Asuransi Properti Terbaik Sesuai Anggaranmu

DISKON HINGGA 20% Temukan pilihan terbaik dari brand ternama, harga terjangkau!

+62

Pengertian Asuransi Properti

Asuransi properti adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko terjadinya kerugian atas aset properti yang Anda miliki.  Yaitu asuransi kepemilikan rumah dan properti berupa bangunan tinggi.

Cakupan pertanggungan asuransi properti adalah biaya penggantian atau perbaikan properti bila terkena bencana. Adapun bencana tersebut termasuk kebakaran, bencana alam (gempa bumi, tsunami), dan kerusuhan. 

Untuk bisa mendapatkan asuransi properti, Anda perlu membayar premi dan biaya asuransi. Nah, besaran premi tersebut bergantung pada produk yang Anda pilih dan beberapa faktor, di antaranya nilai properti, lokasi properti, jenis konstruksi, dan seberapa dekat dengan zona banjir.

Fungsi dan Manfaat Asuransi Properti

Apa yang membuat asuransi dibutuhkan? Manfaat asuransi properti akan membantu untuk mengganti kerugian dari risiko finansial akibat bencana. Berikut ini fungsi dan manfaat asuransi properti secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon nasabah:

  • Menjaga aset penting dengan nilai tinggi. Properti, baik dalam bisnis maupun hunian pribadi, merupakan aset bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan risiko yang dapat terjadi sejak dini, sebab dana yang Anda keluarkan tidak sedikit untuk membangun properti tersebut.
  • Mengurangi risiko kerugian finansial atas kerusakan properti yang dialami. Aset bernilai tinggi pasti memiliki biaya perbaikan yang tinggi pula. Kerugian dapat diminimalisasi bila memiliki asuransi properti, karena penanggung atau perusahaan asuransi yang akan mengganti biaya tersebut. 
  • Menjaga nilai properti. Apabila terjadi kerusakan pada properti akibat bencana, asuransi akan mengganti biaya renovasi. Dengan demikian, Anda bisa menjaga nilai properti tetap stabil dan bahkan meningkat dari tahun ke tahun.
  • Menghindari risiko tuntutan hukum. Asuransi properti bisa membuat Anda terhindar dari risiko tuntutan hukum bila ada korban yang terluka saat berada di dalam properti Anda. Ditambah lagi, asuransi properti akan menanggung biaya perawatan medis korban tersebut.
  • Minimalisasi risiko kehilangan tempat tinggal. Bencana alam bisa merusak properti hunian Anda dengan parah. Hal ini bila tidak dipersiapkan bisa membuat Anda kehilangan tempat tinggal. Ada baiknya menggunakan asuransi agar dana untuk memperbaiki properti lebih mudah. 

Setelah memerhatikan fungsi dan manfaat asuransi properti yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi properti terbaik dan berbagai prosedurnya.

Jenis-jenis Produk Asuransi Properti

Seperti halnya produk asuransi lain seperti asuransi kendaraan bermotor atau harta benda lain, terdapat jenis-jenis produk asuransi properti. Adapun jenis produk asuransi properti terbagi berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Objek Tertanggung

Asuransi properti dapat dibagi berdasarkan objek tertanggung, yaitu harta benda yang akan dijamin oleh perusahaan asuransi. 

  • Asuransi rumah

Asuransi rumah adalah asuransi properti yang umum, yaitu Anda membeli rumah dan mengasuransikannya. Perusahaan asuransi memiliki standar untuk jenis asuransi ini, yaitu melalui Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). 

PSAKI akan menjamin hal-hal yang terjadi pada rumah Anda, di antaranya risiko terkena petir, kebakaran, ledakan, asap, juga kecelakaan pesawat terbang. Apabila peserta asuransi ingin memperluas cakupan tanggungan, biasanya perusahaan asuransi menyediakan polis tambahan. 

Anda bisa membeli asuransi tambahan untuk menjamin sebab kerusakan lain, misalnya banjir, angin topan, longsor, atau kerusuhan. Selain itu, Anda juga bisa menjamin perabotan rumah seperti lemari, perhiasan, sofa, benda koleksi, dan lain-lain.

Perlu dicatat bahwa asuransi rumah tidak hanya menjamin hunian berbentuk rumah, tapi juga apartemen dan rumah susun. 

  • Asuransi bisnis

Asuransi bisnis memberikan perlindungan pada aset properti yang dimiliki oleh suatu bisnis, misalnya gedung kantor, mall, gudang, pabrik, atau toko. Pemegang polis bisa mengklaim asuransi apabila terjadi kerusuhan, kebakaran, banjir, pencurian, gempa, longsor, dan lain-lain.

2. Jenis Bisnis

Asuransi bisnis sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu asuransi properti nonindustri dan asuransi properti industri. Berikut perbedaan keduanya.

  • Asuransi properti nonindustri atau bukan industri besar

Asuransi properti nonindustri adalah produk asuransi yang bisa digunakan oleh bisnis non-industri, misalnya bisnis jasa. Polis yang digunakan untuk bisnis nonindustri adalah Property All Risk, dengan objek pertanggungan gedung kantor, sekolah, rumah sakit, dan lain-lain.

  • Asuransi properti industri

Asuransi properti industri adalah produk asuransi yang bisa digunakan oleh bisnis skala industri, misalnya produsen makanan, pakaian, hingga perabot rumah. Polis yang digunakan untuk bisnis industri adalah Industrial All Risk dengan objek pertanggungan seperti gudang, pabrik, atau mal. 

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Properti

Memiliki asuransi properti menghadirkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Yuk, simak kelebihan maupun kekurangan mendaftar asuransi properti.

Kelebihan memiliki asuransi properti

  • Premi asuransi properti cukup murah (hanya ratusan ribu hingga jutaan per tahun) jika dibandingkan dengan harga membangun kembali properti dengan biaya sendiri. 
  • Untuk asuransi properti bisnis, kerugian besar akibat bencana tidak akan mengacaukan cash flow perusahaan dan meminimalisasi kerugian.
  • Risiko kehilangan tempat tinggal dan harta benda lainnya diminimalisasi karena mendapatkan uang penggantian bila terjadi kebakaran. 

Kekurangan memiliki asuransi properti

  • Proses pengajuan klaim cukup panjang, di mana harus menunggu proses penelitian polis dan klaim terlebih dahulu sebelum pencairan uang pertanggungan. 
  • Ada banyak dokumen yang perlu dilengkapi pada saat pengajuan klaim dan melibatkan banyak lembaga seperti kepolisian dan BMKG, sehingga cukup repot untuk mengurusnya. 
  • Tertanggung perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai konstruksi agar bisa melakukan negosiasi maksimal saat pengajuan klaim.

Kriteria Asuransi Properti yang Bagus dan Tepercaya

Asuransi properti yang bagus mengacu pada poin-poin berikut yang bisa menjadi pertimbangan:

1. Rekam jejak dan reputasi yang baik

Asuransi properti yang bagus datang dari perusahaan asuransi yang memiliki rekam jejak dan reputasi yang baik. Hal tersebut menandakan bahwa perusahaan memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya. Contoh, Anda bisa mempertimbangkan asuransi properti Allianz, asuransi properti Sinarmas, atau dari perusahaan asuransi ternama lain.

2. Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau.

3. Prosedur klaim jelas

Sebelum menyetujui polis, pastikan pihak penanggung menyertakan prosedur klaim secara jelas. Jangan sampai sudah terjadi kerugian, Anda kesulitan untuk mengajukan klaim.

Pertanggungan asuransi properti terdiri dari pelayanan yang diterima dan digunakan oleh peserta asuransi. Pada dasarnya, asuransi properti menjamin keamanan dan keselamatan properti Anda.

Pertanggungan asuransi properti di antaranya biaya untuk perbaikan kerusakan properti akibat bencana alam, misalnya banjir, longsor, gempa bumi, angin topan, gunung meletus. Selain itu, juga kerugian properti akibat tindak kejahatan.

Biasanya, perusahaan asuransi menawarkan asuransi properti tambahan bila Anda ingin melindungi harta benda di dalam properti, misalnya perhiasan atau barang hobi. Untuk asuransi properti bisnis, Anda bisa menambahkan perlindungan kerusakan di bangunan pemasok dan perlindungan aset perusahaan lainnya.

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Nah, dalam asuransi properti biasanya metode penggantian tersebut dilakukan melalui pemberian uang pertanggungan, atau bisa disebut pemberian santunan.

Jadi, apabila terjadi hal-hal yang menyebabkan klaim, perusahaan asuransi akan mengirimkan dana dengan nominal sesuai kesepakatan dalam polis kepada tertanggung. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperbaiki properti yang rusak. 

Sebelum memilih asuransi properti, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi properti membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung. 

Apabila Anda ingin mengajukan klaim asuransi properti, ada serangkaian proses yang perlu dilalui. Hal ini penting untuk Anda cermati agar proses klaim berjalan lancar.

Pertama, tertanggung harus melaporkan klaim sesegera mungkin kepada perusahaan asuransi dengan waktu maksimal seminggu setelah terjadi kerugian. Kedua, tertanggung perlu melengkapi dokumen maksimal dua minggu setelah terjadi kerugian. 

Adapun dokumen yang perlu disiapkan, antara lain:

  1. Formulir klaim yang sudah diisi dan ditandatangani tertanggung.
  2. Detail kronologi kejadian penyebab kerugian.
  3. Laporan keterangan dari kepolisian untuk kasus akibat perilaku kriminal.
  4. Fotokopi tagihan untuk memperbaiki objek yang dipertanggungkan (dalam hal ini aset properti), atau bisa juga estimasi biaya perbaikan oleh pekerja kontraktor yang Anda tunjuk untuk melakukan perbaikan.
  5. Analisis secara teknis oleh teknisi terhadap objek yang dipertanggungkan untuk mengetahui penyebab kerusakan atau kerugian.
  6. Fotokopi kuitansi untuk pembelian objek yang dipertanggungkan.
  7. Foto dokumentasi dari kerusakan pada objek yang dipertanggungkan.
  8. Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) apabila kerusakan yang terjadi akibat akibat bencana alam.
  9. Fotokopi pencatatan stok.
  10. Dokumen pendukung klaim lainnya. 

Setelah menyerahkan dokumen, pihak penanggung akan melakukan penelitian polis Anda; mengecek status premi sudah dibayarkan dan polis masih berlaku. Selanjutnya, penanggung atau perusahaan asuransi meneliti kebenaran klaim yang Anda buat dengan melakukan estimasi nominal penggantian kerugian.

Setelah itu, penanggung akan menunjuk loss adjuster (penilai kerugian) apabila nominal klaim yang terjadi cukup besar. Anda akan mendapat hasil penelitian klaim dan mendapat kesempatan untuk melakukan negosiasi bila hasilnya kurang memuaskan, setelah itu loss adjuster akan melakukan penilaian ulang.

Apabila sudah sepakat dengan nominalnya, pihak asuransi memproses pencairan klaim dan dana akan segera dikirim ke rekening tertanggung.

Perhitungan premi asuransi properti mengacu pada beberapa faktor berikut.

1. Intensitas properti dihuni

Intensitas properti dihuni menunjukkan seberapa sering pemilik rumah tinggal di rumah yang diasuransikan. Apabila rumah yang diasuransikan sering ditinggali, kemungkinan terjadi perampokan dan kerusakan lebih rendah dibandingkan yang jarang dihuni. 

2. Lokasi dan keadaan lingkungan sekitar properti

Lokasi menentukan kemungkinan terjadinya bencana atau kerusuhan. Sementara itu, lingkungan juga memengaruhi besar potensi terjadinya tindak kejahatan. Misalnya, rumah yang berada di kawasan kumuh bisa jadi dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan rumah dengan kawasan aman.

3. Sejarah kejadian perampokan 

Begitu juga dengan riwayat kejadian perampokan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon properti tanggungan dengan  sejarah perampokan biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

4. Nilai properti

Nilai properti tentu memengaruhi besaran uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan pihak penanggung. Oleh sebab itu, tentu premi disesuaikan dengan uang pertanggungan tersebut. Semakin tinggi nilai properti, maka semakin besar pula nominal premi yang dikenakan. 

5. Sejarah banjir

Asuransi properti menjamin kerugian akibat banjir. Oleh sebab itu, sejarah kejadian banjir pada calon properti yang akan ditanggung menjadi pertimbangan dalam menentukan premi. Semakin sering sebuah properti terkena banjir atau properti berada di zona dekat banjir, tentu premi akan semakin besar. 

6. Kualitas bangunan

Kualitas bangunan terdiri dari kualitas bahan, konstruksi, dan ketahanan bangunan terhadap gempa dan kebakaran. Tentunya properti yang memiliki material bagus dan bangunan yang kuat akan dikenakan premi yang lebih rendah. 

7. Jenis dan barang yang diasuransikan

Selain menjamin properti, asuransi properti tambahan juga bisa menjamin harta benda di dalamnya. Jenis harta benda tersebut bisa menjadi penentu nilai premi.

 

Selain menggunakan faktor tersebut, perusahaan asuransi menghitung premi dari angka nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali properti apabila terkena musibah. Untuk menghitung premi, nilai pertanggungan ini tinggal dikalikan dengan suku premi. Suku premi adalah tingkat yang dipakai oleh perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan lain, biasanya dalam satuan persen. 

Misalnya, Anda memiliki rumah dengan nilai Rp 500 juta (nilai bangunan dan isinya) dengan rate perusahaan asuransi sebesar 0,2180 persen. Untuk mendapatkan harga premi, Anda tinggal mengalikan keduanya, dengan begitu besaran yang harus Anda bayar setiap tahunnya adalah sebesar Rp 1.090.000.

Pembayaran premi asuransi properti dapat dilakukan melalui media berikut ini. Tergantung pada perusahaan asuransi properti yang Anda pilih. Sila pilih yang paling nyaman dan mudah bagi Anda.

  • Transfer bank
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi
  • Autodebet rekening atau kartu kredit

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi properti tergantung pada kesepakatan polis. Untuk asuransi properti, biasanya menggunakan pembayaran sekali setahun.

Dasar hukum asuransi properti mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi properti terbaik di Indonesia bagi diri sendiri maupun keluarga atau perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi properti yang bagus

Asuransi properti yang bagus berarti asuransi properti yang menyediakan perlindungan yang dibutuhkan, mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Selain itu, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak memberatkan.

2. Beli asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan

Memilih asuransi properti yang cocok juga harus mempertimbangkan premi. Jika memang ada asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan, mengapa tidak?

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang satu dengan yang lain.

Sementara itu, bagi calon peserta asuransi yang mencari asuransi properti murah, cobalah beberapa tips berikut:

1. Sesuaikan manfaat yang ditawarkan dengan kebutuhan

Setiap produk asuransi menawarkan manfaat yang bervariasi. Perhatikan manfaat tersebut, lalu bandingkan apakah sesuai dengan kebutuhan Anda, atau hanya sekadar ingin? Pilih produk dengan manfaat yang benar-benar Anda butuhkan.

2. Bandingkan terlebih dahulu

Agar mendapatkan asuransi properti termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal.

Membeli asuransi properti secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga dapat lebih leluasa memilih asuransi properti sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang juga menyediakan produk asuransi properti. Berbagai pilihan asuransi properti terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi properti gratis untuk beberapa proteksi.

Salah satu rahasia mengapa asuransi properti online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi properti). Agen asuransi properti adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi properti.

Sementara itu, broker asuransi properti merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi properti. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi properti.

Lifepal merupakan broker asuransi properti terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi properti:

  • Agen properti: Pihak yang menjembatani pihak penjual dan pembeli sebuah objek properti.
  • Akta jual beli (AJB): Surat keterangan yang menunjukkan bahwa kepemilikan properti sudah berpindah tangan akibat kegiatan jual beli.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Bubble property: Kondisi meningkatnya harga properti pada suatu kawasan.
  • Developer: Perusahaan yang membangun area atau kawasan properti yang bisa berupa perumahan atau kawasan perkantoran.
  • Kelayakan menggunakan bangunan (KMB): Izin dari pemerintah daerah kepada bangunan yang baru dibangun, biasanya diterapkan pada gedung tinggi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Koefisien dasar bangunan (KDB): Persentase perbandingan luas lahan yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Koefisien lantai bangunan (KLB): Persentase perbandingan luas lantai yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tungu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Identitas warga negara yang berkaitan dengan kewajibannya untuk membayar pajak.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Site plan (rencana tapak):  Gambar berbentuk dua dimensi yang menggambarkan rancangan pembangunan pada sebuah areal lahan secara rinci dan mendetail.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
Informasi Umum

Pengertian Asuransi Properti

Asuransi properti adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko terjadinya kerugian atas aset properti yang Anda miliki.  Yaitu asuransi kepemilikan rumah dan properti berupa bangunan tinggi.

Cakupan pertanggungan asuransi properti adalah biaya penggantian atau perbaikan properti bila terkena bencana. Adapun bencana tersebut termasuk kebakaran, bencana alam (gempa bumi, tsunami), dan kerusuhan. 

Untuk bisa mendapatkan asuransi properti, Anda perlu membayar premi dan biaya asuransi. Nah, besaran premi tersebut bergantung pada produk yang Anda pilih dan beberapa faktor, di antaranya nilai properti, lokasi properti, jenis konstruksi, dan seberapa dekat dengan zona banjir.

Fungsi dan Manfaat Asuransi Properti

Apa yang membuat asuransi dibutuhkan? Manfaat asuransi properti akan membantu untuk mengganti kerugian dari risiko finansial akibat bencana. Berikut ini fungsi dan manfaat asuransi properti secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon nasabah:

  • Menjaga aset penting dengan nilai tinggi. Properti, baik dalam bisnis maupun hunian pribadi, merupakan aset bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan risiko yang dapat terjadi sejak dini, sebab dana yang Anda keluarkan tidak sedikit untuk membangun properti tersebut.
  • Mengurangi risiko kerugian finansial atas kerusakan properti yang dialami. Aset bernilai tinggi pasti memiliki biaya perbaikan yang tinggi pula. Kerugian dapat diminimalisasi bila memiliki asuransi properti, karena penanggung atau perusahaan asuransi yang akan mengganti biaya tersebut. 
  • Menjaga nilai properti. Apabila terjadi kerusakan pada properti akibat bencana, asuransi akan mengganti biaya renovasi. Dengan demikian, Anda bisa menjaga nilai properti tetap stabil dan bahkan meningkat dari tahun ke tahun.
  • Menghindari risiko tuntutan hukum. Asuransi properti bisa membuat Anda terhindar dari risiko tuntutan hukum bila ada korban yang terluka saat berada di dalam properti Anda. Ditambah lagi, asuransi properti akan menanggung biaya perawatan medis korban tersebut.
  • Minimalisasi risiko kehilangan tempat tinggal. Bencana alam bisa merusak properti hunian Anda dengan parah. Hal ini bila tidak dipersiapkan bisa membuat Anda kehilangan tempat tinggal. Ada baiknya menggunakan asuransi agar dana untuk memperbaiki properti lebih mudah. 

Setelah memerhatikan fungsi dan manfaat asuransi properti yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi properti terbaik dan berbagai prosedurnya.

Jenis-jenis Produk Asuransi Properti

Seperti halnya produk asuransi lain seperti asuransi kendaraan bermotor atau harta benda lain, terdapat jenis-jenis produk asuransi properti. Adapun jenis produk asuransi properti terbagi berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Objek Tertanggung

Asuransi properti dapat dibagi berdasarkan objek tertanggung, yaitu harta benda yang akan dijamin oleh perusahaan asuransi. 

  • Asuransi rumah

Asuransi rumah adalah asuransi properti yang umum, yaitu Anda membeli rumah dan mengasuransikannya. Perusahaan asuransi memiliki standar untuk jenis asuransi ini, yaitu melalui Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). 

PSAKI akan menjamin hal-hal yang terjadi pada rumah Anda, di antaranya risiko terkena petir, kebakaran, ledakan, asap, juga kecelakaan pesawat terbang. Apabila peserta asuransi ingin memperluas cakupan tanggungan, biasanya perusahaan asuransi menyediakan polis tambahan. 

Anda bisa membeli asuransi tambahan untuk menjamin sebab kerusakan lain, misalnya banjir, angin topan, longsor, atau kerusuhan. Selain itu, Anda juga bisa menjamin perabotan rumah seperti lemari, perhiasan, sofa, benda koleksi, dan lain-lain.

Perlu dicatat bahwa asuransi rumah tidak hanya menjamin hunian berbentuk rumah, tapi juga apartemen dan rumah susun. 

  • Asuransi bisnis

Asuransi bisnis memberikan perlindungan pada aset properti yang dimiliki oleh suatu bisnis, misalnya gedung kantor, mall, gudang, pabrik, atau toko. Pemegang polis bisa mengklaim asuransi apabila terjadi kerusuhan, kebakaran, banjir, pencurian, gempa, longsor, dan lain-lain.

2. Jenis Bisnis

Asuransi bisnis sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu asuransi properti nonindustri dan asuransi properti industri. Berikut perbedaan keduanya.

  • Asuransi properti nonindustri atau bukan industri besar

Asuransi properti nonindustri adalah produk asuransi yang bisa digunakan oleh bisnis non-industri, misalnya bisnis jasa. Polis yang digunakan untuk bisnis nonindustri adalah Property All Risk, dengan objek pertanggungan gedung kantor, sekolah, rumah sakit, dan lain-lain.

  • Asuransi properti industri

Asuransi properti industri adalah produk asuransi yang bisa digunakan oleh bisnis skala industri, misalnya produsen makanan, pakaian, hingga perabot rumah. Polis yang digunakan untuk bisnis industri adalah Industrial All Risk dengan objek pertanggungan seperti gudang, pabrik, atau mal. 

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Properti

Memiliki asuransi properti menghadirkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Yuk, simak kelebihan maupun kekurangan mendaftar asuransi properti.

Kelebihan memiliki asuransi properti

  • Premi asuransi properti cukup murah (hanya ratusan ribu hingga jutaan per tahun) jika dibandingkan dengan harga membangun kembali properti dengan biaya sendiri. 
  • Untuk asuransi properti bisnis, kerugian besar akibat bencana tidak akan mengacaukan cash flow perusahaan dan meminimalisasi kerugian.
  • Risiko kehilangan tempat tinggal dan harta benda lainnya diminimalisasi karena mendapatkan uang penggantian bila terjadi kebakaran. 

Kekurangan memiliki asuransi properti

  • Proses pengajuan klaim cukup panjang, di mana harus menunggu proses penelitian polis dan klaim terlebih dahulu sebelum pencairan uang pertanggungan. 
  • Ada banyak dokumen yang perlu dilengkapi pada saat pengajuan klaim dan melibatkan banyak lembaga seperti kepolisian dan BMKG, sehingga cukup repot untuk mengurusnya. 
  • Tertanggung perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai konstruksi agar bisa melakukan negosiasi maksimal saat pengajuan klaim.

Kriteria Asuransi Properti yang Bagus dan Tepercaya

Asuransi properti yang bagus mengacu pada poin-poin berikut yang bisa menjadi pertimbangan:

1. Rekam jejak dan reputasi yang baik

Asuransi properti yang bagus datang dari perusahaan asuransi yang memiliki rekam jejak dan reputasi yang baik. Hal tersebut menandakan bahwa perusahaan memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya. Contoh, Anda bisa mempertimbangkan asuransi properti Allianz, asuransi properti Sinarmas, atau dari perusahaan asuransi ternama lain.

2. Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau.

3. Prosedur klaim jelas

Sebelum menyetujui polis, pastikan pihak penanggung menyertakan prosedur klaim secara jelas. Jangan sampai sudah terjadi kerugian, Anda kesulitan untuk mengajukan klaim.

Pilihan Terbaik
Tips & Pertanyaan

Pertanggungan asuransi properti terdiri dari pelayanan yang diterima dan digunakan oleh peserta asuransi. Pada dasarnya, asuransi properti menjamin keamanan dan keselamatan properti Anda.

Pertanggungan asuransi properti di antaranya biaya untuk perbaikan kerusakan properti akibat bencana alam, misalnya banjir, longsor, gempa bumi, angin topan, gunung meletus. Selain itu, juga kerugian properti akibat tindak kejahatan.

Biasanya, perusahaan asuransi menawarkan asuransi properti tambahan bila Anda ingin melindungi harta benda di dalam properti, misalnya perhiasan atau barang hobi. Untuk asuransi properti bisnis, Anda bisa menambahkan perlindungan kerusakan di bangunan pemasok dan perlindungan aset perusahaan lainnya.

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Nah, dalam asuransi properti biasanya metode penggantian tersebut dilakukan melalui pemberian uang pertanggungan, atau bisa disebut pemberian santunan.

Jadi, apabila terjadi hal-hal yang menyebabkan klaim, perusahaan asuransi akan mengirimkan dana dengan nominal sesuai kesepakatan dalam polis kepada tertanggung. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperbaiki properti yang rusak. 

Sebelum memilih asuransi properti, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi properti membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung. 

Apabila Anda ingin mengajukan klaim asuransi properti, ada serangkaian proses yang perlu dilalui. Hal ini penting untuk Anda cermati agar proses klaim berjalan lancar.

Pertama, tertanggung harus melaporkan klaim sesegera mungkin kepada perusahaan asuransi dengan waktu maksimal seminggu setelah terjadi kerugian. Kedua, tertanggung perlu melengkapi dokumen maksimal dua minggu setelah terjadi kerugian. 

Adapun dokumen yang perlu disiapkan, antara lain:

  1. Formulir klaim yang sudah diisi dan ditandatangani tertanggung.
  2. Detail kronologi kejadian penyebab kerugian.
  3. Laporan keterangan dari kepolisian untuk kasus akibat perilaku kriminal.
  4. Fotokopi tagihan untuk memperbaiki objek yang dipertanggungkan (dalam hal ini aset properti), atau bisa juga estimasi biaya perbaikan oleh pekerja kontraktor yang Anda tunjuk untuk melakukan perbaikan.
  5. Analisis secara teknis oleh teknisi terhadap objek yang dipertanggungkan untuk mengetahui penyebab kerusakan atau kerugian.
  6. Fotokopi kuitansi untuk pembelian objek yang dipertanggungkan.
  7. Foto dokumentasi dari kerusakan pada objek yang dipertanggungkan.
  8. Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) apabila kerusakan yang terjadi akibat akibat bencana alam.
  9. Fotokopi pencatatan stok.
  10. Dokumen pendukung klaim lainnya. 

Setelah menyerahkan dokumen, pihak penanggung akan melakukan penelitian polis Anda; mengecek status premi sudah dibayarkan dan polis masih berlaku. Selanjutnya, penanggung atau perusahaan asuransi meneliti kebenaran klaim yang Anda buat dengan melakukan estimasi nominal penggantian kerugian.

Setelah itu, penanggung akan menunjuk loss adjuster (penilai kerugian) apabila nominal klaim yang terjadi cukup besar. Anda akan mendapat hasil penelitian klaim dan mendapat kesempatan untuk melakukan negosiasi bila hasilnya kurang memuaskan, setelah itu loss adjuster akan melakukan penilaian ulang.

Apabila sudah sepakat dengan nominalnya, pihak asuransi memproses pencairan klaim dan dana akan segera dikirim ke rekening tertanggung.

Perhitungan premi asuransi properti mengacu pada beberapa faktor berikut.

1. Intensitas properti dihuni

Intensitas properti dihuni menunjukkan seberapa sering pemilik rumah tinggal di rumah yang diasuransikan. Apabila rumah yang diasuransikan sering ditinggali, kemungkinan terjadi perampokan dan kerusakan lebih rendah dibandingkan yang jarang dihuni. 

2. Lokasi dan keadaan lingkungan sekitar properti

Lokasi menentukan kemungkinan terjadinya bencana atau kerusuhan. Sementara itu, lingkungan juga memengaruhi besar potensi terjadinya tindak kejahatan. Misalnya, rumah yang berada di kawasan kumuh bisa jadi dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan rumah dengan kawasan aman.

3. Sejarah kejadian perampokan 

Begitu juga dengan riwayat kejadian perampokan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon properti tanggungan dengan  sejarah perampokan biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

4. Nilai properti

Nilai properti tentu memengaruhi besaran uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan pihak penanggung. Oleh sebab itu, tentu premi disesuaikan dengan uang pertanggungan tersebut. Semakin tinggi nilai properti, maka semakin besar pula nominal premi yang dikenakan. 

5. Sejarah banjir

Asuransi properti menjamin kerugian akibat banjir. Oleh sebab itu, sejarah kejadian banjir pada calon properti yang akan ditanggung menjadi pertimbangan dalam menentukan premi. Semakin sering sebuah properti terkena banjir atau properti berada di zona dekat banjir, tentu premi akan semakin besar. 

6. Kualitas bangunan

Kualitas bangunan terdiri dari kualitas bahan, konstruksi, dan ketahanan bangunan terhadap gempa dan kebakaran. Tentunya properti yang memiliki material bagus dan bangunan yang kuat akan dikenakan premi yang lebih rendah. 

7. Jenis dan barang yang diasuransikan

Selain menjamin properti, asuransi properti tambahan juga bisa menjamin harta benda di dalamnya. Jenis harta benda tersebut bisa menjadi penentu nilai premi.

 

Selain menggunakan faktor tersebut, perusahaan asuransi menghitung premi dari angka nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali properti apabila terkena musibah. Untuk menghitung premi, nilai pertanggungan ini tinggal dikalikan dengan suku premi. Suku premi adalah tingkat yang dipakai oleh perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan lain, biasanya dalam satuan persen. 

Misalnya, Anda memiliki rumah dengan nilai Rp 500 juta (nilai bangunan dan isinya) dengan rate perusahaan asuransi sebesar 0,2180 persen. Untuk mendapatkan harga premi, Anda tinggal mengalikan keduanya, dengan begitu besaran yang harus Anda bayar setiap tahunnya adalah sebesar Rp 1.090.000.

Pembayaran premi asuransi properti dapat dilakukan melalui media berikut ini. Tergantung pada perusahaan asuransi properti yang Anda pilih. Sila pilih yang paling nyaman dan mudah bagi Anda.

  • Transfer bank
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi
  • Autodebet rekening atau kartu kredit

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi properti tergantung pada kesepakatan polis. Untuk asuransi properti, biasanya menggunakan pembayaran sekali setahun.

Dasar hukum asuransi properti mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi properti terbaik di Indonesia bagi diri sendiri maupun keluarga atau perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi properti yang bagus

Asuransi properti yang bagus berarti asuransi properti yang menyediakan perlindungan yang dibutuhkan, mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Selain itu, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak memberatkan.

2. Beli asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan

Memilih asuransi properti yang cocok juga harus mempertimbangkan premi. Jika memang ada asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan, mengapa tidak?

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang satu dengan yang lain.

Sementara itu, bagi calon peserta asuransi yang mencari asuransi properti murah, cobalah beberapa tips berikut:

1. Sesuaikan manfaat yang ditawarkan dengan kebutuhan

Setiap produk asuransi menawarkan manfaat yang bervariasi. Perhatikan manfaat tersebut, lalu bandingkan apakah sesuai dengan kebutuhan Anda, atau hanya sekadar ingin? Pilih produk dengan manfaat yang benar-benar Anda butuhkan.

2. Bandingkan terlebih dahulu

Agar mendapatkan asuransi properti termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal.

Membeli asuransi properti secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga dapat lebih leluasa memilih asuransi properti sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang juga menyediakan produk asuransi properti. Berbagai pilihan asuransi properti terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi properti gratis untuk beberapa proteksi.

Salah satu rahasia mengapa asuransi properti online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi properti). Agen asuransi properti adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi properti.

Sementara itu, broker asuransi properti merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi properti. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi properti.

Lifepal merupakan broker asuransi properti terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi properti:

  • Agen properti: Pihak yang menjembatani pihak penjual dan pembeli sebuah objek properti.
  • Akta jual beli (AJB): Surat keterangan yang menunjukkan bahwa kepemilikan properti sudah berpindah tangan akibat kegiatan jual beli.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Bubble property: Kondisi meningkatnya harga properti pada suatu kawasan.
  • Developer: Perusahaan yang membangun area atau kawasan properti yang bisa berupa perumahan atau kawasan perkantoran.
  • Kelayakan menggunakan bangunan (KMB): Izin dari pemerintah daerah kepada bangunan yang baru dibangun, biasanya diterapkan pada gedung tinggi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Koefisien dasar bangunan (KDB): Persentase perbandingan luas lahan yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Koefisien lantai bangunan (KLB): Persentase perbandingan luas lantai yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tungu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Identitas warga negara yang berkaitan dengan kewajibannya untuk membayar pajak.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Site plan (rencana tapak):  Gambar berbentuk dua dimensi yang menggambarkan rancangan pembangunan pada sebuah areal lahan secara rinci dan mendetail.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal