Asuransi Kesehatan Syariah

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%
Perusahaan Anda Sudah Didaftarkan!
Konsultan kami akan mengirim penawaran untuk Anda segera
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%

Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik 2021

Asuransi kesehatan syariah adalah produk asuransi kesehatan yang dikelola sesuai syariat Islam. Untuk memenuhi kebutuhan proteksi keluarga sesuai prinsip syariat, berikut rekomendasi jenis produk terbaik untuk keluarga dengan premi murah!

Asuransi Takaful

  • Nama polis: Takafulink Salam
  • Pilihan polis untuk keluarga
  • Usia masuk nasabah: 30-65 tahun
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia: 80 tahun
  • Santunan meninggal dunia 100% dan nilai investasi 
  • Santunan kecelakaan diri 100% dan nilai investasi 
  • Santunan cacat tetap total 100% dan nilai investasi 
  • Santunan ketika terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis 100% dari UP
  • Pertanggungan biaya rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, persalinan, ICU, dan pembedahan

Asuransi FWD Syariah

  • Nama polis: Bebas Handal
  • Premi mulai Rp75 ribu per bulan
  • Usia masuk nasabah sejak 30 hari – 55 tahun
  • Pertanggungan biaya rawat inap dan pembedahan hingga Rp100 juta per tahun
  • Pertanggungan khusus untuk COVID-19 berupa santunan harian, karantina, dan santunan meninggal dunia

Asuransi JMA Syariah

  • Nama polis: JMA Asyifa
  • Usia masuk nasabah: 6 bulan – 59 tahun
  • Premi dibayarkan sekaligus di awal tahun
  • Pertanggungan biaya perawatan kamar, ICU, dokter, pembedahan
  • Pertanggungan biaya rawat jalan sebelum dan sesudah rawat inap
  • Pertanggungan biaya perawatan gigi 
  • Santunan meninggal dunia

Asuransi Prudential Syariah

  • Nama polis: PRUPrime HealthCare Syariah
  • Bersifat sebagai manfaat tambahan atau rider
  • Usia masuk nasabah: 1 bulan – 65 tahun
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia: 85 tahun
  • Besaran nilai pertanggungan asuransi disesuaikan dengan tagihan rumah sakit (as charged) dengan limit sesuai plan yang dipilih. 
  • Besaran santunan tahunan asuransi akan naik 10% setiap tahun dengan maksimal 50&
  • Metode klaim non tunai atau cashless dapat digunakan di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura

Asuransi Sinarmas MSIG Life

  • Nama polis: SMiLe Medical Syariah
  • Usia pemegang polis: 17-90 tahun 
  • Usia masuk nasabah: 15 hari – 60 tahun
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia: 74 tahun
  • Pertanggungan biaya kamar rawat inap Rp500 ribu – Rp1,5 juta per hari
  • Pertanggungan biaya kamar ICU Rp1-3 juta per hari
  • Pertanggungan biaya aneka perawatan di rumah sakit sesuai tagihan
  • Pertanggungan biaya pembedahan sesuai tagihan
  • Pertanggungan biaya kunjungan dokter sesuai tagihan
  • Pertanggungan biaya pemeriksaan laboratorium sesuai tagihan
  • Pertanggungan biaya  konsultasi lanjutan sesuai tagihan
  • Pertanggungan biaya transportasi ambulan sesuai tagihan
  • Limit tahunan yang dipilih Rp400 juta- Rp1,4 miliar

Asuransi Allianz Syariah

  • Nama polis: Allisya Care
  • Bersifat sebagai manfaat tambahan atau rider
  • Usia masuk nasabah: 1 bulan – 70 tahun
  • Pertanggungan biaya rawat inap dan pembedahan menggunakan sistem klaim cashless dan reimbursement
  • Pertanggungan biaya rawat jalan menggunakan sistem reimbursement dan ko asuransi 20 persen 
  • Pertanggungan biaya melahirkan dengan sistem klaim cashless dan perawatan pra dan pasca melahirkan dengan sistem klaim reimbursement
  • Pertanggungan biaya perawatan gigi dengan sistem reimbursement dan ko asuransi 20 persen 
  • Manfaat santunan harian atau hospital cash plan mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta per hari
  • Manfaat santunan atas risiko meninggal dunia mulai dari Rp2 hingga Rp11,5 juta 
  • Tersedia manfaat rawat inap, termasuk pilihan manfaat persalinan, rawat jalan, rawat gigi, hingga santunan harian
  • Tersedia 8 plan dari harga kamar Rp100 ribu/malam hingga Rp1 juta/malam

Asuransi AXA Mandiri Syariah

  • Nama polis: Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah
  • Santunan harian atas biaya rawat inap, ICU, pembedahan, dan transportasi ke rumah sakit
  • Santunan meninggal dunia yang terbagi menjadi empat plan

Asuransi Manulife Syariah

  • Nama polis: Manulife Berkah Medicare Plus
  • Usia masuk nasabah: 30 hari – 70 tahun 
  • Polis dapat diperpanjang hingga 80 tahun
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Limit tahunan hingga Rp300 juta
  • Pertanggungan atas biaya kamar rawat inap rumah sakit dan Unit Perawatan Intensif (HCU/ICU/ICCU/PICU) 
  • Pertanggungan atas biaya biaya kunjungan dokter di rumah sakit 
  • Pertanggungan atas biaya aneka perawatan rumah sakit
  • Pertanggungan atas biaya pembedahan 
  • Santunan tunai harian untuk penyakit Typhus. 
  • Santunan tunai harian untuk penyakit demam berdarah 
  • Santunan tunai harian untuk penyakit malaria 
  • Pertanggungan atas biaya perawatan oleh juru rawat
  • Pertanggungan atas biaya ambulan lokal 
  • Pertanggungan atas biaya perawatan sebelum dan setelah rawat inap 
  • Pertanggungan atas biaya rawat jalan akibat kecelakaan
  • Pertanggungan atas biaya perawatan kanker 
  • Pertanggungan atas perawatan cuci darah penggantian

Asuransi BRI Life

  • Nama polis: BRILife-Link Proteksi Syariah
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Proteksi untuk 49 jenis penyakit kritis (rider)
  • Manfaat perawatan di rumah sakit termasuk kamar inap, ICU, dan bedah (rider)
  • Pilihan manfaat hospital cash plan atau penggantian biaya harian selama rawat inap (rider)
  • Gratis Ujrah switching 3 kali dalam setahun 
  • Gratis Ujrah penarikan (redemption)

Asuransi BNI Life Syariah

  • Nama polis: Ahsan Medicare
  • Premi mulai Rp300 ribu per bulan
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Polis dasar yang harus diambil: asuransi jiwa BNI Life Sakinah Multipro Link
  • Santunan harian rawat inap dan pembedahan akibat kecelakaan atau sakit 
  • Santunan meninggal dunia
  • Manfaat loyalty bonus berupa nilai tunai investasi jika nasabah masih hidup hingga akhir polis

Jenis Asuransi Kesehatan Syariah

Jenis asuransi kesehatan syariah terdiri atas asuransi kesehatan murni dan asuransi kesehatan tambahan, asuransi kesehatan syariah untuk keluarga, asuransi melahirkan, asuransi perawatan gigi, asuransi rawat jalan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi hospital cash plan (HCP).

Berikut penjelasan dari masing-masing jenis asuransi kesehatan syariah:

Asuransi kesehatan murni dan asuransi kesehatan tambahan

Jenis asuransi kesehatan murni syariah adalah produk asuransi yang memberikan manfaat utama berupa jaminan biaya perawatan kesehatan plus pembedahan sesuai syariat. Asuransi kesehatan murni berbeda dari asuransi kesehatan tambahan yang biasanya menjadi pelengkap asuransi jiwa.

Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga

Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga adalah asuransi yang memberikan jaminan biaya perawatan kesehatan dan pembedahan bagi keluarga sesuai prinsip syariat. Jenis asuransi kesehatan syariah untuk keluarga ini biasanya meng-cover hingga 5 anggota keluarga dalam satu polis.

Asuransi melahirkan syariah

Jenis asuransi melahirkan syariah adalah produk khusus yang memberikan jaminan berupa biaya melahirkan dan perawatan kesehatan bagi ibu dan bayi sesuai prinsip syariat. Produk ini umumnya bagian dari asuransi kesehatan tambahan. Tapi, beberapa perusahaan asuransi memiliki produk asuransi melahirkan sebagai polis utama.

Asuransi perawatan gigi syariah

Jenis asuransi perawatan gigi syariah adalah produk asuransi yang memberikan manfaat berupa perawatan gigi termasuk pembersihan karang gigi. Dikelola sesuai prinsip syariat, asuransi perawatan gigi biasanya bagian dari asuransi karyawan. Namun, beberapa perusahaan asuransi memiliki polis asuransi gigi sebagai polis utama.

Asuransi rawat jalan syariah

Jenis asuransi kesehatan syariah ini memberikan manfaat utama jaminan biaya rawat jalan tanpa syarat rawat inap sesuai prinsip syariat. Misalnya, biaya pemulihan pra dan pasca rawat inap, perawatan gigi, kacamata, dan kunjungan ke dokter umum atau spesialis.

Asuransi penyakit kritis syariah

Asuransi penyakit kritis syariah atau asuransi critical illness adalah proteksi yang memberikan pertanggungan berupa santunan tunai jika nasabah mengalami penyakit kritis. Santunan tunai pada produk asuransi penyakit kritis diberikan saat nasabah terdiagnosis salah satu dari sejumlah jenis penyakit kritis yang ditanggung oleh polis.

Asuransi hospital cash plan (HCP) syariah

Jenis asuransi kesehatan syariah HCP adalah produk asuransi yang menanggung biaya rawat inap sesuai plafon atau tagihan berdasarkan prinsip syariat. Jadi, penggantian tidak berdasarkan tagihan rumah sakit, melainkan plafon yang dimiliki tertanggung.

Dari beragam jenis asuransi kesehatan syariah untuk keluarga, individu, perusahaa, dan lain sebagainya tentu saja premi yang ditawarkan berbeda-beda. Simak penjelasan mengenai premi atau kontribusi dalam asuransi kesehatan syariah. Cari tahu asuransi kesehatan syariah premi murah di sini!

Asuransi Kesehatan Syariah Premi Murah

Premi asuransi kesehatan syariah berkisar mulai dair Rp60 ribu per bulan. Namun kembali lagi tergantung pada beberapa faktor yaitu kondisi kesehatan calon tertanggung, jumlah tertanggung, manfaat tambahan, serta profesi calon tertanggung.

đŸ•Œ Pilihan FWD Life, Al Amin, JMA Syariah - Rp60 Ribu/Bulan!

Berikut ini contoh perhitungan premi asuransi kesehatan syariah.

Premi Allisya Care Allianz

Polis asuransi kesehatan syariah untuk keluarga dan individu dari Allianz salah satunya adalah AlliSya Care. Polis ini bersifat stand-alone atau bukan asuransi tambahan (riders).

Contoh premi asuransi kesehatan syariah AlliSya Care adalah sebagai berikut:

  • Premi Rp4.802.000 per tahun
  • Profil calon tertanggung: laki-laki 46 tahun tidak merokok
  • Manfaat yang diperoleh yaitu: kamar rawat inap cashless Rp750 ribu/malam, kunjungan dokter umum Rp215 ribu dan kunjungan dokter spesialis Rp250 ribu
  • Tidak ada batasan klaim maksimum per tahun

Premi PRUPrime Healthcare Plus Syariah

Polis asuransi kesehatan syariah dari Prudential ini adalah manfaat tambahan (riders), sehingga calon tertanggung harus memiliki polis asuransi utama (asuransi jiwa syariah) untuk memiliki manfaat dari PRUPrime Healthcare Plus Syariah.

Contoh premi asuransi PRUPrime Healthcare Plus Syariah adalah sebagai berikut:

  • Premi Rp22,9 juta
  • Profil calon tertanggung: laki-laki 46 tahun tidak merokok
  • Manfaat yang diperoleh yaitu kamar rawat inap cashless Rp900 ribu/malam, kunjungan dokter umum Rp300 ribu, dan kunjungan dokter spesialis Rp375 ribu
  • Total maksimal manfaat asuransi kesehatan Rp450 juta/tahun
  • Manfaat asuransi jiwa (UP jiwa) Rp500 juta

Premi FWD Life

Asuransi Bebas Handal adalah polis asuransi kesehatan syariah dari FWD Life. Manfaat asuransi dari polis ini antara lain biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, perawatan setelah rawat inap, dan biaya tindakan bedah, serta cek laboratorium dengan nilai hingga Rp100 juta per tahun.

Polis dari FWD Life ini merupakan salah satu asuransi kesehatan syariah premi murah dengan kontribusi Rp5,3 juta per tahun.

Pertanyaan Seputar Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi kesehatan syariah secara sederhana dapat dipahami sebagai produk asuransi yang menjamin biaya pengobatan dan perawatan kesehatan ketika nasabah atau tertanggung sakit atau kecelakaan.

Perbedaannya dengan asuransi kesehatan konvensional terletak pada prinsip syariah yang diterapkan yaitu tolong-menolong. Prinsip tersebut diwujudkan melalui dana yang dikumpulkan dari iuran atau premi nasabah atau disebut dana tabarru’.

Mengikuti hukum asuransi syariah yang mengatur prinsip tersebut adalah Fatwa DSN MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. Selain itu asuransi syariah juga haruslah menggunakan akad tolong menolong, berbeda dengan asuransi konvensional yang menggunakan akad jual beli. 

Beberapa rekomendasi asuransi kesehatan yang sesuai syariah adalah Prudential, Sinarmas MSIG Life, Allianz, AXA Mandiri, Manulife, BRI Life, dan masih banyak lagi.

Ketika terlindungi asuransi kesehatan syariah nasabah tidak perlu takut dan khawatir ketika mengalami sakit. Ini dikarenakan ada asuransi kesehatan syariah yang akan memberikan jaminan atas semua biaya perawatan di rumah sakit. 

Manfaat jenis asuransi syariah ini pada dasarnya serupa dengan asuransi kesehatan konvensional pada umumnya, yaitu memberikan pertanggungan atas biaya rawat inap di rumah sakit, rawat jalan, dan pembedahan. Jika ingin manfaat yang lebih luas dapat beli manfaat tambahan atau rider asuransi melahirkan, perawatan gigi, dan perawatan mata. Jadi, untuk manfaatnya sama dengan asuransi kesehatan konvensional, sehingga yang membedakan hanya pada pengelolaan dana kontribusi atau preminya saja, ya.[accordion] [accordion title="Apa saja pilihan asuransi kesehatan syariah untuk keluarga?" schema_org="true"]

Pilihan plan keluarga juga cukup banyak dicari orang saat ini. Sebab, jika dihitung-hitung, besaran premi asuransi syariah keluarga terbilang lebih murah ketimbang membeli asuransi individu untuk masing-masing anggota keluarga. Berikut beberapa rekomendasi perusahaan asuransi yang menyediakan proteksi asuransi kesehatan syariah keluarga:

Pada dasarnya, besar dan kecilnya harga premi atau dana tabarru’ asuransi bergantung pada usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat kesehatan, dan tanggungan keluarga calon nasabah. Namun, untuk memberikan gambaran besaran pilihan asuransi kesehatan syariah termurah, berikut ini rekomendasinya: 

Asuransi berbasis syariah tercipta bukan hanya untuk umat Islam. Asuransi ini boleh dimiliki nasabah yang tidak memeluk agama Islam. Artinya, asuransi kesehatan syariah bisa dimiliki siapa saja.

Lalu apa keunggulan asuransi kesehatan syariah dibandingkan konvensional? Berikut penjelasannya.

  • Terdapat transparansi pengelolaan dana nasabah atau nasabah. Dengan perjanjian yang jelas dan transparan, serta akad yang sesuai dengan kaidah syariah, maka dana tabarru’ akan dikelola secara profesional oleh perusahaan asuransi kesehatan syariah melalui investasi yang berlandaskan prinsip syariah.
  • Pengelolaan dana nasabah atau peserta dilakukan secara syariah dengan menghindari riba (bunga), maisir (judi), dan gharar (ketidakjelasan). Dana tabarru’ pada asuransi kesehatan syariah akan digunakan untuk mengantisipasi terjadinya musibah/bencana/klaim yang terjadi pada nasabah atau nasabah lain sesuai prinsip tolong-menolong.
  • Melalui asuransi kesehatan syariah, kita bisa mempersiapkan diri secara finansial dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip transaksi yang sesuai dengan fiqh Islam.

Asuransi syariah dikelola mengikuti prinsip syariah atau syariat Islam, yaitu akad tolong menolong. Sedangkan, asuransi kesehatan konvensional terfokus pada akad jual beli. 

Lantas, apakah asuransi kesehatan syariah termasuk riba? Menurut pandangan Islam, proteksi ini diperbolehkan asalkan dana yang terkumpul dikelola sesuai dengan syariat Islam. Syariat Islam yang dimaksud adalah mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No: 21/DSN-MUI/X/2001 terkait pedoman asuransi syariah. Berikut ini empat poin yang membedakan:

  1. Pengelolaan dana kontribusi atau premi yang dibayarkan nasabah wajib dikelola secara transparan. Artinya, perjanjian polis di awal jelas dan akad yang diberikan sesuai dengan prinsip syariat Islam. Sementara dalam asuransi konvensional, perusahaan asuransi akan memberikan informasi terkait polis yang ditawarkan dan tidak berpaku pada prinsip dasar syariat Islam.
  2. Hasil investasi dalam asuransi konvensional, hasil investasi perusahaan tentu sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan asuransi. Kecuali polis yang dipilih berkaitan dengan investasi atau asuransi kesehatan unit link. Sementara dalam asuransi syariah, hasil investasi tersebut adalah dana kolektif yang dimiliki peserta asuransi.
  3. Dana kontribusi atau premi yang dibayarkan akan kembali ke nasabah jika tidak ada klaim. Pada asuransi konvensional, dana kembali jika tidak ada klaim jika terdapat manfaat no claim bonus.
  4. Surplus underwriting yaitu selisih lebih dari total dana kontribusi yang dibayarkan oleh nasabah ke dalam dana tabarru’ setelah dikurangi pembayaran klaim, kontribusi reasuransi, dan cadangan teknis. Surplus underwriting tidak ada dalam asuransi kesehatan konvensional.

Mengajukan klaim asuransi kesehatan syariah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara non tunai atau cashless atau tunai atau reimbursement.

1. Cara klaim cashless

Datang ke rumah sakit rekanan → sertakan kartu peserta asuransi kesehatan + KTP → langsung mendapatkan layanan kesehatan.

2. Cara klaim reimbursement

Segera laporkan klaim → sertakan kartu peserta asuransi kesehatan + dokumen klaim lainnya → proses pengecekan klaim → hasil pengajuan klaim

Agar klaim asuransi kesehatan syariah Anda tidak ditolak, perhatikan beberapa hal yang tercantum di dalam polis. Salah satunya tidak telat membayar premi karena jika Anda telat, maka polis lapse dan manfaat yang seharusnya Anda terima ketika mengalami sakit, jadi tidak bisa digunakan.

Selain itu, perhatikan informasi penting berikut agar Anda tidak mengalami penolakan klaim.

  1. Pre-existing condition yaitu semua penyakit sudah diderita oleh tertanggung (baik diketahui atau tidak diketahui oleh tertanggung) sebelum polis disetujui maka asuransi kesehatan tidak mengganti atas klaim penyakit tersebut.
  2. Asuransi memiliki periode eliminasi, yaitu klaim tidak akan dibayar jika menjalani rawat inap yang disebabkan penyakit dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penerbitan polis atau perubahan polis (Addendum). Dalam hal ini, Anda tidak bisa klaim sebelum 30 hari dari polis aktif.
  3. Perusahaan asuransi menetapkan daftar sejumlah penyakit yang tidak bisa diklaim dalam waktu 12 bulan sejak polis diterbitkan. Jika tertanggung klaim salah satu penyakit yang dari daftar tersebut sebelum 12 bulan, maka klaim akan ditolak.
  4. Pengecualian untuk poin kedua dan ketiga tidak berlaku apabila tertanggung dan/atau tanggungan menjalani rawat inap akibat kecelakaan.

Ada beberapa istilah dalam produk jaminan berbasis syariat ini. Tentu istilah berikut tidak terlepas dari Bahasa Arab sehingga perlu dijelaskan maknanya agar bisa dipahami oleh semua peserta atau penerima manfaat.

  • Akad adalah perjanjian antara dua belah pihak yang mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing yang bersifat mengikat dan memiliki konsekuensi hukum jika tidak dijalankan atau dilanggar. Akad dilakukan antara penerima manfaat (peserta) dan perusahaan.
  • Akad mudharabah adalah perjanjian antara pihak pertama sebagai pemilik modal (shahibul maal) kemudian mempercayakan modal tersebut untuk dikelola oleh pihak kedua (mudharib) dengan perjanjian di awal. Modal sepenuhnya berasal dari pihak pertama sedangkan pihak kedua tidak menanamkan modal sama sekali hanya mengandalkan keahlian yang tidak dimiliki oleh pihak pertama.
  • Akad musyarakah adalah perjanjian antara pihak pertama dengan pihak kedua dengan modal yang berasal dari kedua belah pihak dengan perjanjian pembagian keuntungan atau kerugian berdasarkan seberapa besar porsi kontribusinya.
  • Akad mudharabah musytarakah adalah gabungan antara akad mudharabah dan musyarakah di mana modal berasal dari satu pemilik modal. Perbedaannya adalah kerugian yang terjadi hanya ditanggung oleh pemilik modal. Namun jika dalam perjalanan waktu bisnis yang dijalankan menguntungkan maka, pengelola boleh menambah modal untuk mengembangkan usahanya dengan perjanjian keuntungan berdasarkan porsi kontribusi yang diberikan. 
  • Akad tijarah adalah perjanjian yang dilakukan untuk kepentingan mencari keuntungan.
  • Akad tabarru’ adalah perjanjian hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta dengan tujuan untuk tolong menolong sesama dan tidak digunakan untuk tujuan investasi. Kumpulan dana dari para peserta asuransi ini dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dengan dana tabarru’
  • Wakalah bil ujrah adalah biaya administrasi pengelolaan dana yang dibebankan kepada peserta oleh pengelola (perusahaan). Pengelola tidak berhak mendapatkan bagian dari dana yang diinvestasikan jika menggunakan akad ini.
  • Kontribusi adalah istilah dalam proteksi syariat yang digunakan untuk menggantikan istilah premi peserta.
  • Qardh adalah pinjaman pengelola (perusahaan) dengan menggunakan dana tabarru’ saat terjadi defisit ketika ingin membayarkan santunan (klaim). Dana qard akan dikembalikan lagi oleh pengelola jika mengalami surplus dalam perhitungan underwriting di lain waktu.

Iurantabarru’ adalah sebagian dana yang diambil dari kontribusi peserta asuransi. Dana ini nantinya digunakan untuk saling tolong menolong antar peserta asuransi yang mendapatkan musibah yang tidak diinginkan.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan