• Promo_Page_syariah1 (FIX)

Asuransi Syariah Terbaik dan Termurah 2022

Dapatkan 10% DISKON Daftar sekarang untuk penawaran terbatas
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku
Cari Asuransi Semudah 1, 2, 3!
1
2
3
Isi formulir untuk melihat pilihan
Sesuai Profil & Kebutuhanmu
Konsultasi gratis melalui telepon
Dengan tim ahli, cukup 5 menit
Temukan asuransi terbaik
Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu

Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia 2022

Asuransi syariah adalah produk asuransi yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Cara kerja asuransi syariah sedikit berbeda dengan asuransi konvensional, dimana dalam produk produk asuransi syariah nasabah saling menanggung risiko satu sama lain (sharing risk) dengan menghibahkan sebagian dana kontribusi (premi) sebagai alat untuk menolong nasabah lain yang sedang tertimpa musibah. Sementara, peran pihak asuransi di sini adalah sebagai pemegang amanah dan pengelola dana kontribusi saja.

Untuk produk asuransi syariah terdiri atas asuransi jiwa syariah, asuransi kesehatan syariah, dan asuransi umum syariah (kerugian). Berikut rekomendasi asuransi syariah terbaik di Indonesia:

  • Asuransi Syariah Takaful Keluarga
  • Asuransi FWD life Syariah
  • Asuransi Al Amin
  • Asuransi JMA Syariah
  • Asuransi Allianz Syariah
  • Asuransi Prudential Syariah
  • Asuransi AIA Syariah

Pengertian Asuransi Syariah

Definisi asuransi syariah adalah sebuah proteksi atau perlindungan yang dikelola sesuai syariat Islam dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Di Indonesia, produk asuransi syariah terdiri atas asuransi jiwa, kesehatan, dan umum (kerugian). Berikut beberapa asuransi syariah pengertian atau pendapat dari para ahli dan Undang-Undang:

1. Pengertian asuransi syariah menurut Wahbah az-Zuhaili

Dikutip dari buku Bank dan Asuransi Islam di Indonesia, Az-Zuhaili mendefinisikan penjelasan tentang asuransi syariah adalah gabungan dari dua bentuk kata yaitu at-ta’min at-ta’awuni dan at-ta’min bi qist sabit.

At-ta’min at-ta’awuni berarti asuransi tolong-menolong. Secara lengkap, asuransi syariah adalah kesepakatan sejumlah orang untuk membayar sejumlah uang sebagai ganti rugi ketika salah seorang di antara mereka mendapat kemudharatan atau kesusahan.

At-ta’min bi qist sabit berarti asuransi dengan pembagian tetap. Secara lengkap artinya akad Asuransi Syariah yang mewajibkan seseorang membayar sejumlah uang kepada pihak asuransi yang terdiri atas beberapa pemegang saham dengan perjanjian apabila peserta asuransi mendapat kecelakaan atau musibah, maka diberikan ganti rugi.

2. Pemahaman asuransi syariah menurut alim ulama

Para ulama memahami pengertian asuransi syariah adalah sebuah sistem ta’awun dan tadhamun yang bertujuan menutupi kerugian akibat peristiwa atau musibah. Tugas ini dibagikan kepada kelompok tertanggung, dengan cara memberikan pengganti kepada orang yang tertimpa musibah. Pengganti tersebut diambil dari kumpulan premi-premi mereka.

3. Pengertian asuransi syariah menurut Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

Lembaga Islam di Indonesia telah mengeluarkan fatwa No.21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum asuransi syariah, dan mendefinisikan sebagai usaha saling melindungi serta tolong-menolong antara sejumlah orang / pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

4. Pengertian asuransi syariah menurut UU No. 40 Tahun 2014

Menurut UU Asuransi Syariah tepatnya UU No.40 Tahun 2014, Asuransi ini didefinisikan sebagai kumpulan perjanjian yang terdiri antara perusahaan asuransi, pemegang polis, dan para pemegang polis, dalam rangka pengelolaan kontribusi berdasarkan prinsip syariah guna saling menolong dan melindungi atas risiko atau musibah yang menimpa pemegang polis.

Dalam asuransi ini diberlakukan juga sistem antara para peserta. Sistem asuransi syariah ini nantinya yang akan mengatur kontribusi/premi apakah dihibahkan seluruh atau sebagian untuk membayar klaim ketika ada peserta yang mengalami musibah.

Dengan kata lain, peranan perusahaan asuransi adalah pengelola dana operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima.

Tujuan Asuransi Syariah

Jika asuransi konvensional bertujuan mencari laba atau keuntungan maka untuk asuransi syariah sedikit berbeda. Tujuan asuransi syariah adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan perjuangan umat. Tentunya dengan mengemban beberapa misi, diantaranya adalah aqidah, misi ibadah, misi iqtishodi, dan misi keumatan.

Prinsip Asuransi Syariah

Tidak ada hanya berbeda dalam hal tujuan utamanya, ada berbagai ciri asuransi syariah dan produknya yang berbeda dengan asuransi konvensional. Berikut adalah prinsip asuransi syariah yang mengikuti syariat Islam:

1. Unsur tolong-menolong

Dalam asuransi syariah terdapat dana tabarru’ yang merupakan dana kumpulan premi (kontribusi) para peserta. Dana kontribusi tersebut dapat “dipinjamkan” ke peserta lain yang sedang membutuhkan. Dalam arti “pinjaman” ini sebagai klaim yang diperoleh peserta tersebut.

2. Dana tidak hangus

Pada asuransi konvensional, premi nasabah bisa hangus meski tidak ada klaim. Kecuali, terdapat fasilitas tertentu seperti no claim bonus. Namun, mekanisme kerja asuransi syariah dalam hal ini berbeda. Jika masa polis berakhir, maka setiap nasabah atau tertanggung berhak mendapatkan pembagian risiko dan keuntungan sebagai manfaat pengembalian premi.

3. Adanya akad

Akad atau perjanjian dalam asuransi syariah juga telah ditetapkan sesuai prinsip syariat Islam. Akad ini menjadi poin pertama dalam asuransi syariah, yaitu tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat untuk menghadapi risiko nasabah asuransi.

Terdapat tiga akad berdasarkan hukum asuransi syariah yakni:

  • Akad Tijarah yaitu semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  • Akad Tabarru’ yaitu semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  • Akad Wakalah bil Ujrah yang memberikan wewenang kepada penyedia asuransi dalam mengelola dana proteksi atau investasi milik nasabah.

4. Alokasi dana investasi sesuai syariat Islam

Baik itu investasi peserta unit link ataupun investasi yang dilakukan perusahaan, harus sejalan dengan syariat. Adapun syarat investasi yang sesuai syariat adalah halal, tidak haram, tidak mengandung unsur riba, dan tidak mengandung unsur penipuan. Sederhananya, tidak boleh melanggar hukum asuransi syariah.

Keuntungan dan Manfaat Asuransi Syariah

Prinsip asuransi syariah dijalankan dengan sistem tolong menolong. Itu artinya tidak mencari keuntungan dari besaran premi asuransi syariah yang dibayarkan oleh nasabah. Sehingga ada banyak keuntungan dan manfaat yang akan diperoleh. Berikut manfaat dan keuntungan asuransi syariah selengkapnya.

1. Bebas iuran dasar

Manfaat asuransi syariah yang akan langsung terlihat adalah bebas iuran dasar. Keuntungan asuransi syariah ini akan langsung didapatkan ketika tertanggung mengalami cacat total akibat sakit atau kecelakaan.

2. Manfaat tidak berubah meskipun telat bayar dana kontribusi

Meskipun nasabah telat membayar dana kontribusi karena sesuatu hal, maka manfaat pertanggungan tidak berubah dan berjalan seperti seharusnya. Manfaat ini tentunya berbeda dengan asuransi konvensional yang tidak membolehkan nasabahnya telat bayar premi.

3. Keuntungan akan dibagi secara adil

Manfaat asuransi syariah lainnya adalah keuntungan akan dibagi secara adil untuk nasabah. Hal ini sesuai dengan sistem asuransi syariah.

4. Manfaat wakaf

Manfaat wakaf juga menjadi salah satu dari keuntungan asuransi syariah. Sehingga beberapa produk asuransi syariah juga memungkinkan nasabahnya ikut berpartisipasi dalam kebaikan.

Dasar Hukum Asuransi Syariah

Hukum asuransi syariah adalah payung hukum dan pedoman untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi nasabah. Berikut ini dasar hukum asuransi syariah di Indonesia:

Hukum asuransi syariah dalam Al Quran dan hadits

Hukum asuransi syariah dalam Al Quran dan hadits adalah sebagai berikut:

  • Surat Al Maidah 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
  • Surat An Nisa 9: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka.”
  • HR Muslim dari Abu Hurairah: “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat.”

Dasar hukum menurut fatwa MUI

Asuransi syariah hadir sebagai solusi atas risiko tidak terduga yang menimpa seseorang. Untuk meyakinkan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, MUI mengeluarkan beberapa fatwa yang menghalalkan asuransi syariah.

Beberapa fatwa MUI yang mempertegas kehalalan asuransi syariah adalah:

  • Fatwa No 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah
  • Fatwa No 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah
  • Fatwa No 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah
  • Fatwa No 53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada Asuransi Syariah

Dasar hukum dari Peraturan Menteri Keuangan

Peraturan Menteri Keuangan menjadi payung hukum penyelenggaraan Asuransi Syariah Indonesia. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah.

Adapun beberapa ketegasan dasar hukum dari Pemerintah ini bisa dilihat di BAB I, Pasal I nomor 1 hingga 3, yaitu:

  • Pasal 1 Nomor 1: Asuransi berdasarkan prinsip Syariah adalah usaha saling tolong-menolong (ta’awuni) dan melindungi (takafuli) di antara para nasabah melalui pembentukan kumpulan dana (tabbaru’) yang dikelola dengan prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu.
  • Pasal 1 Nomor 2: Perusahaan adalah perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi yang menyelenggarakan seluruh atau sebagian usahanya berdasarkan prinsip syariah.
  • Pasal 1 Nomor 3: Nasabah adalah orang atau badan yang menjadi nasabah program asuransi dengan prinsip Syariah, atau perusahaan asuransi yang menjadi nasabah reasuransi dengan prinsip syariah.

Jenis Asuransi Syariah di Indonesia

Jenis jenis asuransi syariah terdiri atas asuransi mobil syariah, asuransi kesehatan syariah, dan asuransi jiwa syariah. Masing-masing jenis asuransi syariah serupa dengan asuransi konvensional. Berikut ini jenis-jenis asuransi syariah terbaik  yang ada di Indonesia:

1. Asuransi mobil syariah

Asuransi kendaraan bermotor syariah maupun mobil syariah memberikan manfaat ganti rugi atas risiko kerusakan mobil, seperti baret, penyok, hilang, hingga kerusakan yang tidak disengaja lainnya. Pengelolaan dana asuransi syariah kendaraan ini mengikuti syariat Islam. Beberapa produk asuransi mobil syariah terbaik di Indonesia mencakup Asuransi ACA Syariah, Asuransi Simas Syariah, Asuransi Astra Buana Syariah, dan masih banyak lagi.

Penasaran ingin melakukan perhitungan biaya premi mobil kesayangan Anda? Yuk, lakukan simulasi perhitungan menggunakan kalkulator asuransi mobil Lifepal berikut ini!

2. Asuransi kesehatan syariah

Asuransi kesehatan syariah memberikan manfaat berupa pertanggungan biaya perawatan kesehatan dengan pengelolaan dana sesuai syariat Islam. Beberapa pilihan asuransi kesehatan syariah terbaik di Indonesia adalah Asuransi FWD Syariah, Asuransi Prudential Syariah, Asuransi Sinarmas MSIG Life Syariah, dan masih banyak asuransi syariah kesehatan terbaik lainnya.

Lihat ulasan dan rekomendasi asuransi kesehatan syariah selengkapnya!

3. Asuransi jiwa syariah

Asuransi jiwa syariah memberikan manfaat berupa santunan meninggal dunia akibat atau cacat tetap total kepada ahli waris atau keluarga sesuai prinsip syariah. Saat ini ada banyak pilihan asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia, seperti Asuransi Takaful Keluarga, Asuransi Al Amin, Asuransi JMA Syariah, Asuransi Syariah Prudential, dan masih banyak lagi.

Lihat ulasan dan rekomendasi asuransi jiwa syariah selengkapnya!

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sudah menonton video perbedaan asuransi syariah dan konvensional tapi masih bingung ketika membandingkannya? Berikut ini adalah beberapa faktor yang pada dasarnya menjadi perbedaan asuransi syariah dan konvensional:

PerbedaanAsuransi SyariahAsuransi Konvensional
Pengelolaan risikoSaling tolong, saling menjamin, dan bekerja sama lewat kontribusi dana hibah (premi). Prinsipnya berbagi risiko antara perusahaan asuransi dan peserta.Sistem yang berlaku adalah transfer of risk. Risiko yang dialami pemegang polis atau tertanggung dibebankan kepada perusahaan asuransi.
Pengelolaan danaPengelolaan dana bersifat transparan dan penggunaannya untuk kebaikan pemegang polis.Pengelolaan dana bersifat tertutup dan perusahaan yang menentukan jumlah premi dan biaya lain. Keuntungan hanya dinikmati perusahaan asuransi.
Sistem perjanjianPerjanjian dalam asuransi syariah disebut akad asuransi syariah berdasarkan sistem syariah.Dalam asuransi konvensional, perjanjian asuransi seperti perjanjian jual-beli.
Kepemilikan danaDana dimiliki bersama oleh pemegang polis. Perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana.Dana dari premi yang dibayar tertanggung dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan asuransi. Perusahaan bertindak penuh sebagai pengelola untuk mengalokasikan dana.
Pembagian keuntunganKeuntungan dibagikan kepada semua peserta asuransi (pemegang polis).Seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan asuransi.
Kewajiban zakatPerusahaan mewajibkan peserta membayar zakat dengan jumlah sesuai besaran keuntungan yang diperoleh perusahaan.Tidak ada ketentuan terkait zakat.
PengawasanPengawasan dilakukan DPS yang dibentuk DSN dari MUI. Pengawasan termasuk alokasi dana dan investasi yang harus halal. Pengawasan juga dilakukan OJK.Pengawasan hanya dilakukan OJK dan tidak ada kewajiban halal dalam pengelolaannya.
Dana hangusAda klaim atau tidak ada pengembalian dana sesuai dengan prinsip bagi hasil termasuk bagi risiko.Hanya produk asuransi konvensional tertentu yang memberikan pengembalian dana (premi). Seperti asuransi jiwa seumur hidup yang hangus jika tertanggung hidup hingga usia 99 tahun
Instrumen investasiInvestasi tidak bisa dilakukan pada kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah seperti mengandung riba, perjudian, unsur suap, hingga haram.Tidak ada ketentuan syariah, hanya mengutamakan keuntungan sebesar-besarnya.
Klaim dan layananPeserta bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap untuk semua anggota keluarga dengan premi yang lebih ringan dalam satu polis karena kontribusinya dinilai lebih besar. Memungkinkan klaim ganda dengan asuransi lain yang dimiliki tertanggung.Klaim ganda tersedia pada asuransi konvensional. Namun, tidak semua perusahaan asuransi konvensional memberikan premi murah untuk polis keluarga.

Kontribusi Asuransi Syariah

Premi asuransi syariah disebut dengan dana kontribusi atau dana tabarru’. Dana tabarru adalah sistem sharing of risk, yang artinya menghibahkan sebagian maupun seluruh kontribusi nasabah untuk membayar klaim.

Jadi, nantinya ketika nasabah melakukan klaim suatu kejadian maka akan diberikan dana tabarru’. Untuk itulah ketika Anda membeli produk-produk asuransi syariah akan ditentukan syarat kontribusi setiap bulan sesuai ketentuan. Bukan merupakan pembayaran premi seperti asuransi konvensional pada umumnya.

Tentang Pengelolaan Dana Tabarru

Dalam Asuransi Syariah tidak ada istilah premi, adanya adalah dana kontribusi atau tabarru’. Untuk pengelolaan dana sendiri biasanya pihak asuransi akan melakukan beberapa hal. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang pengelolaan dana tabarru,

1. Investasi dana berdasarkan akad kerjasama (Akad Mudharabah)

Karena Syariah menjalankan prinsip tolong menolong maka sistem pengelolaan kerjasama berdasarkan akad mudharabah. Hasil investasi dari dana ini tentunya akan digunakan untuk mengatur besarnya keuntungan.

2. Mengadakan sistem ta’awuin

Sistem Ta’awuin menjadi salah satu pengelolaan dana asuransi syariah. Sistem ini adalah gotong royong dan tolong menolong, dimana antar nasabah saling memberikan kontribusi untuk memikul risiko. Jadi, jika Anda nasabah lain yang tertimpa musibah akan mengedepankan sistem tolong menolong.

3. Dana tabarru tidak diambil oleh perusahaan asuransi

Sistem pengelolaan dana yang menjadikan perbedaan asuransi syariah dengan konvensional adalah pihak asuransi tidak berhak atas dana tabarru. Jadi, karena sistemnya tolong menolong maka akan ada dana ujrah yang didapatkan perusahaan asuransi. Dana ujrah merupakan upah atau fee yang disepakati untuk diberikan kepada perusahaan asuransi syariah karena sudah mengelola dana tabarru.

Cara Klaim Asuransi Syariah

Klaim asuransi syariah sebenarnya hampir sama dengan asuransi konvensional. Pada asuransi syariah, sejak akad (perjanjian awal asuransi) pemegang polis telah diberitahukan mengenai sumber dana klaim yaitu dana tabarru’ yang merupakan kumpulan kontribusi (premi) para peserta asuransi.

Klaim adalah hak semua peserta yang tertimpa musibah. Itu sebabnya, wajib bagi pengelola melakukan proses klaim secara cepat dan tepat. Hal ini dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 20/DSN-MUI/IX/2001.

Pedoman umum klaim asuransi syariah
  • Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian
  • Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan
  • Klaim atas akad tija’rah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya
  • Klaim atas akad tabarru’ merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad

Jenis Klaim Asuransi Syariah

Berdasarkan Fatwa MUI di atas, terdapat empat jenis jenis asuransi syariah klaim. Berikut penjelasan singkat mengenai jenis klaim asuransi syariah!

1. Klaim kontrak habis

Klaim kontrak habis adalah klaim yang dilakukan ketika masa asuransi berakhir. Perusahaan akan memberikan santunan kepada peserta yang telah menyelesaikan kontrak (akad) dalam pembayaran premi.

2. Klaim kesehatan

Klaim kesehatan adalah klaim yang dilakukan perusahaan kepada tertanggung atau pemegang polis yang mengalami sakit. Klaim akan memberikan santunan untuk rawat inap, pembedahan, obat-obatan, hingga biaya perawatan lain sesuai akad yang disepakati.

3. Klaim kecelakaan

Klaim kecelakaan diberikan kepada peserta yang mengalami kecelakaan. Klaim ini termasuk pemberian santunan meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan, serta kerusakan pada kendaraan.

4. Klaim meninggal

Klaim meninggal adalah pemberian santunan meninggal dunia atau uang pertanggungan (UP) jiwa kepada keluarga atau ahli waris dengan besar santunan sesuai akad. Ahli waris tidak hanya mendapatkan santunan sesuai dengan akad yang dijanjikan, tetapi juga berhak mendapatkan tabungan peserta dan hasil keuntungan dari investasi (dengan catatan peserta memiliki akad mudharabah yang menyediakan manfaat tabungan atau investasi).

Tips Memilih Asuransi Syariah Terbaik dan Termurah

Memilih asuransi syariah yang murah dan terbaik harus melalui banyak pertimbangan. Untuk itu berikut tips memilih asuransi syariah terbaik dan termurah yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

1. Pilih polis asuransi sesuai kebutuhan dan manfaat

Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli polis asuransi syariah adalah pilihlah sesuai kebutuhan keluarga. Sebab ada banyak produk asuransi syariah terbaik mulai dari kesehatan, umum, jiwa dan lain-lain. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda dengan membaca manfaat pertanggungan asuransi tersebut.

2. Bandingkan dulu polis asuransi syariah sebelum membelinya

Setiap produk asuransi memiliki kelebihan dan keunggulan. Jangan sampai Anda membeli produk asuransi syariah murah tanpa memperhatikan manfaat pertanggungannya. Untuk itu bandikan dulu polis yang Anda inginkan dari perusahaan satu dan perusahaan lainnya untuk mengetahui keunggulan asuransi syariah tersebut.

Hal ini akan sangat membantu Anda untuk mendapatkan harga akad (premi) termurah tapi manfaat polis lengkap. Melalui Lifepal Anda bisa membandingkan polis dari berbagai perusahaan asuransi syariah di Indonesia dengan mudah ketika mengisi fomulir berikut ini!

3. Pastikan terdaftar resmi dan diawasi regulator

Hal terpenting yang juga wajib menjadi pertimbangan adalah pastikan perusahaan tersebut memiliki payung hukum resmi. Perusahaan asuransi syariah terbaik di Indonesia biasanya sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain asuransi syariah OJK tentunya juga diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah).

Pengawasan oleh DPS tersebut akan memberikan rasa nyaman pada Anda, sebab perusahaan sudah resmi mengelola keuangan bebas riba. Jadi, Anda bisa tenang ketika membeli produk asuransi tersebut.

4. Pilihlah asuransi yang memiliki rekanan RS dan bengkel luas

Perusahaan asuransi syariah terbaik biasanya akan bekerjasama dengan bengkel maupun rumah sakit. Itulah sebabnya sebelum membeli pastikan Anda mencari tahu lebih dulu jumlah rekanan bengkel maupun rumah sakit brand asuransi syariah tersebut.

Sebab jika sudah bekerjasama dengan banyak bengkel dan RS tentu akan membantu memudahkan Anda jika terjadi kerusakan mobil, harus rawat inap dan lain-lain.

5. Pilih perusahaan asuransi dengan kredibilitas terpercaya

Kredibilitas bukan cuma brand-nya terkenal saja, tetapi juga terpercaya soal pelayanannya dan sebisa mungkin minim komplain. Jadi, Anda harus mencari informasi mendetail sebelum membeli asuransi tersebut.

Pertanyaan Mengenai Asuransi Syariah di Indonesia

Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan calon nasabah terkait asuransi syariah. Baik itu premi, klaim sampai dengan pilihan asuransi syariah terbaik di Indonesia.

Apa itu asuransi syariah menurut para ahli?

Berikut ini beberapa pengertian asuransi syariah dalam Islam dari beberapa sumber, termasuk UU tentang asuransi syariah, yaitu UU No.40 Tahun 2014.

  1. Wahbah az-Zuhaili

Dikutip dari buku Bank dan Asuransi Islam di Indonesia, Az-Zuhaili mendefinisikan pengertian asuransi dalam Islam ada dua bentuk yaitu at-ta’min at-ta’awuni dan at-ta’min bi qist sa’bit.

At-ta’min at-ta’awuni berarti asuransi tolong-menolong. Secara lengkap, asuransi syariah adalah kesepakatan sejumlah orang untuk membayar sejumlah uang sebagai ganti rugi ketika salah seorang di antara mereka mendapat kemudharatan atau kesusahan.

At-ta’min bi qist sabit berarti asuransi dengan pembagian tetap. Secara lengkap artinya akad asuransi syariah yang mewajibkan seseorang membayar sejumlah uang kepada pihak asuransi yang terdiri atas beberapa pemegang saham dengan perjanjian apabila peserta asuransi mendapat kecelakaan atau musibah, maka diberikan ganti rugi.

  1. Pemahaman Alim Ulama

Pengertian asuransi dalam Islam yang dipahami oleh para ulama adalah sebuah sistem ta’awun dan tadhamun yang bertujuan menutupi kerugian peristiwa-peristiwa atau musibah-musibah. Tugas ini dibagikan kepada kelompok tertanggung, dengan cara memberikan pengganti kepada orang yang tertimpa musibah. Pengganti tersebut diambil dari kumpulan premi-premi mereka.

  1. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

Lembaga Islam di Indonesia ini mengeluarkan fatwa No.21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum asuransi syariah, dan mendefinisikan asuransi sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong antara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

  1. UU No. 40 Tahun 2014

Asuransi syariah adalah kumpulan perjanjian yang terdiri atas perjanjian antara perusahaan asuransi syariah, pemegang polis, dan perjanjian antara para pemegang polis, dalam rangka pengelolaan kontribusi berdasarkan prinsip syariah guna saling menolong dan melindungi atas risiko atau musibah yang menimpa pemegang polis.

Apa perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional?

Perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional bisa dilihat dari berbagai macam sisi. Mulai dari pengelolaan dana, pembagian keuntungan, pengawasan dan lain-lain. Anda bisa tab pengertian untuk mengetahui tabel perbedaan antara asuransi syariah vs Konvensional.

Apa saja akad asuransi syariah?

Dalam asuransi syariah menggunakan akad lebih dari 2 jenis akad syariah asuransi. Jenis-jenis akad asuransi syariah adalah Akad Tijarah, Akad Tabarru’, dan Akad Wakalah bil Ujrah

Apa saja produk Asuransi Reliance Syariah?

Produk Asuransi Reliance Syariah cukup beragam. Beberapa produk pilihan Asuransi Reliance Syariah diantaranya adalah asuransi pembiayaan syariah, asuransi pembiayaan umrah, dan asuransi perjalanan umrah. Silakan tab polis Asuransi Reliance Syariah untuk mendapatkan detail manfaat pertanggungan tiap produknya.

Contoh asuransi syariah di Indonesia

Ada berbagai contoh asuransi syariah di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan berbagai produk-produk asuransi syariah yang dijalankan atas prinsip syariat Islam. Berikut contoh perusahaan asuransi syariah di Indonesia.

  • Asuransi Syariah Takaful Keluarga
  • Asuransi FWD life Syariah
  • Asuransi Al Amin
  • Asuransi JMA Syariah
  • Asuransi Syariah Allianz
  • Asuransi Prudential Syariah
  • Asuransi AIA Syariah
Apa saja produk Asuransi Jasindo Syariah?

Jasindo Syariah menjadi salah satu pilihan lembaga asuransi syariah di Indonesia yang bisa jadi pilihan. Contoh produk Asuransi Jasindo Syariah yang bisa dijadikan pilihan adalah asuransi mobil, asuransi kecelakaan, asuransi kebakaran, asuransi cargo, asuransi mikro, dan lain-lain.

Apa definisi asuransi syariah dalam bahasa Arab?

Dalam bahasa Arab asuransi syariah adalah Takaful. Takaful merupakan konsep asuransi syariah berlandaskan syariat Islam. Prinsipnya secara umum adalah untuk memberikan kompensasi atas suatu kerugian finansial yang diterima seseorang atau suatu musibah tertentu.

Apa itu wakaf asuransi syariah?

Wakaf asuransi syariah menurut fatwa adalah sebuah fitur produk dalam asuransi syariah. Fitur ini dilakukan dengan niat berbagai manfaat asuransi. Misalnya saja berupa santunan maupun dana investasi untuk diwakafkan yang berasal dari asuransi.

Apa fungsi asuransi syariah?

Fungsi dari asuransi syariah sebenarnya sangat bagus. Selain sistem pengelolaan bebas riba, fungsi asuransi syariah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan perjuangan umat. Selain itu terdapat juga sebuah misi ibadah, keumatan, aqidah maupun iqtishodi.

Apakah asuransi syariah haram atau halal?

Berdasarkan beberapa fatwa yang dikeluarkan MUI, asuransi syariah halal ketika menjalankannya atas dasar tolong menolong. Beberapa fatwa MUI tentang asuransi syariah adalah sebagai berikut ini.

  • Fatwa No 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah
  • Fatwa No 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah
  • Fatwa No 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah
  • Fatwa No 53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada Asuransi Syariah
Apakah asuransi Syariah termasuk riba?

Berdasarkan fatwa asuransi syariah dari MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, produk ini dinyatakan halal selama memenuhi semua persyaratan dan ketentuan umum yang dicantumkan dalam fatwa. Artinya, asuransi syariah halal dan asuransi syariah bukan termasuk riba selama memenuhi ketentuan umum yaitu:

  • Asuransi Syariah (Ta-min, Takaful, atau Tadhamun) sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau dana yang memberikan pola pengembalian berupa klaim untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariat.
  • Akad yang sesuai dengan syariat dalam poin pertama adalah tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat untuk menghadapi risiko nasabah asuransi.
  • Akad tijarah yaitu semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  • Akad tabarru’ yaitu semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  • Premi yaitu kewajiban peserta memberikan sejumlah dana kepada perusahaan sesuai kesepakatan dalam akad.
  • Klaim adalah hak peserta yang wajib diberikan kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad
Bagaimana asuransi syariah mendapatkan keuntungan?

Dalam mengelola asuransi syariah, perusahaan asuransi akan menetapkan sejumlah biaya (ujrah) yang disepakati oleh semua pihak pada awal kontrak/ ­akad. Sementara, jika kita bicara tentang asuransi jiwa unit link syariah, sebagian dana peserta yang dialokasikan untuk investasi akan dimasukkan dalam instrumen investasi syariah yang pasti dijamin kehalalannya.

Untuk pemilihan saham misalnya, saham yang dipilih adalah saham perusahaan yang bisnisnya tidak berkaitan dengan perjudian, minuman beralkohol, atau sesuatu yang mengandung riba (bunga), seperti perbankan konvensional. Belum lagi, untuk pengesahan setiap produk syariah harus melalui uji dan persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Dengan ketatnya pemilihan produk investasi, sistem kerja yang lebih terbuka, dan juga pengawasannya, bisa dipastikan produk produk asuransi syariah terjamin kehalalannya.

Adakah asuransi syariah covid-19?

Di tengah pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona, sejumlah asuransi jiwa dan kesehatan memberikan jaminan bagi nasabah yang terkena Covid-19. Anda yang mau berjaga-jaga di situasi saat ini bisa memilih beberapa perusahaan asuransi yang telah menjamin biaya perawatan hingga santunan tunai jika nasabah positif Covid-19.

Apa saja contoh lembaga asuransi syariah di Indonesia?

Ada berbagai perusahaan atau lembaga asuransi syariah di Indonesia yang bisa dijadikan pilihan. Untuk itu berikut beberapa contoh lembaga asuransi syariah di Indonesia yang bisa jadi pilihan:

Bagaimana sejarah asuransi syariah di Indonesia?

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia menjadi salah satu pasar besar bagi industri jasa keuangan berunsur syariat, termasuk proteksi. Namun, untuk diterima Muslim Indonesia cukup sulit. Kenapa? Karena polemik seperti penjelasan sebelumnya mengenai riba dan haram dalam kategori tersebut.

Sebagian orang berpendapat bahwa memiliki asuransi baik jiwa, kesehatan, ataupun umum (kerugian), berarti menjaminkan keselamatan kepada perusahaan dan tidak memercayai Tuhan. Karena itu, proteksi ini masih diragukan sebagian Muslim Indonesia.

Dalam sejarah asuransi syariah guna melihat polemik dan keraguan atas kehalalan tersebut, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengeluarkan keputusan/nasihat yang disebut fatwa. Melalui fatwa Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, perusahaan asuransi ganti rugi prinsip syariah ini dinyatakan halal selama memenuhi semua persyaratan dan ketentuan umum yang dicantumkan dalam fatwa.

Sementara itu, pengamat ekonomi syariat M Syakir mengakui beberapa kalangan masih menilai proteksi syariat ini haram. Dia menilai, kalangan yang beranggapan demikian hanya menggunakan referensi jadul, sehingga tidak mengikuti perubahan.

Syakir menuturkan, konsep syariat terdiri atas sekumpulan orang yang ingin saling membantu, saling melindungi, saling menjamin dan bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana. Berdasarkan konsep tersebut, Syakir percaya bahwa polis yang telah memenuhi fatwa MUI tidak haram ataupun mengandung unsur riba.

Terlepas dari polemik haram-halal, tujuh tahun sebelum fatwa diterbitkan, tonggak sejarah asuransi syariah hadir di Indonesia telah dimulai melalui pendirian PT Syarikat Takaful Indonesia (Asuransi Takaful), tepatnya pada 24 Februari 1994. Takaful menjadi perusahaan asuransi syariat pertama di Tanah Air.

Sejak itu, perusahaan konvensional mulai melirik produk ini karena pangsa pasar yang begitu luas. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Katadata, terdapat 263,92 juta jiwa penduduk Indonesia beragama Islam pada 2020. Tentunya, jumlah ini bukan nominal sedikit jika membandingkan dengan masyarakat Indonesia yang telah terproteksi tidak sampai 2 persen berdasarkan informasi Kompas pada 2018.

Apa saja produk Asuransi Bumiputera Syariah?

Asuransi Bumiputera Syariah memiliki beberapa pilihan produk yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah. Beberapa produk Asuransi Bumiputera Syariah antara lain asuransi jiwa, asuransi unit link, asuransi pendidikan, asuransi jiwa karyawan dan bancassurance.

Apa itu Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia?

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) adalah perkumpulan perusahaan – perusahaan asuransi syariah dan reasuransi syariah Indonesia. Alamat AASI adalah Graha AASI, Jl. Jatinegara Timur II Nomor No.4, RT.13/RW.11, Rw. Bunga, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Bagaimana dasar hukum syariah dalam Al Quran dan Hadits?

Dasar hukum asuransi syariah tercatat dalam hadis dan ayat dalam Al Quran. Berikut ini adalah Al Quran dan hadis tentang asuransi syariah yaitu:

  • Al Maidah 2: “Dan tolong-menolonglah Anda dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
  • An Nisaa 9: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka.”
  • HR Muslim dari Abu Hurairah: “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat.”
Bagaimana dasar hukum syariah menurut fatwa MUI?

Dasar hukum asuransi syariah justru hadir sebagai solusi dari anggapan bahwa esensi asuransi bertentangan dengan syariat agama dan prinsip-prinsip di dalam agama itu sendiri. Itu sebabnya mulai 2001, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa asuransi syariah secara sah diperbolehkan dalam ajaran Islam.

Beberapa fatwa MUI yang mempertegas kehalalan asuransi syariah adalah:

  • Fatwa No 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.
  • Fatwa No 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah
  • Fatwa No 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah
  • Fatwa No 53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada Asuransi Syariah.
Bagaimana dasar hukum syariah dari pemerintah?

Asuransi syariah juga sudah diatur operasional dan keberadaannya melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah.

Adapun beberapa ketegasan dasar hukum asuransi syariah dari Pemerintah ini bisa dilihat di BAB I, Pasal I nomor 1 hingga 3, yaitu:

  • Pasal 1 Nomor 1: Asuransi berdasarkan prinsip Syariah adalah usaha saling tolong-menolong (ta’awuni) dan melindungi (takafuli) di antara para nasabah melalui pembentukan kumpulan dana (tabbaru’) yang dikelola dengan prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu.
  • Pasal 1 Nomor 2: Perusahaan adalah perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi yang menyelenggarakan seluruh atau sebagian usahanya berdasarkan prinsip syariah.
  • Pasal 1 Nomor 3: Nasabah adalah orang atau badan yang menjadi nasabah program asuransi dengan prinsip Syariah, atau perusahaan asuransi yang menjadi nasabah reasuransi dengan prinsip syariah.
Apa itu surplus underwriting dalam asuransi syariah?
Surplus Underwriting adalah selisih lebih (positif) dari pengelolaan risiko underwriting dana Tabarru yang telah dikurangi oleh pembayaran santunan, reasuransi, dan cadangan teknis, yang dikalkulasi dalam satu periode tertentu. Biasanya pada prinsip underwriting asuransi syariah, kelebihan  dana tersebut akan dibagikan secara rata kepada semua nasabah.
Apa itu asuransi kesehatan syariah cashless?

Asuransi kesehatan syariah cashless adalah metode dimana perusahaan asuransi akan memberikan kartu anggota yang bisa berfungsi sebagai jaminan ketika nasabahnya ingin mendapatkan perawatan rumah sakit. Jadi, nasabah hanya perlu menunjukan kartu peserta polis pada rumah sakit rekanan perusahaan untuk mendapatkan perawatan tanpa mengeluarkan biaya lebih dulu.

Mengapa asuransi jiwa membantu sistem kesejahteraan masyarakat?

Asuransi jiwa membantu sistem kesejahteraan masyarakat karena memberikan rasa tenang kepada nasabahnya karena tekanan terhadap risiko finansial yang mungkin terjadi di kemudian hari ketika pencari nafkah meninggal dunia. Sehingga dengan adanya asuransi jiwa keluarga yang ditinggalkan bisa terproteksi secara finansial. Sebab, ketika tertanggung mengalami risiko tertentu ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan sesuai ketentuan dalam polis.

Apa saja produk Asuransi Chubb Syariah?

Asuransi Chubb Syariah memiliki beberapa pilihan produk yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Produk yang ditawarkan Asuransi Chubb Syariah mulai dari  asuransi mobil, asuransi kecelakaan diri, asuransi perjalanan, dan masih banyak lagi. Silakan tab polis Asuransi Chubb Syariah Indonesia untuk detail manfaat pertanggungan tiap produknya.

Bagaimana laporan keuangan asuransi syariah bisa dikatakan baik?

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 72/POJK.05/2016, tentang kesehatan keuangan perusahaan asuransi syariah minimum rasio solvabilitas atau RBC dalam laporan keuangan asuransi syariah adalah 120 persen. Artinya, jika Anda melihat laporan tahunan asuransi syariah rasio RBC nya berada di bawah 120 persen, maka kesehatan keuangan perusahaan tersebut dinyatakan kurang sehat.

Untuk itu ketika ingin membeli produk produk asuransi syariah terbaik perhatian laporan keuangan dari perusahaan tersebut agar tidak salah memilihnya.

Istilah-istilah dalam asuransi syariah

Ada beberapa istilah dalam produk jaminan berbasis syariat ini. Tentu istilah berikut tidak terlepas dari Bahasa Arab sehingga perlu dijelaskan maknanya agar bisa dipahami oleh semua peserta atau penerima manfaat.

  • Akadadalah perjanjian antara dua belah pihak yang mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing yang bersifat mengikat dan memiliki konsekuensi hukum jika tidak dijalankan atau dilanggar. Akad dilakukan antara penerima manfaat (peserta) dan perusahaan.
  • Akad mudharabah adalah perjanjian antara pihak pertama sebagai pemilik modal (shahibul maal) kemudian mempercayakan modal tersebut untuk dikelola oleh pihak kedua (mudharib) dengan perjanjian di awal. Modal sepenuhnya berasal dari pihak pertama sedangkan pihak kedua tidak menanamkan modal sama sekali hanya mengandalkan keahlian yang tidak dimiliki oleh pihak pertama.
  • Akad musyarakah adalah perjanjian antara pihak pertama dengan pihak kedua dengan modal yang berasal dari kedua belah pihak dengan perjanjian pembagian keuntungan atau kerugian berdasarkan seberapa besar porsi kontribusinya.
  • Akad mudharabah musytarakah adalah gabungan antara akad mudharabah dan musyarakah di mana modal berasal dari satu pemilik modal. Perbedaannya adalah kerugian yang terjadi hanya ditanggung oleh pemilik modal. Namun jika dalam perjalanan waktu bisnis yang dijalankan menguntungkan maka, pengelola boleh menambah modal untuk mengembangkan usahanya dengan perjanjian keuntungan berdasarkan porsi kontribusi yang diberikan. 
  • Akad tijarah adalah perjanjian yang dilakukan untuk kepentingan mencari keuntungan.
  • Akad tabarru’adalah perjanjian hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta dengan tujuan untuk tolong menolong sesama dan tidak digunakan untuk tujuan investasi. Kumpulan dana dari para peserta asuransi ini dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dengan dana tabarru’
  • Wakalah bil ujrah adalah biaya administrasi pengelolaan dana yang dibebankan kepada peserta oleh pengelola (perusahaan). Pengelola tidak berhak mendapatkan bagian dari dana yang diinvestasikan jika menggunakan akad ini.
  • Kontribusiadalah istilah dalam proteksi syariat yang digunakan untuk menggantikan istilah premi peserta.
  • Qardhadalah pinjaman pengelola (perusahaan) dengan menggunakan dana tabarru’ saat terjadi defisit ketika ingin membayarkan santunan (klaim). Dana qard akan dikembalikan lagi oleh pengelola jika mengalami surplus dalam perhitungan underwriting di lain waktu.
  • Iuran tabarru’ adalah sebagian dana yang diambil dari kontribusi peserta asuransi. Dana ini nantinya digunakan untuk saling tolong menolong antar peserta asuransi yang mendapatkan musibah yang tidak diinginkan.
Chat Bantuan