Asuransi Pendidikan Terbaik Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu

DISKON HINGGA 20% Temukan pilihan produk asuransi pendidikan dari ratusan brand ternama dengan harga terjangkau!

 

Daftar Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia

Memilih asuransi pendidikan terbaik terbilang susah-susah gampang. Sebab, produk asuransi ini terbilang cukup jarang disediakan oleh perusahaan asuransi.

Berikut beberapa pilihan asuransi pendidikan, baik dengan konsep dwiguna dan unit link, dari brand besar yang direkomendasikan oleh Lifepal.

1. Asuransi pendidikan Allianz

Allianz menawarkan asuransi pendidikan dwiguna yang dana tabungannya bisa kita cairkan secara bertahap, yaitu pada setiap jenjang pendidikan anak.

2. Asuransi pendidikan syariah dari Takaful Keluarga

Asuransi Takaful Keluarga
3.7

Takaful Keluarga menawarkan produk asuransi jiwa dwiguna syariah dengan manfaat uang pertanggungan 100 persen untuk meninggal dunia dan 50 persen untuk cacat tetap total. Uang pertanggungan juga bisa dicairkan 10 persen jika anak meninggal dunia.

3. Asuransi pendidikan Manulife Education Protector

Asuransi Manulife
5.0

Jika lebih tertarik membeli asuransi pendidikan unit link, Manulife mempunyai polis Manulife Education Protector. Kita bisa memilih masa pertanggungan 5 atau 10 tahun, atau juga bisa memilih asuransi pendidikan whole life hingga 70 tahun.

4. Asuransi pendidikan PRULink Edu Protection

Asuransi Prudential
4.8

Prudential memiliki polis PRULink Edu Protection dengan manfaat bulanan Rp30 juta per polis. Untuk yang sedang mencari asuransi pendidikan unit link syariah, Prudential juga memiliki PRULink Syariah Edu Protection dengan usia anak antara 1 hingga 15 tahun.

 

Mengapa Asuransi Pendidikan?

Berdasarkan laporan Kompas, rata-rata kenaikan inflasi biaya pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15 persen. Melalui perhitungan tersebut, diperkirakan biaya pendidikan kuliah di perguruan tinggi pada tahun 2028 bisa mencapai Rp30-120 juta! Padahal, rata-rata kenaikan gaji per tahun hanya 7 persen saja.

biaya-pendidikan

Mari pikirkan bersama, apakah tabungan kita akan cukup untuk mencapai angka tersebut? Angka tadi baru untuk perguruan tinggi, belum lagi dana pendidikan sekolah.

Sebenarnya, masalah ini bisa kita akali dengan membeli asuransi pendidikan dwiguna. Karena selain menjamin anak kita menamatkan pendidikannya, juga memberikan fasilitas tabungan pendidikan tadi. 

Selain itu, ada beberapa manfaat lain memiliki asuransi pendidikan, yaitu:

  • Tabungan tidak cukup untuk menjamin pendidikan. Alasan ini sangat masuk akal karena nilai tabungan akan tergerus dengan inflasi tahunan sehingga ada kemungkinan dana tabungan yang disiapkan pun tidak akan cukup untuk memenuhi biaya pendidikan dari jenjang paling rendah hingga objek tertanggung lulus kuliah.
  • Premi asuransi pendidikan sebenarnya cukup terjangkau. Bahkan, tidak sebanding dengan jumlah yang harus dikeluarkan apabila menggunakan tabungan maupun investasi sebagai pengganti biaya pendidikan anak di masa depan. 
  • Tidak merepotkan orang lain, baik keluarga maupun orang lain jika terjadi risiko yang tidak diharapkan. Sebab, kita telah memiliki jaminan dari perusahaan asuransi apabila secara tiba-tiba orang tua meninggal dunia sementara pendidikan anak tidak boleh berhenti dan harus tetap dilanjutkan hingga jenjang bangku kuliah atau perguruan tinggi.
  • Membantu menyiapkan masa depan pendidikan anak. Asuransi pendidikan punya perluasan jaminan mulai dari kecelakaan bagi orang tua maupun bagi si anak. Selain itu juga terdapat jaminan pembebasan premi jika tertanggung meninggal dunia namun si anak tetap mendapatkan dana pendidikan sesuai dengan uang pertanggungan yang dijanjikan melalui polis asuransi yang disepakati di awal. 

Kita bisa mendapatkan asuransi pendidikan secara online, yaitu melalui marketplace asuransi Lifepal. Apabila masih bingung menentukan asuransi pendidikan yang murah dan bagus, tim Lifepal menawarkan konsultasi gratis. Untuk mendapatkannya, silakan mengisi formulir di bagian atas halaman ini.

Apa itu Asuransi Pendidikan?

Pengertian asuransi pendidikan adalah produk yang akan memberikan perlindungan jiwa sekaligus tabungan dan investasi untuk pendidikan anak. Jadi, jika tertanggung (orang tua) meninggal dunia, asuransi akan memberikan uang pendidikan untuk anak yang ditinggalkan.

Asuransi pendidikan pada dasarnya merupakan salah satu bentuk asuransi jiwa yang dapat berupa asuransi jiwa dwiguna (endowment) atau asuransi jiwa berbalut proteksi (unit link).

Asuransi pendidikan unit link berarti sebagian premi bakal diinvestasikan dan hasilnya (nilai tunai) akan digunakan untuk dana pendidikan anak. Karena diinvestasikan, nominal pengembaliannya tidak pasti. Semenara itu, pada produk asuransi pendidikan endowment, terdapat manfaat dijamin dengan nominal pasti sejak awal.

Istilah di Asuransi Pendidikan

  • Polis: Perjanjian tertulis antara pemegang polis dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Pemegang polis: Orang yang menandatangani polis atau mendaftar asuransi.
  • Tertanggung: Orang atau objek yang dijamin dalam perjanjian polis.
  • Penerima manfaat: Orang yang menerima manfaat asuransi. Dalam asuransi jiwa, biasanya penerima manfaat adalah keluarga atau ahli waris dari tertanggung.
  • Pertanggungan: Risiko yang dijamin di dalam polis.
  • Manfaat: Hak berupa fasilitas atau penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Perluasan manfaat: Penambahan manfaat dari produk dasarnya dengan penambahan premi.
  • Klaim: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Uang pertanggungan: Sejumlah dana yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi apabila tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total.
  • Masa pertanggungan: periode berlakunya asuransi. Selama masa pertanggungan, pemegang polis berhak menerima uang jika terjadi klaim.
  • Premi: iuran yang dibayarkan ke perusahaan asuransi untuk membeli asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Nilai tunai: Uang yang dikembalikan ke pemegang polis setelah masa pertanggungan habis jika tidak ada klaim.
  • Ahli Waris: Orang yang ditunjuk dan tercantum dalam polis asuransi yang akan menerima uang pertanggungan jika tertanggung atau pemegang polis meninggal dunia.
  • Minor: Pemegang polis yang masih dibawah umur, biasanya berusia di bawah 21 tahun dan belum menikah.
  • Masa asuransi: masa berlakunya polis asuransi.
  • Masa pembayaran premi: jangka waktu tertentu di mana nasabah wajib menyetor premi rutin.

Apa Saja Jenis Asuransi Pendidikan?

Seiring dengan tingginya peminat asuransi pendidikan, ada beragam variasi produk yang bisa kita pertimbangkan. Terdapat dua jenis asuransi pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu dwiguna, dan unit link.

Asuransi pendidikan dwiguna (endowment)

Asuransi pendidikan endowment adalah jenis asuransi pendidikan yang memberikan dua manfaat, yaitu perlindungan jiwa dan pengembalian dana pasti. Jika tertanggung (orang tua) meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total pada masa pertanggungan, asuransi akan memberikan uang pertanggungan untuk menunjang dana pendidikan anak. Kalau tidak ada klaim yang diajukan selama masa pertanggungan, tertanggung berhak mendapatkan uang premi yang sudah dikumpulkan. 

Asuransi pendidikan unit link

Asuransi pendidikan unit link adalah jenis asuransi pendidikan yang memberikan dua manfaat, yaitu perlindungan jiwa dan investasi untuk pendidikan. Sebagian premi yang kita bayarkan akan digunakan sebagai dana investasi. Nah, jika ternyata sampai masa pertanggungan habis, kita tetap bisa mendapatkan pengembalian premi berupa nilai tunai (hasil investasi). Nilai tunai tersebut bisa digunakan untuk pendidikan anak. 

Jika tertanggung meninggal dunia pada masa pertanggungan, anak akan mendapatkan uang pertanggungan yang juga bisa dipakai sebagai dana pendidikan.

Perlu diingat, investasi pasti memiliki risiko. Risiko membeli asuransi pendidikan unit link adalah kerugian pada portofolio investasi. Kalau dana tunai kita habis, harus melakukan pengisian uang supaya polis asuransi tetap aktif. 

Cara Kerja Asuransi Pendidikan

Pada dasarnya, asuransi pendidikan sama dengan asuransi jiwa unit link dan dwiguna. Hanya saja, tujuan keuangannya adalah untuk dana pendidikan dengan pencairan uang secara bertahap..

Lalu, bagaimana cara kerja asuransi pendidikan? Beberapa polis menjanjikan pembayaran premi hanya pada beberapa tahun pertama, misalnya lima tahun.

Premi yang kita setorkan itu dibagi ke dua pos; pertama pos biaya perlindungan jiwa dan kedua pos tabungan atau investasi. Nah, pos kedua itu disebut dengan nilai tunai.

Porsi premi yang masuk ke pos perlindungan jiwa dibayarkan untuk biaya aktivasi manfaat perlindungan jiwa. Sehingga, kalau tertanggung (orang tua) meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total, ahli warisnya (anak) bisa mencairkan uang pertanggungan untuk dana pendidikan.

Jika orang tua masih hidup hingga masa pembayaran premi berakhir, dana pendidikan anak tetap bisa cair dari nilai tunai yang kita miliki.

Uang pertanggungan dan nilai tunai tersebut umumnya  bisa dicairkan secara bertahap sesuai dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Adapun porsi dan waktu pencairannya beragam berdasarkan dengan perjanjian dalam polis.

Beberapa perusahaan juga menyediakan fasilitas pembebasan premi, jadi meskipun premi tidak dibayarkan pasca meninggalnya orang tua, dana pendidikan anak tetap dijamin.

Premi  yang masuk ke saldo nilai tunai akan diinvestasikan pada asuransi pendidikan unit link, atau ditabung pada asuransi pendidikan dwiguna. 

Tabel Perbandingan Asuransi Pendidikan Dwiguna dan Asuransi Pendidikan Unit Link

Nilai Tunai Dwiguna Unit Link
Proyeksi  Pasti Tergantung hasil investasi
Nominal  Relatif tidak besar Berpotensi untung besar tapi bisa juga merugi

Jika kita memilih asuransi pendidikan unit link, premi yang masuk ke nilai tunai tadi bakal ditaruh di instrumen investasi. Keuntungan dari investasi tersebut masuk ke dalam dompet nilai tunai yang akan dipakai untuk membayarkan untuk biaya-biaya asuransi selanjutnya. Namun perlu dicatat, instrumen investasi memiliki risiko. Sehingga ada kemungkinan nilai tunai berkurang dan tidak sesuai dengan proyeksi di awal.

Sementara itu, pada asuransi pendidikan dwiguna, jumlah nilai tunai yang akan diberikan nantinya sudah ditentukan di awal. 

Sebaiknya kita menghindari manfaat investasi yang ditawarkan unit link karena manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal. Pasalnya,  tujuan investasi berbeda dengan tujuan proteksi. Dalam investasi, ada risiko kerugian yang menimbulkan kerugian finansial. Padahal, tujuan utama kita adalah untuk memastikan anak menyelesaikan pendidikannya

Oleh karena itu, asuransi pendidikan dwiguna kami nilai lebih efektif dibandingkan asuransi pendidikan unit link karena memberi kepastian dana yang akan diterima, meskipun nominalnya terlihat lebih kecil.

Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan?

Tabungan pendidikan adalah alternatif produk asuransi pendidikan, yaitu sama-sama bertujuan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Biasanya tabungan pendidikan dikeluarkan oleh bank. 

 

Tabel berikut menjelaskan secara singkat perbedaan antara keduanya.

Pembeda Asuransi Pendidikan Dwiguna Asuransi Pendidikan Unit Link Tabungan Pendidikan
Santunan kematian Besar Besar Kecil
Risiko Rendah Tinggi Rendah
Biaya-biaya Besar Besar Kecil
Durasi Jangka panjang Jangka panjang Jangka pendek
Besar tabungan pendidikan Sedang Tergantung hasil investasi Kecil

Pada umumnya, baik asuransi pendidikan maupun tabungan pendidikan sama-sama memiliki dua fungsi, yaitu sebagai proteksi dan tabungan pendidikan anak. Namun, yang jadi pembeda adalah fitur yang ditawarkan masing-masing produk.

Tabungan pendidikan hanya memotong sebagian kecil uang untuk biaya administrasi. Namun, bunganya hanya 3-6 persen saja.  Sementara pada asuransi jiwa unit link, kita mendapat peluang untuk menginvestasikan uang tersebut. 

Tabungan pendidikan juga memiliki manfaat asuransi jiwa, namun relatif kecil. Jika orang tua meninggal, asuransi ini akan melunasi tabungan pendidikan hingga selesai. Tidak ada uang pertanggungan seperti dalam asuransi pendidikan.

Sebenarnya, tidak ada produk yang lebih baik atau lebih buruk. Kita hanya perlu mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan. Apabila hendak menabung dalam jangka pendek, kami sarankan memilih tabungan pendidikan saja. Sementara itu, kalau anak kita masih berusia 1-5 tahun dan ingin menabung dalam jangka panjang, asuransi pendidikan bisa menjadi pilihan.

Simulasi Asuransi Pendidikan

Seorang calon nasabah bernama Danang ingin mendaftar asuransi pendidikan. Usianya saat ini 27 tahun dan memiliki anak, Putri, usia 1 tahun. Danang adalah tulang punggung keluarga yang ingin punya dana cukup untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi. 

Danang bersedia menabung sebesar Rp5,5 juta per bulan (Rp66 juta per tahun) untuk tujuan tersebut. Jadi, berikut ini simulasi asuransi pendidikan dwiguna menggunakan contoh polis Proteksi Edu Maksima (EduPlan) dari AIA dan BCA:

  • Uang pertanggungan (UP): Rp250.000.000.
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun.
  • Premi dasar: Rp64.284.000 juta per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu (Kematian/cacat tetap total): Rp812.000 per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu Comprehensive Critical Cover: Rp812.000 per tahun.
  • Total premi yang harus dibayar: Rp65.908.000 per tahun.
  • Lama menabung: 20 tahun.

Polis EduPlan menawarkan pencairan 200 persen UP untuk dana pendidikan dan 100 persen UP kalau tertanggung meninggal serta pembebasan premi jika pemegang polis meninggal dunia. Kurang lebih, berikut yang didapatkan oleh Danang:

  • Tahun ke-1 sampai 5 = pembayaran premi dan pembebasan premi jika Danang meninggal dunia, cacat tetap total, atau terkena penyakit kritis.

UP yang bisa dicairkan selama bertahap saat Putri masuk kuliah:

  • Tahun ke-18= 80 persen UP atau Rp200 juta.
  • Tahun ke-19= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-20= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-21= 40 persen UP atau 100 juta ditambah bonus tahunan dan bonus akhir polis.

Dengan menyimpan uang dalam asuransi, Danang mendapat kepastian bahwa anaknya akan memiliki dana untuk berkuliah di kemudian hari, terlepas ia masih sanggup membiayai atau tidak. 

Tabel berikut menggambarkan perbandingan alokasi uang Danang sebesar Rp5,5 juta per bulan selama lima tahun  tadi jika ditaruh di asuransi dengan di tabungan.

Perbandingan Tabungan Asuransi Pendidikan
Plus Uang tunai Rp330.000.000 Uang pertanggungan 2xRp250.000.000 = Rp500.000.000
Pembebasan premi Rp66.000.000 per tahun jika meninggal dunia, cacat tetap, dan menderita penyakit kritis.
Bonus tahunan dan bonus akhir polis, kurang lebih Rp241.000.000
Minus Bisa cair pada tahun ke-5 Baru bisa cair di tahun ke-18
Hanya dipotong biaya admin. Banyak tambahan biaya di luar premi dasar.

Tips Memilih Asuransi Pendidikan yang Bagus dan Murah Untuk Anak

Manfaat yang didapatkan sesuai dengan dana yang dibutuhkan

Tujuan asuransi pendidikan sudah jelas mempersiapkan dana anak hingga ke jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, orang tua harus mulai mengkalkulasi atau menghitung besaran dana yang dibutuhkan pada saat memasuki jenjang pendidikan dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi.

Asuransi pendidikan yang bagus adalah bukan uang pertanggungan yang besar tetapi memenuhi atau cukup untuk digunakan pada saat dana pendidikan tersebut dibutuhkan pada saat waktunya.

Pertimbangkan dengan bijak tawaran dari agen asuransi

Agen asuransi umumnya selalu mengarahkan calon nasabah membeli asuransi pendidikan yang memiliki manfaat investasi. Di sinilah peran nasabah dalam menentukan jenis asuransi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. 

Jika dirasakan memang jumlah tabungan dengan premi tertentu tidak akan mencukupi dana pendidikan di masa depan, asuransi pendidikan unit link bisa jadi opsi, hanya saja nasabah juga harus memahami risikonya. Sehingga pada akhirnya tidak merasa ditipu oleh perusahaan asuransi dengan risiko-risiko yang ada.

Jumlah dan cakupan uang pertanggungan

Asuransi pendidikan yang baik tidak hanya memberikan kebutuhan dana pada saat jenjang pendidikan yang akan ditempuh anak. Tetapi juga memberikan cakupan pertanggungan yang mencukupi misalnya jika terjadi kematian pada pencari nafkah. Asuransi pendidikan yang bagus memberikan jaminan biaya pendidikan, santunan kematian serta pembebasan premi jika masa asuransinya belum berakhir.

Tersedia perluasan jaminan

Asuransi pendidikan punya beragam jaminan selain dari jenis asuransi yang dipilih. Jaminan perluasan tersebut seperti memberikan proteksi terhadap kecelakaan, kematian karena sakit, kematian karena kecelakaan, bahkan ada jaminan santunan rawat inap jika tertanggung terkena penyakit dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Dari jaminan perluasan yang didapatkan, perlu dipahami juga bahwa dengan menambahkan jaminan, maka akan menambah biaya premi yang harus dibayarkan. Oleh karena itu, kalkulasikan kembali manfaat dan kebutuhannya jika ingin mendapatkan jaminan perluasan yang memang dibutuhkan.

Beli asuransi jiwa murni sebagai opsi

Sebagai alternatif dari asuransi pendidikan, sebenarnya asuransi jiwa murni jauh lebih murah ketimbang asuransi yang memiliki nilai investasi. Karena, dana yang disetorkan akan dikelola tidak sepenuhnya proteksi nilai hidup tertanggung yang diasuransikan.

Bandingkan terlebih dahulu

Agar mendapatkan asuransi pendidikan termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk asuransi pendidikan yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal. 

Beli asuransi pendidikan berjangka

Beli asuransi pendidikan berjangka sehingga lebih murah, fleksibel dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. 

 

Tips & Pertanyaan

Mekanisme asuransi pendidikan sederhana saja. Kita sebagai pemegang polis/tertanggung/orang tua memiliki kewajiban membayarkan premi kepada perusahaan asuransi dengan nominal tertentu.

Sementara itu, kewajiban perusahaan asuransi adalah memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sesuai dengan perjanjian polis. Setelah cair, uang tersebut digunakan untuk membayar biaya pendidikan anak.

Produk asuransi pendidikan di antaranya asuransi pendidikan dwiguna (endowment), dan asuransi pendidikan unit link. Endowment menawarkan perlindungan jiwa dengan manfaat pengembalian pasti, sementara unit link menawarkan perlindungan jiwa berbalut investasi.

Jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Hal tersebut bersumber dari fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, yang berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat.

Ada. Beberapa perusahaan asuransi jiwa seperti Allianz dan Prudential memiliki produk asuransi pendidikan. Meski begitu, pada dasarnya asuransi pendidikan sama dengan asuransi jiwa, hanya saja diperuntukkan dana pendidikan.

Asuransi pendidikan adalah asuransi yang akan memberikan uang pertanggungan untuk biaya pendidikan anak jika orang tuanya meninggal.

Biaya premi asuransi pendidikan beragam, mulai dari Rp300 ribu per bulan hingga jutaan. Tentunya disesuaikan dengan uang pertanggungan, inflasi, dan bunga investasi (kalau ada).

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal