Asuransi Mikro OJK

Asuransi mikro OJK adalah sejumlah aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai produk asuransi mikro dan pemasarannya. Melalui Surat Edaran OJK Nomor 9 /SEOJK.05/2017 Tentang Produk Asuransi Mikro Dan Saluran Pemasaran Produk Asuransi Mikro, terdapat sejumlah aturan mengenai asuransi mikro.

Dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa jenis saluran pemasaran produk asuransi mikro terbagi atas:

  • Pemasaran langsung
  • Agen asuransi
  • Bancassurance
  • Badan usaha selain bank
  • Tenaga pemasar.

Pemasaran Asuransi Mikro OJK dengan Teknologi Informasi

Di tengah perkembangan teknologi informasi (TI), pemasaran produk asuransi mikro bisa dilakukan melalui e-commerce. Contohnya Lifepal yang menjadi marketplace asuransi nomor satu di Indonesia. Namun, tetap ada peraturan mengenai pemasaran produk asuransi ini.

Bentuk media komunikasi dalam pemasaran produk asuransi mikro yang digunakan termasuk tetapi tidak terbatas pada:

  • Layanan short message service (SMS) atau menu unstructured supplementary service data (USSD) pada telepon seluler;
  • Telemarketing
  • Aplikasi telepon pintar (smart phone); dan/atau
  • Situs web.
Yuk, bandingkan jenis asuransi mikro dengan polis asuransi kesehatan konvensional lainnya dengan premi mulai dari Rp100 ribu per bulan!
Bandingkan 500+ pilihan polis terbaik mulai Rp100 ribu/bulan!
+62

Peraturan Asuransi Mikro OJK

Syarat memasarkan asuransi mikro lewat TI, perusahaan harus memberikan informasi utama yaitu manfaat asuransi, besar premi atau kontribusi, masa berlaku asuransi, dan referensi mengenai informasi produk hingga cara klaim.

Di samping itu, perusahaan yang memasarkan produk asuransi mikro tetap harus berpedoman pada operasional asuransi mikro OJK. Artinya, tetap ada proses berikut ini:

  • Seleksi risiko
  • Penerbitan dan penyampaian polis asuransi
  • Pembayaran premi atau kontribusi
  • Pengelolaan dan pemeliharaan data peserta asuransi mikro
  • Pengajuan, pemrosesan, dan pembayaran klaim
  • Pelayanan keluhan dan pengaduan pemegang polis, tertanggung,
  • atau peserta.

Selain sejumlah aturan di atas, OJK juga menetapkan sejumlah rambu-rambu bagi perusahaan asuransi yang ingin menjual polis asuransi mikro. Berikut rambu-rambu polis asuransi mikro di Indonesia:

  1. Polis harus menggunakan Bahasa Indonesia yang lugas, sederhana, jelas, dan mudah dipahami.
  2. Polis harus mencantumkan kata dan logo Asuransi Mikro Indonesia.
  3. Pengecualian dalam polis harus sedikit. Misalnya produk asuransi mikro kecelakaan diri pengecualiannya hanya jika bunuh diri.
  4. Mengganti sejumlah istilah rumit dalam polis asuransi mikro. Contohnya istilah “tertanggung” diganti menjadi “peserta”.
  5. Ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di bawah Rp2,5 juta per bulan.
  6. Harga atau premi satu produk/polis asuransi mikro tidak lebih dari Rp50 ribu.
  7. Nilai pertanggungan maksimal Rp50 juta.
  8. Pemasaran produk harus sederhana seperti melalui minimarket, gerai milik PT Pegadaian yang tersebar hingga pelosok, jaringan PT Pos Indonesia, hingga kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Temukan produk asuransi mikro terbaik hanya di Lifepal. Premi bahkan di bawah Rp100 ribu per tahun, calon nasabah bisa mendapatkan pertanggungan yang cukup sesuai kebutuhan
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan