menyediakan asuransi jiwa bagi karyawan.

Terdapat dua jenis asuransi jiwa dalam asuransi karyawan. Berikut penjelasan singkat dari masing-masing jenis asuransi jiwa karyawan.

  • Asuransi jiwa berjangka (term life insurance)

Asuransi jiwa term life bagi karyawan memberikan uang pertanggungan bagi ahli waris karyawan terhadap risiko meninggal dunia.

  • Total Permanent Permanent Disability (TPD) 

Produk asuransi jiwa ini memberikan manfaat santunan tunai apabila terjadi risiko cacat akibat penyakit pada karyawan.

3. Asuransi Kecelakaan

Selain asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, terdapat pula asuransi kecelakaan karyawan. Biasanya, produk asuransi ini digunakan oleh perusahaan konstruksi, manufaktur, atau perusahaan lain yang bergerak di industri yang cukup riskan menyebabkan cidera fisik.

Adapun risiko yang dijamin oleh asuransi kecelakaan karyawan, antara lain: meninggal atau cacat tetap total akibat kecelakaan kerja serta biaya pengobatannya.

3. Dana Pensiun Karyawan

Berdasarkan produknya, asuransi dana pensiun terbagi menjadi tiga kategori berikut ini. Hanya saja, tidak semua bisa diambil oleh perusahaan swasta. Berikut penjelasan singkatnya.

  • BPJS Ketenagakerjaan

Program yang disebut Jaminan Hari Tua (JHT) wajib diberikan perusahaan kepada karyawan sesuai perundang-undangan. Dana pensiun yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan tidak harus dicairkan saat usia pensiun tetapi dapat dicairkan sesuai asalkan memenuhi persyaratan BPJS Ketenagakerjaan.

  • PT TASPEN

Produk yang ditawarkan PT TASPEN adalah Tabungan Hari Tua (THT) yang dikhususkan bagi pegawai negeri sipil (PNS), pejabat negara, hingga penerima tunjangan veteran dan perintis kemerdekaan. Produk jaminan hari tua dari TASPEN terbatas bagi kalangan tertentu saja.

  • DPLK asuransi swasta

Bagi perusahaan swasta bisa menambahkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dari perusahaan asuransi swasta untuk memberikan manfaat pensiun bagi karyawannya. Adapun manfaat yang diberikan, antara lain: Manfaat pensiun berupa santunan tunai saat karyawan harus pensiun, resign, ataupun pesangon saat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Cakupan Pertanggungan Asuransi Karyawan

Pertanggungan asuransi karyawan terdiri atas pelayanan yang diterima dan digunakan karyawan yang terdaftar sebagai peserta asuransi. Berikut sejumlah pertanggungan paling umum yang bisa peserta asuransi karyawan gunakan sesuai ketentuan dalam polis yang dimiliki

Manfaat Pertanggungan Asuransi kesehatan

Manfaat utama:

  • Rawat inap dan pembedahan: pertanggungan asuransi untuk rawat inap mencakup biaya kamar di rumah sakit, konsultasi/kunjungan dokter dan dokter ahli, obat-obatan, dan tindakan pembedahan akibat sakit ataupun kecelakaan.
  • Rawat jalan: pertanggungan asuransi untuk tindakan medis tanpa rawat inap baik pra-opname atau pasca-opname, termasuk diagnosis dan konsultasi rawat jalan.

Manfaat tambahan:

  • Perawatan gigi: pertanggungan asuransi untuk perawatan kesehatan gigi dari pemeriksaan, pembersihan, tambal, dan pencabutan gigi.
  • Perawatan mata: pertanggungan asuransi untuk perawatan kesehatan mata, mulai dari pemeriksaan dan termasuk kacamata.
  • Maternity: pertanggungan asuransi untuk proses persalinan.

Manfaat Asuransi Jiwa, Kecelakaan, dan Dana Pensiun

  • Santunan tunai: pertanggungan asuransi untuk memberikan sejumlah uang ketika peserta/karyawan mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan.
  • Santunan pensiun: pertanggungan asuransi untuk memberikan santunan pensiun bagi karyawan yang telah selesai masa kerjanya.

Rahasia Memilih Asuransi Karyawan yang Menguntungkan Bisnis Perusahaan

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi karyawan bagi perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi karyawan yang bagus

Asuransi karyawan yang bagus berarti asuransi karyawan yang menyediakan perlindungan yang dibutuhkan. Mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Kemudian, jaringan rumah sakitnya pun luas. Selain itu, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak memberatkan.

2. Beli asuransi karyawan murah namun sesuai kebutuhan

Memilih asuransi karyawan yang cocok juga harus mempertimbangkan premi. Jika memang ada asuransi karyawan murah namun sesuai kebutuhan, mengapa tidak?

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi karyawan yang satu dengan yang lain.

Asuransi Karyawan yang Bagus Harus Penuhi Kriteria Ini

Asuransi karyawan yang bagus mengacu pada poin-poin berikut yang bisa menjadi pertimbangan:

1. Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau.

2. Masa tunggu penyakit tertentu & Penyakit yang sudah ada sebelumnya

Pilih asuransi karyawan terutama produk asuransi kesehatan dengan masa tunggu yang tidak lama. Atau Tanpa masa tunggu Sehingga Anda dapat menggunakan asuransi tersebut apabila penyakit yang sama terjadi dalam waktu dekat.

3. Terdapat pilihan metode penggantian dan pembayaran yang diinginkan

Untuk mendapatkan asuransi karyawan yang bagus, sebaiknya pilih yang menyediakan metode penggantian klaim dan pembayaran yang diinginkan. Yaitu penggantian klaim dengan cara reimbursement dan cashless. Kemudian, untuk pembayaran apakah harus tahunan, atau ada opsi pembayaran lainnya (Semester/Quarter)

4. Kemudahan pelayanan dan fasilitas (after sales service) dari penyedia maupun broker asuransi 

Pertimbangan paling penting untuk menentukan asuransi karyawan bagus atau tidak adalah layanan purna jual atau after sales service. Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan:

  • Kemudahan untuk mengakses informasi seputar produk dan pelayanan asuransi, seperti rumah sakit rekanan, plafon, dan status klaim. Sebisa mungkin pilih asuransi yang memiliki situs resmi atau aplikasi.
  • Kemudahan proses klaim, yaitu bisa reimbursement atau cashless dengan jaringan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menjangkau wilayah domisili karyawan.
  • Tersedia layanan customer service 24 jam yang dapat membantu peserta asuransi apabila membutuhkan bantuan atau informasi terkait produk atau layanan asuransi.
  • Penanganan komplain yang cepat dan tepat. Cari tahu cara dan pengalaman asuransi menangani berbagai komplain ataupun keluhan dari pihak peserta asuransi.
 
 

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Dalam asuransi karyawan biasanya terdapat beberapa metode penggantian biaya asuransi, berikut penjelasannya.

1. Reimbursement

Reimbursement adalah metode penggantian yang mengharuskan peserta asuransi membayarkan tagihan perawatan kesehatannya. Kemudian, peserta asuransi mengirimkan dokumen klaim ke pihak perusahaan asuransi. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut. 

2. Cashless

Cashless adalah metode penggantian biaya asuransi kesehatan karyawan dengan menggunakan kartu saja. Untuk mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit atau klinik, biasanya peserta dapat menggesekkan kartu (swipe card) atau cukup menunjukkan kartu (show card).

3. Santunan tunai

Metode penggantian berupa uang santunan kepada ahli waris atau keluarga peserta asuransi yang meninggal dunia karena kecelakaan atau sakit. Santunan tunai juga diberikan kepada peserta yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan.

4. Santunan pensiun

Santunan pensiun adalah uang pertanggungan atau santunan bagi para pensiunan atau karyawan yang sudah tidak bekerja lagi di suatu perusahaan. Biasanya, uang pensiun bisa diambil setiap bulan atau secara sekaligus, sesuai plafon yang ditetapkan.

Cara klaim asuransi karyawan bergantung pada polis asuransi yang diambil oleh perusahaan. Oleh karena itu, tanyakan secara jelas kepada broker asuransi terkait. 

Berikut cara klaim asuransi karyawan secara umum yang diterapkan oleh perusahaan asuransi yang dapat menjadi acuan Anda.

Klaim Asuransi Karyawan Reimbursement

Adapun prosedur klaim asuransi karyawan dengan metode reimbursement bisa mengikuti prosedur berikut.

  1. Peserta mendatangi rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, baik rawat inap, rawat jalan, atau perawatan medis lain.
  2. Peserta membayar seluruh biaya administrasi dan biaya perawatan medis.
  3. Peserta melengkapi seluruh dokumen yang dapat diambil setelah pembayaran di rumah sakit. Dokumen berguna untuk proses klaim, adapun kelengkapan dokumen akan disebutkan di bawah.
  4. Peserta melakukan klaim sebelum melewati masa kedaluwarsa kepada pihak perusahaan melalui HRD.
  5. Pihak perusahaan akan melanjutkan klaim ke pihak asuransi. Selanjutnya, asuransi akan memproses dokumen klaim dan apabila disetujui, dana akan ditransfer langsung ke rekening karyawan.

Berikut syarat kelengkapan dokumen secara umum untuk klaim reimbursement asuransi karyawan:

  • Formulir Pengajuan Klaim asli(diisi oleh peserta asuransi)
  • Resume medis(diisi oleh dokter yang merawat, ditandatangani, dan distempel rumah sakit) 
  • Fotokopi hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, atau pemeriksaan diagnostik lainnya. 
  • Kuitansi asli disertai dengan rincian biaya perawatan dan fotokopi resep obat
  • Fotokopi Paspor (jika berobat/meninggal di luar negeri)
  • Fotokopi identitas diri peserta asuransi.
  • Surat kuasa permintaan data medis
  • Fotokopi SIM dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian (jika terjadi kecelakaan).

Klaim Asuransi Karyawan Cashless

Adapun prosedur klaim asuransi karyawan metode cashless cukup dengan menunjukkan kartu (show card) atau menggesekkan kartu asuransi pada mesin EDC (swipe card).

Berikut prosedur asuransi karyawan cashless secara umum:

  1. Peserta menunjukkan atau menggesek kartu asuransi serta menunjukkan kartu identitas diri pada petugas pendaftaran di rumah sakit.
  2. Mesin EDC akan mencetak Letter of Authorization (LoA). Dari situ, peserta asuransi akan mendapatkan konfirmasi mengenai klaim cashless disetujui atau ditolak.
  3. Apabila sudah disetujui, peserta bisa melanjutkan perawatan medis di rumah sakit.
  4. Provider rumah sakit akan mengirimkan detail klaim ke pihak asuransi. Selanjutnya, asuransi mengeluarkan surat pernyataan klaim disetujui dan detail klaim yang perlu dibayar oleh peserta (apabila ada ekses).
  5. Peserta boleh pulang.

Santunan tunai

Khusus untuk metode penggantian berupa santunan tunai secara umum, Anda perlu menyiapkan dokumen berikut saat melakukan klaim asuransi. Biasanya santunan tunai berupa uang pertanggungan sebagai manfaat asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri, dan dana pensiun.

  • Polis asuransi asli.
  • Fotokopi semua hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi jika meninggal karena sakit.
  • Fotokopi KTP ahli waris yang sah.
  • Surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian peserta asuransi.
  • Surat keterangan kematian dari pemerintah setempat bisa diurus di catatan sipil secara gratis dengan membawa KTP peserta asuransi.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) apabila kematian peserta asuransi disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 

Setelah berkas-bekas lengkap, ahli waris dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi jiwa:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginformasikan kepada perusahaan asuransi bahwa peserta asuransi telah meninggal dunia tidak lebih dari tujuh hari sejak kejadian. Pada saat yang sama, ahli waris harus menyiapkan dokumen dan persyaratan klaim asuransi jiwa terutama nomor polis asuransi, surat kematian pihak berwenang, dan informasi lain yang dibutuhkan.
  2. Perusahan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa yang harus dilengkapi oleh ahli waris. Formulir harus diisi dengan lengkap dan segera dikembalikan kepada perusahaan asuransi beserta dengan syarat-syarat dokumen yang diminta.
  3. Setelah berkas diterima oleh perusahaan asuransi, data tersebut akan diverifikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, sebab kematian, dan bukti-bukti lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Jika kematian sesuai dengan polis asuransi dalam arti sudah memenuhi semua persyaratan klaim tanpa ada rekayasa dan tidak melanggar ketentuan hukum, barulah perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini adalah ahli waris sah peserta asuransi.
  5. Setelah perhitungan dan proses administrasi selesai, perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian di dalam polis asuransi. Perusahaan asuransi akan memberikan penjelasan tentang skema pembayaran uang pertanggungan serta nomor rekening ahli waris. Proses verifikasi akan memakan waktu yang cukup lama untuk menghindari kesalahan yang tidak diharapkan. 

Ahli waris harus memahami bahwa klaim asuransi jiwa karyawan akan secara otomatis ditolak oleh perusahaan asuransi dengan alasan-alasan berikut ini:

  • Tindakan bunuh diri baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
  • Data-data yang diserahkan terindikasi tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.
  • peserta asuransi dihukum mati akibat vonis pengadilan, meninggal dunia karena melakukan tindakan kriminal atau melawan hukum baik berperan secara langsung maupun tidak langsung.
  • peserta asuransi meninggal dunia karena tindak kejahatan yang dilakukan oleh ahli waris dengan tujuan mendapatkan uang pertanggungan asuransinya.
  • Hal-hal tersebut akan mengakibatkan klaim asuransi jiwa ditolak oleh perusahaan asuransi jiwa meskipun peserta asuransi rajin membayarkan preminya.

Dalam menetapkan premi asuransi karyawan terdapat beberapa pertimbangan dan faktor yang menentukan besaran premi asuransi karyawan yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

  • Jenis asuransi: Faktor ini menjadi penentu utama karena harga premi disesuaikan dengan produk asuransi yang diambil. Misalnya, asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau dana pensiun. Setiap produk asuransi tersebut tentu memiliki ketentuan harga premi masing-masing.
  • Jumlah karyawan: Asuransi memiliki ketentuan minimal jumlah karyawan yang dapat diasuransikan. Biasanya, semakin banyak jumlah karyawan, maka harga premi per orang akan lebih murah.
  • Demografi karyawan: Demografi atau rata-rata usia dan jenis kelamin yang mendominasi perusahaan akan menentukan besaran premi. Sebab, semakin tua usia karyawan biasanya akan semakin tinggi preminya. Sebab, risiko penyakit juga meningkat. Sementara itu, asuransi juga mengenakan premi yang lebih tinggi apabila memiliki lebih banyak karyawan perempuan.
  • Claim ratio atau rasio klaim: Jika perusahaan sudah memiliki asuransi sebelumnya, maka rasio klaim atau jumlah klaim yang dilakukan karyawan turut memengaruhi harga premi.
  • Jenis industri perusahaan dan pekerjaan karyawan: Semakin tinggi risiko terjadinya kecelakaan akibat industri perusahaan atau jenis pekerjaan karyawan, maka semakin tinggi premi yang akan dikenakan. Sebab, karyawan yang bekerja di dalam ruangan dan bekerja di lapangan (misal, konstruksi, pertambangan, atau gas) tentu memiliki risiko kecelakaan yang berbeda.

Pembayaran premi asuransi karyawan dapat dilakukan melalui transfer bank. Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi karyawan tergantung pada kesepakatan antara perusahaan dan asuransi. Berikut beberapa pilihannya: 

  • Tahunan
  • Semester*
  • Kuartal*

*Syarat dan ketentuan berlaku

Dasar hukum asuransi karyawan mengacu pada beberapa undang-undang atau peraturan pemerintah. Berikut beberapa dasar hukum asuransi karyawan:

  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.
  • Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 152/PMK.010/2012 Tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian.
  • Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Sementara itu, bagi perusahaan yang mencari asuransi karyawan murah, perhatikan tips-tips berikut ini agar mendapatkan asuransi yang sesuai dengan keuangan perusahaan Anda.

1. Beli satu produk asuransi karyawan

Salah satu cara mendapatkan asuransi karyawan yang murah adalah membeli satu jenis produk asuransi. Misalnya saja asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau asuransi DPLK saja. Atau Anda juga bisa mempertimbangkan asuransi swasta yang bisa menutup kekurangan dari proteksi BPJS.

2. Bandingkan terlebih dahulu

Agar mendapatkan asuransi karyawan termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk asuransi karyawan yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah menghubungi tim Lifepal.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi online nomor satu yang menyediakan produk asuransi karyawan. Berbagai pilihan asuransi karyawan terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi karyawan untuk beberapa proteksi, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri, dan dana pensiun.

Berikut alasan mengapa harus memilih Lifepal sebagai teman andalan asuransi perusahaan Anda:

  • Memberikan ulasan objektif: Lifepal tidak memaksakan klien perusahaan untuk memilih suatu brand asuransi tertentu. Namun, Lifepal bekerja sama dengan seluruh asuransi terkemuka di Indonesia agar klien perusahaan dapat memilih jenis produk asuransi karyawan sesuai kebutuhan dan bujet.
  • Memastikan klien perusahaan mendapatkan harga terbaik di pasaran: Klien perusahaan bisa mendapatkan harga premi lebih murah hingga 50 persen dibandingkan membeli langsung ke asuransi. Lifepal telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi. Dengan demikian, Lifepal memiliki kesempatan untuk mendapatkan harga lebih murah sebab volume premi lebih besar.
  • Operational support dan complaint management: Lifepal membantu klien perusahaan dalam segala kendala terkait asuransi, mulai dari proses administrasi, klaim, dan situasi darurat lain. Sehingga klien perusahaan, dalam hal ini HRD, tidak perlu repot mengajukan komplain kepada pihak asuransi.
  • Membantu pengecekan ketentuan dalam polis: Lifepal akan membantu untuk mengecek ketentuan dalam polis sudah sesuai dengan permintaan dan kebutuhan asuransi klien perusahaan.
  • Laporan analisis terkait klaim, layanan, dan manfaat: Lifepal akan memberikan laporan terkait produk asuransi karyawan, mulai dari analisis klaim, layanan asuransi, kecukupan benefit atau manfaat, dan perbandingan manfaat. Sehingga pihak perusahaan, dalam hal ini HRD, dapat mengirimkan laporan ke pihak manajemen perusahaan dan segera mengambil keputusan strategis.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi karyawan). Agen asuransi karyawan adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi karyawan.

Sementara itu, broker asuransi karyawan merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi karyawan terbaik bagi perusahaannya.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi karyawan.

Lifepal merupakan broker asuransi terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi karyawan terbaik dengan premi murah melalui situs web Lifepal.co.id.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi karyawan:

  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Copayment: Copayment adalah biaya yang harus dibayarkan saat melakukan klaim tagihan pelayanan medis (pada umumnya 10 persen dari total tagihan pelayanan medis).
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan 
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara peserta asuransi (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku. 
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Pemegang Polis : Pihak sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi. Dalam hal Ini adalah perusahaan 
  • Peserta Asuransi: Karyawan beserta pasangan (suami/istri) dan anak yang didaftarkan oleh pemegang polis (dalam hal ini perusahaan) untuk menerima manfaat asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak peserta asuransi atau peserta asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Coordination of Benefit (COB): Sering disebut sebagai double claim, COB adalah proses dimana dua perusahaan asuransi menanggung peserta asuransi yang sama agar peserta asuransi bisa mendapatkan manfaat maksimal dari produk asuransi yang digunakan. Namun, total biaya yang akan dibayarkan tidak akan melebihi biaya perawatan medis yang ditagihkan.
  • Provider: Rumah sakit rekanan yang bekerja sama dengan asuransi.