Asuransi Syariah

Dapatkan Asuransi
Sesuai Kebutuhan dan
Anggaran Anda!

Perusahaan Asuransi Syariah

Berikut perusahaan asuransi terpercaya yang menyediakan asuransi syariah yang memberikan uang pertanggungan terbaik, nilai tunai, serta manfaat bagi tertanggung dan ahli waris.

Ulasan Tentang Asuransi Syariah

Pahami asuransi syariah lebih mendalam mulai dari fungsi dan manfaatnya, jenis, pertanggungan yang diberikan, metode penggantian biaya, cara klaim, hukum serta kelebihan dan kekurangannya sehingga Anda bisa memutuskan produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Asuransi syariah adalah proteksi yang dijalankan dengan prinsip syariah sesuai dengan ajaran agama Islam. Asuransi syariah memberikan proteksi dengan asas saling tolong menolong dengan mengumpulkan dana dari para penerima manfaat yang disebut juga dengan dana tabarru’. Jika terjadi risiko terhadap salah satu penerima manfaat, maka perusahaan asuransi syariah akan menggunakan dana tabarru’ untuk membantunya.

Dana tabarru’ adalah dana yang dikumpulkan dari semua penerima manfaat yang membayarkan premi setiap bulan atau dalam waktu satu tahun sekaligus. 

Dana tabarru’ dapat dikelola oleh perusahaan asuransi syariah dengan catatan tidak boleh diinvestasikan pada usaha-usaha syubhat (samar-samar kehalalannya) apalagi barang haram.

Para penerima manfaat tidak akan mendapatkan pengembalian tunai seperti halnya dalam perusahaan asuransi konvensional setelah masa kontrak berakhir. Dana tabarru’ dianggap sebagai dana hibah (pemberian) yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama.

Asuransi syariah memiliki landasan berupa akad yang menjadikannya berbeda dengan produk-produk asuransi konvensional. Akad ini pun telah diatur sesuai ketentuan dari Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Untuk memahami fungsi dan manfaat asuransi syariah harus dilihat dari sudut pandang prinsip tolong-menolong.

1. Fungsi asuransi syariah 

Fungsi asuransi syariah khususnya terasa bagi masyarakat secara keseluruhan. Berikut beberapa fungsi asuransi syariah yang bisa dirasakan masyarakat (baik umat Muslim dan bukan) serta kepada diri sendiri.

  • Asuransi syariah menerapkan prinsip tolong-menolong yang disebut dengan dana tabarru’ sehingga kontribusi (premi) yang disetorkan tidak akan ada pengembalian tunai.  Inilah salah satu perbedaan antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah.
  • Salah satu prinsip asuransi syariah adalah saling membantu satu sama lain jika penerima manfaat atau tertanggung menghadapi musibah. Untuk tujuan itulah asuransi berfungsi mengumpulkan dana dari para penerima manfaat atau tertanggung.
  • Asuransi syariah menerapkan sistem sharing of risk atau pembagian risiko. Sistem ini berbeda dengan dengan asuransi konvensional dengan mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung.
  • Asuransi syariah juga berfungsi sebagai pengendali risiko jika sewaktu-waktu tanpa diduga terjadi hal yang tidak diinginkan. Pada saat itulah asuransi berfungsi sebagai pengendali risiko terhadap kemungkinan kerugian yang akan terjadi. 

2. Manfaat asuransi syariah

Selain fungsi, asuransi syariah juga menghadirkan manfaat tersendiri bagi orang pribadi. Berikut manfaat asuransi syariah yang bisa menjadi pertimbangan penting saat memilih asuransi.

  • Dengan memiliki asuransi syariah, penerima manfaat akan lebih tentram dan tidak dipusingkan lagi dengan berbagai persiapan dana jika terjadi risiko seperti kesehatan atau kecelakaan. 
  • Penerima manfaat asuransi syariah akan mendapatkan proteksi sesuai dengan kontribusi yang dibayarkannya baik untuk kesehatan maupun proteksi nilai hidup seseorang atau asuransi jiwa syariah.
  • Dengan mengikuti asuransi syariah, akan memberikan rasa aman kepada peserta ataupun penerima manfaat, sesuai dengan kontribusi yang diberikan yaitu berupa uang pertanggungan dengan nilai yang cukup besar.
  • Premi atau kontribusi asuransi syariah relatif lebih rendah dibandingkan dengan asuransi konvensional sehingga lebih terjangkau bagi semua kalangan.

Sebagian besar produk-produk asuransi syariah menawarkan pertanggungan yang sama dengan produk-produk asuransi konvensional. Meski begitu, asuransi syariah diterapkan dengan sistem kerja yang berbeda sesuai dengan ketentuan syariah di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Produk asuransi syariah pun bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Adapun beberapa jenis yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi syariah pada dasarnya hanya ada dua jenis, yaitu asuransi jiwa dan asuransi kerugian

  • Asuransi jiwa memberikan proteksi terhadap nilai hidup seseorang. Produk asuransi jiwa syariah tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa konvensional yang memberikan manfaat uang pertanggungan sesuai dengan tujuan atau kebutuhannya. Kontribusi mulai dari Rp200 ribuan dengan uang pertanggungan hingga Rp50 jutaan jika terjadi risiko kematian. 
  • Asuransi kerugian pada dasarnya memberikan perlindungan terhadap risiko kerugian finansial yang ditimbulkan akibat kejadian yang tidak terduga. Objek yang diasuransikan adalah objek benda berupa aset berharga seperti rumah, kantor, tempat usaha, gedung, kendaraan bermotor, ekspedisi, hingga proyek bangunan tertentu.

Pertanggungan asuransi syariah adalah manfaat yang akan diterima oleh penerima manfaat atau tertanggung. Adapun manfaat pertanggungan asuransi syariah yang akan diperoleh bergantung pada jenis asuransi syariah yang Anda pilih.

1. Pertanggungan asuransi jiwa syariah

Pertanggungan yang diberikan untuk asuransi jiwa berupa uang pertanggungan dengan besaran yang sudah disepakati sesuai dengan kontribusi yang dibayarkan. 

Uang pertanggungan dapat dialokasikan untuk kepentingan tertentu seperti dana pendidikan anak hingga lulus jenjang perguruan tinggi atau menjamin keberlangsungan keluarga tertanggung setelah ditinggalkan. 

2. Pertanggungan asuransi jiwa kesehatan

Pertanggungan asuransi jiwa untuk produk proteksi kesehatan adalah dalam bentuk perawatan. Mulai dari perawatan kesehatan di rumah sakit, rawat jalan, obat-obatan, dan penggantian uang berupa santunan tunai.

3. Pertanggungan asuransi kerugian syariah

Pertanggungan yang diberikan dalam asuransi kerugian syariah berupa nilai tunai terhadap risiko yang terjadi pada objek yang ditanggung. Besarannya sesuai dengan kesepakatan di awal dan sesuai dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku.

Metode Penggantian Biaya Asuransi Syariah

Metode penggantian biaya asuransi syariah adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Nah, sama halnya dengan asuransi konvensional, terdapat tiga metode penggantian biaya asuransi syariah.

1. Cashless

Metode penggantian dengan cara cashless adalah metode penggantian dengan memberikan kartu asuransi kepada peserta asuransi. Nantinya, peserta asuransi hanya perlu menggesekkan kartu asuransi tersebut untuk mendapatkan pelayanan tertentu. Biasanya metode penggantian asuransi cashless digunakan pada produk asuransi kesehatan. 

2. Reimbursement

Metode penggantian secara reimbursement adalah metode penggantian dana setelah proses klaim dari peserta asuransi. Jadi, peserta asuransi perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun perbaikan tertentu. Metode penggantian secara reimbursement biasanya digunakan pada produk asuransi kesehatan dan asuransi kendaraan, baik asuransi motor atau mobil.

3. Metode santunan tunai

Metode penggantian santunan tunai merupakan metode penggantian asuransi dengan cara memberikan uang tunai. Baik secara sekaligus (lump sum), berkala, atau gabungan keduanya. Biasanya metode penggantian dengan uang pertanggungan seperti ini berlaku pada jenis asuransi jiwa, asuransi kerugian, dan asuransi kecelakaan diri.

Cara klaim asuransi tergantung pada jenis asuransi yang Anda gunakan. Akan tetapi, cara klaim asuransi secara umum terbagi menjadi dua cara, yaitu:

1. Cashless

Peserta asuransi membawa kartu saat di rumah sakit/klinik → Gesek kartu → Rumah sakit mengkonfirmasi ke pihak perusahaan asuransi → Peserta asuransi mendapatkan pelayanan medis.

2. Reimbursement

Peserta mengirimkan dokumen klaim → Datang langsung ke kantor perusahaan asuransi/Kurir/Lifepal → Perusahaan asuransi mengecek dokumen dan analisis → Pembayaran klaim → Selesai.

Khusus untuk prosedur klaim reimbursement, beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan, antara lain:

  • Polis asli
  • Mengunduh dan mengisi formulir klaim
  • Bukti general check-up
  • Surat keterangan dokter
  • Hasil laboratorium dan/atau radiologi
  • Kuitansi rumah sakit asli
  • Surat keterangan polisi apabila dirawat karena kecelakaan
  • Khusus untuk asuransi kendaraan seperti asuransi mobil atau motor, tertanggung harus mengirimkan bukti pembayaran dari bengkel.

Pada dasarnya perhitungan premi asuransi syariah tidak berbeda jauh dengan perhitungan asuransi konvensional baik itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, ataupun asuransi kerugian.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi premi asuransi syariah pada jenis asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

  1. Usia dan jenis kelamin.
  2. Risiko jenis pekerjaan.
  3. Riwayat kesehatan penerima manfaat.
  4. Jumlah tertanggung.

Perhitungan keuntungan kontribusi yang dibayarkan menggunakan sistem bagi hasil (profit and loss sharing). Artinya jika mendapatkan keuntungan maupun kerugian, peserta dan perusahaan ikut menanggung bersama.

Perhitungan premi asuransi syariah pada dasarnya hanya ada dua jenis yaitu premi tabungan dan non tabungan. Premi tabungan maksudnya selain memiliki manfaat proteksi juga dapat dikembangkan sehingga memiliki manfaat nilai tunai lebih besar saat tidak ada klaim.

Sementara premi non tabungan mengacu pada dana kumpulan yang memang ditujukan untuk saling tolong menolong jika salah satu peserta mengalami kejadian yang tidak diharapkan.

Pembayaran kontribusi atau premi asuransi syariah sesuai dengan metode pembayaran yang disediakan. Adapun pembayaran yang disediakan oleh Lifepal saat Anda membeli asuransi syariah melalui situs Lifepal secara langsung yaitu:

  • Transfer melalui bank.
  • Pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.
  • Pembayaran dengan menggunakan Gopay.

Pada umumnya setiap perusahaan sudah memiliki metode pembayaran masing-masing. Untuk bancassurance bisa langsung dilakukan auto-debet dari rekening nasabah yang juga merupakan peserta asuransi sehingga alokasi premi bisa dipotong secara otomatis pada tanggal yang sudah ditentukan atau disetujui oleh peserta asuransi. 

Jika masih bingung atau mengalami kesulitan dalam pembayaran asuransi, Anda bisa menghubungi tim Lifepal. Kami akan membantu pembayaran premi asuransi syariah Anda hingga mendapatkan bukti pembayarannya secara jelas.

Produk asuransi syariah tidak bisa dimungkiri masih menjadi pro kontra di tengah masyarakat. Beberapa ulama berbeda pendapat dengan dalil dan alasannya masing-masing. 

Tetapi, dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah ditetapkan bahwa asuransi syariah merupakan usaha saling tolong menolong yang dijalankan sesuai dengan prinsip syariah.

Atas dasar itulah selama perusahaan asuransi menjalankan usahanya dengan prinsip syariah, hukumnya halal. Terlebih perusahaan syariah berada dalam pengawasan Dewan Pengawas Syariah yang memberikan rekomendasi serta persetujuan dalam setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan terutama dalam pengelolaan dana peserta asuransi.

Produk-produk asuransi yang berlandaskan ketentuan syariah tidak termasuk riba sebagaimana penerapan pertanggungan dan pembayaran premi asuransi berbeda dengan prosedur asuransi konvensional pada umumnya.

Hal ini pun telah terjamin berkat adanya perizinan dan pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Asuransi syariah memang masih memiliki market yang terbatas, apalagi kesadaran masyarakat dalam membeli asuransi masih rendah. Namun demikian, ada beberapa kelebihan asuransi syariah yang tidak dimiliki oleh asuransi konvensional. Berikut adalah ulasannya:

Kelebihan Asuransi Syariah

  • Bagi hasil lebih tinggi daripada asuransi konvensional. Bahkan nasabah bisa mendapatkan bagi hasil lebih besar hingga 70 persen dari modal yang diinvestasikan pada instrumen halal dan sesuai dengan prinsip syariat.
  • Perusahaan asuransi syariah dapat mengembalikan kontribusi peserta saat peserta berhenti atau sudah melunasi kontrak sesuai dengan jatuh temponya. Singkatnya kontribusi tidak akan hangus dan bisa dihibahkan atau diambil. 
  • Dana yang dikumpulkan oleh perusahaan asuransi syariah dapat diberikan kepada peserta yang terkena musibah sebagai dana abadi yang ditujukan untuk memberikan proteksi kepada seluruh peserta saat terjadi hal yang tidak diinginkan.
  • Asuransi syariah bersifat terbuka dan transparan sehingga instrumen investasi pun benar-benar diketahui alirannya agar dipastikan aman dan sesuai dengan prinsip syariat.
  • Prinsip bagi hasil artinya sama-sama untung. Pada saat mengalami kerugian pun tidak sepenuhnya hanya dibebankan kepada peserta tetapi juga perusahaan ikut menanggungnya.
  • Ada pengawasan ketat dari Dewan Pengawas Syariah sehingga semua keputusan perusahaan benar-benar dipastikan kehalalannya. 
  • Produk asuransi syariah tidak terbatas hanya untuk salah satu agama atau golongan saja. Asuransi syariah terbuka untuk siapapun dan bersifat netral seperti produk asuransi konvensional lainnya.
  • Asuransi syariah bisa dobel klaim untuk rawat inap sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam kontrak atau polis.

Kekurangan Asuransi Syariah

  • Asuransi syariah memiliki produk yang terbatas jika dibandingkan dengan asuransi konvensional.
  • Asuransi syariah tidak bisa mendapatkan keuntungan lebih besar karena instrumen investasi terbatas hanya pada jenis yang aman dan halal mengikuti prinsip syariat.
  • Instrumen investasi benar-benar dipastikan dalam koridor agama yang juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah sehingga secara ekonomi akan sulit untuk bersaing dengan asuransi konvensional.

Ada beberapa istilah dalam asuransi syariah. Tentu istilah ini tidak terlepas dari bahasa Arab sehingga perlu dijelaskan maknanya agar bisa dipahami oleh semua peserta atau penerima manfaat.

  • Akad adalah perjanjian antara dua belah pihak yang mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing yang bersifat mengikat dan memiliki konsekuensi hukum jika tidak dijalankan atau dilanggar. Akad dalam asuransi syariah dilakukan antara penerima manfaat (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi.
  • Akad mudharabah adalah perjanjian antara pihak pertama sebagai pemilik modal (shahibul amal) kemudian mempercayakan modal tersebut untuk dikelola oleh pihak kedua (mudharib) dengan perjanjian di awal. Modal sepenuhnya berasal dari pihak pertama sedangkan pihak kedua tidak menanamkan modal sama sekali hanya mengandalkan keahlian yang tidak dimiliki oleh pihak pertama.
  • Akad musyarakah adalah perjanjian antara pihak pertama dengan pihak kedua dengan modal yang berasal dari kedua belah pihak dengan perjanjian pembagian keuntungan atau kerugian berdasarkan seberapa besar porsi kontribusinya.
  • Akad mudharabah musytarakah adalah gabungan antara akad mudharabah dan musyarakah di mana modal berasal dari satu pemilik modal. Perbedaannya adalah kerugian yang terjadi hanya ditanggung oleh pemilik modal. Namun jika dalam perjalanan waktu bisnis yang dijalankan menguntungkan maka, pengelola boleh menambah modal untuk mengembangkan usahanya dengan perjanjian keuntungan berdasarkan porsi kontribusi yang diberikan. 
  • Akad tijarah adalah perjanjian yang dilakukan untuk kepentingan mencari keuntungan.
  • Akad tabarru’ adalah perjanjian hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta dengan tujuan untuk tolong menolong sesama dan tidak digunakan untuk tujuan investasi. Kumpulan dana dari para peserta asuransi syariah ini dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dengan dana tabarru’
  • Wakalah bil ujrah adalah biaya administrasi pengelolaan dana yang dibebankan kepada peserta oleh pengelola (perusahaan asuransi syariah). Pengelola tidak berhak mendapatkan bagian dari dana yang diinvestasikan jika menggunakan akad ini.
  • Kontribusi adalah istilah dalam asuransi syariah yang digunakan untuk menggantikan istilah premi peserta asuransi.
  • Qard adalah pinjaman pengelola (perusahaan asuransi) dengan menggunakan dana tabarru’ saat terjadi defisit ketika ingin membayarkan santunan (klaim). Dana qard akan dikembalikan lagi oleh pengelola jika mengalami surplus dalam perhitungan underwriting di lain waktu.

Iuran tabarru’ adalah sebagian dana yang diambil dari kontribusi peserta asuransi syariah. Dana ini nantinya digunakan untuk saling tolong menolong antar peserta asuransi yang mendapatkan musibah yang tidak diinginkan.

Memilih dan Membeli Asuransi Syariah

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih dan membeli asuransi syariah bagi diri sendiri maupun keluarga.

Memilih asuransi syariah sebenarnya sederhana sekali. Poin utamanya adalah pastikan dulu apa kebutuhan Anda dan apa saja aset atau hal berharga yang perlu diberikan proteksi.

Poin-poin berikut ini bisa dijadikan panduan bagaimana cara memilih asuransi syariah yang benar sesuai dengan kebutuhan.

  • Identifikasi apa yang sebenarnya perlu Anda prioritaskan. Ada beragam produk asuransi yang ditawarkan mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau asuransi kerugian. Tahap pertama, ada baiknya lebih memprioritaskan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa terlebih jika sudah berkeluarga. Setelah itu barulah memikirkan asuransi kerugian seperti asuransi kebakaran, asuransi kendaraan, asuransi perjalanan, dan lain sebagainya.
  • Pilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi syariah tepercaya terutama yang sudah mendapatkan izin dari OJK dan diawasi secara ketat oleh Dewan Pengawas Syariah MUI. Asuransi syariah tetap harus membutuhkan pengawas agar semua keputusan benar-benar dijalankan sesuai dengan koridor agama Islam sehingga benar-benar menentramkan bagi peserta.
  • Pahami beberapa produk asuransi syariah sehingga Anda bisa memutuskan mana yang paling penting untuk diprioritaskan. Ketahui juga akad asuransi syariah sehingga Anda bisa memahami apa risiko, kelebihan dan kekurangannya.
  • Sesuaikan premi dan pertanggungan yang diharapkan. Idealnya semakin besar premi atau kontribusi yang diberikan, semakin besar pula uang pertanggungan yang didapatkan saat mengalami kondisi yang tidak diharapkan.

Memilih asuransi syariah terbaik harus didasari dengan pemahaman tentang akad-akad yang digunakan. Dengan memahami akad tersebut, Anda bisa mengetahui mana saja produk yang cocok dan tidak cocok dengan kebutuhan Anda.

Berikut ini adalah beberapa poin penting yang bisa membantu Anda dalam memilih asuransi syariah terbaik 2019.

  • Pilihlah asuransi syariah yang menawarkan produk asuransi kesehatan syariah kumpulan sehingga premi yang dibayarkan lebih rendah tetapi memproteksi lebih banyak orang.
  • Pahami beberapa pengecualian yang diberikan oleh perusahaan asuransi syariah sehingga Anda bisa menyeleksinya. Hal ini berkaitan dengan pre-existing condition atau kondisi kesehatan sebelum mengikuti asuransi. Maksudnya agar Anda benar-benar mendapatkan asuransi syariah yang mengcover semua yang Anda butuhkan tanpa harus menambah rider atau produk asuransi lainnya.
  • Pilihlah asuransi kesehatan atau jiwa murni yang benar-benar memberikan proteksi lebih baik sesuai dengan tujuan Anda berasuransi.
  • Pastikan bahwa perusahaan asuransi syariah benar-benar sudah mendapatkan lisensi dari Dewan Pengawas Syariah MUI demi terhindar dari riba dan investasi yang mengandung gharar (ketidakpastian), riba (bunga), maysir (perjudian), zulmu (penganiayaan), riswah (suap), dan terhindar dari maksiat.

Ada tiga hal pokok yang menjadi ukuran asuransi syariah yang baik dan bagus, yaitu:

  • Menawarkan uang pertanggungan yang memadai sehingga cukup untuk digunakan bagi penerima manfaat.
  • Menawarkan premi yang murah dan terjangkau. Calon peserta asuransi juga berperan dalam menentukan besaran premi. Pilihlah jenis asuransi murni atau asuransi tradisional yang tidak ditambahkan dengan keuntungan investasi maupun tabungan.
  • Proses pendaftaran dan klaim yang mudah menjadi salah satu ciri bahwa asuransi syariah baik dalam sisi pelayanan kepada para penerima manfaat.

Masyarakat yang baru mengenal asuransi tentu akan mencari asuransi syariah dengan premi murah agar tidak mengganggu pengeluaran bulanan.

Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang bagaimana cara mendapatkan asuransi syariah yang murah dan terjangkau.

  • Pilih asuransi kesehatan syariah perorangan jika belum berkeluarga. Jika ingin mendapatkan yang lebih murah lagi, Anda bisa memilih asuransi syariah keluarga murni tanpa tambahan (rider) apapun.
  • Jika ingin mendapatkan harga lebih murah Anda bisa memilih produk asuransi dengan metode pembayaran non cashless. Namun, meski mendapatkan premi yang murah, Anda akan direpotkan dengan proses reimbursement sehingga jika ingin berobat baik itu rawat inap maupun rawat jalan, harus menyediakan dana terlebih dahulu.
  • Kurangi manfaat dari beberapa layanan yang ditawarkan jika manfaat tersebut sudah didapatkan melalui asuransi sosial seperti BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan. Misalnya BPJS Kesehatan sudah menanggung biaya perawatan gigi per tahun. Dengan begitu Anda tidak perlu lagi menambah manfaat pada asuransi swasta yang dipilih. 
  • Bandingkan antara perusahaan asuransi syariah yang satu dengan yang lainnya utamanya untuk jenis produk yang sama.
  • Jika ingin mendapatkan premi yang lebih murah lagi, pilih asuransi kesehatan yang hanya memberikan proteksi terhadap rawat inap saja. Sehingga Anda tetap bisa mengandalkan BPJS Kesehatan untuk rawat jalan jika diperlukan.
  • Produk asuransi yang hanya mengcover rawat inap biasanya tetap memberikan proteksi jika penerima manfaat mengalami kecelakaan. Oleh karena itu pastikan bahwa manfaat seperti ini tetap didapatkan meski dengan premi yang murah tetapi tidak mengurangi manfaat yang bisa didapatkan.

Lifepal sebagai broker asuransi terdepan di Indonesia memberikan kemudahan kepada Anda untuk membeli dan memilih asuransi syariah yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Salah satu produk asuransi syariah yang disediakan oleh Lifepal adalah Takaful keluarga.

Beberapa pertanggungan asuransi syariah yang bisa Anda dapatkan dengan membeli langsung secara online, yaitu:

  • Asuransi jiwa dengan premi rendah mulai dari Rp200 ribuan dengan uang pertanggungan Rp50 juta jika terjadi kematian.
  • Asuransi kecelakaan dengan premi Rp60 ribuan dengan uang pertanggungan hingga Rp12 juta dengan masa perlindungan selama 1 (satu) tahun.

Lifepal merupakan agen dan broker asuransi syariah terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi syariah terbaik dan murah melalui situs Lifepal.co.id. 

Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan yang merupakan pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Perlu dibedakan antara penipuan dengan penolakan pada saat melakukan klaim asuransi syariah. Penipuan dalam asuransi syariah kerap kali bisa juga karena pemahaman yang kurang dari peserta asuransi tentang produk yang dibeli.

Peserta asuransi kerap tidak mempelajari polis asuransi dengan benar sehingga ketika terjadi klaim yang dibatalkan secara sepihak menyimpulkan bahwa asuransi melakukan penipuan. Padahal faktanya tidak seperti yang digambarkan.

Dari kasus tersebut, agar menghindari berbagai kesalahpahaman, peserta asuransi dapat meminjam dummy polis asuransi untuk mempelajari lebih banyak tentang produk, manfaat yang didapatkan, hingga pengecualian yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi syariah. 

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan masa free look period 14 hari sejak diterbitkannya polis asuransi. Jika dirasa ada yang tidak sesuai dengan polis atau kontrak yang dijanjikan, maka peserta asuransi berhak membatalkannya.

  • Kenali lagi apa kebutuhan Anda barulah sesuaikan dengan produk yang akan dibeli.
  • Bandingkan lagi produk asuransi yang ada antar perusahaan. Pertimbangkan baik dan buruknya untuk mendapatkan produk yang terbaik bagi kebutuhan Anda.
  • Pilih perusahaan asuransi syariah yang sudah terdaftar di OJK dan diawasi oleh DPS MUI. 
  • Pahami lagi akad, cara bagi hasil, dan sistem asuransi syariah dengan lebih mendalam.
  • Sesuaikan produk asuransi dengan uang pertanggungan dan rekanan rumah sakit terbaik di kota Anda, terutama yang paling dekat dengan domisili.