Dapatkan Asuransi
		Sesuai Kebutuhan dan
		Anggaran Anda!

Asuransi Jiwa Terbaik Sesuai Anggaranmu


Temukan ratusan produk pilihan dari brand ternama, harga terjangkau!

+62

Ulasan Tentang Asuransi Jiwa

Pahami asuransi jiwa lebih mendalam mulai dari fungsi dan manfaatnya, jenis, pertanggungan yang diberikan, metode penggantian biaya, cara klaim, hukum serta kelebihan dan kekurangannya sehingga Anda bisa memutuskan produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan menanggung nilai hidup seseorang akibat kematian tidak terduga atau pun risiko cacat tetap total. Tertanggung yang meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total akan mendapatkan pembayaran uang dari perusahaan asuransi jiwa. Dengan catatan, tertanggung membayarkan premi yang sudah disepakati secara rutin.

Tertanggung akan membayarkan premi bulanan atau tahunan sesuai dengan kontrak atau perjanjian yang sudah disepakati antara tertanggung dengan perusahaan asuransi. Tertanggung wajib membayarkan sejumlah premi jika ingin mendapatkan benefit dari asuransi jiwa yang dipilih sampai berakhirnya kontrak.

Jika di tengah jalan tertanggung meninggal dunia dengan sebab yang diatur dalam polis, perusahaan asuransi akan membayarkan uang tanggungan kepada ahli waris. Penerima manfaat asuransi jiwa adalah ahli waris yang ditinggalkan oleh tertanggung.

Jumlah nominal yang diberikan oleh perusahaan asuransi jiwa kepada ahli waris sudah disepakati dalam polis asuransi yang ditandatangani oleh tertanggung. Semakin besar premi yang dibayarkan maka semakin besar pula uang tanggungan yang dapat dibayarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.

Fungsi asuransi jiwa dapat dibedakan berdasarkan jenisnya masing-masing. Ada asuransi jiwa yang memberikan perlindungan penuh hingga usia tertentu ada juga asuransi jiwa yang memberikan perlindungan dalam jangka waktu tertentu yang sudah disepakati. 

Umumnya jangka waktu perlindungan asuransi jiwa antara 5 tahun hingga kelipatannya sampai batas usia maksimal yang ditanggung oleh perusahaan asuransi jiwa. Pada umumnya usia maksimal yang ditanggung adalah 60 tahun.

Jika tertanggung menginginkan perlindungan lebih dari usia 60 tahun, biasanya harus membayar premi asuransi tambahan atau rider asuransi. Dengan begitu, tertanggung bisa memperpanjang proteksi hingga lebih dari usia 60 tahun.

Manfaat asuransi jiwa adalah memberikan jaminan finansial kepada orang-orang tercinta yang ditinggalkan. Sehingga mereka bisa tetap melanjutkan hidup dengan standar yang sudah dijalani selama tertanggung masih hidup.

Asuransi jiwa tidak bisa dijadikan sebagai salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Sebabnya, jika premi dibagi antara proteksi dan investasi, maka hasilnya kurang maksimal.

Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari proteksi asuransi jiwa, sebaiknya memilih asuransi jiwa murni atau tradisional. 

Asuransi jiwa terdiri dari dua jenis yaitu asuransi jiwa tradisional dan asuransi jiwa unit link. Asuransi jiwa tradisional dibagi lagi ke dalam tiga jenis, yaitu: asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup, dan asuransi jiwa dwiguna. Berikut penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis asuransi jiwa tersebut.

1. Asuransi jiwa berjangka (term life insurance)

Asuransi jiwa berjangka (term life insurance) adalah asuransi jiwa yang membayarkan manfaat uang pertanggungan yang telah disepakati ketika tertanggung meninggal dunia saat masih dalam periode perlindungan. Periode proteksi antara 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau sesuai dengan jangka waktu yang disepakati antara tertanggung dengan perusahaan asuransi jiwa.

2. Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance)

Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance) adalah asuransi jiwa yang membayarkan manfaat uang pertanggungan dengan periode waktu seumur hidup. Pada umumnya proteksi asuransi seumur hidup memberikan proteksi hingga usia maksimal 100 tahun. Manfaat yang bisa didapatkan dari jenis asuransi ini adalah nilai tunai yang sangat besar jika tidak ada klaim sampai kontrak berakhir.

3. Asuransi jiwa dwiguna (endowment)

Asuransi jiwa dwiguna (endowment) adalah asuransi jiwa yang menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa dengan manfaat tabungan berjangka. Jika tidak ada klaim, maka tertanggung akan mendapatkan nilai tunai sebagai manfaat tabungan. Sebaliknya jika tertanggung meninggal dunia tetap mendapatkan uang pertanggungan bagi ahli warisnya.

4. Asuransi jiwa unit link

Asuransi jiwa unit link adalah asuransi jiwa yang menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa dengan manfaat investasi. Pada rentang waktu tertentu, tertanggung akan mendapatkan manfaat investasi. Premi yang disetorkan akan disisihkan sebagian ke instrumen investasi oleh pihak perusahaan asuransi.  

Asuransi jiwa memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap total. Pada dasarnya, perusahaan asuransi jiwa berupaya menanggung risiko yang menyebabkan seseorang tidak bisa lagi memberikan penghasilan atau bekerja.

Uang pertanggungan akan diberikan kepada ahli waris ataupun tertanggung. Besarannya cukup beragam mulai dari Rp20 juta, Rp50 juta hingga miliaran rupiah.

Besarnya uang pertanggungan berbanding lurus dengan premi yang dibayarkan oleh tertanggung. Semakin tinggi preminya, idealnya semakin besar pula uang pertanggungannya. Dalam kondisi tertentu akan berbeda jika jenis asuransi jiwa yang dipilih adalah asuransi jiwa dwiguna atau asuransi jiwa unit link.

Meskipun ada asuransi jiwa yang memberikan manfaat investasi, sebaiknya dihindari karena manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal. Alasannya karena tujuan investasi berbeda dengan tujuan proteksi. 

Ada tiga metode penggantian biaya asuransi jiwa. Yang mana tertanggung maupun ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan yang sudah dijanjikan di dalam kontrak atau polis asuransi. 

Jika tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total, maka ada tiga cara penggantian biaya yang akan dibayarkan oleh perusahan asuransi jiwa, simak penjelasan berikut ini:

Sebagai contoh seorang tertanggung memiliki nilai uang pertanggungan sebesar Rp100 juta.

  • Pembayaran sekaligus (lump sum). Pada saat klaim, ahli waris tertanggung akan mendapatkan bayaran Rp100 juta sekaligus.
  • Pembayaran bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan Rp100 juta dalam jangka waktu 100 bulan ke depan. Artinya setiap bulan ahli waris akan mendapatkan Rp1 juta, sebagai ilustrasi.
  • Pembayaran gabungan atau campuran antara pembayaran sekaligus dan bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan 50 persen dari uang pertanggungan sebesar Rp50 juta sekaligus. Sisanya akan dibayarkan oleh perusahaan sebesar Rp50 juta untuk 50 bulan ke depan atau periode dan nilai yang sudah disepakati dalam polis asuransi. 

Oleh karena itu, sebelum memilih asuransi jiwa, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi jiwa membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung. 

Apakah asuransi jiwa dapat dicairkan? Jawabannya, bisa. Yaitu pada saat tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total atau memang ingin menutup polis.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi jiwa. Ahli waris yang mengurus klaim asuransi harus menyiapkan beberapa berkas berikut ini:

  • Polis asuransi asli.
  • Fotokopi semua hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi jika meninggal karena sakit.
  • Fotokopi KTP ahli waris yang sah.
  • Surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian tertanggung.
  • Surat keterangan kematian dari pemerintah setempat bisa diurus di catatan sipil secara gratis dengan membawa KTP tertanggung.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) apabila kematian tertanggung disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 

Setelah berkas-bekas lengkap, ahli waris dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi jiwa:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginformasikan kepada perusahaan asuransi jiwa bahwa tertanggung telah meninggal dunia tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian. Pada saat yang sama, ahli waris harus menyiapkan dokumen dan persyaratan klaim asuransi jiwa terutama nomor polis asuransi, surat kematian pihak berwenang, dan informasi lain yang dibutuhkan.
  2. Perusahan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa yang harus dilengkapi oleh ahli waris. Formulir harus diisi dengan lengkap dan segera dikembalikan kepada perusahaan asuransi jiwa beserta dengan syarat-syarat dokumen yang diminta.
  3. Setelah berkas diterima oleh perusahaan asuransi jiwa, data tersebut akan diverifikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, sebab kematian, dan bukti-bukti lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Jika kematian sesuai dengan polis asuransi dalam arti sudah memenuhi semua persyaratan klaim tanpa ada rekayasa dan tidak melanggar ketentuan hukum, barulah perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini adalah ahli waris sah tertanggung.
  5. Setelah perhitungan dan proses administrasi selesai, perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian di dalam polis asuransi. Perusahaan asuransi akan memberikan penjelasan tentang skema pembayaran uang pertanggungan serta nomor rekening ahli waris. Proses verifikasi akan memakan waktu yang cukup lama untuk menghindari kesalahan yang tidak diharapkan. 

Ahli waris harus memahami bahwa klaim asuransi jiwa akan secara otomatis ditolak oleh perusahaan asuransi dengan alasan-alasan berikut ini:

  • Tindakan bunuh diri baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
  • Data-data yang diserahkan terindikasi tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.
  • Tertanggung dihukum mati akibat vonis pengadilan, meninggal dunia karena melakukan tindakan kriminal atau melawan hukum baik berperan secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tertanggung meninggal dunia karena tindak kejahatan yang dilakukan oleh ahli waris dengan tujuan mendapatkan uang pertanggungan asuransinya.

Hal-hal tersebut akan mengakibatkan klaim asuransi jiwa ditolak oleh perusahaan asuransi jiwa meskipun tertanggung rajin membayarkan preminya. 

Ada tiga cara menghitung premi asuransi jiwa yang disesuaikan dengan uang pertanggungan yang akan diterima.

1. Human life value 

Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan pengeluaran tahunan dengan kebutuhan dana pada saat pensiun. 

Contohnya usia tertanggung pada saat ikut asuransi jiwa adalah 35 tahun dengan penghasilan sekitar Rp100 juta per tahun. Pengeluaran keluarga tiap bulan Rp4 juta atau sekitar Rp48 juta per tahun.

Tertanggung pensiun pada usia 55 tahun. Begini cara perhitungannya:

  • Penghasilan per tahun Rp100 juta.
  • Kebutuhan keluarga per tahun Rp48 juta.
  • Usia pensiun 55 tahun = 55-35 = 20 tahun mendatang.
  • 20 x Rp100 juta = Rp2 miliar.
  • Uang pertanggungan yang dibutuhkan adalah 50% dari Rp2 miliar.
  • Idealnya uang pertanggungan asuransi yang dipilih adalah Rp1 miliar.

2. Income Based Value

Metode kedua berdasarkan pemasukan yang didapat kemudian diperhitungkan dengan inflasi yang terjadi per tahun. Perhitungannya hampir sama dengan produk tabungan berjangka yang menawarkan bunga tinggi.

Berikut adalah cara perhitungannya:

  • Gaji bulanan Rp8.3 juta
  • Usia 35 tahun
  • Inflasi 5% per tahun
  • Jangka waktu pensiun 20 tahun mendatang.
  • 5% x Rp8,3 juta = Rp415 ribu
  • Rp8,3 juta + Rp415 ribu = Rp8,715 ribu
  • Rp8,715 ribu x 12 bulan = Rp104 juta
  • Rp104 juta x 20 tahun = Rp2 miliar
  • Uang pertanggungan yang dibutuhkan sekitar Rp2 miliar

3. Financial Based Value

Metode ketiga lebih kompleks lagi karena memperhitungkan kebutuhan finansial seperti pendidikan anak atau biaya kesehatan yang dibutuhkan di masa mendatang.

Simak contoh perhitunganya:

  • Usia anak saat ini 8 tahun.
  • Biaya masuk universitas pada usia anak 8 tahun adalah Rp200 juta.
  • Estimasi kenaikan biaya pendidikan tiap tahun adalah 10%
  • Si anak akan kuliah dalam jangka waktu 10 tahun lagi.
  • Rp200 juta x 10% = Rp20 juta
  • Rp20 juta x 10 tahun = Rp200 juta.
  • Rp200 juta + Rp200 juta = Rp400 juta 
  • Jadi estimasi kebutuhan pendidikan saat anak mau kuliah adalah Rp400 juta.
  • Sehingga uang pertanggungan yang dibutuhkan untuk memproteksi biaya pendidikan anaknya adalah sebesar Rp400 juta.

Berdasarkan tiga metode perhitungan uang pertanggungan yang dibutuhkan, Anda bisa memperhitungkan berapa premi yang harus dibayarkan demi memenuhi kebutuhan tersebut. 

Cara pembayaran premi asuransi jiwa bisa dilakukan dengan berbagai metode, yaitu:

  • Transfer bank.
  • Kartu kredit.
  • Autodebet

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi jiwa tergantung pada kesepakatan polis. Berikut beberapa pilihannya:

  • Pembayaran premi tunggal, yaitu peserta asuransi hanya perlu membayarkan premi sekali saja untuk rentang waktu pertanggungan tertentu.
  • Pembayaran premi berkala (top-up berkala), yaitu peserta asuransi jiwa membayarkan premi secara berkala. Ada yang bulanan ataupun tahunan.

Asuransi memiliki dasar hukum sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian.  Perusahaan asuransi jiwa juga diatur oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). 

Hukum asuransi dalam Islam terdapat perbedaan pendapat. Ada ulama yang menyatakan asuransi jiwa riba atau haram karena memperjualbelikan barang yang tidak jelas.

Namun demikian, menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat. 

Kesimpulannya, jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Pada dasarnya asuransi memberikan proteksi kepada orang-orang yang ditinggalkan oleh tertanggung terutama jika sudah memiliki keluarga atau tanggungan finansial.

Asuransi jiwa diharapkan bisa membantu penerima manfaat agar tetap bisa mempertahankan standar kehidupannya. Selain itu, dari uang pertanggungan yang didapatkan setidaknya bisa menjadi uang jaminan untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya selepas tertanggung meninggal dunia.

Namun demikian, masih banyak yang memandang bahwa asuransi jiwa tidak begitu dibutuhkan dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya asuransi jiwa dianggap tidak menguntungkan secara finansial.

Kelebihan Asuransi Jiwa

  • Memberikan jaminan finansial bagi ahli waris untuk mendapatkan haknya seperti pendidikan hingga jenjang kuliah, standar kehidupan yang sama meski tertanggung meninggal dunia sehingga keluarga yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan hidupnya tanpa terganggu kondisi finansialnya.
  • Mengurangi kerugian finansial yang lebih besar tanpa adanya uang pertanggungan terutama jika tertanggung merupakan tulang punggung keluarga yang sangat diandalkan secara finansial.
  • Memberikan jaminan dalam kondisi darurat sehingga ahli waris bisa menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang ditinggalkan oleh tertanggung yang belum sempat diselesaikan.
  • Premi asuransi jiwa kini makin terjangkau dan bisa dibayarkan secara fleksibel sesuai dengan kemampuan tertanggung berdasarkan polis yang disetujui bersama perusahaan asuransi jiwa.
  • Tertanggung dapat memilih jenis produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Terutama jika ingin mendapatkan dua manfaat sekaligus dari proteksi, investasi maupun tabungan dengan memilih jenis asuransi jiwa yang tepat.  

Kekurangan Asuransi Jiwa

  • Asuransi jiwa tradisional dianggap tidak menguntungkan karena tidak ada nilai investasi yang bisa didapatkan dari premi yang dibayarkan oleh tertanggung selama periode waktu tertentu.
  • Uang pertanggungan tidak diterima oleh tertanggung karena dianggap hanya menguntungkan ahli waris sebagai keluarga yang menerima manfaat dari asuransi jiwa. 
  • Biaya premi dianggap lebih mahal dibandingkan dengan jenis asuransi lainnya.
  • Uang pertanggungan hanya bisa diklaim sekali dalam seumur hidup jika tertanggung mengalami kematian.
  • Adapun nilai tunai pengembalian jika tidak ada klaim, nilainya dianggap lebih kecil dibandingkan dengan menabung sendiri dengan jumlah premi yang sama. 

Ada beberapa istilah penting yang harus dipahami oleh orang awam terutama jika Anda sudah berniat untuk membeli polis asuransi jiwa.

  • Aktuaria adalah ilmu dalam asuransi yang menggunakan metode perhitungan saintifik dalam memperkirakan dan memperhitungkan risiko.
  • Ajudikasi adalah tahap penyelesaian sengketa dalam membantu mengambil keputusan tentang penerimaan dan penolakan klaim perusahaan asuransi terhadap klaim pemegang polis.
  • Anuitas adalah pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan asuransi secara berkala dalam periode tertentu.
  • Assignor adalah pihak yang melakukan penugasan hak dan manfaat asuransi dari pemegang polis kepada orang lain. 
  • Biaya akuisisi adalah biaya yang harus dikeluarkan saat penerbitan polis.
  • Biaya top-up adalah biaya yang harus dibayarkan untuk premi berkala dan premi tunggal. 
  • Cash value adalah total uang yang diberikan dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis.
  • Contestable period adalah jangka waktu yang diberikan kepada perusahaan (penanggung) untuk membatalkan polis.
  • Cuti premi adalah kondisi di mana tertanggung berhenti membayarkan premi untuk sementara waktu.
  • Masa tenggang adalah batas akhir yang diberikan perusahaan asuransi kepada pihak pemegang polis untuk membayar premi sesuai dengan perjanjian. 
  • Masa tunggu adalah periode di mana tidak ada pembayaran premi karena alasan tertentu.
  • Mortalitas adalah waktu perkiraan waktu rata-rata kematian yang tidak pasti.
  • Minor adalah pemegang polis yang berusia di bawah 21 tahun. 
  • Nilai aktiva bersih (NAB) adalah nilai dasar investasi dalam polis asuransi unit link.
  • Nilai investasi adalah nilai total unit yang terbentuk dalam periode tertentu.
  • Occupational risk/hazard adalah risiko pekerjaan yang dimiliki pemegang polis.
  • Payor adalah istilah pemegang polis dimana berkedudukan sebagai orang yang membayar premi.
  • Pemegang polis adalah orang yang ditanggung oleh perusahaan asuransi karena terdaftar sebagai tertanggung yang membayar premi (kewajiban) sesuai dengan perjanjian dalam polis asuransi. 
  • Polis adalah perjanjian yang dilakukan antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (perusahaan asuransi) .
  • Premi adalah biaya yang dibayarkan oleh tertanggung (nasabah) atau pemegang polis kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung. Premi dibayarkan sesuai dengan kontrak dalam polis asuransi.
  • Risiko adalah kemungkinan yang terjadi yang dapat menimpa seseorang atau tertanggung.
  • Secondary benefits adalah manfaat lain yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada tertanggung selain manfaat utama/pokok.
  • Uang pertanggungan adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika tertanggung mengajukan klaim saat mengalami risiko yang dijamin dalam polis asuransi.
  • Underwriter adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam menilai dan memperhitungkan risiko pemegang polis sehingga perusahaan asuransi dapat memutuskan untuk menerima atau menolak calon nasabah.

Memilih dan Membeli Asuransi Jiwa

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih dan membeli asuransi jiwa bagi diri sendiri maupun keluarga. 

Asuransi jiwa yang tepat adalah asuransi jiwa yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, asuransi jiwa yang diharapkan bisa menutupi kebutuhan hidup standar bagi ahli waris maupun untuk kepentingan tertentu seperti menjamin pendidikan anak saat tertanggung meninggal dunia. 

Oleh karena itu beberapa poin penting ini bisa menjadi landasan bagaimana caranya memilih asuransi jiwa yang benar dan tepat dengan kebutuhan Anda.

  • Pastikan bahwa uang pertanggungan yang dipilih sudah tepat. Sesuaikan lagi asuransi jiwa yang dipilih dengan tujuannya.
  • Fokus pada proteksi bukan investasi. Pisahkan antara investasi dengan proteksi dan jangan digabungkan keduanya dalam satu produk asuransi jiwa. Upayakan untuk memaksimalkan proteksi saja jika ingin memilih asuransi jiwa.
  • Lebih bijak jika asuransi jiwa dibeli ketika Anda memiliki tanggungan. Jika Anda belum memiliki tanggungan atau belum berkeluarga, Anda bisa mengalokasikan dananya untuk proteksi lain seperti memaksimalkan proteksi kesehatan atau investasi yang lebih menguntungkan.

Asuransi jiwa salah satu rencana darurat yang sangat dibutuhkan apabila terjadi risiko kematian terhadap pengemban tanggung jawab finansial dalam keluarga atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, jangan sampai salah dalam memilih asuransi jiwa dengan berbagai poin penting yang sudah dijelaskan.

Memilih asuransi jiwa terbaik tahun 2019 bukan hanya didasarkan pada premi dan uang pertanggungan yang besar saja, tetapi juga beberapa faktor berikut ini perlu dipertimbangkan sebelum memilih atau membeli asuransi jiwa yang sesuai.

1. Premi asuransi jiwa murah

Asuransi jiwa terbaik adalah asuransi yang memberikan premi murah. Salah satu faktor yang memengaruhi harga premi adalah jenis asuransi yang dipilih. Dari berbagai pilihan asuransi jiwa yang ada, Anda bisa memilih asuransi jiwa berjangka (term life). Asuransi jenis ini tidak memasukkan unsur investasi maupun tabungan sehingga seluruh premi benar-benar dialokasikan khusus untuk proteksi saja.

2. Uang pertanggungan tinggi

Asuransi jiwa terbaik adalah asuransi yang memberikan uang pertanggungan tinggi. Jika tujuan Anda ingin melindungi kehidupan keluarga selepas tertanggung meninggal dunia, maka uang tertanggung harus disesuaikan setidaknya cukup untuk kehidupan keluarga 1 tahun ke depan. Begitu juga jika tujuan asuransi jiwa untuk pendidikan anak-anak. Uang pertanggungan harus bisa meng-cover biaya pendidikan anak sampai dia lulus kuliah.

3. Menyediakan rider tertentu

Asuransi jiwa terbaik dapat memberikan proteksi lebih untuk melindungi kesehatan keluarga. Jenis produk ini berbeda dengan jenis asuransi jiwa unit link maupun endowment. Artinya paket asuransi jiwa jenis ini memberikan rider atau tambahan untuk memberikan proteksi jika keluarga harus rawat inap di rumah sakit. 

4. Terdaftar di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

Pastikan pula perusahaan asuransi jiwa yang Anda incar sudah terdaftar di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Dengan demikian, perusahaan terbukti kredibel karena masih memiliki izin usaha dari pemerintah. Beberapa perusahaan asuransi jiwa di bawah AAJI, antara lain asuransi jiwa Manulife, asuransi jiwa Prudential, dan beberapa nama ternama lain.

Ada banyak perusahaan asuransi jiwa yang menyediakan asuransi jiwa bagus seperti asuransi jiwa Prudential, asuransi jiwa Allianz, asuransi jiwa Manulife, asuransi jiwa Sinarmas, dan lain-lain. 

Akan tetapi, kriteria asuransi jiwa yang bagus bukan berdasarkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi melainkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Beli asuransi jiwa yang sesuai penghasilan

Beli produk asuransi jiwa yang sesuai dengan kemampuan finansial. Alokasi dana yang bisa disisihkan dari penghasilan setidaknya sebesar 5 persen. Jika penghasilan Anda setiap bulan sebesar Rp5 juta, artinya Anda harus menyisihkan dana sebesar Rp250 ribu per bulan. Semakin tinggi penghasilan Anda, semakin tinggi juga dana yang harus disisihkan untuk proteksi jiwa.

2. Uang pertanggungan sesuai kebutuhan

Beli produk asuransi jiwa yang memberikan uang pertanggungan sesuai dengan kebutuhan. Caranya tentu saja membandingkan beberapa produk yang ada dengan uang pertanggungan yang ditawarkan. Anda tidak perlu repot lagi membandingkan beberapa produk asuransi jiwa yang ada.

Lifepal akan membantu Anda dalam memilih asuransi jiwa terbaik yang dapat disesuaikan baik dengan pendapatan Anda maupun dengan jumlah uang pertanggungan yang diharapkan secara online dengan langkah yang sangat mudah. 

3. Perusahaan asuransi mampu membayarkan klaim

Beli produk asuransi dari perusahaan yang punya integritas tinggi dan dikenal memiliki layanan yang responsif terhadap nasabah atau tertanggung. Salah satu faktor yang patut dipertimbangkan adalah tingkat likuiditas perusahaan. Yaitu kemampuan perusahaan asuransi membayarkan klaim tiap nasabah dari dana yang mereka miliki.

Jika Anda tidak mau repot berurusan dengan perusahaan asuransi, andalkan Lifepal! Lifepal berada di sisi nasabah dan akan membantu pengurusan polis hingga proses klaim kepada perusahaan asuransi.

4. Beli asuransi jiwa di saat yang tepat

Produk asuransi jiwa akan semakin malah seiring dengan bertambahnya usia. Waktu terbaik untuk membeli asuransi jiwa adalah pada saat Anda sudah menikah. Misalnya antara usia 25-35 tahun. Oleh karena itu, atur keuangan bulanan Anda dengan memasukkan alokasi dana untuk membeli asuransi yang bagus bagi kebutuhan dan kemampuan finansial. 

Asuransi jiwa yang murah menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh orang-orang yang sudah sadar pentingnya proteksi nilai hidup seseorang. 

Jika ingin mendapatkan asuransi jiwa yang murah, perhatikan beberapa poin penting berikut ini:

1. Pilihlah asuransi jiwa murni atau asuransi jiwa term life

Jenis asuransi ini menawarkan premi rendah dengan uang pertanggungan yang tinggi. Alasannya karena tidak ada unsur tabungan, manfaat tunai, ataupun investasi sehingga bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan proteksi nilai hidup tulang punggung keluarga (tertanggung).

2. Beli asuransi jiwa saat usia masih muda

Asuransi jiwa yang murah bisa didapatkan dengan membeli saat usia Anda masih muda. Tidak masalah jika Anda belum menikah atau memiliki tanggungan anak. Anda bisa mendapatkan premi asuransi jiwa yang lebih murah saat usia masih muda. Sebab, semakin tua usia maka semakin tinggi premi.

Sementara itu, uang pertanggungan bisa Anda alokasikan kepada ahli waris orang tua ataupun keluarga terdekat.

3. Bijak dalam membeli rider atau manfaat tambahan

Premi asuransi jiwa yang murah ditentukan oleh rider atau asuransi tambahan yang dipilih. Pada umumnya, agen atau broker menawarkan beberapa rider. Agar premi tetap terjangkau, hindari menambahkan rider jika memang belum diperlukan. Semakin banyak rider yang ditambahkan maka premi semakin mahal.

4. Pilih jenis asuransi jiwa yang sesuai agar premi semakin murah

Besaran premi asuransi jiwa ditentukan oleh jenis asuransi jiwa yang Anda pilih. Misal, asuransi jiwa murni biasanya dibanderol dengan premi lebih terjangkau dibandingkan unit-link atau bahkan dwiguna. Sebab, tidak ada alokasi premi untuk instrumen lain selain proteksi berupa uang pertanggungan.

5. Tunda beli asuransi seumur hidup (whole life) jika penghasilan belum stabil

Tunda membeli asuransi seumur hidup jika belum punya penghasilan lebih tinggi. Asuransi seumur hidup memang memberikan rasa aman dan tenteram, namun hal yang harus dipertimbangkan adalah permi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis asuransi berjangka (term life). Salah satu trik untuk mendapatkan premi rendah adalah memilih asuransi berjangka dan bisa diperpanjang sampai periode yang diinginkan. Nilai preminya akan jauh lebih hemat jika harus membayar asuransi jiwa seumur hidup sekaligus dalam satu waktu.  

Salah satu alasan membeli asuransi jiwa secara online karena lebih mudah dan nyaman tanpa bantuan agen asuransi. 

Pembelian bisa dilakukan secara mandiri kapan saja dan di mana saja asal ada perangkat yang bisa terhubung ke internet seperti menggunakan smartphone, laptop, maupun komputer desktop.

Lifepal adalah salah satu marketplace asuransi yang memberikan berbagai produk asuransi jiwa terbaik dengan pilihan uang pertanggungan yang dapat disesuaikan dengan premi yang sesuai. 

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk membantu proses klaim hingga dokter dan bonus asuransi gratis berupa kecelakaan, demam berdarah dan tifus.

Salah satu rahasia mengapa membeli asuransi jiwa secara online menguntungkan karena harganya bisa lebih murah 40 persen dibandingkan dengan membeli secara offline ataupun melalui agen. 

Ada perbedaan antara agen asuransi dengan broker (pialang) asuransi jiwa. Agen asuransi jiwa adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada sebuah perusahaan asuransi jiwa. Sementara broker asuransi adalah perusahaan yang menjadi perantara antara calon nasabah dan perusahaan asuransi.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi sementara broker asuransi lebih memposisikan sebagai orang yang mewakili kepentingan calon tertanggung atau tertanggung.

Lifepal sendiri hadir sebagai broker asuransi jiwa terbaik di Indonesia. Anda bisa memperoleh rekomendasi asuransi jiwa terbaik melalui situs Lifepal.co.id. Lifepal turut melayani tertanggung saat ingin melakukan klaim kepada perusahaan asuransi jiwa.

Broker asuransi akan berada di sisi tertanggung kapan saja dibutuhkan. Lifepal hadir bagi Anda yang masih mencari asuransi jiwa terbaik sesuai dengan bujet dan kebutuhan Anda. 

Pada umumnya seseorang membeli asuransi jiwa untuk memberikan proteksi kepada keluarga yang ditinggalkan saat ia meninggal dunia. Jangan sampai salah memahami asuransi jiwa, asuransi jiwa bukan proteksi kematian tertanggung, tetapi memberikan jaminan bahwa ahli waris bisa tetap melanjutkan hidup dengan standar yang sama.

Ada beberapa tips jitu sebelum membeli asuransi jiwa. Cara ini juga bisa digunakan untuk menghindari penipuan atau scam saat memilih asuransi jiwa. 

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperhitungkan uang pertanggungan yang dibutuhkan. Semakin besar tentu akan semakin baik karena akan ada banyak yang bisa dilindungi atau dibiayai. Namun, tentu hal ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan finansial karena semakin besar Uang Pertanggungan (UP) maka semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.
  • Ada beberapa jenis asuransi yang ditawarkan seperti asuransi jiwa murni atau asuransi jiwa tradisional dan asuransi jiwa unit link. Bijak dalam memilih karena masing-masing memiliki tujuan yang berbeda-beda. Sesuaikan jenis dengan tujuan Anda sendiri.
  • Bandingkan beberapa produk asuransi jiwa yang ada baik dari premi maupun uang pertanggungan yang didapatkan. Solusi sederhana, Anda bisa mengunjungi situs Lifepal yang memberikan perbandingan asuransi jiwa dan memberikan pilihan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pilihlah produk asuransi dari perusahaan asuransi jiwa terbaik. Jangan hanya berfokus pada premi rendah dan UP tinggi saja, tetapi reputasi perusahaan juga harus dipertimbangkan jangan sampai memilih perusahaan asuransi yang belum jelas reputasinya apalagi belum terdaftar di OJK.
  • Jika masih bingung dalam memilih asuransi jiwa yang cocok, konsultasikan bersama Lifepal. Lifepal adalah marketplace asuransi tepercaya yang akan memberikan produk asuransi terbaik untuk kebutuhan Anda. Lifepal adalah pialang asuransi yang berada di pihak nasabah (tertanggung) sehingga akan mewakili semua kepentingan calon tertanggung termasuk membantu saat proses klaim. Lifepal akan menjadi teman andalan Anda dalam memilih produk asuransi terbaik sehingga Anda terhindar dari segala bentuk penipuan asuransi jiwa.
  • Ada cukup banyak pialang atau broker asuransi. Penting untuk memilih pialang atau broker asuransi yang tepercaya. Lifepal termasuk pialang atau broker asuransi yang bekerja sama dengan pialang lain yang sudah terdaftar di OJK.
  • Mintalah dummy polis asuransi untuk mempelajari manfaat yang diberikan dari perusahaan sebelum memutuskan membeli polis asuransi jiwa yang dibutuhkan.
  • Jangan menitipkan pembayaran premi asuransi kepada agen secara tunai. Bayarkan premi asuransi jiwa Anda melalui metode yang dipercaya seperti bank transfer langsung kepada perusahaan asuransi, broker tepercaya atau dengan berbagai metode aman lain yang disediakan seperti kartu kredit atau dompet digital seperti yang disediakan oleh Lifepal. Pembayaran premi melalui Lifepal terjamin aman dan mudah untuk dilakukan. 
  • Selalu minta bukti pembayaran dan menyimpannya dengan baik agar bisa dijadikan bukti jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti human error atau kesalahan sistem.
  • Selalu diskusikan dengan Lifepal jika ada agen asuransi yang meminta biaya tambahan atau premi tambahan terhadap produk asuransi jiwa yang dibeli. Lifepal akan senantiasa membantu Anda menyelesaikan berbagai persoalan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar asuransi jiwa secara komprehensif.