• MAG_44_2_PD
FLASHSALE
Diskon 10%

Asuransi Kecelakaan

  • Diskon Terbaik
  • 500+ Pilihan
  • Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.

Asuransi Kecelakaan Terbaik di Indonesia 2021

Asuransi kecelakaan atau personal accident adalah proteksi yang memberikan uang pertanggungan berupa santunan meninggal dunia, cacat tetap, hinga perawatan di rumah sakit jika tertanggung mengalami kecelakaan. Saat ini ada cukup banyak pilihan polis asuransi kecelakaan yang bagus di Indonesia. Untuk memudahkan calon nasabah dalam memilih, yuk simak 10 rangkuman polis terbaik dengan premi bersahabat dari Lifepal!

Perbedaan Asuransi Kecelakaan dengan Jenis Asuransi Lainnya

Fungsi asuransi kecelakaan memberikan santunan atau uang pertanggungan untuk nasabah yang mengalami risiko kecelakaan kerja hingga lalu lintas menggunakan moda transportasi umum.

Karena itu, jenis asuransi ini sangat cocok khususnya untuk nasabah perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi atau lainnya yang tinggi risiko kecelakaan kerja.

Apakah Manfaat BPJS Saja Tidak Cukup?

Pada dasarnya, risiko kecelakaan kerja sudah masuk dalam perlindungan jaminan sosial yang bersifat wajib, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Hanya saja, manfaat kecelakaan kerja dari BPJS terbilang kurang lengkap.

Contohnya asuransi kecelakaan kerja menanggung risiko tidak hanya kejadiaan saat bekerja saja, tapi juga risiko kecelakaan apapun yang berkaitan dengan pekerjaan. Misal, kecelakaan saat menuju tempat meeting di jam kerja.

Manfaat Asuransi Kecelakaan

Manfaat asuransi kecelakaan diri terdiri atas santunan meninggal dunia, santunan cacat tetap, dan biaya perawatan akibat kecelakaan lainnya.

1.Santunan Meninggal Dunia

Santunan tunai akan diberikan jika nasabah mengalami risiko meninggal dunia akibat kecelakaan. Santunan atau uang pertanggungan tersebut akan diserahkan kepada ahli waris. Berikut ini beberapa syarat pemberian santunan meninggal dunia:

  • Tertanggung meninggal dunia dalam batas waktu 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  • Hilang dan tidak ditemukan dalam kurun waktu 60 hari sejak terjadinya kecelakaan.

2. Santunan Cacat Tetap/Total

Selain meninggal dunia, santunan tunai atau uang pertanggungan juga dapat dicairkan jika tertanggung mengalami cacat tetap akibat kecelakaan. Berikut ini tabel persentase cacat tetap/ total yang umumnya diterapkan perusahaan asuransi:

o.UraianTabel persentase
1Lengan kanan mulai dari sendi bahu60%
2Lengan kiri mulai dari sendi bahu50%
3Lengan kanan mulai dari atasnya sendi siku50%
4Lengan kiri mulai dari atasnya sendi siku40%
5Tangan kanan mulai dari atasnya pergelangan tangan40%
6Tangan kiri mulai dari atasnya pergelangan tangan 30%
7Satu kaki mulai dari lutut sampai pangkal paha50%
8Satu kaki mulai dari mata kaki sampai lutut25%
9Ibu jari tangan kanan15%
10Ibu jari tangan kiri10%
11Jari telunjuk tangan kanan10%
12Jari telunjuk tangan kiri8%
13Jari kelingking tangan kanan8%
14Jari kelingking tangan kiri6%
15Jari tengah atau manis tangan kanan5%
16Jari tengah atau manis tangan kiri4%
17Satu ibu jari kaki8%
18Satu jari kaki lainnya5%
19Sebelah mata50%
20Pendengaran pada kedua belah telinga50%
21Pendengaran pada sebelah telinga25%
22Sebelah daun telinga secara keseluruhan5%

3. Penggantian Biaya Pengobatan

Apabila nasabah mengalami kecelakaan dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, maka asuransi akan menanggung biaya tagihan pengobatan tersebut. Untuk besaran uang santunan akan disesuaikan dengan polis yang dimiliki nasabah.

Jenis Asuransi Kecelakaan

Setelah mengetahui manfaat asuransi kecelakaan, penting juga untuk Anda memahami jenis-jenisnya agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Berikut beberapa jenis asuransi kecelakaan yang tersedia:

1. Asuransi Kecelakaan Diri

Pengertian asuransi kecelakaan diri adalah produk asuransi yang memberikan uang pertanggungan kepada nasabah individu apabila mengalami kecelakaan. Asuransi ini akan menanggung risiko meninggal dunia, cacat tetap, dan cedera akibat kecelakaan.

Manfaat jenis asuransi ini mengacu pada Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI). Beberapa hal yang tidak ditanggung PSAKDI adalag kecelakaan akibat kesengajaan.

Produk asuransi kecelakaan diri tersedia untuk:

  • Individu: hanya akan menanggung satu orang tertanggung saja.
  • Kelompok: ditujukan untuk grup atau maksimal peserta 25 orang (tergantung kebijakan setiap perusahaan asuransi).
  • Keluarga: ditujukan untuk seluruh anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu, dan anak.

2. Asuransi Kecelakaan Kerja

Asuransi kecelakaan kerja ditujukan untuk karyawan atau pekerja suatu perusahaan. Asuransi kecelakaan kerja akan memberikan uang pertanggungan atau santunan meninggal dunia jika tertanggung karyawan mengalami kecelakaans aat bekerja atau dalam perjalanan ke tempat kerja. Premi asuransi kecelakaan kerja berkisar mulai dari Rp100-400 ribuan se tahun.

Santunan diberikan dalam bentuk pertanggungan biaya medis, santunan meninggal dunia, santunan beasiswa untuk pendidikan ahli waris anak (jika ada), dan tunjangan selama istirahat kerja. Karena itu, jenis asuransi ini sangat cocok untuk nasabah perusahaan di bidang pekerjaan yang tinggi risiko kecelakaan kerja,seperti konstruksi alat berat, pabrik, atau pengelola gedung tinggi.

3. Asuransi Kecelakaan Pesawat

Asuransi kecelakaan pesawat adalah asuransi yang memberikan uang santunan jika penumpang pesawat mengalami kecelakaan. Pada dasarnya ada tiga pihak yang bertanggung jawab memberikan santunan, yaitu maskapai pesawat, PT Jasa Raharja, dan pemerintah.

Bentuk pertanggungan yang diberikan pada asuransi kecelakaan pesawat ini adalah santunan meninggal dunia yang akan diberikan pada ahli waris. Selain itu, asuransi ini juga memberikan santunan cacat tetap sesuai dengan manfaat yang tertulis pada polis.

Cari tahu informasi asuransi kecelakaan pesawat selengkapnya!

4. Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas

Asuransi kecelakaan lalu lintas atau lebih dikenal dengan istilah asuransi sosial kecelakaan penumpang adalah asuransi yang akan memberikan uang santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Risiko yang ditanggung oleh asuransi ini adalah risiko meninggal dunia, cacat tetap, atau cedera akibat kecelakaan.

Asuransi kecelakaan lalu lintas masuk dalam kategori produk asuransi sosial kecelakaan penumpang milik negara yang dikelola oleh Asuransi Jasa Raharja. Berikut besaran santunan kecelakaan lalu lintas:

  • Santunan kecelakaan meninggal dunia: Rp50 juta
  • Santunan cacat tetap: maks. Rp50 juta
  • Santunan biaya perawatan medis: maks. Rp20 juta (angkutan laut), Rp25 juta (angkutan udara)
  • Penggantian biaya penguburan jika tidak punya ahli waris: Rp4 juta
  • Penggantian biaya P3K: Rp1 juta
  • Penggantian biaya ambulans: Rp500 ribu

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan

Pengajuan klaim asuransi kecelakaan dibedakan untuk tiap jenisnya. Berikut penjelasan cara klaim asuransi kecelakaan selengkapnya:

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Diri

Klaim asuransi kecelakaan diri perlu dilakukan dalam waktu beberapa hari dengan dokumen lengkap. Oleh sebab itu, ada baiknya kita sudah mencatat langkah-langkah klaim berikut.

  1. Segera melaporkan kejadian klaim begitu terjadi kecelakaan. Semakin cepat semakin baik. Karena, masa kadaluarsa klaim adalah 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  2. Menulis surat kronologis kecelakaan selengkap-lengkapnya. Catat waktu dan lokasi kecelakaan dengan detail. Lampirkan foto bila ada.
  3. Lengkapi berkas dokumen yang menjadi persyaratan klaim, seperti formulir klaim, identitas diri, dokumen polis, dan lain-lain.
  4. Mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke penyedia asuransi, bisa melalui agen, datang langsung ke kantor cabang, atau mengirimkan lewat email.
  5. Tim asuransi akan mengevaluasi klaim.
  6. Apabila disetujui, uang pertanggungan akan dikirimkan ke rekening bank nasabah.

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

Untuk mengajukan klaim program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), berikut langkah yang perlu dilakukan:

  1. Laporkan kejadian klaim ke perusahaan asuransi maksimal 2 x 24 jam atau 2 hari.
  2. Datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Jangan lupa simpan kuitansinya.
  3. Laporkan kembali ke BPJS setelah mendapatkan perawatan dengan menyiapkan dokumen seperti formulir klaim, identitas (KTP), Kartu BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), kuitansi rumah sakit, dan surat keterangan dokter.
  4. BPJS Ketenagakerjaan bakal menghitung jumlah ganti rugi kepada peserta atau ahli waris jika peserta meninggal dunia.[/accordion]

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Pesawat

  1. Mengisi form pengajuan klaim
  2. Menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan, seperti:
    • Surat Keterangan Kecelakaan dari Polres setempat atau instansi serupa yang berwenang
    • Surat/Akta Kematian dar Rumah Sakit
    • Identifikasi korban dan ahli waris (KTP, KK, surat nikah, akta kelahiran, dsb)
    • Polis asuransi nasabah (jika ada)
  3. Setelah dokumen dilengkapi dan form diisi, serahkan atau kirimkan semua data kepada pihak asuransi terkait yang menyediakan polis asuransi kecelakaan
  4. Selain pihak asuransi, pihak maskapai juga akan memberikan ganti rugi atas kecelakaan yang terjadi[/accordion]

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas

Untuk mengajukan klaim asuransi kecelakaan lalu lintas Jasa Raharja, ikuti beberapa langkah berikut:

  1. Siapkan surat keterangan dari kepolisian setempat atau instansi terkait (seperti PT KAI untuk kecelakaan kereta api).
  2. Buat surat keterangan sakit atau keterangan kematian dari rumah sakit.
  3. Siapkan dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan dokumen lain yang dipersyaratkan.
  4. Kunjungi situs Jasa Raharja di tautan: https://www.jasaraharja.co.id/layanan/formulir-pengajuan-santunan
  5. Isi Formulir Pengajuan Santunan pada halaman tersebut.
  6. Pastikan data sudah benar dan dokumen lengkap.
  7. Pihak Jasa Raharja akan memproses klaim Anda.

Pertanyaan & Tips Seputar Asuransi Kecelakaan

Di bawah ini adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan oleh nasabah maupun calon nasabah dari asuransi kecelakaan.

Chat Bantuan